00:00Kita keserotan lain saudara aksi premanisme kembali terjadi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
00:05Seorang sopir baja yang tengah membawa penumpang di Palak, di depan pasar Blok A Tanah Abang, Jakarta Pusat.
00:14Tadi bukan yang udah dikasih?
00:15Nah udah, udah kasih.
00:19Kalau di Tanah Abang emang kayak gitu ya Bang ya?
00:23Tapi Palak atau apa sih Bang?
00:25Di Palak.
00:26Oh di Palak.
00:26Sopir baja yang tengah mengangkut penumpang jadi korban pemberasan seorang pria di Tanah Abang, Jakarta Pusat.
00:34Pelaku meminta uang sebesar 2.000 rupiah setiap kali sopir baja menaikkan penumpang.
00:40Jika dihitung, sopir baja mengaku terpaksa menyetor hingga total 100.000 rupiah per hari.
00:46Jika menolak, pelaku tak segan mengintimidasi korban.
00:51Oh iya.
00:53Kalau nggak ada gitu Bang, pas lagi nggak punya uang gitu kan ya.
00:57Kalau sebesar ini sebelum pernah nggak ngasih.
01:00Kalau nggak ada penumpang, saya kasih lah gitu.
01:03Ternyata-ternyata jangan ada pemaksaan, intimidasi ataupun apa gitu Bang ya.
01:07Untuk yang lainnya pun gitu kan ya.
01:09Kabar ini sudah sampai ke telinga Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
01:15Pemprov Jakarta tidak akan memberikan kompromi atas aksi premanisme.
01:19Saya sudah meminta kepada Satwa BP, kepada Kepala Dinas untuk mengambil tindakan tegas terhadap itu.
01:27Nggak ada kompromi lagi.
01:29Jadi premanisme di Jakarta, saya sebagai Gubernur, saya nggak ragu-ragu itu.
01:35Sebelumnya aksi pemalakan juga terjadi di Jalan Kebun Sirih, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
01:41Korbannya adalah tukang bakso.
01:44Pelaku bahkan mengamuk dan memencahkan mangkok milik pedagang bakso.
01:47Polisi telah menangkap pelaku.
01:50Aksi premanisme mengusik keamanan warga terlebih mereka yang tengah berjuang mencari nafkah.
01:55Tim Liputan Kompas TV Jakarta
Komentar