Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Diduga mabuk, seorang pemuda menyerang lansia dengan senjata tajam hingga tewas di OKU Timur, Sumatera Selatan. Polisi menangkap pelaku tanpa perlawanan.

Dari hasil pemeriksaan sementara, saat kejadian pelaku positif menggunakan narkoba. Hingga berita ditulis per Senin (13/4/2026), polisi masih menggali motif pelaku. Polisi menahan pelaku di Polres OKU Timur.

#polisi #pelaku #perlawanan

Baca Juga Santri Jadi Korban Begal di Grobogan, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam | KOMPAS PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/662557/santri-jadi-korban-begal-di-grobogan-pelaku-ditangkap-kurang-dari-24-jam-kompas-pagi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/662560/diduga-mabuk-pemuda-bunuh-lansia-di-oku-timur-pelaku-ditangkap-kompas-pagi
Transkrip
00:00Diduga mabuk seorang pemuda menyerang lansia dengan senjata tajam hingga tewas di Oku Timur Sumatera Selatan.
00:07Polisi menangkap pelaku tanpa perlawanan.
00:11Entah apa yang merasuki pemuda ini.
00:14Ia tiba-tiba menyerang seorang lansia yang duduk di halaman masjid Romadon, desa kota baru Martapura hingga tewas.
00:21Warga yang melihat tidak berani mendekat karena pelaku membawa senjata tajam.
00:26Polisi menangkap pelaku tanpa perlawanan tak jauh dari TKP.
00:29Dari hasil pemeriksaan sementara, saat kejadian pelaku positif menggunakan narkoba.
00:34Polisi masih menggali motif pelaku.
00:37Ya kronologi si pelaku ini secara tiba-tiba nyamperin si korban di masjid kondok pesatren Romadon itu.
00:46Kemudian kita tidak tahu komunikasi yang dibicarakan di situ.
00:52Tidak lama dari 5 menit si pelaku langsung melarikan saat jam dan melakukan pengusukan banyak korban.
00:58Ini yang perlu kita gali ya, masih kita gali lakukan pemeriksaan.
01:04Sementara pemeriksaan belum dilakukan secara maksid dan intensif karena si pelaku ini masih dalam pengaruh narkoba.
01:11Tapi pelaku sama kabupat kenal bang ya?
01:13Kenal, kenal.
01:15Polisi menahan pelaku di Polers Oku Timur.
01:18Pelaku terancam hukuman maksimal penjara seumur hidup.
01:22Reski Oktara, Muklas Diferensial, Kompas TV, Palembang.
Komentar

Dianjurkan