00:05Pemeran batik peranakan metamorfosa digilar di Bentara Budaya Menara Kompas, Jakarta.
00:13Pemeran ini menampilkan beragam karya batik dari para pengrajin yang mencerminkan perpaduan budaya lokal dan juga Tionghoa.
00:25Direktur utama Kompas TV, Rosyana Sirelahi menyebut, pemeran ini menjadi momentum untuk menunjukkan kekayaan dan keberagaman batik Indonesia.
00:35Kompas TV yang menjadi bagian dari Kompas Gramedia merasa sangat bangga dan sangat excited, antusias sekali melihat para seniman batik
00:44ini, batik akulturasi peranakan.
00:47Dan sebenarnya kemarin kita ingin mengadakan ini dalam rangka tahun baru Imlek, namun kita memperpanjang untuk melengkapi para pembatik peranakan
01:00supaya lebih banyak koleksinya.
01:02Dan di sini kita ingin mengatakan bahwa luar biasa bahwa batik itu juga dikerjakan oleh orang Indonesia keturunan Tionghoa dan
01:11mereka memiliki juga motif-motif yang luar biasa.
01:13Menunjukkan bahwa pembatik kita sungguh beragam dan sungguh kaya bagaimana mereka mengekspresikan adat istiadat dan leluhur mereka yang semuanya sesungguhnya
01:28adalah dalam Indonesia.
01:30Karena di bentara budaya ini kita ingin menjadi sebuah peristiwa atau pameran pertama untuk batik peranakan akulturasi.
01:41Ini jangan yang pertama tapi juga yang berikutnya, sehingga tempat ini bisa terus-menerus menjadi tempat pameran para pembatik.
01:49Dan ada ibu wamen pariwisata di sini, ini juga bisa menjadi bagian dari destinasi wisata, tidak saja di bentara budaya
01:58tetapi juga di seluruh daerah.
01:59Setelah lihat-lihat ada mungkin karya favorit enggak sih kalau dari berwesi sendiri?
02:05Semuanya karya favorit, senang banget.
02:08Ada Garuda, sebenarnya saya senang banget sama Garuda.
02:11Bagaimana buat batik dengan motif Garuda itu buat saya luar biasa.
02:16Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata Niluk Puspa menilai, batik tidak hanya sebagai produk kerajinan,
02:23namun juga memiliki nilai budaya dan filosofi yang kuat.
02:29Semuanya favorit sama kayak ibu Rosi juga, di sebelah sana ada merayakan Indonesia yang luar biasa sekali.
02:34Tapi seperti tadi saya sampaikan ya, bahwa saya tentu sangat mengapresiasi bentara budaya,
02:41kemudian Kompas Gamedia, Bu Rosi yang sudah memberikan ruang bagi para seniman batik untuk bisa memamerkan karya mereka.
02:49Tidak hanya kemudian selama ini mungkin dikenal sebagai oleh-oleh atau sekedar kain,
02:57tetapi hari ini Kompas Gamedia, Bentara Budaya mengajak kita semua untuk melihat banyak hal dibalik sebuah kain batik.
03:09Ada cerita di dalamnya, ada budaya di dalamnya, ada filosofi di dalamnya yang bisa kita kenal, kita pelajari, kita renungkan,
03:17sehingga kita semua bisa menjaganya.
03:19Batik, kami selalu berpikir bahwa karya kain, mau itu batik, tenun, dan lain sebagainya,
03:26tidak boleh hanya sebagai pelengkap di sektor pariwisata.
03:30Dia ke depannya akan menjadi tujuan dari orang datang.
03:34Orang ingin datang ke Cirebon karena ingin mengenal tentang batik Cirebon,
03:37orang datang ke Jogja karena ingin mengenal tentang batik Jawa,
03:40begitu juga dengan datang ke timur untuk mengenal kain-kain tradisional,
03:44dia menjadi tujuan dari wisata itu sendiri.
03:46Untuk itu Kementerian Pariwisata mendorong yang namanya Wastra Tourism atau wisata Wastra seperti itu.
03:53Dan senang sekali juga sehari ini ada Bu Sri juga, salah satu kolektor batik yang mencintai batik,
03:59dan Bu Sri dan teman-temannya tentu menjadi, ya tadi itu, wisatawan yang datang bukan sekedar untuk melihat alam,
04:08tapi justru untuk mengenal batik dan sebagainya.
04:10Jadi saya sangat mengapresiasi dan senang sekali mudah-mudahan ini menjadi tonggak bagaimana kita mendorong Wastra Tourism itu terjadi.
04:18Pemeran ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong batik sebagai bagian dari destinasi wisata berbasis budaya,
04:26serta memperkuat identitas dan keragaman Indonesia.
04:48Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
04:53Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
04:57Saksikan Kompas Petang di Kompas TV, channel 11, di televisi Anda.
05:02Saksikan Kompas TV, channel 11, di televisi Anda.
Komentar