Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menjelaskan soal dua kapal Pertamina yang masih berada di Selat Hormuz.

Boroujerdi mengatakan, keadaan di Laut Persia dan Selat Hormuz saat ini sedang tidak baik-baik saja, sehingga pihak Iran menerapkan protokol untuk setiap kapal yang melintas.

Sehingga tiap kapal yang akan melintas harus menerapkan protokol perang dan berkomunikasi dengan pihak penjaga keamanan.

Negosiasi seperti apa yang harus ditempuh pemerintah Indonesia agar kapal Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz bisa lolos?

Kita bahas bersama pengamat Timur Tengah, Zulfan Lindan.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga [FULL] Prof Hikmahanto soal Iran Tutup Selat Hormuz, Indonesia Beli Minyak ke Rusia? di https://www.kompas.tv/internasional/662495/full-prof-hikmahanto-soal-iran-tutup-selat-hormuz-indonesia-beli-minyak-ke-rusia

#timurtengah #iran #as #perang #israel

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/662496/pengamat-timteng-zulfan-lindan-soal-upaya-ri-loloskan-kapal-pertamina-yang-tertahan-di-hormuz
Transkrip
00:02Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohamed Borujerdi menjelaskan soal dua kapal Pertamina yang masih berada di Selat Hormuz.
00:10Borujerdi bilang, keadaan di Laut Persia dan Selat Hormuz saat ini sedang tidak baik-baik saja,
00:15sehingga pihak Iran menerapkan protokol untuk setiap kapal yang melintas.
00:20Sehingga tiap kapal yang akan melintas harus menerapkan protokol perang dan berkomunikasi dengan pihak penjaga keamanan.
00:40Terima kasih telah menonton!
01:10Terima kasih telah menonton!
01:43Terima kasih telah menonton!
02:14Terima kasih telah menonton!
02:31Terima kasih telah menonton!
02:49Terima kasih telah menonton!
02:54Terima kasih telah menonton!
03:01Terima kasih telah menonton!
03:05Terima kasih telah menonton!
03:06Terima kasih telah menonton!
03:09Terima kasih telah menonton!
03:11Terima kasih telah menonton!
03:15Terima kasih telah menonton!
03:17Terima kasih telah menonton!
03:20Kita pernah tahu juga bahwa ada satu kapal Iran yang tertahan di tahun 2023
03:26Namanya MT Arman 114
03:28Kabarnya selain tadi yang dikatakan Anda Pak Zulfan
03:32Bahwa kita masih punya hubungan dekat dengan Amerika Serikat
03:35Dan dianggap ia masih abu-abu sikapnya terhadap Iran
03:40Apakah kapal MT Arman 114 ini juga menjadi hambatan ketika kapal Pertamina tidak bisa melintasi Hormuz?
03:46Kalau saya tidak secara langsung tidak ada itu jauh sekali ya
03:51Kasus ini kan kapal ini bukan kapal pemerintah Iran
03:55Ini kan kapal swasta pedagang
03:58Kasusnya kan itu ketika mereka meng-transforminya ke kapal lain
04:05Terjadi ombak besar sehingga kapal Arman ini bergeser ke perairan Indonesia
04:13Dan kemudian selangnya copot
04:15Akhirnya terjadilah pencemaran di tanah air Indonesia
04:19Jadi ini soal legalitas dan hukum
04:22Bukan soal politik bukan soal diplomasi
04:24Jadi kalau ada orang berbeda
04:28Kalau begitu begini Pak Zulfan
04:30Tadi Anda mengatakan kan sebenarnya ini urusan geopolitik begitu
04:35Kalau begitu apakah kita bisa meminta bantuan misalnya kepada negara-negara
04:39Yang kapalnya sudah diloloskan untuk melintasi Selat Hormuz?
04:42Misalnya tidak usah jauh-jauh tetangga terdekat kita Malaysia Pak Zulfan
04:47Ya itu kan kembali lagi
04:50Malaysia sendiri kan belum tentu bisa continue kan
04:56Kalau ada problem lagi kan dia akan juga di stop
04:59Jadi sebenarnya dilihat
05:02Kemana kapal-kapal yang diberi lolos dari Selat Hormuz itu
05:06Dia akan membagi minyaknya
05:08Mentransfer minyaknya
05:09Kalau seandainya Indonesia secara diplomasi dan politik ada masalah
05:14Kemudian
05:15Kemudian Malaysia mengirim ke kita
05:17Malaysia juga kena masalah
05:20Itu problem
05:21Makanya ini tidak mudah gitu
05:25Oke
05:25Nah kita ketahui Islamabad
05:28Perundingan di Islamabad ini juga
05:30Tidak mencapai kata sepakat
05:32Masing-masing sudah pulang ke tempatnya masing-masing
05:34Wakil Presiden Amerika Serikat J.D.F.N. sudah pulang ke
05:38Tempat ke Amerika Serikat dan begitu pun utusan dari Iran
05:40Ini menurut Anda
05:42Dalam konteks Selat Hormuz
05:45Apakah akan semakin pelik urusannya
05:47Semakin rumit terutama khususnya untuk Indonesia
05:49Atau ada jalan lain sebenarnya yang bisa ditempuh?
05:53Sebenarnya
05:53Pasti
05:54Pemerintah Iran itu tidak main-main
05:57Soal Selat Hormuz ini
05:58Karena itu pesan dari Rahbar atau Syed Ali Khamenei sebelum meninggal
06:05Sebelum terbunuh oleh Trump
06:07Dia sudah wanti-wanti
06:08Ini Selat Hormuz harus dijaga ketat
06:11Ini adalah senjata bagi Iran
06:14Jadi satu kekuatan senjata yang harus dipergunakan
06:19Nah jadi kalau misalnya pemerintah Iran sekarang berani
06:23Katakanlah
06:25Katakanlah
06:25Tanpa alasan
06:26Apapun ya
06:28Karena ketakutan sama Amerika
06:30Takut sama Israel
06:31Takut sama negara-negara lain
06:34Itu dia dipersalahkan
07:04Gitu loh
07:06Terima kasih
07:49Yang kita tahu
08:19Kita kan abu-abu
08:20Tekan dari Iran
08:21Begitu ya Pak Zulfan ya
08:22Iya
08:23Itu kan karena isi perjanjiannya segala macam
08:26Itu kan menyulitkan Palestina
08:28Ya kan
08:29Memojokkan Palestina
08:30Dianggap
08:31Kita
08:32Apakah sengaja atau tidak sengaja
08:34Sadar atau tidak sadar
08:36Kita sudah masuk di situ
08:37Makanya kita harus
08:39Harus menyatakan
08:40Ya kita sementara keluar dulu lah dari BOP ini
08:44Karena kita melihat Palestina belum selesai
08:47Bagaimana jalan keluarnya
08:48Ada solusi juga buat
08:49Pertamina
08:50Buat Palestina gitu
08:51Oke
08:52Oke
08:53Baik
08:53Kita nantikan
08:55Meskipun di Islamabad katanya
08:57Belum ada kata sepakat
08:59Tapi
08:59Pakistan menyatakan
09:01Sepertinya masih ada jalan lain
09:02Yang harus ditempu
09:03Dan mengingat juga
09:04Gencatan senjata masih akan berakhir
09:05Pada tanggal 21 April mendatang
09:08Terima kasih
Komentar

Dianjurkan