Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Israel tetap ngotot untuk menyerang sekutu Iran, Hizbullah di Lebanon. Israel membuka negosiasi dengan Lebanon dengan syarat senjata kelompok Hizbullah dilucuti.

Mungkinkah serangan Israel ke Hizbullah di Lebanon dihentikan?

Kita bahas bersama Pengamat Timur Tengah, Hasibullah Satrawi serta Pengamat Intelijen dan Keamanan UI, Stanislaus Riyanta.

Baca Juga AS-Iran Negosiasi di Pakistan, Begini Aktivitas Kapal di Selat Hormuz | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/662335/as-iran-negosiasi-di-pakistan-begini-aktivitas-kapal-di-selat-hormuz-kompas-malam

#as #iran #negosiasi #hizbullah #lebanon

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/662339/pengamat-intelejen-timteng-soal-alasan-israel-ngotot-serang-hizbullah-meski-iran-as-negosiasi
Transkrip
00:00Israel tetap ngotot untuk menyerang sekutu Iran Hezbollah di Libanon.
00:03Israel membuka negosiasi dengan Libanon dengan syarat senjata kelompok Hezbollah dilicuti.
00:08Mungkinkah serangan Israel ke Hezbollah di Libanon dihentikan?
00:11Kita bahas bersama pengamat Timur Tengah, Hezbollah Satrawi, dan pengamat intelijen dan keamanan Universitas Indonesia, Sanislaus Rianta.
00:18Bapak-bapak, selamat petang semua.
00:20Selamat petang, Mbak.
00:21Selamat petang, Mas.
00:23Saya ingin ke Pak Hezbollah terlebih dahulu bahwa dengan syarat yang diajukan Israel ke Libanon untuk melucuti senjata Hezbollah agar
00:29bisa menegosiasi ini, apakah mungkin untuk dilakukan?
00:32Pak Hezbollah.
00:34Ya, terima kasih.
00:36Saya ingin mengukur pertanyaan mungkin atau tidak mungkin dari perkembangan yang terbaru.
00:42Perkembangan yang terbaru dari Islamabad sekarang dilaporkan bahwa kedua belah pihak dari Amerika dan dari Iran dilaporkan telah sampai tim
00:54perundingnya.
00:55Padahal kalau kita amatin dalam 24 jam sampai 48 jam terakhir semenjak benjata-benjata diumumkan,
01:04sebenarnya grafik daripada sikap politik dari kedua belah pihak ini sama-sama meningkat.
01:11Sama-sama mengeras, yaitu kalau dari sisi Iran memastikan, menguatkan bahwa perdamaian di Bandung bagian daripada kenjatan senjata,
01:21kalau dari pihak Amerika menjadikan pembukaan selat hormus sebagai syarat sebelum perundingan.
01:27Jadi ini yang saya bilang sebagai grafik daripada sikap kedua negara yang makin kesini makin keras.
01:33Namun demikian, walaupun kita tahu di Hormos masih ada pembatasan, walaupun kita tahu di Israel sendiri masih ada serangan-serangan,
01:42kenyataannya delegasi dari kedua belah pihak sudah datang.
01:45Artinya apa?
01:46Hampir mirip dengan deadline terakhir Trump, di menit-menit terakhir ada kayak semacam kompromi yang dilakukan oleh kedua belah pihak,
01:56paling tidak mereka mau datang ke Pakistan sekarang, mau ketemu dengan pihak Pakistan, apakah mau berunding langsung atau tidak langsung,
02:05kita belum bisa memastikan.
02:07Dan ini bagi saya sebuah kemajuan, sebuah pencapaian dibanding retorika sebelumnya yang mereka saling berusia keras,
02:15kalau syaratnya tidak dipenuhi maka mereka tidak akan datang ke perundingan.
02:19Jadi saya ingin mengatakan pertanyaan tadi sudah terjawab oleh perkembangan di lapangan, bahkan mereka sudah sama-sama datang ke Islamabad.
02:27Begitu Mas?
02:27Oke, saya ingin ke Pak Stanis bahwa tadi disebutkan sejumlah perwakilan dari Amerika Serikat dan Iran ini sudah tiba di
02:35Pakistan.
02:35Tetapi pertanyaannya ketika ada perang antara Israel dan juga Isbo, seberapa besar serangan-serangan ini mempengaruhi proses pertemuan yang ada
02:44di Pakistan?
02:45Ya, titik terbaik dari suatu perang, titik terbaik akhir dari suatu perang adalah mereka bertemu dan berunding.
02:52Dan memang saya mendapat kabar juga bahwa mereka sudah bertemu, mereka datang, mereka datang di Islamabad dan difasilitasi oleh Pakistan.
03:00Ini langkah yang terbaik, awal terbaik.
03:03Nah, masalahnya Israel dan Amerika sama-sama memungkiri bahwa antara Israel dan Lebanon itu bagian dari perundingan antara IS dan
03:14Iran ini yang jadi masalah itu.
03:15Nah, saya kira tidak sudah ketika menyatukan empat pihak ini dalam suatu perundingan.
03:21Mungkin akan didahului dengan Iran dan Amerika terlebih dahulu, kemudian nanti akan ada salah satu berikutnya atau perundingan-perundingan susulan
03:29saya kira.
03:30Tapi yang paling penting sebenarnya adalah mereka sudah mau duduk untuk berunding, ini suatu sikap yang positif.
03:36Tapi kalau kita melihat bahwa Israel mengatakan kepada Lebanon bahwa ya mereka serang adalah Hezbollah.
03:42Silahkan kalau misalnya mau genjatan senjata, maka Lebanon juga mendukung untuk pelucutan senjata Hezbollah.
03:47Ini sebenarnya kan permintaan dari Israel.
03:49Dan saya kira ini sebenarnya ketika sudah ada permintaan seperti ini, maka sebaiknya disambut dengan perundingan.
03:54Dengan perundingan, bisa terpisah, bisa berjadi satu.
03:58Yang penting adalah ketika terjadi perundingan, maka genjatan senjata.
04:03Karena kalau tidak diawali dengan perundingan dan tidak diawali dengan genjatan senjata, maka perang akan terus terjadi.
04:08Oke, kita bersyukur bahwa perundingan itu tengah berjalan.
04:11Tapi pertanyaannya ke Pak Sibulo, kenapa Israel tetap ngotot untuk kemudian menyerang Hezbollah?
04:16Apa Hezbollah ini menjadi ancaman serius, Pak Sibulo, kepada Israel?
04:22Ya, saya rasa ini pertanyaan yang menarik, bisa masuk kepada kompleksitas-kompleksitas lebih lanjut.
04:28Yang pertama saya ingin sampaikan, kalau pertanyaannya kenapa Israel melakukan serangan ini,
04:34saya yakin itu sebuah kesengajaan untuk mengamankan kepentingan Israel.
04:39Terutama kepentingan ditanyahu.
04:41Kepentingan ditanyahu dalam hal ini banyak.
04:43Yang pertama, kalau kita bicara kepentingan domestik, berarti dia butuh kayak semacam perpanjangan panggung.
04:50Karena bagi ditanyahu, perang itu menjadi panggung kepahlawanan.
04:54Terutama untuk menghadapi berbagai macam persoalan domestik, persoalan hukum, tekanan politik, dan lain sebagainya.
05:01Yang terkait dengan perang Iran sendiri, itu menjadi kepentingan Israel untuk melakukan serangan ini.
05:12Karena tetap berpandangan bagi Israel diharapkan Iran itu hancur sehancur-hancurnya.
05:18Walaupun harus berlama-lama atau menggunakan kekuatan siapapun termasuk Amerika.
05:23Baik Pak Sibolo, kami ingin mengajak Pemirsa dan Bapak-Bapak semua untuk kemudian menyaksikan visual terbaru yang kami dapatkan.
05:32Bahwa ini adalah delegasi dari Amerika Serikat yang bertemu secara langsung dengan Perdana Menteri Pakistan.
05:37Kita tahu bahwa ada sejumlah delegasi Amerika Serikat yang datang secara langsung ke Islamabad.
05:42Termasuk salah satunya adalah Wakil Presiden J.D.Fance.
05:46Yang juga sebelumnya dikabarkan sudah tiba dan saat ini sudah bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan.
05:53Kemudian juga yang menarik bahwa ada menantu termasuk juga mantan penasihat senior Donald Trump, Jared Kushner.
06:00Yang juga menjadi salah satu negosiator utama dalam pertemuan ini.
06:20Baik Pak Sibolo dan Pak Stanis, kita masih akan membahas terkait dengan apa yang sesungguhnya terjadi
06:25dan bagaimana nanti potensi hasil yang kemudian dibicarakan dalam pertemuan di Islamabad.
06:30Tetapi kita akan jeda sejenak, Kompas Petang akan kembali hadir urusnya jeda.
06:37Kederaan Luta Besar Iran untuk Indonesia, Muhammad Buryerdi, bilang
06:40Iran akan mengajukan genjatan senjata dan penghentian perang.
06:43Tidak hanya mencakup Iran, tapi juga wilayah timur tengah lainnya dalam perundingan di Islamabad, Pakistan.
06:52Terima kasih telah menerima kasih telah menerima.
07:09Kita lanjutkan dialog terkait dengan serangan yang kemudian dilancarkan antara Israel dan juga Izbulo.
07:26Saya ingin melanjutkan apa yang kemudian disampaikan oleh Pak Sibolo.
07:28Pak Sibolo, apa sesungguhnya yang ingin dicapai oleh Israel dengan menyerang kelompok Izbulo ini?
07:34Ya, sebenarnya serangan itu bisa kita pahami upaya untuk satu serang bisa mengamankan tiga kepentingan.
07:42Satu, kepentingan domestik saya sudah sampaikan tadi.
07:44Dua, kepentingan terkait dengan ancaman dari Iran.
07:47Dalam konteks itu, maka saya berpandangan lebih hancur Iran itu akan lebih baik bagi Israel.
07:54Dan genjatan senjata di situ menjadi kabar buruk.
07:56Karena berarti Iran akan tetap menjadi ancaman apalagi terbukti rudal-rudalnya terus semakin menyasar kepada Tel Aviv.
08:04Jadi, bagi saya sikap politik Israel terkait dengan Iran adalah perundingan sekarang ini, genjatan senjata sekarang ini adalah kabar buruk.
08:11Karena itu, dia melakukan serangan diharapkan bisa merusak perundingan itu.
08:15Bahkan kalau bisa, bisa lanjut perang dengan Amerika penuh dan dia mencapai apa yang dia inginkan.
08:20Dan yang ketiga, ini yang tidak kalah penting, karena dia menyerang Hezbollah, maka memang Hezbollah itu adalah ancaman yang ada
08:28di dekat pagarnya.
08:30Kalau Iran masih jauh walaupun dia punya kemampuan rudal, tapi Hezbollah itu berada di balik pagar dan temboknya.
08:36Karena itu, ketika kemudian Iran menyampaikan, mengklaim bahwa perdamaian dengan Hezbollah bagian daripada genjatan senjata,
08:47itu bagi saya perdebatannya sangat menarik, terutama dari sisi legalitas, terutama di era perundingan.
08:55Saya katakan begitu, sebagai gembaran begini, itu kalau dalam masyarakat awam, tapi Iran tahu sendiri,
09:01Iran minta durian, tapi sama Hezbollah dikasih apa? Dikasih, apa namanya, nangka.
09:08Kenapa saya katakan begitu? Yang diminta Iran adalah genjatan senjata perdamaian kepada Hezbollah dari sisi serangan Israel.
09:16Jadi yang damai adalah bahwa Israel tidak akan menyerang Hezbollah.
09:19Tapi dengan cara kemudian Trump hanya meminta untuk mengurangi serangan di Libanon,
09:25lalu yang kedua, inisiatif perundingan dimulai, akan dimulai awal pekan depan,
09:32di antara otoritas Libanon dengan pihak Israel melalui mediator Amerika,
09:37ini saya bilang pengecohan, tuntutan Iran adalah agar durian dikasih.
09:41Tapi dengan cara itu yang dikasih oleh Hezbollah adalah,
09:45apa namanya tadi, bukan durian tapi nangka.
09:50Jadi serupa tapi beda, serupanya di mana?
09:53Kalau yang seperti diharapkan oleh Israel,
09:58maka tidak ada genjatan senjata lagi dengan Hezbollah dan Hezbollah yang diterima.
10:02Dengan semua keadaan.
10:03Tapi dalam versi yang dibangun oleh Libanon sekarang,
10:08itu justru Hezbollah akan dikooptasi, akan dihancurkan.
10:12Dan itu menjadi kepentingan daripada Israel.
10:14Baik, saya ingin ke Pak Stanis bahwa tadi Pak Sibulloh menjelaskan serangan yang kemudian dilancarkan Israel ke Hezbollah,
10:19tujuannya adalah untuk merusak perundingan.
10:21Apakah Anda sepakat bahwa serangan saling serang yang terjadi antara Israel dan Hezbollah ini
10:26akan menjadi duri dalam daging antara perundingan antara Iran dan Amerika Serikat?
10:31Ya, di dalam paket proposal ada 10 poin.
10:33Dan saya kira itu mengganggu salah satunya.
10:35Mengganggu salah satunya untuk menciptakan padamnya di Timur Tengah.
10:38Tapi saya melihat bahwa Israel memang ingin menjaga eksistensi.
10:41Dia ingin tetap menyerang.
10:43Dan eksistensi itu supaya saya sepakat bahwa itu juga supaya Amerika tetap di situ membantu Israel.
10:48Karena dalam kasus kemarin Iran itu sebenarnya kan yang maju terus adalah Amerika.
10:53Amerika dan malah Israel memang nampak tidak seperti di garis depan gitu loh.
10:57Jadi nampak sekali bahwa Israel akan memanfaatkan Amerika untuk terus di situ.
11:02Dan kepentingan Israel saya kira ada banyak ya.
11:05Tidak ada kepentingan tunggal, ada banyak kepentingan termasuk masalah perbatasan.
11:09Dan di situ kan Nisbuloh itu berdekatan, berbatasan langsung dengan wilayah Israel.
11:13Untuk menjaga eksistensi, kemudian untuk perluasan wilayah, dan macam-macam.
11:19Dan kalau di dalam konflik seperti ini yang sangat multifaktor penyebabnya,
11:24maka sebenarnya pertanyaan yang bisa kita diungkapkan adalah siapa yang diuntungkan dari peristiwa ini?
11:30Siapa yang diuntungkan?
11:31Dan saya kira kalau misalnya masih ada peristiwa, masih ada perang, masih ada konflik,
11:36dan Israel di situ banyak musuh,
11:38saya kira Israel diuntungkan ketika masih ada konflik karena Amerika akan melindungi.
11:43Baik, baik. Tentu kita akan tunggu juga hasil perundingan yang saat ini tengah berjalan
11:46antara Iran dan juga Amerika Serikat.
11:48Kita berharap bahwa akan ada hasil yang baik untuk kemudian bisa mendeeskalasi perang yang terjadi di sana.
11:55Terima kasih Pak Sibulo Satrawi dan juga Pak Stanislaus Rianta telah berkabung di Kompas Petang.
Komentar

Dianjurkan