00:00Israel tetap ngotot untuk menyerang sekutu Iran Hezbollah di Libanon.
00:03Israel membuka negosiasi dengan Libanon dengan syarat senjata kelompok Hezbollah dilicuti.
00:08Mungkinkah serangan Israel ke Hezbollah di Libanon dihentikan?
00:11Kita bahas bersama pengamat Timur Tengah, Hezbollah Satrawi, dan pengamat intelijen dan keamanan Universitas Indonesia, Sanislaus Rianta.
00:18Bapak-bapak, selamat petang semua.
00:20Selamat petang, Mbak.
00:21Selamat petang, Mas.
00:23Saya ingin ke Pak Hezbollah terlebih dahulu bahwa dengan syarat yang diajukan Israel ke Libanon untuk melucuti senjata Hezbollah agar
00:29bisa menegosiasi ini, apakah mungkin untuk dilakukan?
00:32Pak Hezbollah.
00:34Ya, terima kasih.
00:36Saya ingin mengukur pertanyaan mungkin atau tidak mungkin dari perkembangan yang terbaru.
00:42Perkembangan yang terbaru dari Islamabad sekarang dilaporkan bahwa kedua belah pihak dari Amerika dan dari Iran dilaporkan telah sampai tim
00:54perundingnya.
00:55Padahal kalau kita amatin dalam 24 jam sampai 48 jam terakhir semenjak benjata-benjata diumumkan,
01:04sebenarnya grafik daripada sikap politik dari kedua belah pihak ini sama-sama meningkat.
01:11Sama-sama mengeras, yaitu kalau dari sisi Iran memastikan, menguatkan bahwa perdamaian di Bandung bagian daripada kenjatan senjata,
01:21kalau dari pihak Amerika menjadikan pembukaan selat hormus sebagai syarat sebelum perundingan.
01:27Jadi ini yang saya bilang sebagai grafik daripada sikap kedua negara yang makin kesini makin keras.
01:33Namun demikian, walaupun kita tahu di Hormos masih ada pembatasan, walaupun kita tahu di Israel sendiri masih ada serangan-serangan,
01:42kenyataannya delegasi dari kedua belah pihak sudah datang.
01:45Artinya apa?
01:46Hampir mirip dengan deadline terakhir Trump, di menit-menit terakhir ada kayak semacam kompromi yang dilakukan oleh kedua belah pihak,
01:56paling tidak mereka mau datang ke Pakistan sekarang, mau ketemu dengan pihak Pakistan, apakah mau berunding langsung atau tidak langsung,
02:05kita belum bisa memastikan.
02:07Dan ini bagi saya sebuah kemajuan, sebuah pencapaian dibanding retorika sebelumnya yang mereka saling berusia keras,
02:15kalau syaratnya tidak dipenuhi maka mereka tidak akan datang ke perundingan.
02:19Jadi saya ingin mengatakan pertanyaan tadi sudah terjawab oleh perkembangan di lapangan, bahkan mereka sudah sama-sama datang ke Islamabad.
02:27Begitu Mas?
02:27Oke, saya ingin ke Pak Stanis bahwa tadi disebutkan sejumlah perwakilan dari Amerika Serikat dan Iran ini sudah tiba di
02:35Pakistan.
02:35Tetapi pertanyaannya ketika ada perang antara Israel dan juga Isbo, seberapa besar serangan-serangan ini mempengaruhi proses pertemuan yang ada
02:44di Pakistan?
02:45Ya, titik terbaik dari suatu perang, titik terbaik akhir dari suatu perang adalah mereka bertemu dan berunding.
02:52Dan memang saya mendapat kabar juga bahwa mereka sudah bertemu, mereka datang, mereka datang di Islamabad dan difasilitasi oleh Pakistan.
03:00Ini langkah yang terbaik, awal terbaik.
03:03Nah, masalahnya Israel dan Amerika sama-sama memungkiri bahwa antara Israel dan Lebanon itu bagian dari perundingan antara IS dan
03:14Iran ini yang jadi masalah itu.
03:15Nah, saya kira tidak sudah ketika menyatukan empat pihak ini dalam suatu perundingan.
03:21Mungkin akan didahului dengan Iran dan Amerika terlebih dahulu, kemudian nanti akan ada salah satu berikutnya atau perundingan-perundingan susulan
03:29saya kira.
03:30Tapi yang paling penting sebenarnya adalah mereka sudah mau duduk untuk berunding, ini suatu sikap yang positif.
03:36Tapi kalau kita melihat bahwa Israel mengatakan kepada Lebanon bahwa ya mereka serang adalah Hezbollah.
03:42Silahkan kalau misalnya mau genjatan senjata, maka Lebanon juga mendukung untuk pelucutan senjata Hezbollah.
03:47Ini sebenarnya kan permintaan dari Israel.
03:49Dan saya kira ini sebenarnya ketika sudah ada permintaan seperti ini, maka sebaiknya disambut dengan perundingan.
03:54Dengan perundingan, bisa terpisah, bisa berjadi satu.
03:58Yang penting adalah ketika terjadi perundingan, maka genjatan senjata.
04:03Karena kalau tidak diawali dengan perundingan dan tidak diawali dengan genjatan senjata, maka perang akan terus terjadi.
04:08Oke, kita bersyukur bahwa perundingan itu tengah berjalan.
04:11Tapi pertanyaannya ke Pak Sibulo, kenapa Israel tetap ngotot untuk kemudian menyerang Hezbollah?
04:16Apa Hezbollah ini menjadi ancaman serius, Pak Sibulo, kepada Israel?
04:22Ya, saya rasa ini pertanyaan yang menarik, bisa masuk kepada kompleksitas-kompleksitas lebih lanjut.
04:28Yang pertama saya ingin sampaikan, kalau pertanyaannya kenapa Israel melakukan serangan ini,
04:34saya yakin itu sebuah kesengajaan untuk mengamankan kepentingan Israel.
04:39Terutama kepentingan ditanyahu.
04:41Kepentingan ditanyahu dalam hal ini banyak.
04:43Yang pertama, kalau kita bicara kepentingan domestik, berarti dia butuh kayak semacam perpanjangan panggung.
04:50Karena bagi ditanyahu, perang itu menjadi panggung kepahlawanan.
04:54Terutama untuk menghadapi berbagai macam persoalan domestik, persoalan hukum, tekanan politik, dan lain sebagainya.
05:01Yang terkait dengan perang Iran sendiri, itu menjadi kepentingan Israel untuk melakukan serangan ini.
05:12Karena tetap berpandangan bagi Israel diharapkan Iran itu hancur sehancur-hancurnya.
05:18Walaupun harus berlama-lama atau menggunakan kekuatan siapapun termasuk Amerika.
05:23Baik Pak Sibolo, kami ingin mengajak Pemirsa dan Bapak-Bapak semua untuk kemudian menyaksikan visual terbaru yang kami dapatkan.
05:32Bahwa ini adalah delegasi dari Amerika Serikat yang bertemu secara langsung dengan Perdana Menteri Pakistan.
05:37Kita tahu bahwa ada sejumlah delegasi Amerika Serikat yang datang secara langsung ke Islamabad.
05:42Termasuk salah satunya adalah Wakil Presiden J.D.Fance.
05:46Yang juga sebelumnya dikabarkan sudah tiba dan saat ini sudah bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan.
05:53Kemudian juga yang menarik bahwa ada menantu termasuk juga mantan penasihat senior Donald Trump, Jared Kushner.
06:00Yang juga menjadi salah satu negosiator utama dalam pertemuan ini.
06:20Baik Pak Sibolo dan Pak Stanis, kita masih akan membahas terkait dengan apa yang sesungguhnya terjadi
06:25dan bagaimana nanti potensi hasil yang kemudian dibicarakan dalam pertemuan di Islamabad.
06:30Tetapi kita akan jeda sejenak, Kompas Petang akan kembali hadir urusnya jeda.
06:37Kederaan Luta Besar Iran untuk Indonesia, Muhammad Buryerdi, bilang
06:40Iran akan mengajukan genjatan senjata dan penghentian perang.
06:43Tidak hanya mencakup Iran, tapi juga wilayah timur tengah lainnya dalam perundingan di Islamabad, Pakistan.
06:52Terima kasih telah menerima kasih telah menerima.
07:09Kita lanjutkan dialog terkait dengan serangan yang kemudian dilancarkan antara Israel dan juga Izbulo.
07:26Saya ingin melanjutkan apa yang kemudian disampaikan oleh Pak Sibolo.
07:28Pak Sibolo, apa sesungguhnya yang ingin dicapai oleh Israel dengan menyerang kelompok Izbulo ini?
07:34Ya, sebenarnya serangan itu bisa kita pahami upaya untuk satu serang bisa mengamankan tiga kepentingan.
07:42Satu, kepentingan domestik saya sudah sampaikan tadi.
07:44Dua, kepentingan terkait dengan ancaman dari Iran.
07:47Dalam konteks itu, maka saya berpandangan lebih hancur Iran itu akan lebih baik bagi Israel.
07:54Dan genjatan senjata di situ menjadi kabar buruk.
07:56Karena berarti Iran akan tetap menjadi ancaman apalagi terbukti rudal-rudalnya terus semakin menyasar kepada Tel Aviv.
08:04Jadi, bagi saya sikap politik Israel terkait dengan Iran adalah perundingan sekarang ini, genjatan senjata sekarang ini adalah kabar buruk.
08:11Karena itu, dia melakukan serangan diharapkan bisa merusak perundingan itu.
08:15Bahkan kalau bisa, bisa lanjut perang dengan Amerika penuh dan dia mencapai apa yang dia inginkan.
08:20Dan yang ketiga, ini yang tidak kalah penting, karena dia menyerang Hezbollah, maka memang Hezbollah itu adalah ancaman yang ada
08:28di dekat pagarnya.
08:30Kalau Iran masih jauh walaupun dia punya kemampuan rudal, tapi Hezbollah itu berada di balik pagar dan temboknya.
08:36Karena itu, ketika kemudian Iran menyampaikan, mengklaim bahwa perdamaian dengan Hezbollah bagian daripada genjatan senjata,
08:47itu bagi saya perdebatannya sangat menarik, terutama dari sisi legalitas, terutama di era perundingan.
08:55Saya katakan begitu, sebagai gembaran begini, itu kalau dalam masyarakat awam, tapi Iran tahu sendiri,
09:01Iran minta durian, tapi sama Hezbollah dikasih apa? Dikasih, apa namanya, nangka.
09:08Kenapa saya katakan begitu? Yang diminta Iran adalah genjatan senjata perdamaian kepada Hezbollah dari sisi serangan Israel.
09:16Jadi yang damai adalah bahwa Israel tidak akan menyerang Hezbollah.
09:19Tapi dengan cara kemudian Trump hanya meminta untuk mengurangi serangan di Libanon,
09:25lalu yang kedua, inisiatif perundingan dimulai, akan dimulai awal pekan depan,
09:32di antara otoritas Libanon dengan pihak Israel melalui mediator Amerika,
09:37ini saya bilang pengecohan, tuntutan Iran adalah agar durian dikasih.
09:41Tapi dengan cara itu yang dikasih oleh Hezbollah adalah,
09:45apa namanya tadi, bukan durian tapi nangka.
09:50Jadi serupa tapi beda, serupanya di mana?
09:53Kalau yang seperti diharapkan oleh Israel,
09:58maka tidak ada genjatan senjata lagi dengan Hezbollah dan Hezbollah yang diterima.
10:02Dengan semua keadaan.
10:03Tapi dalam versi yang dibangun oleh Libanon sekarang,
10:08itu justru Hezbollah akan dikooptasi, akan dihancurkan.
10:12Dan itu menjadi kepentingan daripada Israel.
10:14Baik, saya ingin ke Pak Stanis bahwa tadi Pak Sibulloh menjelaskan serangan yang kemudian dilancarkan Israel ke Hezbollah,
10:19tujuannya adalah untuk merusak perundingan.
10:21Apakah Anda sepakat bahwa serangan saling serang yang terjadi antara Israel dan Hezbollah ini
10:26akan menjadi duri dalam daging antara perundingan antara Iran dan Amerika Serikat?
10:31Ya, di dalam paket proposal ada 10 poin.
10:33Dan saya kira itu mengganggu salah satunya.
10:35Mengganggu salah satunya untuk menciptakan padamnya di Timur Tengah.
10:38Tapi saya melihat bahwa Israel memang ingin menjaga eksistensi.
10:41Dia ingin tetap menyerang.
10:43Dan eksistensi itu supaya saya sepakat bahwa itu juga supaya Amerika tetap di situ membantu Israel.
10:48Karena dalam kasus kemarin Iran itu sebenarnya kan yang maju terus adalah Amerika.
10:53Amerika dan malah Israel memang nampak tidak seperti di garis depan gitu loh.
10:57Jadi nampak sekali bahwa Israel akan memanfaatkan Amerika untuk terus di situ.
11:02Dan kepentingan Israel saya kira ada banyak ya.
11:05Tidak ada kepentingan tunggal, ada banyak kepentingan termasuk masalah perbatasan.
11:09Dan di situ kan Nisbuloh itu berdekatan, berbatasan langsung dengan wilayah Israel.
11:13Untuk menjaga eksistensi, kemudian untuk perluasan wilayah, dan macam-macam.
11:19Dan kalau di dalam konflik seperti ini yang sangat multifaktor penyebabnya,
11:24maka sebenarnya pertanyaan yang bisa kita diungkapkan adalah siapa yang diuntungkan dari peristiwa ini?
11:30Siapa yang diuntungkan?
11:31Dan saya kira kalau misalnya masih ada peristiwa, masih ada perang, masih ada konflik,
11:36dan Israel di situ banyak musuh,
11:38saya kira Israel diuntungkan ketika masih ada konflik karena Amerika akan melindungi.
11:43Baik, baik. Tentu kita akan tunggu juga hasil perundingan yang saat ini tengah berjalan
11:46antara Iran dan juga Amerika Serikat.
11:48Kita berharap bahwa akan ada hasil yang baik untuk kemudian bisa mendeeskalasi perang yang terjadi di sana.
11:55Terima kasih Pak Sibulo Satrawi dan juga Pak Stanislaus Rianta telah berkabung di Kompas Petang.
Komentar