Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Setelah lebih dari enam pekan saling serang, kini Amerika Serikat dan Iran bertemu langsung di meja negosiasi yang difasilitasi oleh Iran.

Ini disebut-sebut menjadi momentum bersejarah sebagai tingkat pertemuan tertinggi antara dua negara sejak Revolusi Islam tahun 1979.

Akankah negosiasi ini benar-benar menghentikan perang? Kita bahas mendalam bersama pakar hubungan internasional Universitas Parahyangan, Kishino Bawono, Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana, Efatha Filomeno Borromeu Duarte dan mahasiswa International Islamic University of Islamabad, Syauqi Ikram.

#IRAN #AS-ISRAEL #negoisasi

Baca Juga Andi Azwan Yakin SP3 Rismon Sianipar Kasus Ijazah Jokowi Terbit Minggu Depan di https://www.kompas.tv/nasional/662323/andi-azwan-yakin-sp3-rismon-sianipar-kasus-ijazah-jokowi-terbit-minggu-depan



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/662326/jelang-negoisasi-as-iran-dosen-ilmu-politik-pakar-hi-soroti-momen-bersejarah-usai-konflik-panas
Transkrip
00:00sejak kami selalu.
00:10Setelah lebih dari 6 pekan saling serang,
00:14kini Amerika Serikat dan Iran bertemu langsung di meja negosiasi
00:17yang difasilitasi oleh Iran.
00:19Ini disebut-sebut menjadi momentum bersejarah
00:23sebagai tingkat pertemuan tertinggi
00:25antara dua negara sejak revolusi Islam pada tahun 1979.
00:30Akankah negosiasi ini benar-benar menghentikan perang?
00:33Kita bahas lebih mendalam bersama pakar hubungan internasional
00:37Universitas Parahiangan, Kishino Bawono,
00:40dosen ilmu politik Universitas Udayana,
00:42Evata Filomeno Boromew Duarte,
00:44dan mahasiswa International Islamic University of Islamabad,
00:49Syauki Ikram.
00:50Selamat malam Mas Kishino, Mas Evata, juga Mas Ikram.
00:55Selamat malam, Pak.
00:56Selamat malam.
00:57Selamat siang.
00:58Selamat sore waktu Islamabad.
01:00Selamat sore waktu Islamabad.
01:02Selamat malam dari Jakarta dengan Friska di sini.
01:04Mas Ikram, kalau saat ini apa yang sedang berlangsung di sana?
01:09Sebenarnya seberapa jauh optimisme terhadap negosiasi kali ini?
01:16Kalau yang Anda amati di sana, Mas Ikram.
01:19Oke, jadi beberapa informasi yang sudah terkonfirmasi
01:22dan saya dapatkan dari media lokal Pakistan khususnya,
01:27kita akan menempuh atau kita akan melihat lebih jauh sejauh mana negosiasinya akan berlangsung.
01:33Mengingat Pakistan sebagai mediator atau sebagai tuan rumah itu sangat optimis
01:38untuk menduduki dua negara yang sedang berkonflik.
01:42dan juga dikutip dari Prime Minister Office bahwa Perdana Menteri Pakistan Sebas Harip itu sudah mengadakan pertemuan dengan wakil Presiden
01:53Amerika J Defense.
01:55Dan juga sudah mengadakan pertemuan juga dengan delegasi Iran.
02:01Dan ini juga bukan serta-merta Pakistan,
02:04apa ya, ini bukan serta-merta tanpa lendasan bahwa Pakistan mengajukan diri sebagai tuan rumah.
02:08Bahwa Maleda Lodi, Maleda Lodi, sorry, sebagai mantan Duta Besar Pakistan untuk PBB,
02:15itu mengatakan bahwa Pakistan ini memiliki hubungan baik dengan kedua negara,
02:19yaitu Amerika dan juga Iran.
02:22Dan Lodi juga menegaskan bahwa Pakistan ini memiliki pengalaman yang luas dalam memediasi,
02:28termasuk perjanjian doha antara Amerika Serikat dan Taliban
02:31yang menyebabkan penarikan pasukan Amerika dari Afganistan beberapa waktu yang lalu.
02:36Mas Ikram, ada langsung di Pakistan, bagaimana Anda melihat pengamanannya ya,
02:41selama negosiasi berlangsung maupun memastikan keamanan delegasi
02:45baik dari Amerika Serikat maupun Iran selama proses negosiasi ini berlangsung?
02:50Ya, jadi Perdana Menteri Pakistan itu sudah menerapkan sebuah rute
02:54dan juga sudah mengkosongkan Hotel Serena yang akan diadakan sebagai tempat pertemuan
03:00dan juga menurunkan banyaknya personel gabungan antara militer dan juga kepolisian
03:05demi mengamankan kelangsungan acara negosiasi tersebut.
03:09Nah, jadi pengamanan ini hal yang penting.
03:12Saya ke Mas Kishino dulu selanjutnya.
03:15Karena bicara soal negosiasi,
03:18pasti dari sisi Iran ada semacam ketidakpercayaan sepenuhnya.
03:23Karena kita tahu pada saat negosiasi di Jenewa,
03:26Februari 2026, saat putaran ketiga, dua hari kemudian serangan terjadi.
03:30Nah, perbedaan kali apa?
03:32Yang kali ini seperti apa Mas Kishino dibandingkan dengan Jenewa sebelumnya?
03:37Oke, kalau mau di-highlight apa perbedaannya dengan Jenewa kemarin,
03:42saya berikan beberapa highlight.
03:43Pertama, nampaknya pihak dari Iran ini lebih merasa penting
03:49bahwa keamanan mereka sekarang terjamin untuk delegasi mereka.
03:53Karena kemarin saya juga baca,
03:55pemerintah Pakistan itu bahkan mengerjunkan pesawat tempurnya
03:59sebagai eskort atau sebagai pengawalan
04:03selama delegasi Iran itu pergi dari Iran menuju Islamabad di Pakistan.
04:10Karena kita harus ingat bahwa beberapa bagian dari delegasi
04:14ataupun negosiator Iran sempat dibunuh oleh
04:17baik oleh pemerintah Israel maupun pemerintah AS.
04:20Di sisi lain, highlight saya lainnya adalah pergantian personel.
04:25Dalam proses negosiasi ini ada pergantian personal,
04:31terutama yang saya highlight di AS,
04:32yaitu Wapres J.D.Fans masuk ke dalam delegasi AS.
04:37Saya kutip dari Reuters kemarin,
04:40asumsinya J.D.Fans ini diinginkan oleh pihak Iran
04:43sebagai ketua delegasi karena dianggap bahwa J.D.Fans ini
04:48anti terhadap perang di Iran.
04:49harapannya kalau diterka mungkin Iran berharap bahwa
04:53negosiasi akan jadi lebih lunak,
04:55jadi lebih mudah dibandingkan seseorang yang pro dengan perang.
05:00Di sisi lain saya juga lihat di Iran bahwa ada pergantian personal,
05:04cuma saya belum sempat melakukan profiling
05:08bahwa ini kira-kira orangnya lebih ideologis
05:11atau orangnya lebih pragmatis.
05:12Tapi kembali pola besarnya adalah
05:15kalau lebih pragmatis maka kemungkinan proses
05:18tembus atau proses lolos dari negosiasi
05:21menghasilkan resolusi tertentu,
05:24nampaknya akan lebih mudah dibandingkan kalau ideologis.
05:27Itu gambarannya dari saya.
05:29Meskipun ada menantunya Trump juga di sana ya,
05:31ada Jared Kushner?
05:33Ya, orang yang tetap sama yaitu Stephen Wyckoff
05:36dan Jared Kushner di sana masih tetap sama,
05:39tapi ini yang akan jadi perdebatan di delegasi AS
05:43bahwa seberapa kuat posisi J.D.Fans melawan dua delegasi lainnya.
05:48Nah, bicara soal tadi,
05:50seberapa kuat masing-masing delegasi ini
05:53mempertahankan poin-poinnya,
05:55apakah betul Mas Evata,
05:56apakah bisa kita lihat sama dengan apa yang diklaim oleh Iran
06:00bahwa saat ini posisi tawarnya Iran ini lebih besar?
06:03Apalagi dengan kunci Slat Hormuz
06:05yang selalu jadi daya tawar utama.
06:08Nah, apa Anda melihat seperti itu Mas Evata?
06:12Ya, pertama kita bisa lihat ya
06:15bahwa kondisi hari ini memang makin lama makin kompleks.
06:19Meskipun memang sudah ada tanda-tanda yang cukup positif ya.
06:23Tetapi hal itu kembali lagi pada titik utamanya
06:27bahwa secara asimetris Iran mengendalikan Slat Hormuz.
06:31Dan yang lebih parah lagi,
06:33Iran bahkan mengumumkan rute baru.
06:36Dan rute ini makin membuat jalur kapal
06:39semakin dekat ke wilayah pantai perairannya Iran begitu.
06:43Yang awalnya,
06:44ini secara bebas saja berada di tengah ya,
06:48sudah diatur karena dekat dengan Oman juga ya,
06:50dekat dengan juga Uni Emirat Arab,
06:52semuanya sudah diatur sedemikian rupa.
06:54Tetapi malah sekarang,
06:56karena berapa ranjau diklaim oleh Iran
06:58tidak mampu dibersihkan,
06:59dan mereka mengatakan,
07:01kalau mau aman,
07:01ya harus mengikuti rute mereka.
07:04Dan rute mereka tentu menggunakan tol.
07:06Tol dengan biaya yang tentu sudah disepakati nanti ke depannya ya,
07:10oleh Iran.
07:12Terus ini sudah diumumkan kepada dunia.
07:14Jadi, titik tekannya di sini adalah
07:16diplomasi kali ini dipegang oleh IRGC.
07:19Nah, ketika ini dipegang oleh IRGC,
07:21dan 15 syarat dari Amerika itu
07:23rata-rata berisi satu tekanan leverage yang luar biasa,
07:27dari Iran juga dengan 10 syaratnya,
07:28mereka mengatakan penangguhan,
07:30dari Amerika Serikat mengatakan baru ada pencabutan,
07:34dan lain sebagainya.
07:35Ini masih terus belum terlihat ya,
07:38sebenarnya titik utama dan tadi sudah disampaikan oleh Donald Trump
07:41sebelum siaran ini,
07:43nuklir menjadi salah satu fokus utama.
07:45Ketika nuklir ini nanti ke depannya tidak dibahas,
07:49kita fokus kepada selatuh orus.
07:51Padahal sebenarnya titik utamanya nuklir.
07:52Ini yang harus diselesaikan,
07:55dan harus dibahas dengan sangat clear nanti
07:57di dalam diplomasi secara tidak langsung
07:59oleh Pakistan di Islamabad.
08:01Ya, termasuk nuklir ini kan selalu jadi alasan
08:04kenapa Amerika Serikat menyerang Iran,
08:06begitu juga dengan Israel.
08:08Nah, apa yang harus ditekankan kembali
08:10agar kejadian pada di Jenewa itu
08:12tidak terjadi saat ini, Mas Evata?
08:16Ya, pertama,
08:17kita harus melihat bahwa
08:19dalam poin-poin itu,
08:20pengayaan nuklir itu absolut,
08:22terhadap uranium itu absolut,
08:23pasti akan mengalami kesulitan ya,
08:25untuk diterima.
08:26Stok uranium diperkaya ini masih bisa.
08:28Program rudal balistik ini absolut pasti akan ditolak.
08:31Penarikan pasukan Amerika Serikat ini agak sangat sulit juga.
08:34Sanksi ya, bisa negosiasi.
08:36Hormuz ya, bisa negosiasi.
08:38Lebanon, Hezbollah ini titik kritis,
08:41tidak mau dinegosiasi.
08:42Maka,
08:42kalau Lebanon dan juga Hezbollah ini belum di-clearkan,
08:46maka kita akan menunggu nanti di tanggal 14,
08:48ya, pertemuan ini.
08:49Dan ini yang meminta adalah
08:50pemerintah dari Lebanon sendiri
08:51dan juga pemerintah SAR.
08:53Tetapi,
08:54sebenarnya posisinya adalah
08:55yang bisa menghentikan kedua belak pihak ini
08:57adalah Amerika Serikat juga.
08:59Kalau Amerika Serikat ini
09:00memiliki goodwill ya,
09:01atau etiket yang cukup kuat
09:02dalam diplomasi kali ini,
09:04dia bisa memberitahu Israel
09:05untuk menghentikan serangan.
09:06Karena serangan-serangan ini
09:08terhadap proksinya Iran,
09:10maka Iran juga tidak mau begitu.
09:12Itu mengatakan ya,
09:13kami akan kurangi.
09:14Karena titik kuncinya semua
09:15makin lama,
09:17makin mengunci.
09:17Dan yang lebih menarik lagi, Mbak,
09:19ada beberapa catatan intelijen,
09:21Cina kebetulan mensuplai
09:23beberapa bahan-bahan peledak baru
09:25yang nanti akan dipasang
09:26kepada rudal-rudal milik Iran itu sendiri.
09:29Nanti ke depannya,
09:30kalau memang itu terbukti,
09:32maka akan menjadi
09:33satu perang yang semakin kompleks.
09:35Dan juga ledakan-ledakan yang muncul
09:38nanti akan merugikan semua pihak.
09:39Dan itu mudah-mudahan
09:40tidak terjadi
09:41dan tidak sampai pada titik-titik
09:44pepecahan terhadap
09:45Perang Dunia Ketiga.
09:46Demikian.
09:46Nah, ini yang kita harapkan,
09:49jangan sampai ada impact
09:51lebih besar lagi
09:52kalau gencatan senjata
09:53tidak tercapai.
09:54Karena tampaknya ini akan jadi momentum
09:56take it or leave it.
09:57Ya, atau enggak sama sekali.
09:59Sementara Mas Kishino,
10:00kan Iran ingin
10:01serangan berhenti permanen.
10:03Tapi Amerika Serikat
10:04minta 30 hari
10:05gencatan senjata.
10:06Ini kan jadi
10:06dua POV yang berbeda,
10:08dua point of view yang berbeda.
10:10Kalau misalnya
10:11dari AS
10:12gencatan senjata
10:12artinya bisa jadi ada serangan.
10:14Tapi Iran kan
10:14berkali-kali bilang bahwa
10:16ya hentikan serangan,
10:17jangan sampai ada serangan lagi.
10:18bagaimana Anda melihat
10:19progres untuk mencapai
10:21titik temunya
10:21soal ini?
10:24Oke,
10:26saya pikir terkait tanggal
10:27ceasefire
10:29atau penjataan senjata
10:30akan berapa lama,
10:31ini memang contentious ya.
10:33Kita juga bisa curiga
10:34bahwa
10:34Amerika pengen
10:35cuma 30 hari
10:36apakah ini
10:38waktu yang mungkin
10:40mereka butuhkan
10:40untuk mempersiapkan
10:41eskalasi yang lebih tinggi.
10:44artinya akan ada serangan
10:46yang lebih besar
10:47ke Iran gitu ya.
10:48Atau paling tidak
10:49sebagai posturing,
10:51ancaman bahwa
10:51kalau tidak ikut
10:52dengan apa yang
10:54diperintahkan
10:54atau apa yang dipinta
10:55Amerika Serikat,
10:56serangan akan meningkat.
10:58Di sisi lain,
10:59saya rasa ketika Iran
11:01bilang bahwa
11:02pengen ada
11:02permanen ceasefire,
11:04ini sebelumnya
11:05bahasa yang
11:06saya tangkapnya
11:07adalah
11:07mereka tidak ingin
11:08purely berdamai
11:10dengan musuh ideologis
11:11yaitu Amerika Serikat
11:12dan Israel
11:13gitu ya
11:14dalam hal ini.
11:15Tapi di sisi lain,
11:16kalau konflik ini
11:17diperpanjang,
11:18mereka juga rasa
11:19ada kerugian yang
11:20akan muncul.
11:21Ada
11:22nada-nada
11:24desperation
11:24di dalam
11:25pemerintahan Iran.
11:26Seperti kemarin
11:28ada laporan
11:29yang menyatakan
11:29bahwa
11:30penduduk Iran
11:31itu sudah melakukan
11:32human shield
11:33untuk beberapa
11:34fasilitas-fasilitas
11:35penting gitu ya.
11:37Yang artinya
11:39bisa jadi ancaman.
11:40Kalau benaran
11:41diserang,
11:41maka akan terjadi
11:42war crimes.
11:44Yang itu ya
11:45konsekuensinya
11:45tidak semua
11:46militer AS
11:47ingin melakukan
11:48tindakan war crime.
11:50Jadi saya rasa
11:51gambarannya gitu.
11:52Ya, dan ini
11:53kita tahu pertentangan
11:54sudah jalan
11:55sejak awal ini
11:55serangan terjadi.
11:56Bahkan Mas Ikram,
11:57sebelum saya pamit
11:58ke Mas Ikram,
11:59sebenarnya negosisi
12:00pukul berapa
12:01dijadwalkannya?
12:02Sekarang masih sore kan
12:03di sana ya?
12:05Ya, betul.
12:06Jadi terkait
12:07masalah
12:07waktu negosiasi
12:08kapan dilaksanakan
12:09itu waktunya
12:10masih sangat fluid
12:10dan belum ada
12:11konfirmasi resmi.
12:12Mengingat kita semua
12:13juga tahu bahwa
12:14Iran itu kan
12:14mengajukan dua
12:15tuntutan dulu kan.
12:16Yang pertama
12:17ialah menghentikan
12:17eskalasi perang
12:18di Lebanon
12:18dan yang kedua
12:19adalah pencairan
12:20aset terlebih dahulu.
12:21Ketika dua
12:22tuntutan ini
12:22sudah dipenuhi,
12:23barulah delegasi
12:24Ilan itu mau
12:24duduk dengan Amerika.
12:26Oke, jadi
12:27waktu pastinya
12:27belum tentu juga
12:30asal dua syarat
12:31tadi harus dipenuhi dulu ya.
12:32Dan warga sana
12:33bagaimana sih Mas
12:33memandang negosiasi
12:35ini yang akan
12:35berlangsung?
12:37Ya, jadi
12:38sebenarnya
12:39perlu kita
12:40apresiasi juga
12:40bahwa apa yang
12:41dilakukan oleh
12:42Perdana Menteri
12:42Syabasarif
12:43adalah suatu
12:44gebrakan yang
12:44sangat luar biasa.
12:46Mengingat
12:46ini tuh
12:47didukung oleh
12:48beberapa
12:49parlamennya
12:50dan juga
12:50didukung oleh
12:51masyarakat lokal.
12:52Bahkan ada
12:52salah satu
12:52headline media
12:54lokal Pakistan
12:54mengatakan
12:55dan memberikan
12:56judul bahwa
12:56Pakistan
12:57Save World
12:58Civilization.
12:59Berarti kan itu
13:00sebuah apresiasi
13:01bagi Perdana Menteri
13:02Syabasarif
13:02untuk menjembatani
13:04sebagai mediator
13:05agar
13:07Iran dan Amerika
13:07ini mau
13:08berdamai
13:08secara permanen
13:09dikarenakan
13:10efeknya itu juga
13:11terasa
13:12di negeri Pakistan
13:13itu sendiri.
13:14Dan ada
13:15banyak hambatannya
13:15termasuk juga
13:16soal
13:16Selat Hormuz
13:17yang akan dikenakan
13:18tarif
13:18ini akan
13:19jadi ganjalan
13:20kalaupun
13:20iya akan berlaku
13:21apa ya yang bisa
13:22bisa jadi jalan
13:23tengah untuk ini?
13:24Saya pamit dulu
13:25ke Masya Wiki Ikram
13:26terima kasih banyak
13:27Mas Isla International
13:27Islamic University
13:29of Islamabad
13:30Mas Evata
13:31juga Mas Kishino
13:31kita ketemu
13:32usai jeda
13:33Masih disampai Indonesia
13:34malam bersama saya
13:35Friska Klarissa
13:36masih membahas
13:37soal
13:38kelangsungan
13:38negosiasi
13:39yang difasilitasi
13:40oleh Pakistan
13:42bagaimana saat ini
13:43apakah akan
13:44berlangsung dengan baik
13:45dan mencapai
13:46kesepakatan
13:46masih bersama kami
13:48Pakar Hubungan
13:49International Universitas
13:50Parahiangan
13:50Kishino Bawono
13:51juga dosen
13:52ilmu politik
13:53Universitas Udayana
13:54Evata Filomeno
13:55Boromewuduarte
13:56saya ke Mas Evata dulu
13:59sekarang kan
14:00posisinya bahkan
14:01tadi saat kita berbincang
14:02dengan Mas Ikram
14:03mahasiswa di sana
14:04belum tahu nih jam berapa
14:06belum tentu juga
14:07mereka akan duduk bareng
14:08nah
14:09bagaimana kita bisa
14:10memandang
14:10ini akan berlangsung
14:11dengan baik
14:12jangankan bicara
14:13soal Selat Hormuz
14:13belum tentu
14:14pertemuannya akan
14:15berlangsung dengan baik
14:16meskipun kita berharap
14:17itu akan terjadi
14:17Mas Evata
14:20ini akan berjalan dengan baik
14:22karena
14:23para delegasi
14:24juga mengajak
14:25negara-negara yang lain
14:26untuk hadir
14:26salah satunya
14:27Cina
14:27Cina diajak
14:29kalau dari pihak Amerika
14:29mereka mengajak
14:30Arab Saudi ya
14:31sebagai pengamat ya
14:33mereka sebagai penengah juga
14:35mereka juga nanti akan
14:36sorry bukan penengah
14:37ya mereka akan
14:38akan memberikan support
14:39dan juga mereka nanti
14:40akan sama-sama
14:41memegang hasil
14:42kesepakatan tersebut
14:43nah kita bisa lihat
14:44kalau
14:44dalam situasi seperti ini
14:46negara-negara yang memiliki
14:48kepentingan dan juga
14:49mata dunia
14:50semuanya berharap pada
14:51seluruh delegasi yang hadir
14:53bukan cuma dari Amerika Serikat
14:54dan juga dari
14:55dari Iran itu saja
14:57tetapi
14:57kita nanti akan melihat
14:58bagaimana ke depannya
14:59tekanan-tekanan secara
15:01tidak langsung
15:02yang nanti
15:02proposal-proposal ini
15:04juga sudah terjadi
15:05di bawah meja ya
15:06sebenarnya
15:06Cina dalam hal ini
15:08itu juga berperan besar ya
15:09dalam
15:10upaya diplomasi
15:11di Islamabad ini gitu
15:13jadi
15:13memang sudah ada
15:14sudah ada pembicaraan
15:15yang cukup-cukup
15:16intens
15:16dan hal itu juga
15:17sudah diketahui oleh Amerika
15:18karena apa
15:19karena kita lihat bahwa
15:20kompleksitas yang terjadi
15:22ternyata mendapat
15:23tekanan dunia
15:24saat dimana
15:24ketika tadi
15:25secara unclosed
15:26harusnya semua kapal yang melintas
15:28itu kan bebas saja
15:29ketika dikenali
15:30tarif tol
15:32kita bisa lihat
15:33salah satu yang cukup protes
15:34adalah
15:34negara dekat-dekat kita ya
15:36salah satunya Singapura
15:37ya
15:38Jepang juga ikutan ya
15:40terus
15:40tiba-tiba Inggris juga
15:41menyampaikan sesuatu
15:42bahwa ini sangat penting
15:43untuk peradaban manusia
15:44dan lain sebagainya
15:45jadi kita semua berharap
15:47agar nanti ke depannya
15:48dari diplomasi
15:49dan ada tekanan
15:50dari negara pemegang veto ini
15:52mudah-mudahan
15:52ini minimal bisa jalan
15:54dan menurut bocoran
15:55menurut Reuters
15:55itu kan sebenarnya
15:56dua tadi
15:57poin yang sudah disampaikan
15:58Amerika Serikat katanya
15:59bersedia untuk
16:01mencairkan asetnya Iran
16:02dan yang kedua
16:03mereka juga akan
16:04berkoronasi ya
16:05dengan baik
16:06dan juga mereka akan
16:07menahan ya
16:08Israel dalam upaya-upaya
16:09dan agresifitasnya
16:10yang dilakukan
16:11di wilayah
16:12Libanon terhadap
16:13Isbulah
16:14dan artinya
16:15salah satu kunci utamanya
16:17adalah selat Hormuz tadi
16:18kalau dikenakan tarif tol
16:20ya negara-negara juga
16:21kalau berdasarkan
16:21antelos kan
16:22harusnya tidak dikenakan itu
16:24tapi gimana
16:24Mas Kishino melihat
16:25apakah Iran juga akan
16:26mematuhi ini
16:27jikapun iya
16:28apa jaminan
16:29pastikan ada garanti
16:30yang dimintakan
16:32oke
16:33terkait Hormuz dan Iran
16:35saya pikir
16:35begini ya
16:38Iran sudah merasakan
16:39bahwa penggunaan
16:41atau weaponisasi
16:43dari selat Hormuz
16:45dan aksesnya ini
16:46sebagai alat diplomatis
16:47senjata diplomatisnya mereka
16:49mereka
16:50saya pikir juga
16:51seharusnya sudah sadar
16:52bahwa senjata diplomatis ini
16:53bisa mereka gunakan
16:54berulang kali
16:55jadi
16:57kemungkinan terburuknya
16:58kita harus punya ekspektasi
17:00jika ada eskalasi
17:02apapun
17:02terkait Iran
17:03mereka bisa lagi
17:04untuk menggunakan
17:05selat Hormuz
17:06dan menyandranya
17:07sebagai leverage
17:09atau sebagai
17:09titik tawar mereka
17:12dan
17:13apakah ke depannya
17:14mereka akan patuh
17:15ya
17:15ini saya rasa
17:17saya kok skeptis
17:18sayangnya
17:19ya karena ibaratnya apa
17:20mereka tahu bahwa
17:22mungkin tanpa nuklir
17:24jikalaupun mereka
17:26tidak bisa mengembangkan nuklir
17:27mereka
17:28harus punya senjata lain
17:30sebagai ancaman
17:31sebagai deterrent
17:32sebagai daya gertak
17:34terhadap negara-negara
17:35yang agresi
17:36terhadap mereka
17:37gitu ya
17:37bahwa
17:37kalau kamu nyerang
17:39saya bisa memainkan
17:40kartu Trump saya
17:42yaitu
17:43selat Hormuz
17:43dan
17:44ini sebenarnya
17:45saya agak skeptis
17:46apakah Iran
17:46rela
17:47untuk melepaskan Hormuz
17:49sebagai
17:49apa ya
17:50salah satu senjata
17:51diplomatisnya
17:52yang sebetulnya
17:53sudah dipakai dari zaman dulu
17:54dari zaman tanker war
17:56gitu
17:56apalagi
17:58tadi seperti yang
18:00Mas Kishino
18:00sampaikan
18:01bahwa ini kan senjata
18:02utamanya Iran
18:03kita tahu pada saat
18:04waktu itu
18:05Gaza digempur
18:06habis-habisan
18:07salah satunya juga
18:08selat Hormuz
18:08berikutnya dengan ini
18:09apalagi saat Iran
18:10diserang
18:11artinya
18:12kalau ada serangan
18:13terhadap
18:13dignitinya Iran
18:14kedaulatannya Iran
18:16ini yang bisa
18:16digunakan
18:18karena tidak mungkin
18:19menggunakan senjata
18:20apalagi nuklir
18:20nah Mas Evata
18:21bagaimana agar
18:22Iran pun
18:22di sisi lain
18:23punya jaminan
18:24bahwa
18:25jangan sampai
18:26harus ada
18:27saat ada serangan terjadi
18:28dia tidak punya
18:29daya tawar apa-apa
18:32ya inilah
18:33titik dimana
18:34akhirnya Iran
18:35memainkan
18:36strategi asimetris
18:37ya
18:37dia sangat paham ya
18:39bagaimana
18:40membawa kondisi ini
18:41awalnya ini kan sebenarnya
18:42peperangannya itu terjadi
18:42di wilayah
18:43dalam
18:44dari Iran itu sendiri
18:46tetapi ketika
18:47Amerika Serikat
18:48memiliki ambisi
18:49untuk
18:49nanti ke depannya
18:51menguasai energi
18:52nah disinilah
18:52tetapnya Amerika juga
18:53salah secara intelijen
18:54akhirnya
18:54titik yang harusnya
18:56tidak dibawa
18:56karena dalam
18:57perang tanker
18:58yang waktu itu
18:58pernah terjadi
18:59Amerika juga
19:00sempat kalah ya
19:00dan juga
19:01Rusia juga
19:01sempat kualahan
19:02nah disinilah
19:03sebenarnya
19:04poin yang harusnya
19:04dipelajari dengan baik
19:05tetapi
19:05karena ini menjadi
19:07salah satu
19:08titik tekan utama
19:09bahwa Amerika
19:10ingin menguasai minyak
19:11dan salah satunya adalah
19:13dengan menguasai
19:13sal korus
19:14disanalah letak
19:15dimana akhirnya
19:16Iran mengendalikan
19:17permainan ini
19:18dan dalam pengendalian
19:19kali ini gitu
19:20Iran juga mengetahui
19:21bahwa sebenarnya
19:22mereka bisa
19:24memperpanjang perang ini
19:25sehingga akhirnya
19:26semua pihak
19:26harus kembali
19:29menegosiasikan diri
19:30terhadap
19:31kepentingan negaranya
19:32dan juga harus ikut
19:33dengan aturan-aturan
19:34dibawa oleh
19:34Iran sendiri
19:35dan posisinya
19:36Iran juga
19:37akhirnya meningkatkan
19:38kapasitas militer mereka
19:39salah satunya
19:39kita bisa lihat
19:40Rusia ternyata
19:41tidak diam saja
19:42Rusia juga sebenarnya
19:43secara
19:44secara
19:45bilateral
19:45itu banyak kerjasama
19:46senjata
19:46bahkan drone syahid
19:47yang ditembakkan ke Ukraina
19:48juga merupakan
19:49teknologi dari Iran
19:50dan ada beberapa
19:51teknologi juga
19:52yang dibawa oleh Rusia
19:53itu sekarang
19:54ada di Iran
19:55begitu juga dengan China
19:56jadi semua
19:57akhirnya memasang
19:58memasang
19:58dua kaki
19:59tiga kaki
19:59empat kaki
20:00dan akhirnya terciptalah
20:01dilema-dilema
20:02dan juga paradoks
20:03yang akhirnya membuat
20:04semua pihak
20:05cukup-cukup berat
20:06tetapi
20:07dalam hal ini
20:08karena posisi Iran
20:09itu berada
20:09dalam kondisi yang cukup strategis
20:11dia menang
20:12secara framing
20:13dan dia menang
20:13secara kewilayahan
20:14inilah yang membuat
20:15Amerika harus lebih hati-hati
20:17dan kembali memahami
20:18bahwa posisi ini
20:19adalah posisi
20:20yang sangat rumit
20:22karena ini adalah
20:22pertarungan diplomasi politik
20:24bukan pertarungan militer
20:25kalau militer kan
20:26bisa saja
20:26Amerika drop nuklir
20:27dan selesai
20:28tapi nyatanya
20:29kalau secara politik
20:30banyak hal yang dipikirkan
20:31baik dari resolusi-resolusi
20:33yang ada
20:33dan juga
20:34posisi politik
20:35dari Donald Trump
20:36itu sendiri
20:36saya lihatnya demikian
20:37dan kalau
20:38kita kembali lagi
20:39bagaimana menegosiasikan
20:41saat Hormuz
20:42karena ujungnya juga
20:42pasti kan soal
20:43perekonomian yang
20:44jadi terdampak
20:45dan apakah
20:45harus memperpanjang perang
20:47atau tidak
20:47tadi Mas Kishino
20:48kita lihat
20:49komposisi delegasi
20:50kalau yang
20:51bernegosiasinya Trump
20:52akan sulit tampaknya
20:54makanya
20:54didelegasikannya
20:56wakil presiden
20:56dan juga menantunya
20:58tapi kalau kita lihat
20:59dengan komposisi delegasi
21:01juga tadi ada China
21:02ada Tiongkok
21:03ada juga
21:04Arab
21:05apakah ini bisa
21:06setidaknya
21:07mencapai
21:08kesepakatan
21:09yang bisa cukup
21:10dipercaya
21:11dalam waktu-waktu
21:12yang krusial ini
21:12Mas Kishino
21:14oke
21:15terkait keterlibatan
21:16Tiongkok
21:17Saudi Arabia
21:18dalam
21:18proses negosiasi ini
21:20gitu ya Mbak
21:22saya juga masih
21:23bisa melihat
21:24ini
21:24terutama di China
21:27China
21:27nampaknya
21:28bisa melakukan
21:29dua hal
21:30antara mempermudah
21:31atau
21:31mempersulit
21:34kemungkinannya
21:34kalau mereka
21:35mempersulit
21:36tujuannya apa
21:37China
21:38punya prediksi
21:40bahwa jikalau
21:41mereka akan
21:42melakukan agresi
21:42ke Taiwan
21:44kemungkinan
21:45Amerika Serikat
21:45akan ikut
21:46dalam perang tersebut
21:47dan
21:47persiapan intelijen
21:49dalam perang tersebut
21:50mereka dapatkan
21:51dari intelijen
21:52di mana
21:53kejadian mana
21:53ketika Amerika Serikat
21:54berperang
21:55dengan negara lain
21:56contohnya
21:57Iran
21:57jadi jikalau
22:00pemerintah
22:00China
22:01masih butuh
22:02data intelijen
22:02tentang bagaimana
22:03Amerika melakukan
22:05perang
22:05bisa jadi
22:07mereka akan
22:07memperlama
22:08proses di
22:09Pakistan ini
22:10tapi
22:11di sisi lain
22:12bisa jadi juga
22:13mereka mempermudah
22:14proses negosiasi
22:16karena
22:17mereka juga
22:18terdampak
22:18dari proses perang ini
22:20sekutu-sekutu mereka
22:21juga
22:22terdampak secara negatif
22:23ketika ada
22:24harga minyak naik
22:25dan efeknya
22:26ke harga-harga lainnya
22:27juga ikut naik
22:29jadi
22:29mungkin ada
22:30pressure
22:31dari
22:32sekutu-sekutunya
22:34juga untuk
22:34lari direndakan
22:35nah cuma
22:36di sisi itu
22:37saya belum bisa
22:37melihat apakah
22:38China
22:39lebih mengarahkan
22:40untuk
22:40menuju
22:41perundingan
22:42damai
22:43atau
22:43ceasefire
22:43atau malam
22:44memperkeruh
22:45dari sisi
22:46Arab Saudi
22:47saya melihatnya
22:50mereka juga
22:51terdampak
22:51dari perang ini
22:52mereka sempat
22:53protes
22:53kalau
22:54ceasefire
22:56mereka juga
22:56terancam
22:57dengan
22:57nuklir
22:58dan
23:00hormus
23:01yang disandra
23:01oleh Iran
23:02nampaknya
23:03mereka
23:03masih ingin
23:04Iran
23:05untuk ditekan
23:05lebih
23:06untuk
23:06dilemahkan
23:07karena ya
23:08Arab Saudi
23:08merasa terancam
23:09dengan kehadiran
23:10Iran
23:10sebagai pesaing
23:12regional mereka
23:13dan proksinya
23:14juga kan
23:14lebih
23:15dekat ke sana
23:16ya
23:16kalau
23:16Saudi
23:18nah
23:18bicara soal
23:19tadi yang dampak
23:20tadi Mas
23:21Kishino bilang
23:22bahwa
23:22ada negara-negara
23:23terdampak
23:24termasuk Indonesia
23:25juga
23:25Mas Evata
23:26apakah
23:26wait and see
23:27is the only option
23:29saat ini
23:29untuk Indonesia
23:30karena
23:31kapal kita
23:31masih terjebak
23:32di sana
23:32atau
23:33enggak
23:35ya
23:36untuk
23:37sebenarnya
23:37kita berada
23:38pada posisi
23:38yang cukup
23:39kompleks
23:40dan juga
23:40rumit
23:41ada
23:41tiga tekanan
23:42stimulan
23:43yang mungkin
23:43kita bisa lihat
23:44satu
23:44tekanan
23:45fiskal
23:45kan akhirnya
23:47ini Pertamina
23:47menanggung harga
23:48import yang
23:48masih di atas
23:4990 dolar
23:51per barel
23:52meskipun
23:53sudah ada
23:53penurunan
23:54dari puncak
23:54pasar agak
23:55melega
23:56meredak
23:57tetapi
23:58tetap saja
23:58itu bisa saja
24:00tidak dapat
24:00diprediksi
24:01dan dihitung
24:01dengan
24:01kalkulasi
24:02yang cukup baik
24:03dan juga
24:03tekanan rupiah
24:04ini kan
24:05menjadi salah satu
24:06strategi
24:07keunggulan
24:07dari Amerika Serikat
24:08ketika terjadi
24:09kekacauan
24:10tekanan rupiah
24:10naik
24:10dan Indonesia
24:11nanti salah
24:12ke depan
24:12untuk melihat
24:13bagaimana
24:14nanti
24:14hedging
24:15ini sampai
24:15dimana
24:16simulasinya
24:17maka
24:18segala sesuatunya
24:19juga nanti
24:20akan merugikan
24:20dan juga
24:21tekanan posisi
24:22ini yang paling sulit
24:23Indonesia harus
24:24menagifikasi
24:25antara
24:25bermitra dengan
24:26Amerika Serikat
24:27mitra dengan
24:28Cina
24:28dan juga
24:29mitra dengan
24:29Iran ini
24:30agar jangan sampai
24:31nanti
24:31mempengaruhi
24:32pasukan energi
24:33jadi
24:33itu adalah
24:34satu poin
24:35yang paling utama
24:36jadi
24:36kita semua
24:38berharap nanti
24:38di Islamabad ini
24:39menghasilkan
24:40sesuatu yang
24:40konkret
24:41dan juga
24:41kita harus
24:43melihat ya
24:44bagaimana
24:44goodwill
24:45fakta
24:45sunsir
24:45vandala
24:46kalau
24:48berdamai
24:49ya harus
24:49sama-sama
24:50mematuhi
24:50aturan yang ada
24:51jangan sampai
24:52jangan sampai
24:53lagi
24:53diplomasi
24:54sebagai senjata
24:55lagi
24:55ini kan sudah
24:56terjadi beberapa
24:57kali
24:57dan Iran
24:58juga cukup malas
24:59tetapi
25:00disini Iran
25:01posisinya cukup menarik
25:02karena
25:02yang mau diajak
25:03negosiasi ini kan
25:04hanya Aragaci
25:05dan juga
25:05Galibov ini
25:06kalau dua orang ini
25:07tidak ada
25:08ya selesai sudah
25:09tidak akan ada
25:09negosiasi dan perang
25:10selamanya
25:11kalau saya melihat
25:12justru titik ini adalah
25:13titik satu-satunya
25:14yang bisa mengubah
25:15situasi
25:16nah kalau
25:17ya itu tadi
25:19yang diharapkan
25:20kalau Mas
25:20Kishino
25:21ya dengan
25:22tadi apa yang disampaikan
25:23juga oleh
25:23Mas Evata
25:24ini kita bergantung
25:25juga pada
25:26negosiasi saat ini
25:27tapi kan Iran
25:28lagi-lagi menekankan
25:29ingin kedaulatan
25:30atas
25:31Selat Hormuz
25:32nah apa
25:33apa yang
25:33bisa
25:34di
25:35apa ya
25:36dijembatani
25:37oleh negara-negara
25:38yang ada di
25:38negosiasi itu
25:40agar
25:41kedaulatan bisa diraih
25:42tapi tidak
25:42weaponized
25:43tidak juga
25:45dikomersialisasikan
25:45Selat Hormuz itu
25:47Mas Kishino
25:49oke ini
25:50ini saya pikir
25:51ini posisi yang agak
25:52susah ya Mbak ya
25:53karena ibaratnya
25:53Iran itu
25:54pengen kontrol
25:56pengen influence
25:57atas Hormuz
25:58tapi di sisi lain
26:01AS
26:01Israel
26:03dan lain-lainnya
26:04sebetulnya ingin
26:04akses yang lebih bebas
26:06oke
26:07secara hukum
26:07memang akan ada aturan
26:09bahwa itu akan jadi
26:10free
26:11ada freedom of navigation
26:13disitu
26:13tapi ya
26:14kita harus sadari
26:15bahwa dalam
26:16politik internasional
26:17kadang hukum
26:18sering diabaikan
26:19apalagi ketika
26:20kondisi-kondisi sekarang
26:22dimana hukum
26:23internasional
26:24makin diabaikan
26:24karena Amerika
26:25yang membuat
26:26mayoritas hukum
26:27internasional
26:28juga pun
26:29mengabaikan hukum
26:30yang sudah mereka bikin
26:32jadi
26:33rasanya
26:34agak skeptis
26:37Iran akan
26:38melepaskan
26:39influence
26:40dan
26:41powernya
26:42kendalinya
26:42atas
26:43hormus
26:43walaupun
26:44ada tekanan
26:45dari sekian
26:45banyak
26:46negara
26:47karena ya
26:48lagi-lagi
26:49misal
26:49dia merasa
26:50ditekan
26:50dia weaponize
26:51itu lagi
26:52gitu
26:52dan kita
26:54itu hal yang
26:56kompleks
26:57sekali
26:57tapi kita
26:58punya harapan
26:59untuk
26:59negosiasi
27:00kali ini
27:01terutama
27:02harapannya
27:02para pihak
27:03ini
27:03menegakkan
27:04asas hukum
27:04fundamental
27:05fakta
27:05Sun Servanda
27:06mereka menepati
27:07perjanjian
27:07yang disepakati
27:08apapun nanti
27:09di Islamabad
27:10Pakistan
27:10terima kasih
27:11pakar hubungan
27:12internasional
27:12Universitas Farahyangan
27:14Kishino Bawono
27:14juga dosen ilmu politik
27:15Universitas Udayana
27:16Evata Filomeno
27:17Boromeo Duarte
27:18terima kasih
27:19selamat malam
27:22berikutnya saudara
27:23kami kembali
27:24dengan
Komentar

Dianjurkan