Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Sebuah toko es krim di Wonokerto, Pekalongan, viral setelah mengganti kemasan plastik dengan daun pisang.

Dalam video yang beredar di media sosial, es krim disajikan menggunakan daun pisang sebagai wadah.Tak hanya lebih hemat, tampilan es krim justru terlihat lebih unik dan estetik.

Fenomena ini menunjukkan, krisis bisa menjadi peluang untuk menciptakan tren baru yang ramah lingkungan dan disukai generasi muda.

Artikel terkait:
https://www.suara.com/entertainment/2026/04/08/220000/viral-toko-es-krim-pakai-daun-pisang-akibat-harga-plastik-melonjak-hasilnya-lebih-estetik

Creative/Video Editor: Najwa/Leo

#Viral #Eskrim #DaunPisang
==================================

Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram: https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom

Transkrip
00:00Viral toko es krim pakai daun pisang efek harga plastik melonjak.
00:04Kenaikan harga plastik ternyata memicu kreativitas pelaku usaha.
00:09Sebuah toko es krim di Wonokerto pekalongan viral setelah mengganti kemasan plastik dengan daun pisang.
00:15Langkah ini dilakukan untuk menyiasati lonjakan harga plastik yang mencapai hingga 2 kali lipat.
00:21Dalam video yang beredar di media sosial, es krim disajikan menggunakan daun pisang sebagai wadah.
00:26Tak hanya lebih hemat, tampilan es krim justru terlihat lebih unik dan estetik.
00:31Inovasi ini pun langsung mendapat respon positif dari warganet.
00:35Banyak yang menilai penggunaan daun pisang membuat tampilan produk lebih menarik,
00:40sekaligus ramah lingkungan karena dapat mengurangi sampah plastik.
00:44Di balik tren ini, kenaikan harga plastik sendiri dipicu oleh gangguan pasokan bahan baku global akibat konflik geopolitik.
00:51Kondisi tersebut mendorong pelaku UMKM untuk beradaptasi dan mencari alternatif yang lebih efisien.
00:59Tiramina ini menunjukkan krisis bisa menjadi peluang untuk menciptakan tren baru yang ramah lingkungan dan disukai generasi muda.
01:08Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan