Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto mengaku heran bahwa ada fenomena di masyarakat terdapat kelompok yang enggan diajak kerja sama, namun gemar melayangkan kritik.

Ia pun menganalogikannya dengan pembangunan jembatan untuk rakyat.

"Boleh kritik boleh, hanya saya juga enggak mengerti kalau orang mau bangun jembatan duduk dia, tidak mau ikut bangun jembatan, tapi dia kritik," ujar Prabowo saat memberikan taklimat pada rapat kerja Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (8/4/2026).

Meski begitu, Prabowo menghormati sikap kelompok yang gemar melayangkan kritik tersebut.

"Kita hormati, kita tidak ada masalah," ujar Prabowo.

Baca Juga Resmikan Bus Listrik, Prabowo Sindir Pihak yang Sebut Indonesia Gelap: Matanya Kurang Bagus di https://www.kompas.tv/nasional/661844/resmikan-bus-listrik-prabowo-sindir-pihak-yang-sebut-indonesia-gelap-matanya-kurang-bagus

#presidenprabowo #prabowo #kabinetmerahputih

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Lintang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/661852/prabowo-ada-kelompok-masyarakat-tak-mau-diajak-kerja-sama-tapi-gemar-kritik
Transkrip
00:00Ya boleh, tepuk tangan untuk berita baik boleh.
00:07Memang sudah biasa, ada suatu fenomena yang kita rasakan bersama,
00:17bahwa ada kelompok-kelompok di masyarakat,
00:24saudara-saudara kita juga, warga negara kita juga,
00:30keluarga besar NKRI juga,
00:36yang mempunyai suatu sikap yang bisa dikatakan sangat tidak mau kerjasama.
00:57Kita hormati, kita tidak ada masalah.
01:06Saya katakan kalau di suatu tempat,
01:11di suatu desa, rakyat desa melihat ada kebutuhan bangun jembatan,
01:20kemudian ada sebagian besar desa itu memutuskan untuk bangun jembatan,
01:27dan gotong royong bekerja untuk bangun jembatan,
01:30tapi ada mungkin sekelompok yang tidak mau ikut bangun jembatan,
01:36yang tidak ada masalah.
01:38Yang mau bangun jembatan, ayo kita bangun jembatan.
01:42Yang tidak mau ikut bangun jembatan, yang tidak ada masalah, silakan.
01:49Saudara, duduk, nonton, atau apa, boleh,
01:55apa itu, kritik, boleh, ya kan.
02:02Hanya saya juga tidak mengerti,
02:03kalau orang lagi mau bangun jembatan,
02:06ada yang duduk,
02:09dia tidak mau ikut bangun jembatan,
02:11tapi dia kritik,
02:14kamu goblok kamu,
02:19kayunya salah,
02:21jangan di situ,
02:23pakunya salah,
02:24taruh di sini,
02:26rantainya salah,
02:27salah aja bangun jembatan,
02:30tapi tidak jadi-jadi itu jembatan,
02:32benar tidak?
02:33Nah kita yang mau bangun jembatan,
02:35apa sikap kita?
02:37Apa kita grogi?
02:39Lihat.
02:43Tidak apa.
02:48Goblok kamu.
02:50Kamu bikin jembatan, goblok.
02:53Ya, saya goblok,
02:55tapi rakyat ini desa minta jembatan.
02:57Saya bangun jembatan.
02:59Untuk rakyat kita.
03:02Jadi, saudara-saudara,
03:04ini fenomena,
03:05tapi ini ada di banyak negara.
03:08Tapi ini nanti akan saya jelaskan.
03:11Fenomena ini memang bukan satu-dua tahun.
03:16Sudah ratusan tahun.
03:19Bahwa,
03:20waktu kita diganggu,
03:22dijajah bangsa asing,
03:24selalu ada
03:25saudara-saudara kita,
03:27dari bangsa kita sendiri,
03:30yang juga
03:33mempermudah
03:34bangsa asing itu,
03:38menjajah kita,
03:39merampok kekayaan kita,
03:42membuat kita budak,
03:44itu saudara kita juga.
03:45Jadi,
03:47ini bukan fenomena baru.
03:49Ini biasa.
03:53Bibit-bibit,
03:55dengki,
03:57iri,
03:58syirik,
03:59itu bagian
03:59dari manusia.
04:02Kebencian,
04:05dendam,
04:06sakit hati,
04:08ini bagian.
04:10Dan memang
04:10ada,
04:13ada, itu ada.
04:14Kita enggak boleh,
04:16tidak boleh,
04:19istilahnya kaget.
04:21Yang,
04:22sekarang jadi,
04:24masalah sedikit adalah
04:26teknologi.
04:28Bahwa dengan sekarang,
04:30teknologi,
04:31dengan teknologi
04:32AI,
04:34kecerdasan buatan,
04:37dengan teknologi
04:40informatika digital,
04:43satu orang,
04:43dia bisa punya
04:45seribu
04:46account.
04:48Dia bisa
04:49beli alat-alat,
04:50tidak terlalu mahal,
04:51yang dari seribu ini,
04:53bisa diperbanyak lagi,
04:54seolah-olah.
04:55Jadi,
04:56saudara-saudara,
04:56yang agak repot,
04:57mungkin
04:58seratus orang,
04:59dua ratus orang,
05:00mungkin seribu orang,
05:02mungkin lima ribu orang,
05:03bisa bikin heboh.
05:06ini namanya,
05:07the echo chamber.
05:09Ada.
05:10Dalam,
05:12pelajaran-pelajaran,
05:13intelligence,
05:15itu ada.
05:16Ya kan?
05:16Bagaimana,
05:18mau,
05:19merusak,
05:20sebuah negara lain,
05:22dulu,
05:23kirim pasukan,
05:23kirim bom,
05:24sekarang,
05:25tidak perlu.
05:26Mungkin,
05:27dengan permainan sosmed,
05:29dengan fitnah,
05:30hoax,
05:32AI bisa membuat,
Komentar

Dianjurkan