00:00Ya boleh, tepuk tangan untuk berita baik boleh.
00:07Memang sudah biasa, ada suatu fenomena yang kita rasakan bersama,
00:17bahwa ada kelompok-kelompok di masyarakat,
00:24saudara-saudara kita juga, warga negara kita juga,
00:30keluarga besar NKRI juga,
00:36yang mempunyai suatu sikap yang bisa dikatakan sangat tidak mau kerjasama.
00:57Kita hormati, kita tidak ada masalah.
01:06Saya katakan kalau di suatu tempat,
01:11di suatu desa, rakyat desa melihat ada kebutuhan bangun jembatan,
01:20kemudian ada sebagian besar desa itu memutuskan untuk bangun jembatan,
01:27dan gotong royong bekerja untuk bangun jembatan,
01:30tapi ada mungkin sekelompok yang tidak mau ikut bangun jembatan,
01:36yang tidak ada masalah.
01:38Yang mau bangun jembatan, ayo kita bangun jembatan.
01:42Yang tidak mau ikut bangun jembatan, yang tidak ada masalah, silakan.
01:49Saudara, duduk, nonton, atau apa, boleh,
01:55apa itu, kritik, boleh, ya kan.
02:02Hanya saya juga tidak mengerti,
02:03kalau orang lagi mau bangun jembatan,
02:06ada yang duduk,
02:09dia tidak mau ikut bangun jembatan,
02:11tapi dia kritik,
02:14kamu goblok kamu,
02:19kayunya salah,
02:21jangan di situ,
02:23pakunya salah,
02:24taruh di sini,
02:26rantainya salah,
02:27salah aja bangun jembatan,
02:30tapi tidak jadi-jadi itu jembatan,
02:32benar tidak?
02:33Nah kita yang mau bangun jembatan,
02:35apa sikap kita?
02:37Apa kita grogi?
02:39Lihat.
02:43Tidak apa.
02:48Goblok kamu.
02:50Kamu bikin jembatan, goblok.
02:53Ya, saya goblok,
02:55tapi rakyat ini desa minta jembatan.
02:57Saya bangun jembatan.
02:59Untuk rakyat kita.
03:02Jadi, saudara-saudara,
03:04ini fenomena,
03:05tapi ini ada di banyak negara.
03:08Tapi ini nanti akan saya jelaskan.
03:11Fenomena ini memang bukan satu-dua tahun.
03:16Sudah ratusan tahun.
03:19Bahwa,
03:20waktu kita diganggu,
03:22dijajah bangsa asing,
03:24selalu ada
03:25saudara-saudara kita,
03:27dari bangsa kita sendiri,
03:30yang juga
03:33mempermudah
03:34bangsa asing itu,
03:38menjajah kita,
03:39merampok kekayaan kita,
03:42membuat kita budak,
03:44itu saudara kita juga.
03:45Jadi,
03:47ini bukan fenomena baru.
03:49Ini biasa.
03:53Bibit-bibit,
03:55dengki,
03:57iri,
03:58syirik,
03:59itu bagian
03:59dari manusia.
04:02Kebencian,
04:05dendam,
04:06sakit hati,
04:08ini bagian.
04:10Dan memang
04:10ada,
04:13ada, itu ada.
04:14Kita enggak boleh,
04:16tidak boleh,
04:19istilahnya kaget.
04:21Yang,
04:22sekarang jadi,
04:24masalah sedikit adalah
04:26teknologi.
04:28Bahwa dengan sekarang,
04:30teknologi,
04:31dengan teknologi
04:32AI,
04:34kecerdasan buatan,
04:37dengan teknologi
04:40informatika digital,
04:43satu orang,
04:43dia bisa punya
04:45seribu
04:46account.
04:48Dia bisa
04:49beli alat-alat,
04:50tidak terlalu mahal,
04:51yang dari seribu ini,
04:53bisa diperbanyak lagi,
04:54seolah-olah.
04:55Jadi,
04:56saudara-saudara,
04:56yang agak repot,
04:57mungkin
04:58seratus orang,
04:59dua ratus orang,
05:00mungkin seribu orang,
05:02mungkin lima ribu orang,
05:03bisa bikin heboh.
05:06ini namanya,
05:07the echo chamber.
05:09Ada.
05:10Dalam,
05:12pelajaran-pelajaran,
05:13intelligence,
05:15itu ada.
05:16Ya kan?
05:16Bagaimana,
05:18mau,
05:19merusak,
05:20sebuah negara lain,
05:22dulu,
05:23kirim pasukan,
05:23kirim bom,
05:24sekarang,
05:25tidak perlu.
05:26Mungkin,
05:27dengan permainan sosmed,
05:29dengan fitnah,
05:30hoax,
05:32AI bisa membuat,
Komentar