00:00Kamu kenapa? Leo, Davin paksa kamu minum apa?
00:04Kita ke rumah sakit ya.
00:07Enggak. Aku gak mau ke rumah sakit.
00:10Aku gak mau orang lain lihat keadaanku seperti ini.
00:13Tolong aku.
00:14Hanya kamu yang bisa menolongku.
00:20Leo, lihat dengan jelas siapa aku.
00:25Sadarlah.
00:26Aku tahu itu kamu.
00:28Aku gak mau kamu jadi guruku.
00:30Kakak, mulai sekarang kamu adalah kakakku.
00:33Apa kamu tahu kenapa aku mati-matian?
00:35Ingin jadi orang hebat?
00:37Bukan hanya karena kata-katamu.
00:39Tapi juga karena kamu.
00:41Kamu demi aku menyinggung Davin.
00:44Kamu tahu kan?
00:45Dia itu pendendam.
00:47Kalau kamu gak cukup kuat.
00:49Kalau gak bisa benar-benar menginjaknya sampai hancur.
00:51Dia pasti akan balas dendam padamu.
00:53Aku harus jadi kuat.
00:55Kuat sampai bisa melindungimu.
00:58Kakak.
01:00Sebenarnya malam di tepi sungai itu,
01:02aku gak terpleset.
01:05Aku memang ingin mencium kamu.
01:10Saat kamu bilang aku menawan,
01:13kamu juga jatuh hati.
01:14Benar kan?
01:26Terima kasih tertekan.
01:51Sampai jumpa di video selanjutnya.
02:25Sampai jumpa di video selanjutnya.
02:27Kakak, hati-hati!
02:33Leo?
02:35Leo?
02:40Pelakunya Lang, sebenarnya targetnya adalah kamu.
02:43Aku sudah menduga. Setelah dia lolos, pasti gak akan melepaskanku.
02:47Aku yang menyeret Leo ikut celaka.
02:50Untungnya yang kena bukan bagian vital. Lang sudah muncul.
02:53Identitasmu sudah terbongkar. Kamu harus segera siap kembali ke tim.
02:58Aku mengerti. Tunggu aku pamit sama dia.
03:08Pelakunya sudah ketemu.
03:10Polisi bilang itu kriminal yang dendam.
03:13Kenapa kamu begitu bodoh?
03:14Kenapa kamu menghadang untukku?
03:16Kakak, kamu harus bertanggung jawab padaku.
03:20Aku juga harus bertanggung jawab padamu.
03:22Kamu adalah milikku.
03:23Pria melindungi wanita sudah seharusnya.
03:27Leo, untuk sementara aku mungkin harus pergi.
03:31Aku sudah bilang pada Biwani, dia akan datang merawatmu.
03:36Jadi kamu harus tetap pergi ya?
03:39Karena pria hari itu, dia sebenarnya bukan tanya jalan.
03:43Benar kan?
03:44Siapa dia?
03:45Pacarmu?
03:46Atau apa?
03:48Jangan bicara sembarangan.
03:49Aku gak bicara sembarangan.
03:51Hari itu aku lihat tatapanmu gak biasa.
03:53Kakak,
03:55aku belum pernah lihat kamu begitu panik sebelumnya.
03:57Itu karena
03:58aku gak boleh kasih tau dia.
04:04Jangan terlalu banyak berpikir.
04:07Kakak,
04:08aku bisa gak banyak berpikir.
04:10Tapi bisa gak jangan tinggalkan aku?
04:13Jangan tinggalkan aku.
04:24Leo, aku harus pergi.
04:28Segelas anggur itu,
04:29bukan Davin yang paksa aku minum.
04:33Segelas anggur itu,
04:34saat dia keluarin,
04:36aku langsung mengenalinya.
04:37Sama persis dengan botol anggur yang Sinta siapkan
04:39untukmu.
04:40Aku sendiri yang meminumnya.
04:42Kakak,
04:43karena itu satu-satunya cara
04:44untuk aku bisa mendekatimu,
04:46menahanmu,
04:48membuatmu gak bisa mendorongku pergi.
04:53Kakak,
04:55aku tahu aku belum cukup baik,
04:57belum cukup kuat,
04:58belum pantas untukmu.
04:59Tapi aku bersumpah,
05:00aku akan berusaha sekuat tenaga
05:02sampai punya kekuatan cukup
05:04untuk berada di sisimu.
05:06Kakak,
05:07kita bersama ya.
05:09Aku gak mau jadi muridmu.
05:10Aku mau jadi lakimu.
05:12Kita bersama seumur hidup
05:14sampai rambut memutih.
05:27Merokok lagi?
05:29Kamu sudah janji berhenti?
05:31Pak Rian,
05:33setelah tugas menangkap elang selesai,
05:37aku memundurkan diri.
05:39Kenapa?
05:40Di hari upacara Sumpah,
05:41kamu bilang akan mengabdi
05:42sepenuhnya untuk negara.
05:44Setiap ada tugas,
05:45teguh dan gak akan mundur.
05:46Kata-kata itu,
05:47kamu sudah lupa?
05:48Aku gak lupa.
05:50Hanya saja,
05:51waktu itu aku gak punya beban,
05:53gak punya kelemahan.
05:55Tapi sekarang,
05:57rasanya aku gak bisa lagi.
06:00Karena bocah itu,
06:03Leo Tiaga.
06:03Dia bukan bocah.
06:08Sejak dia menahan peluru untukku saat itu juga,
06:11dia bukan lagi bocah.
06:14Waktu itu,
06:15aku hanya menugaskanmu untuk jadi guru privatnya,
06:18menutupi identitasmu.
06:20Gak aku sangka.
06:21Aku juga gak menyangka.
06:23Gak sangka jadi agen rahasia.
06:26Dan lebih gak sangka,
06:28Leo,
06:29kamu bilang segelas anggur itu,
06:31kamu sendiri yang memilih untuk minum.
06:32padahal aku punya seribu cara.
06:35Dari semua latihan yang kuterima untuk membuatmu sadar,
06:38tapi aku memilih cara yang paling gak profesional.
06:41Karena kamu benar.
06:42Malam di tepi sungai itu,
06:44saat aku bilang kamu menawan,
06:45aku juga jatuh hati.
06:49kakak,
06:52sudah kamu putuskan?
06:54Leo,
06:55kamu masih muda,
06:56masa depan penuh kemungkinan.
06:58Setelah lulus,
06:59kamu akan masuk ke dunia yang lebih luas.
07:01Bertemu banyak gadis muda yang berbakat.
07:03Gak ada kemungkinan kakak.
07:05Aku gak mau siapapun,
07:06cuma kamu.
07:07Bagiku,
07:08gak pernah ada perubahan.
07:09Bahkan kalau harus mati,
07:11aku tetap hanya mau kamu.
07:14Janji bukan hanya diucapkan.
07:16Yang dihitung adalah tindakan.
07:18Setengah tahun.
07:19Aku beri kamu setengah tahun.
07:21Kalau saat itu hatimu masih sama,
07:23seperti hari ini,
07:24kita akan bersama.
07:26Leo,
07:27kamu mau menungguku?
07:29Pihak tim sudah menyetujui pengunduran dirimu.
07:32Terima kasih, Pak Rian.
07:33Menangkap Lang adalah tugas utama saat ini.
07:35Operasi sudah sepenuhnya disiapkan.
07:37Kami yakin dalam setengah tahun,
07:39akan berhasil menangkapnya.
07:40Selama enam bulan,
07:41kamu harus tetap di pusat komando.
07:43Semua dirahasiakan.
07:45Setelah enam bulan,
07:46kamu bukan lagi agen rahasia.
07:47Melainkan hanya Luna Yervi.
07:49Dia mesti tunggu selama enam bulan.
07:51Kalau dalam waktu kurun waktu itu,
07:52dia gak sanggup tahan.
07:54Apa persan yang dia sebut saat ini?
07:56Layak kamu pertarungan segalanya?
07:59Tapi ya benar juga,
08:00anak muda sekarang suka hal baru.
08:02Sering berubah-ubah.
08:04Enggak.
08:05Aku percaya padanya.
08:08Setengah tahun?
08:09Jangankan setengah tahun.
08:10Seumur hidup pun aku akan menunggu.
08:12Iya.
08:13Buat janji.
08:14Kita buat janji.
08:15Hanya setengah tahun.
08:16Oke.
08:18Buat janji.
08:23Baiklah.
08:24Biwanya sebentar lagi sampai.
08:26Aku pergi dulu ya.
08:31Kakak belum bilang setengah tahun ini dia mau kemana?
08:39Alasan untuk menenangkannya.
08:40Sudah kamu temukan, bukan?
08:45Aku sudah buat satu alasan.
08:52Bagus juga.
08:53Daripada dia tahu kamu akan ikut aku pergi,
08:55dia pasti akan ribut.
09:04Tuhan muda.
09:06Saat berusia tiga belas tahun,
09:08ibu meninggal.
09:10Benar, Tuhan muda.
09:11Tuhan muda,
09:12Tuhan muda merindukan nyonya ya.
09:14Aku hanya punya ayah.
09:17Aku ingin ayah menemaniku.
09:19Waktu itu dia berjanji,
09:21pasti akan rayai ulang tahunku.
09:23Aku sangat senang.
09:27Ponselnya tertinggal di sofa.
09:29Aku mengejarnya yang ingin berikan ponsel itu.
09:31Pabayu,
09:32bisnis di Erosa kali ini sebulan lebih.
09:33Takutnya gak bisa temani Tuhan muda rayain ulang tahunnya.
09:36Ulang tahun?
09:37Kamu kira aku akan rayain ulang tahunnya?
09:39Itu hanya untuk tenangin.
09:40Beri dia alasan saja.
09:41Biar dia sementara gak buat ribut.
09:50Aku menangis bertanya pada ayah.
09:53Kenapa harus menipuku?
09:55Aku genggam tangan yang gak berani lepasin.
09:58Dia buka paksa tanganku.
10:00Sakit sekali.
10:03Sampai sekarang aku masih ingat.
10:07Benar-benar sakit.
10:09Tuhan muda,
10:10jangan dipikirkan lagi.
10:11Semua sudah berlalu.
10:13Jangan dipikirkan lagi ya.
10:15Tuhan muda,
10:16Pabayu datang.
10:17Jangan bicara itu lagi.
10:18Kalau sampai terdengar oleh Pabayu,
10:20nanti dia akan marah.
10:24Kamu sebenarnya sudah menyinggung siapa?
10:26Sampai kamu jadi begini.
10:27Soal penembakan itu,
10:29aku sudah suruh orang seridiki.
10:30Dan sikapmu kali ini,
10:32memang,
10:33bikin aku berubah pandangan.
10:35Aku putuskan,
10:36kamu studi di luar negeri selama tiga tahun.
10:38Tiga tahun itu,
10:39anggap masa percobaanmu.
10:40Kalau dalam tiga tahun itu,
10:42sikapmu tetap bikin aku puas seperti hari ini,
10:45aku akan bertimbangkan,
10:47kasih kamu kendali,
10:48atas grup tiaga.
10:51Tiga tahun,
10:52jangan buat aku kecewa.
10:54Ini juga kesempatan terakhirmu,
10:56untuk buktikan padaku.
11:04Luna,
11:05pengagummu datang lagi.
11:07Bawain makanan,
11:08bawain bunga,
11:09benar-benar perhatian.
11:10Paling penting itu,
11:11juga tampan.
11:12Kenapa kamu gak jatuh hati?
Komentar