Skip to playerSkip to main content
  • 1 day ago
Menteri HHAM Natalius Pigai menolak penilaian yang menyebutkan Jawa Barat sebagai salah satu provinsi dengan tingkat intoleransi tertinggi di Indonesia. Hal itu disampaikan Nataius Pigai dalam rapat kerja bersama Komisi XIII DPR, Selasa (7/4).
Transcript
00:00Kemudian saya janji di dalam meja parlemen ini bahwa
00:05Sebagai mana yang tadi sampaikan
00:07Dengan adanya efisiensi dan pemotongan dan lain itu tidak akan mempengaruhi kinerja
00:13Kita sudah antisipasi semuanya tidak akan mempengaruhi kinerja
00:19Istilahnya satu lampu pun tidak padam
00:22Itu normal kita akan jalankan
00:25Lalu selanjutnya kami juga dibantu karena kami menerima pengaduan itu hampir ribuan tiap tahun
00:31Kami juga dibantu kasus mana yang perlu mendapat perhatian
00:35Tapi saya menolak kalau dibilang Jawa Barat itu intoleran
00:41Ini saya sebagai menteri HAM
00:44Sekaligus orang yang tinggal di Jawa Barat 25 tahun
00:47Depok itu tidak pernah ada penyegelan soal agama
00:55Jawa Barat itu juga jarang
00:57Itu hanya opini negatif yang sudah terbangun sekian lama
01:02Saya akan-akan Jawa Barat itu intoleran
01:06Ini saya berdasarkan pengalaman
01:09Berdasarkan pemantauan saya
01:12Berdasarkan penelitian saya
01:13Tapi Jawa Barat hanya satu kasus saja muncul
01:17Itu dianggap
01:18Wah luar biasa Jawa Barat ini intoleran
01:23Sekarang kita sudah mengarahkan melihat secara Indonesia itu dengan kacamata yang lebih luas
01:29Bahwa intoleran itu ada di wilayah kaum minoritas
01:32Intoleran itu ada di wilayah kaum mayoritas
01:35Makin ke timur orang Islam juga mengalami penderitaan
01:40NTT juga sama
01:41Bali, di luar Bali
01:43Orang yang bukan beragama mayoritas di sana juga mengalami penderitaan
01:50Di daerah lain juga mengalami hal yang sama
01:53Oleh karena itu kementerian HAM telah mengusulkan
01:56Bicara dengan menteri agama
01:59Saya mau hadirkan undang-undang kebebasan umat beragama
02:03Hanya menteri HAM bilang
02:05Nggak bisa Pak Pigai
02:07Kalau mau undang-undang perlindungan umat
02:10Ya berarti kita hanya melindungi tujuh agama
02:13Bagaimana dengan mereka yang agama wiewit
02:17Karah wiewitan atau agama-agama lokal yang punya
02:21Jadi kita mengusulkan undang-undang kebebasan umat beragama
02:28Tapi sementara negara ini masih berpedoman pada undang-undang perlindungan umat beragama
02:35Jadi dia pakai perlindungan
02:37Saya mengusulkan kebebasan
02:39Ini masih perdebatan
02:41Nah itu
02:42Tapi kita lagi-lagi namanya juga perdebatan
02:45Siapa tahu titik temunya 2027 atau 2028 akan ketemu
02:51Kita nggak tahu
02:52Ah
02:53BELL RINGS
Comments

Recommended