Skip to playerSkip to main content
  • 2 days ago
Pakar forensik digital Rismon Hasiholan Sianipar menyampaikan permintaan maaf kepada mantan Presiden RI Joko Widodo dan keluarganya setelah sebelumnya menyatakan ijazah Jokowi tidak asli.Ia mengakui terdapat kekeliruan dalam analisis yang dilakukannya saat meneliti dokumen akademik tersebut.Hal itu disampaikan Rismon Sianipar dalam keteranganya di kanal YouTube Balige Academy pada Rabu (11/3).
Transcript
00:00Oleh karena itu, temuan saya sebelumnya yang telah melukai, yang telah membuat commotion di dalam perkembangan kita akhir-akhir ini,
00:16melukai keluarga Pak Jokowi dan Pak Jokowi sendiri, saya sebagai peneliti menyatakan minta maaf secara gentleman kepada keluarga Bapak Jokowi.
00:29Jadi, terkait dengan temuan-temuan saya yang baru, yang saya umumkan tadi sedikit, saya spil sedikit ketika berada di Polda
00:40Metro Jaya,
00:41memang temuan saya tersebut sebulan-dua bulan terakhir ini, saya kaji ulang dan kaji ulang terkait dengan sejumlah variable geometri,
00:55yaitu translasi, rotasi, kecepatan, dan pencahayaan.
01:03Dengan melibatkan variable geometri maupun pencahayaan, saya mendapatkan temuan baru,
01:11saya mendapatkan kebenaran baru yang membuat saya gusar selama 1-2 bulan ini.
01:17Dengan melibatkan variable-variable tersebut, semua bisa terjawab bahwa memang apa yang saya analisa dan saya miss di situ,
01:29terkait dengan watermarks dan terutama emboss, itu memang ada di dalam dokumen tersebut.
01:40Saya uji dengan gradiens analisis dan uji-uji lainnya, metodologi-metodologi yang sama dalam buku JWP,
01:51tetapi dengan melibatkan variable translasi, rotasi maupun pencahayaan,
01:56dan akibat objek yang kita analisa itu terpengaruh oleh sejumlah operasi geometri,
02:10maka temuan-temuan itu saya temukan dengan sangat teliti dan saya uji ulang-uji ulang dalam 2 bulan terakhir ini.
02:21Terkait dengan watermarks, terkait dengan emboss, terkait dengan uji overlay, terkait dengan uji overlapping dalam toleransi tertentu,
02:34membuktikan authenticity dokumen menjadi tidak terbukti.
Comments

Recommended