00:00Pemerintah kita di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto masih mampu mengendalikan
00:09dengan harga yang sama.
00:15Bayangkan negara lain sudah naik 40-60 persen, kita enggak naik.
00:22Pertama lain masih Rp10.000, benar ya?
00:27Yang pertama mungkin harganya Rp12.400-Rp12.500, masih harga yang sama.
00:40Ini sebuah, menurut saya, sebuah keputusan yang berani, sebuah keputusan yang dihitung
00:51dengan kalkulasi yang detail, yang matang, sehingga keberanian itu menyebabkan beliau
00:58memutuskan tidak naik sampai hari ini.
01:02Meskipun dengan resiko APBN yang kita harapkan masih mampu menahan lajunya kenaikan harga minyak
01:17yang ada, karena rampungnya kapan enggak jelas.
01:28Saya telahpun saat perang baru tiga hari, saya telahpun kakak saya di Uni Emirat Arab,
01:38yang mulia MBS, saya tanya, yang mulia kapan perangnya selesai?
01:47Baru mulai itu saya sudah tanya kapan perangnya kira-kira selesai?
01:53Dijawab, enggak pasti dan enggak jelas.
01:58Kemudian saya bertanya, harga minyak ini akan sampai berapa?
02:02Dijawab juga enggak pasti dan enggak jelas.
02:05Karena memang kalkulasinya sangat rumit, kalkulasinya sangat sulit sekali.
02:12Saya ulangi lagi telahpun ke menterinya di sana.
02:18Jawabannya juga sama.
02:19Ini yang sudah di dalam lingkaran perang saja tidak bisa memperkirakan,
02:25apalagi kita yang ada di sini.
02:28Sangat sulit memperkirakan, memprediksi kapan perangnya selesai
02:35dan kapan harga minyak akan kembali pada harga yang normal kembali.
02:39Sehingga kita berdoa bersama agar APBN kita, fiskal kita ini kuat
02:45menghadapi goncangan-goncangan yang tidak jelas seperti yang kita alami sekarang ini.
02:51Pertama, urusan geopolitik.
02:53Yang kedua juga urusan yang berkaitan dengan perubahan ekstrim.
02:58Terima kasih telah menonton!
Comments