Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Perwakilan Tetap Indonesia untuk PBB, Umar Hadi, menuntut Dewan Keamanan PBB untuk melakukan penyelidikan dan menindaklanjuti kasus tewasnya tiga prajurit TNI di UNIFIL.

Dirinya juga menegaskan bahwa pelaku harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum dan serangan terhadap penjaga perdamaian tidak boleh lagi terulang.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI saat menjalankan tugas dalam misi perdamaian di Lebanon.

Hal ini disampaikan Presiden Prabowo melalui Insta Story akun resmi Instagram @prabowo.

Prabowo menyatakan, "Innalillahi wainn ilaihi rjin, turut berduka cita atas gugurnya Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon saat menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah."

Kecaman atas gugurnya tiga prajurit TNI di perbatasan Lebanon juga datang dari dalam negeri.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengecam keras serangan itu dan serangan Israel ke wilayah Lebanon selatan. Pemerintah akan bertemu PBB untuk mendorong investigasi dari UNIFIL.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyatakan bahwa prajurit TNI yang dikirim dalam misi perdamaian bukan untuk gugur di medan perang. Ia pun meminta TNI melakukan evaluasi ulang terkait keberadaan prajurit di sana.

Kecaman lain juga datang dari MPR. Majelis Permusyawaratan Rakyat meminta agar pemerintah menarik pasukan perdamaian yang berada di Lebanon selatan.

#tni #lebanon #prabowo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/660489/begini-pernyataan-presiden-perwakilan-ri-untuk-pbb-hingga-mpr-soal-3-tni-gugur-di-lebanon
Komentar

Dianjurkan