00:00Baik, jadi pada hari ini 30 Maret 2026, Bapak Presiden di hari pertama di Jepang secara keseluruhan
00:10tadi pagi sampai siang bertemu dengan Kaisar Naruhito, kemudian juga Putra Mahkota Jepang, Haruhito, Fumihito.
00:21Jadi itu intinya bahas berbagai macam kerjasama dan investasi pemerintah Jepang dan swasta dari Jepang ke Indonesia sebesar kurang lebih
00:32Rp380 triliun.
00:36Untuk detailnya akan disampaikan oleh Pak Menteri Investasi karena yang membedakan khusus dan nanti Pak Menteri SDM Pak Bahlil akan
00:44menjelaskan mengenai dari 95% investasi tersebut, 95%nya ada di Kementerian SDM, kira-kira begitu.
00:51Ya, oke silahkan Pak Menteri.
00:54Oke terima kasih Pak Sekap.
00:56Ya, pada intinya ini membutikan bahwa kepercayaan internasional dalam hal ini pemerintah Jepang, baik oleh pemerintah Jepang maupun para pengusaha
01:08di Jepang ini,
01:09terhadap Indonesia itu tetap besar, tetap komit dan bahkan proyek yang akan segera dilaksanakan ini adalah salah satu mungkin yang
01:23menjadi salah satu yang terbesar, yang akan segera dilakukan.
01:29Memang tadi disampaikan oleh Pak Sekap, ini kurang lebih in US dollar terms is about 23,3 billion US dollar.
01:39Nanti detailnya yang proyek yang dengan impact itu nanti akan Pak Bahlil lebih sampaikan, karena memang mayoritasnya ada di proyek
01:52dengan impact dengan Pertamina.
01:54Itu nilainya kurang lebih 20,9 miliar dolar.
02:01Kemudian ada perdana tanganan juga dengan SMBC Aviation Leasing dengan dana antara itu untuk investasi kurang lebih 800 juta dolar.
02:22Kemudian ada penggadean juga mendapatkan pendanaan dari SMBC bank kurang lebih dalam rupiahnya itu 5 triliun atau kurang lebih 300
02:39juta dolar.
02:43Kemudian ada juga dari keresama perusahaan beauty parlor, bukan beauty parlor beauty kecantikan STK itu dari perusahaan namanya Two Way
02:55dengan perusahaan di Indonesia untuk investasi Indonesia nilainya juga 500 juta dolar.
03:02Dan investasi di plasma darah juga nilainya itu 1 billion US dollar.
03:14Jadi ini untuk plasma darah adalah investasi kedua setelah SK plasma dari Korea.
03:19Nah itu kurang lebih investasi yang masuk dan sebenarnya masih ada beberapa lagi investasi yang masuk diantaranya adalah geotermal.
03:33Antara PT Supramu juga dengan Sumitomo kalau tidak salah itu juga tadi disepakati juga untuk investasinya untuk expansionnya gitu ya.
03:49Jadi kalau kita lihat dari total ini semua menguntikkan karena memang kalau kita lihat kan Jepang ini selalu dalam among
03:59top 5 ya.
04:00Selalu di alam 5 besar negara yang masuk ke Indonesia.
04:05Dan investasi ini kita harapkan juga terus berkembang, terus berjalan dan memang mereka untuk energi baru terbarukan ini epatetnya memang
04:15sangat-sangat besar.
04:16Sebelumnya juga kemarin mereka baru ada closing untuk geotermal di Malaboh kurang lebih nilainya juga 900 juta dolar baru financial
04:25closing juga.
04:26Tapi ini tidak dalam yang ini karena sudah dilaksanakan financial closingnya.
04:32Jadi itu yang bisa kita sampaikan.
04:35Jadi kita juga melihat terlepas dari adanya geopolitik, geoekonomi yang sedang berada di dunia ini,
04:42kepercayaan internasional, terutama Jepang itu tetap besar dan mereka komit untuk menjalankan investasi yang ada di Indonesia ke depannya.
04:50Lalu besok yang sama PM itu akan ada pendatangan dan investasi ini?
04:55Nanti mungkin itu biar Pak sekap yang menjawab itu.
04:59Mungkin silahkan.
05:02Ya baik teman-teman media, atas arahan Bapak Presiden Prabowo, saya itu ditugaskan untuk melakukan dua hal kunjungan di Jepang.
05:11Pertama adalah memastikan percepatan tentang investasi di transisi energi.
05:15Yang kedua adalah menyangkut impact, blok masalah.
05:19Blok masalah ini kan sudah 27 tahun dikuasai konsesinya.
05:23Dan kita masih ingat, 5-10 tahun lalu perdebatannya adalah antara di laut atau di darat.
05:31Atas arahan Bapak Presiden, di tahun 2025, kami melakukan pertemuan insentif, intens.
05:38Dan Alhamdulillah sudah selesai, total proyeknya 20,9 miliar dolar.
05:44Karena dia tambah CCS, 1 miliar, di POD-nya itu 20 miliar.
05:48Tetapi dengan perkembangan geopolitik yang seperti ini, kemungkinan besar akan nambah.
05:53Jadi total investasi kita kurang lebih sekitar 300 triliun lebih.
05:57Betul tadi Pak saya sampaikan, 95% itu investasinya di sektor SDM.
06:03Nah tugas kita sekarang adalah, tugas saya sebagai Menteri SDM,
06:07Bapak Presiden tadi dalam arahannya ketika saya pertemukan Presiden Direktur daripada IMPEX dengan Bapak Presiden,
06:16mengharapkan agar proyek ini bisa cepat diimplementasikan.
06:20Dan tahun ini, 2026, tender FPC-nya akan kita lakukan, FAD-nya juga akan selesai,
06:27dan kita minta untuk dipercepat.
06:29Kenapa ini harus dipercepat?
06:30Karena ini penghasil MIGAS salah satu yang giant, 1200 mm.
06:35Kalau ini mampu kita lakukan, maka ketahanan energi kita di sektor MIGAS,
06:40itu akan semakin kuat, dan sekaligus menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain gas di dunia.
06:47Dan ini diharapkan, kemarin saya minta untuk kalau seandainya market di luar belum clear,
06:54itu dibeli semua oleh dan antara, dalam hal ini PGN.
06:57Supaya kita memperkuat hilirisasi dalam negeri.
06:59Yang kedua, menyangkut dengan transisi energi,
07:02saya menambahkan apa yang disampaikan oleh Pak Sikapak sama Pak Menteri Investasi,
07:07bahwa memang kita lagi dorong untuk mempergunakan seluruh potensi energi lain selain fosil yang kita punya.
07:16Kenapa? Karena geopolitik ini kita nggak pernah tahu kapan selesai.
07:19Jadi mau geotermal, mau air, mau matahari, mau angin, selama ada teknologi, harganya efisien, kita akan dorong.
07:26Nah ini adalah bagian daripada upaya untuk melakukan ini.
07:29Dan semua ini sudah tentu bisa terjadi karena koordinasi yang baik yang dilakukan oleh Pak Sikapak.
07:35Sebagai ketua kelas dalam mengkoordinir urusan-urusan ini di Jepang.
07:39Gitu ya. Makasih.
07:41Jadi nilai investasi yang di Blok Masela itu berapa Pak?
07:43Total Blok Masela 20,9 miliar USD.
07:47Itu nilai awal ya.
07:49Kemungkinan besar ketika terjadi geopolitik yang tidak menentu,
07:53itu akan terjadi peningkatan.
07:54Tapi setelah nanti pada saat implementasinya.
08:02Doakan kami terus melakukan komunikasi.
08:05Kami dengan Kemenlu melakukan koordinasi intens.
08:08Saya dengan Kemenlu juga tadi malam kita bahas.
08:10Insya Allah sudah ada lampu hijau.
08:12Tetapi kan kita tahu dalam kondisi geopolitik begini,
08:15harus kita betul-betul melakukan secara terus-menerus.
08:18Doainya. Insya Allah bisa cepat selesai.
08:20Harga sekarang sudah mencapai 115 dolar.
08:25Dalam negeri ini masih stabil.
08:27Insya Allah atas arahan Bapak Presiden,
08:29untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang,
08:35saya pikir Bapak Presiden punya hatilah untuk memperhatikan rakyat kecil.
08:39Percayalah, nanti tunggu tanggal mainnya,
08:41Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara.
08:46Bapak Presiden kita ini kan tiap hari memikirkan tentang
08:48bagaimana pembangunan negara,
08:50tapi juga bagaimana memperhatikan kebutuhan dan kondisi masyarakat kita di bawah.
08:54Pak Bali, ini kemencuat juga wacana yang non-subsidi itu yang akan naik tanggal 1 April,
09:0010% itu ada wacana anak kemudian,
09:03apakah kalau ini terlaksana, maksudnya terjadi,
09:07berarti yang subsidi itu apakah dipastikan tidak akan mengikuti gitu?
09:11Gini, di peraturan Menteri SDM tahun 2022,
09:16itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM.
09:19Satu harga BBM industri, dan satu non-industri.
09:23Kalau yang industri, tanpa diumumkan pun,
09:26dia terus terjadi berdasarkan harga pasar.
09:29Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan,
09:31dia akan mengikuti harga pasar.
09:33Itu yang industri.
09:34Apa itu definisi yang industri?
09:36Adalah bensin, RON 95-98.
09:39Itu kan orang-orang yang mampu lah,
09:41seperti, mohon maaf,
09:42contoh Pak Rosan,
09:44Pak Seskap,
09:45masa pakai minyak subsidi,
09:46ya kan?
09:47Dan selama mereka mau jalan banyak,
09:50selama ada uang untuk bayar,
09:53monggo, tugas negara menyiapkan.
09:56Ya, membayar mereka.
09:57Itu tidak ada tanggungan negara sama sekali.
09:59Yang kita fokus itu adalah menyangkut dengan subsidi.
10:03Nah, tadi saya katakan bahwa subsidi tunggu tanggal mainnya.
10:05Insya Allah saya yakinkan bahwa,
10:07bahwa Presiden dalam membuat kebijakan,
10:10selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan tentang kondisi masyarakat.
10:14Insya Allah baik.
10:15Nanti tunggu tanggal mainnya, ya.
10:17Oke, Pak Seskap, Pak.
10:18Untuk pertemuan besok, Pak Presiden,
10:20sama BBM,
10:21itu kan dilaksanakan di tengah konflik juga, kan?
10:24Masih berlangsung gitu,
10:26terang perang Amerika dengan Iran.
10:28Nah, itu juga akan menjadi salah satu pembahasan,
10:30kan?
10:30Yang dibahas kintas.
10:31Oke, jadi di samping hari ini,
10:33tadi ketemu Kaisar,
10:34kemudian investasi sekitar Rp380 triliun.
10:37Jadi besok Bapak Presiden,
10:39akan bertemu juga dengan Perdana Menteri Sanai Takechi,
10:43Perdana Menteri Jepang.
10:44Nah, untuk perjanjiannya sudah ditantangani sebelumnya.
10:47Oke, jadi investasi tadi itu adalah bagian dari seluruh perjanjian Indonesia-Jepang.
10:52Oke, itu.
10:53Kemudian yang kedua, besok sorenya akan dipertemukan
10:57dengan sekitar 12 pengusaha besar terbesar Jepang oleh Pak Menteri Investasi dan Menteri SDM,
11:04dengan Bapak Presiden seperti yang dilakukan kemarin di Amerika.
11:07Nah, kesimpulannya apa?
11:09Jadi intinya adalah,
11:11Indonesia dengan investasi yang begitu besar di sini,
11:14tadi Pak Presiden datang,
11:15Rp380 triliun investasi datang.
11:18Itu adalah bukti bahwa Indonesia menjadi magnet investasi dunia.
11:22Itu yang pertama.
11:23Kemudian yang kedua,
11:25di luar semakin mantap untuk berinvestasi di Indonesia.
11:30Itu aja kira-kira.
11:31Oke?
11:31Terima kasih, teman-teman semua.
11:33Yang jelas,
11:34trust global kepada negara kita semakin hari semakin patent.
11:38Kalau ini bisa dikutip sebagai mantan menteri investasi.
11:46Saudara kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
11:51Satu langkah lebih dekat,
11:52satu langkah lebih terpercaya.
11:55Saksikan Sapa Indonesia Malam
11:57di Kompas TV Channel 11
11:59di televisi Anda.
12:01Sampai jumpa di video selanjutnya.
12:01Sampai jumpa di video selanjutnya.
12:01Sampai jumpa di video selanjutnya.
12:01Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar