Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
WONOSOBO, KOMPAS.TV - Petugas PLN menerbangkan drone untuk memusnahkan balon udara yang tersangkut di kawat listrik di Wonosobo, Jawa Tengah. Metode ini dipakai karena dinilai cepat, aman, dan tidak memerlukan pemadaman listrik.

Tidak semua balon yang diterbangkan di Wonosobo, Jawa Tengah, pada musim Lebaran bisa dikendalikan.

Salah satunya balon ini. Balon yang diterbangkan secara liar tersebut tersangkut di jaringan saluran udara tegangan tinggi di Purwojati, Kecamatan Kertek, Wonosobo, Jawa Tengah.

Tersangkutnya balon udara liar di jaringan saluran udara tegangan tinggi bisa membahayakan.

Untuk memusnahkan balon udara yang tersangkut, petugas Unit Layanan Transmisi Gardu Induk Wonosobo menerbangkan drone untuk membakar balon yang tersangkut di kawat listrik.

Pemusnahan balon udara menggunakan drone merupakan inovasi petugas Unit Layanan Transmisi Gardu Induk Wonosobo untuk mengatasi bahaya balon liar yang tersangkut di jaringan saluran udara tegangan tinggi.

Metode ini digunakan karena dinilai lebih cepat, aman, dan tidak memerlukan pemadaman listrik.

Lebih lengkap soal pemindahan balon udara yang tersangkut di Wonosobo, Jawa Tengah, kita akan berbincang dengan Manajer PLN Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk Wonosobo, Suswoyo.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga [FULL] Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Buka Akses Baru, Bupati Afif Ungkap Dampak Besar bagi Warga di https://www.kompas.tv/nasional/656814/full-jalan-lingkar-sumbing-wonosobo-buka-akses-baru-bupati-afif-ungkap-dampak-besar-bagi-warga

#wonosobo #pln #balonudara #festivalbalonudara

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/659964/full-pln-ultg-wonosobo-soal-metode-pemusnahan-balon-udara-tersangkut-di-kawat-listrik-dengan-drone
Transkrip
00:00Kita ke informasi lain, saudara petugas PLN menerbangkan drone untuk memusnahkan balon udara yang tersangkut di kawat listrik di Wonosobo,
00:08Jawa Tengah.
00:08Metode ini dipakai karena dinilai cepat, aman, dan tidak memerlukan pemadaman listrik.
00:20Tidak semua balon yang diterbangkan di Wonosobo, Jawa Tengah pada musim lebaran bisa dikendalikan.
00:26Salah satunya balon ini. Balon yang diterbangkan secara liar ini tersangkut di jaringan saluran udara tegangan tinggi di Purwojati, Kecamatan
00:36Kertek, Wonosobo, Jawa Tengah.
00:39Tersangkutnya balon udara liar di jaringan saluran udara tegangan tinggi bisa membahayakan.
00:45Untuk memusnahkan balon udara yang tersangkut, petugas unit layanan transmisi gardu Induk Wonosobo menerbangkan drone untuk membakar balon yang tersangkut
00:54di kawat listrik.
00:56Inovasi yaitu kita menggunakan drone dengan flare, menggunakan api, sehingga lebih mudah melakukan evakuasi balon-balon yang menyangkut di instalasi
01:09tegangan tinggi dan tegangan ekstra tinggi di wilayah kerja PLN.
01:15Pemusnahan balon udara menggunakan drone merupakan inovasi petugas unit layanan transmisi gardu Induk Wonosobo untuk mengatasi bahaya balon liar yang
01:24tersangkut di jaringan saluran udara tegangan tinggi.
01:28Metode ini digunakan karena dinilai lebih cepat, aman dan tidak memerlukan pemadaman listrik.
01:34Agung Bayu Aji, Kompas TV, Wonosobo, Jawa Tengah
01:42Dan lebih lengkapnya soal pemindahan balon terbang yang tersangkut di Wonosobo, Jawa Tengah, kita akan berbincang dengan manajer PLN unit
01:50layanan transmisi dan gardu Induk Wonosobo.
01:53Ada Pak Suswoyo, selamat petang Pak Suswoyo, apa kabar?
01:57Selamat petang Pak Valen, baik kabarnya.
02:01Alhamdulillah Pak Suswoyo, ini kan sebelum kita ngobrol soal drone dengan flare ini, ini kan termasuk pemusnahan balon udara liar
02:10begitu ya.
02:10Nah kalau pemusnahan di musim lebaran ini sudah ada berapa Pak?
02:15Ya, untuk di lebaran, kalau yang liar banyak Pak Valen, semua dia terbangnya menjauh dari SPT.
02:22Kalau yang marin yang put itu sekitar ada tiga yang kita gunakan flare itu prosesnya.
02:31Ada tiga Pak Valen.
02:32Oke, lantas dengan menggunakan drone ini, ini sudah berapa kali Pak digunakan? Sudah berapa lama?
02:38Oke, mungkin saya tambahkan ya Pak Valen.
02:41Untuk di PLN itu ada tiga metode untuk penanganan beda asing di SPT.
02:50Yang pertama kita perlu padam. Padam ini kurang, ini kurang andal ya karena satu sisi kita padamkan.
02:57Yang kedua kita ada metode PDKB atau perjalanan dalam kondisi perpegangan.
03:01Jadi ada tim PLN yang bekerja tanpa mematikan.
03:05Itu pakai alat khusus dan itu juga perlu effort waktu yang cukup lama.
03:10Dan yang terakhir ini yang kita bahas Pak Valen terkait dengan flare.
03:13flare ini adalah inovasi yang menggunakan alat bantu drone.
03:18Dan kita buat alat flare itu, yaitu sebuah alat yang bisa mematikan api dari jarak jauh.
03:25Sehingga ketika kita naikkan dengan drone, kemudian pada posisi yang sudah tepat,
03:30kita operasikan melalui remote dari bawah.
03:33Sehingga tidak perlu petugas untuk naik ke ketinggian atau di tower.
03:39Oke, ini juga menarik Pak kalau melihat visual yang ditampilkan langsung dari kamera drone itu sendiri.
03:45Nah ini melihat seperti apa sih sebenarnya sistem tembakan drone yang digunakan untuk memusnahkan balon udara yang nyangkut di atas
03:51listrik ini?
03:52Di atas kabel listrik maksud saya?
03:55Iya.
03:56Jadi balon-balon yang selama ini buat festival itu kan berasal pembuatannya dari kertas, Pak.
04:01Kertas itu, ketika kita tembak dengan api, dia kan akan terbakar.
04:07Sehingga sedikit-sedikit kita tembak, dia akan terbakar dan melepaskan dari konduktor.
04:13Nah itu aman, kalau secara ini aman.
04:16Daripada kita harus naik melalui metode padang atau mungkin PDKB itu akan lebih lama.
04:23Gitu sih Mbak Malen.
04:24Tapi ini enggak bahaya Pak kena kabel, karena kan ada potensi untuk kebakaran, masalah lain baru atau masalah baru ini
04:32nantinya?
04:34Iya.
04:35Kita sudah mitigasi Mbak Malen.
04:37Jadi sebelum kita melakukan pekerjaan ini, kita sudah mitigasi resikonya.
04:41Kemudian kita di situ juga ada pengawas pekerjaannya, ada pengawas K3-nya.
04:45Dan selama ini perlu saya sampaikan bahwa konduktor PLN itu bukan seperti Mbak Malen, bayangkan kabel listrik yang di rumah
04:55ya.
04:55Konduktor PLN itu sebesar ini Mbak Malen dan itu kuat.
05:00Karena dia...
05:01Tahan api gitu ya maksudnya?
05:02Iya, tahan api, samburan dari aluminium, baja, dan itu kuat.
05:07Insya Allah tidak masalah Mbak Malen.
05:09Oh oke, jadi sudah terbayang.
05:12Karena kan kalau di sini takutnya ada masalah baru karena bisa kebakaran juga.
05:15Ini kan juga apinya nempel banget sama kabelnya itu Pak Sus.
05:19Kalau untuk biaya yang digunakan untuk teknologi drone ini, apakah bisa dikatakan lebih efisien daripada metode lainnya?
05:27Lebih efisien Mbak Malen, lebih efisien.
05:29Kalau kita bandingkan headspace dengan kita harus padam, misalkan padam kita butuh waktu 2 jam, maka ada KWH yang harus
05:38kita padamkan.
05:40Nah itu sangat minim kalau menggunakan ini dan tidak ada KWH yang padam.
05:45Dan untuk pembuatannya juga tidak begitu mahal karena drone-nya kan sudah ada nih.
05:51Kalian kan untuk mengecek semua jaringan itu sudah punya drone, sehingga kita hanya berinovasi untuk membuat alat-nya saja itu.
06:00Dan itu tidak mahal Mbak Malen.
06:02Oke, tapi ini memang harus dipastikan ya Pak ya, bahwa pengoperasian drone ini harus yang memang aman secara sinyal, kemudian
06:10memang jaraknya itu kan harus ada yang tertentu ya Pak ya, untuk bisa menerbangkan drone itu?
06:16Betul. Mitigasinya kemarin kita lakukan karena dia di tempatnya jauh dari pemukiman, kemudian di persawahan.
06:27Kalau misalkan ada pemukiman mungkin kita tidak berani, pasti kita pakai metode padam atau pakai metode PDKP.
06:34Jadi itu ada pilihan-pilihan yang disesuaikan dengan resiko di tempat di mana tower berada.
06:43Oke, berarti memang masih ada penyesuaian-penyesuaian dan tentu apabila ada balon udara liar yang nyangkut di kabel listrik itu
06:50tidak sebenarnya langsung gampang penunjuk menggunakan metode drone ini ya Pak ya.
06:55Karena tadi memang dipastikan ada beberapa syarat yang diperbolehkan, salah satunya kalau misalnya dilakukan di ruang terbuka alias tidak dekat
07:02dengan pemukiman warga.
07:03Apa Pak yang dikhawatirkan?
07:05Ya, ketika dekat dengan pemukiman warga mungkin ketika balon kita bakar, dia masih nyala, kemudian menjatuhi rumah warga kan bisa
07:16berdampak kebakaran di rumahnya.
07:18Atau mungkin di situ ada tempat-tempat yang mudah terbakar juga kita hidup.
07:25Karena kita akan mitigasi sekecil mungkin biar tidak terjadi kecelakaan.
07:30Ya, baik. Terakhir Pak, pesan Anda terutama kepada warga ataupun juga komunitas yang hingga kini mungkin masih ada niat untuk
07:40menerbangkan balon udara secara liar.
07:42Ini bagaimana Pak?
07:44Ya, saya berpesan kepada warga, ponosoboda sekitarnya, untuk yang komunitas Alhamdulillah aman, karena mereka berlomba memakai syarat-syarat ya, tidak
07:55boleh terbangan.
07:56Cuma ini yang kepada teman-teman yang masih menerbangkan balon liar, mohon untuk tidak menerbangkan, mendekati jarungan ACTT.
08:07Dan juga jangan menerbangkan balon yang menggunakan logam ya, karena itu berbahaya ketika menyangkut di ACTT.
08:16Dan alangkah baiknya kalau menerbangkan balon ya ditambahkan atau diikat sehingga tidak mengganggu.
08:22Karena ini bukan semata-mata mengganggu kelistrikan saja, Mbak Valen, juga ini mengganggu untuk penerbangan.
08:30Karena penerbangan itu, khususnya di area Wonosobo itu, pernah terjadi ada balon yang menyangkut di baling-baling pesawat.
08:42Jadi memang ini sangat berbahaya, baik bagi penerbangan, juga bagi kelistrikan.
08:49Demikian Mbak Valen.
08:50Baik, terima kasih atas informasi yang sudah dibagikan bersama kami di Kompas Petang Kompas TV,
08:55Manager PLN Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk Wonosobo, Pak Suswoyo.
09:00Salam sehat selalu, Pak. Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan