00:00Kita ke informasi lain, saudara petugas PLN menerbangkan drone untuk memusnahkan balon udara yang tersangkut di kawat listrik di Wonosobo,
00:08Jawa Tengah.
00:08Metode ini dipakai karena dinilai cepat, aman, dan tidak memerlukan pemadaman listrik.
00:20Tidak semua balon yang diterbangkan di Wonosobo, Jawa Tengah pada musim lebaran bisa dikendalikan.
00:26Salah satunya balon ini. Balon yang diterbangkan secara liar ini tersangkut di jaringan saluran udara tegangan tinggi di Purwojati, Kecamatan
00:36Kertek, Wonosobo, Jawa Tengah.
00:39Tersangkutnya balon udara liar di jaringan saluran udara tegangan tinggi bisa membahayakan.
00:45Untuk memusnahkan balon udara yang tersangkut, petugas unit layanan transmisi gardu Induk Wonosobo menerbangkan drone untuk membakar balon yang tersangkut
00:54di kawat listrik.
00:56Inovasi yaitu kita menggunakan drone dengan flare, menggunakan api, sehingga lebih mudah melakukan evakuasi balon-balon yang menyangkut di instalasi
01:09tegangan tinggi dan tegangan ekstra tinggi di wilayah kerja PLN.
01:15Pemusnahan balon udara menggunakan drone merupakan inovasi petugas unit layanan transmisi gardu Induk Wonosobo untuk mengatasi bahaya balon liar yang
01:24tersangkut di jaringan saluran udara tegangan tinggi.
01:28Metode ini digunakan karena dinilai lebih cepat, aman dan tidak memerlukan pemadaman listrik.
01:34Agung Bayu Aji, Kompas TV, Wonosobo, Jawa Tengah
01:42Dan lebih lengkapnya soal pemindahan balon terbang yang tersangkut di Wonosobo, Jawa Tengah, kita akan berbincang dengan manajer PLN unit
01:50layanan transmisi dan gardu Induk Wonosobo.
01:53Ada Pak Suswoyo, selamat petang Pak Suswoyo, apa kabar?
01:57Selamat petang Pak Valen, baik kabarnya.
02:01Alhamdulillah Pak Suswoyo, ini kan sebelum kita ngobrol soal drone dengan flare ini, ini kan termasuk pemusnahan balon udara liar
02:10begitu ya.
02:10Nah kalau pemusnahan di musim lebaran ini sudah ada berapa Pak?
02:15Ya, untuk di lebaran, kalau yang liar banyak Pak Valen, semua dia terbangnya menjauh dari SPT.
02:22Kalau yang marin yang put itu sekitar ada tiga yang kita gunakan flare itu prosesnya.
02:31Ada tiga Pak Valen.
02:32Oke, lantas dengan menggunakan drone ini, ini sudah berapa kali Pak digunakan? Sudah berapa lama?
02:38Oke, mungkin saya tambahkan ya Pak Valen.
02:41Untuk di PLN itu ada tiga metode untuk penanganan beda asing di SPT.
02:50Yang pertama kita perlu padam. Padam ini kurang, ini kurang andal ya karena satu sisi kita padamkan.
02:57Yang kedua kita ada metode PDKB atau perjalanan dalam kondisi perpegangan.
03:01Jadi ada tim PLN yang bekerja tanpa mematikan.
03:05Itu pakai alat khusus dan itu juga perlu effort waktu yang cukup lama.
03:10Dan yang terakhir ini yang kita bahas Pak Valen terkait dengan flare.
03:13flare ini adalah inovasi yang menggunakan alat bantu drone.
03:18Dan kita buat alat flare itu, yaitu sebuah alat yang bisa mematikan api dari jarak jauh.
03:25Sehingga ketika kita naikkan dengan drone, kemudian pada posisi yang sudah tepat,
03:30kita operasikan melalui remote dari bawah.
03:33Sehingga tidak perlu petugas untuk naik ke ketinggian atau di tower.
03:39Oke, ini juga menarik Pak kalau melihat visual yang ditampilkan langsung dari kamera drone itu sendiri.
03:45Nah ini melihat seperti apa sih sebenarnya sistem tembakan drone yang digunakan untuk memusnahkan balon udara yang nyangkut di atas
03:51listrik ini?
03:52Di atas kabel listrik maksud saya?
03:55Iya.
03:56Jadi balon-balon yang selama ini buat festival itu kan berasal pembuatannya dari kertas, Pak.
04:01Kertas itu, ketika kita tembak dengan api, dia kan akan terbakar.
04:07Sehingga sedikit-sedikit kita tembak, dia akan terbakar dan melepaskan dari konduktor.
04:13Nah itu aman, kalau secara ini aman.
04:16Daripada kita harus naik melalui metode padang atau mungkin PDKB itu akan lebih lama.
04:23Gitu sih Mbak Malen.
04:24Tapi ini enggak bahaya Pak kena kabel, karena kan ada potensi untuk kebakaran, masalah lain baru atau masalah baru ini
04:32nantinya?
04:34Iya.
04:35Kita sudah mitigasi Mbak Malen.
04:37Jadi sebelum kita melakukan pekerjaan ini, kita sudah mitigasi resikonya.
04:41Kemudian kita di situ juga ada pengawas pekerjaannya, ada pengawas K3-nya.
04:45Dan selama ini perlu saya sampaikan bahwa konduktor PLN itu bukan seperti Mbak Malen, bayangkan kabel listrik yang di rumah
04:55ya.
04:55Konduktor PLN itu sebesar ini Mbak Malen dan itu kuat.
05:00Karena dia...
05:01Tahan api gitu ya maksudnya?
05:02Iya, tahan api, samburan dari aluminium, baja, dan itu kuat.
05:07Insya Allah tidak masalah Mbak Malen.
05:09Oh oke, jadi sudah terbayang.
05:12Karena kan kalau di sini takutnya ada masalah baru karena bisa kebakaran juga.
05:15Ini kan juga apinya nempel banget sama kabelnya itu Pak Sus.
05:19Kalau untuk biaya yang digunakan untuk teknologi drone ini, apakah bisa dikatakan lebih efisien daripada metode lainnya?
05:27Lebih efisien Mbak Malen, lebih efisien.
05:29Kalau kita bandingkan headspace dengan kita harus padam, misalkan padam kita butuh waktu 2 jam, maka ada KWH yang harus
05:38kita padamkan.
05:40Nah itu sangat minim kalau menggunakan ini dan tidak ada KWH yang padam.
05:45Dan untuk pembuatannya juga tidak begitu mahal karena drone-nya kan sudah ada nih.
05:51Kalian kan untuk mengecek semua jaringan itu sudah punya drone, sehingga kita hanya berinovasi untuk membuat alat-nya saja itu.
06:00Dan itu tidak mahal Mbak Malen.
06:02Oke, tapi ini memang harus dipastikan ya Pak ya, bahwa pengoperasian drone ini harus yang memang aman secara sinyal, kemudian
06:10memang jaraknya itu kan harus ada yang tertentu ya Pak ya, untuk bisa menerbangkan drone itu?
06:16Betul. Mitigasinya kemarin kita lakukan karena dia di tempatnya jauh dari pemukiman, kemudian di persawahan.
06:27Kalau misalkan ada pemukiman mungkin kita tidak berani, pasti kita pakai metode padam atau pakai metode PDKP.
06:34Jadi itu ada pilihan-pilihan yang disesuaikan dengan resiko di tempat di mana tower berada.
06:43Oke, berarti memang masih ada penyesuaian-penyesuaian dan tentu apabila ada balon udara liar yang nyangkut di kabel listrik itu
06:50tidak sebenarnya langsung gampang penunjuk menggunakan metode drone ini ya Pak ya.
06:55Karena tadi memang dipastikan ada beberapa syarat yang diperbolehkan, salah satunya kalau misalnya dilakukan di ruang terbuka alias tidak dekat
07:02dengan pemukiman warga.
07:03Apa Pak yang dikhawatirkan?
07:05Ya, ketika dekat dengan pemukiman warga mungkin ketika balon kita bakar, dia masih nyala, kemudian menjatuhi rumah warga kan bisa
07:16berdampak kebakaran di rumahnya.
07:18Atau mungkin di situ ada tempat-tempat yang mudah terbakar juga kita hidup.
07:25Karena kita akan mitigasi sekecil mungkin biar tidak terjadi kecelakaan.
07:30Ya, baik. Terakhir Pak, pesan Anda terutama kepada warga ataupun juga komunitas yang hingga kini mungkin masih ada niat untuk
07:40menerbangkan balon udara secara liar.
07:42Ini bagaimana Pak?
07:44Ya, saya berpesan kepada warga, ponosoboda sekitarnya, untuk yang komunitas Alhamdulillah aman, karena mereka berlomba memakai syarat-syarat ya, tidak
07:55boleh terbangan.
07:56Cuma ini yang kepada teman-teman yang masih menerbangkan balon liar, mohon untuk tidak menerbangkan, mendekati jarungan ACTT.
08:07Dan juga jangan menerbangkan balon yang menggunakan logam ya, karena itu berbahaya ketika menyangkut di ACTT.
08:16Dan alangkah baiknya kalau menerbangkan balon ya ditambahkan atau diikat sehingga tidak mengganggu.
08:22Karena ini bukan semata-mata mengganggu kelistrikan saja, Mbak Valen, juga ini mengganggu untuk penerbangan.
08:30Karena penerbangan itu, khususnya di area Wonosobo itu, pernah terjadi ada balon yang menyangkut di baling-baling pesawat.
08:42Jadi memang ini sangat berbahaya, baik bagi penerbangan, juga bagi kelistrikan.
08:49Demikian Mbak Valen.
08:50Baik, terima kasih atas informasi yang sudah dibagikan bersama kami di Kompas Petang Kompas TV,
08:55Manager PLN Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk Wonosobo, Pak Suswoyo.
09:00Salam sehat selalu, Pak. Terima kasih.
Komentar