Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Bank Indonesia kembali menahan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur 16-17 Maret 2026.

Keputusan ini diambil untuk menguatkan nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75 persen pada 16-17 Maret 2026.


Perang Timur Tengah yang belum mereda berdampak signifikan terhadap perekonomian global. Melonjaknya harga minyak dunia berpengaruh terhadap rantai pasok perdagangan antarnegara. Hal ini memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi dunia.

Imbas perang Timur Tengah, penguatan ekonomi nasional terus ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen melalui sinergi erat dengan kebijakan pemerintah.

#timurtengah #rupiah #sukubunga #BI

Baca Juga Penanganan Sampah Dipercepat, Ini Upaya Pemkot Semarang | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/regional/660021/penanganan-sampah-dipercepat-ini-upaya-pemkot-semarang-sapa-pagi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/660025/kuatkan-nilai-tukar-rupiah-dorong-pertumbuhan-ekonomi-bi-tahan-suku-bunga-4-75-sapa-pagi
Transkrip
00:00Saudara Bank Indonesia kembali menahan suku bunga acuan atau BI rate sebesar 4,75% dalam rapat Dewan Gubernur 16
00:08-17 Maret 2026.
00:11Keputusan ini diambil untuk bisa menguatkan nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
00:22Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk menahan suku bunga acuan atau BI rate di level 4,75% pada
00:3016 hingga 17 Maret 2026.
00:32Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 16-17 Maret 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI rate sebesar 4,75%, suku bunga
00:47deposit fasiliti sebesar 3,75% dan suku bunga lending fasiliti sebesar 5,5%.
00:57Keputusan ini untuk memperkuat sahabilitas nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi global akibat perang di Timur Tengah
01:09serta menjaga pencapaian sasaran inflasi 2026-2027 dalam sasaran 2,5% plus minus 1%.
01:19Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal dari kemungkinan ekskalasi perang Timur Tengah
01:33termasuk menempuh langkah-langkah penyelesaian yang diperlukan guna tetap konsisten dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional.
01:46Perang Timur Tengah yang belum meredah berdampak signifikan terhadap perekonomian global.
01:51Melonjaknya harga minyak dunia berpengaruh terhadap rantai pasok perdagangan antar negara.
01:56Hal ini mempengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi dunia.
02:01Imbas Perang Timur Tengah penguatan ekonomi nasional terus ditingkatkan
02:05untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di kisaran 4,9 hingga 5,7% melalui sinergi erat dengan kebijakan pemerintah.
02:14Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tribulan 1,026 diprakirakan meningkat dengan dukungan utama dari permintaan domestik.
02:23Konsumsi rumah tangga diprakirakan tetap kuat sejalan dengan peningkatan permintaan pada periode hari besar keagamaan nasional
02:30yang didukung perbaikan penghasilan di beberapa kelompok pendapatan,
02:35antara lain ditopang oleh pemberian tunjangan hari raya, belanja sosial pemerintah, dan berbagai insentif pemerintah lainnya.
02:42Investasi juga diprakirakan tetap baik, didorong terutama oleh akselerasi investasi pemerintah.
02:51Sementara itu dampak Perang Timur Tengah juga berpengaruh terhadap nilai tukar rupiah.
02:55Nilai tukar rupiah pada 16 Maret 2026 tercatat sebesar 16.985 rupiah per USD,
03:03melemah 1,29 persen point-to-point dibandingkan dengan lepar akhir Februari 2026 sejalan dengan pelemahan mata uang negara non
03:11-US dolar.
03:13Untuk itu Bank Indonesia mengambil sejumlah langkah guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
03:18Salah satunya, Bank Indonesia secara konsisten melakukan intervensi baik di pasar NDF luar negeri,
03:24offshore maupun transaksi spot dan DNDF di pasar dalam negeri.
03:29Selain itu, Bank Indonesia juga memperkuat strategi operasi monitor ProMarket
03:34dan memperkuat kebijakan transaksi pasar palas yang akan mulai berlaku pada April 2026
03:39guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.
03:43Bank Indonesia juga memperkuat ketentuan pelaporan lalu lintas devisa
03:47melalui penyesuaian threshold kewajiban dokumen pendukung transfer dana ke luar negeri dalam palas
03:53dari 100 ribu dolar Amerika menjadi 50 ribu dolar Amerika mulai April 2026.
04:00Dalam sisi sinergi kebijakan, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah
04:06termasuk sinergi yang erat antara kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal
04:11untuk memitigasi dampak ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah
04:15terhadap perekonomian domestik sehingga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga baik.
04:20Sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan, KSSK
04:25juga dipererat terutama untuk mendorong pembiayaan bagi program Astacita Pemerintah.
04:31Tim Liputan Kompas TV
Komentar

Dianjurkan