00:00Saudara Bank Indonesia kembali menahan suku bunga acuan atau BI rate sebesar 4,75% dalam rapat Dewan Gubernur 16
00:08-17 Maret 2026.
00:11Keputusan ini diambil untuk bisa menguatkan nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
00:22Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk menahan suku bunga acuan atau BI rate di level 4,75% pada
00:3016 hingga 17 Maret 2026.
00:32Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 16-17 Maret 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI rate sebesar 4,75%, suku bunga
00:47deposit fasiliti sebesar 3,75% dan suku bunga lending fasiliti sebesar 5,5%.
00:57Keputusan ini untuk memperkuat sahabilitas nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi global akibat perang di Timur Tengah
01:09serta menjaga pencapaian sasaran inflasi 2026-2027 dalam sasaran 2,5% plus minus 1%.
01:19Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal dari kemungkinan ekskalasi perang Timur Tengah
01:33termasuk menempuh langkah-langkah penyelesaian yang diperlukan guna tetap konsisten dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional.
01:46Perang Timur Tengah yang belum meredah berdampak signifikan terhadap perekonomian global.
01:51Melonjaknya harga minyak dunia berpengaruh terhadap rantai pasok perdagangan antar negara.
01:56Hal ini mempengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi dunia.
02:01Imbas Perang Timur Tengah penguatan ekonomi nasional terus ditingkatkan
02:05untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di kisaran 4,9 hingga 5,7% melalui sinergi erat dengan kebijakan pemerintah.
02:14Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tribulan 1,026 diprakirakan meningkat dengan dukungan utama dari permintaan domestik.
02:23Konsumsi rumah tangga diprakirakan tetap kuat sejalan dengan peningkatan permintaan pada periode hari besar keagamaan nasional
02:30yang didukung perbaikan penghasilan di beberapa kelompok pendapatan,
02:35antara lain ditopang oleh pemberian tunjangan hari raya, belanja sosial pemerintah, dan berbagai insentif pemerintah lainnya.
02:42Investasi juga diprakirakan tetap baik, didorong terutama oleh akselerasi investasi pemerintah.
02:51Sementara itu dampak Perang Timur Tengah juga berpengaruh terhadap nilai tukar rupiah.
02:55Nilai tukar rupiah pada 16 Maret 2026 tercatat sebesar 16.985 rupiah per USD,
03:03melemah 1,29 persen point-to-point dibandingkan dengan lepar akhir Februari 2026 sejalan dengan pelemahan mata uang negara non
03:11-US dolar.
03:13Untuk itu Bank Indonesia mengambil sejumlah langkah guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
03:18Salah satunya, Bank Indonesia secara konsisten melakukan intervensi baik di pasar NDF luar negeri,
03:24offshore maupun transaksi spot dan DNDF di pasar dalam negeri.
03:29Selain itu, Bank Indonesia juga memperkuat strategi operasi monitor ProMarket
03:34dan memperkuat kebijakan transaksi pasar palas yang akan mulai berlaku pada April 2026
03:39guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.
03:43Bank Indonesia juga memperkuat ketentuan pelaporan lalu lintas devisa
03:47melalui penyesuaian threshold kewajiban dokumen pendukung transfer dana ke luar negeri dalam palas
03:53dari 100 ribu dolar Amerika menjadi 50 ribu dolar Amerika mulai April 2026.
04:00Dalam sisi sinergi kebijakan, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah
04:06termasuk sinergi yang erat antara kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal
04:11untuk memitigasi dampak ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah
04:15terhadap perekonomian domestik sehingga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga baik.
04:20Sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan, KSSK
04:25juga dipererat terutama untuk mendorong pembiayaan bagi program Astacita Pemerintah.
04:31Tim Liputan Kompas TV
Komentar