- 1 jam yang lalu
Protes bergejolak di tengah rencana Donald Trump untuk melakukan invasi darat ke Iran. Departemen Pertahanan Amerika Serikat berencana mengerahkan tambahan...
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:07Saudara Usai mengembuskan rencana invasi darat ke Iran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump didemo warganya.
00:14Warga Amerika Serikat turun ke jalan sebagai bagian dari gerakan No Kings, gerakan yang muncul sejak Trump memulai mangsa jabatan
00:22keduanya dan meluas saat perang berkecamuk.
00:30Demo di sejumlah kota besar di Amerika terjadi di tengah perang Amerika dengan Iran.
00:35Di Los Angeles, bentrokan terjadi saat polisi mengerahkan gas air mata dan granat asap ke pengunjuk rasa selama demonstrasi nasional
00:42dalam gerakan No Kings yang ditujukan pada Presiden Donald Trump.
00:46Di New York, hampir 8,5 juta penduduk di negara bagian yang mayoritas pendukung Partai Demokrat turun ke jalan menolak
00:53kebijakan Trump.
00:55Di Washington DC, ratusan pendemo bergerak menyusuri jalan-jalan melewati monumen Lincoln dan menuju National Mall sambil meneriakan protes terhadap
01:04pemerintahan Donald Trump yang dinilai otoriter, anti-demokrasi, dan menyalahgunakan kekuasaan.
01:10Setiap hari, membaca pemerintah dan mempercayai. Iran menerima. Venezuela bergerak di sana dan menjelaskan presiden keluar.
01:20Apa yang terjadi dengan orang-orang yang tidak berdokumenta? Saya ingin, itu sangat terkecil setiap hari.
01:27Dan ini berkembang dengan cepat dan penyakit, Anda tidak bisa menjelaskan. Anda menjadi penyakit, tapi kita harus berdiri dan melakukan
01:35sesuatu.
01:37Protes bergejolak di tengah rencana Donald Trump untuk melakukan invasi darat ke Iran.
01:42Departemen Pertahanan Amerika Serikat berencana mengerahkan tambahan pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-82 yang merupakan pasukan elit Angkatan Darat
01:50Amerika Serikat ke kawasan Timur Tengah.
01:53Pengerahan pasukan tambahan ini untuk mendukung operasi militer Amerika Serikat melawan Iran yang masih terus berlanjut hingga pekan keempat.
02:00Divisi Lintas Udara ke-82 Amerika Serikat dapat dikerahkan dalam waktu 18 jam setelah menerima perintah dan memiliki spesialisasi dalam
02:08melancarkan serangan parasut.
02:10Iran pun tak gentar. Komandan Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Ali Jahan Shani memperingatkan Amerika Serikat jika perang darat akan
02:19lebih berbahaya dan mahal.
02:20Pakar Strategi Pusat Pengkajian dan Penerapan Angkatan Udara, Alumni U.S. Air World College, Mars Mateni Purnawirawan Agung Sasongko Jati
02:29menilai pengiriman pasukan yang dikerahkan Amerika Serikat ke Timur Tengah belum mencukupi untuk serangan darat ke Iran.
02:37Biasanya operasi darat itu dengan penumpulan pasukan dahulu dan logistik.
02:41Namun ini tidak kelihatan. Biasanya mereka akan mengirim divisi lapis baja, kemudian artileri, dan itu dikumpulkan di suatu tempat yang
02:50diperkirakan menjadi tumpuan untuk serangan.
02:52Dan saat ini tidak ada tanda-tanda akan melaksanakan invasi. Karena invasi itu harus 300, 400, 500 ribu orang dengan
03:01pelengkapan yang lengkap. Itu namanya invasi.
03:03Baru cukup ampuh untuk menakuti yak lawan untuk kamu lanjut bangga, ayo berunding.
03:10Kalau cuman angkanya masih ribuan, pulang ribu, itu masih belum cukup untuk membuat menjadi leverage atau daya tawarnya.
03:19Rencana pemerintah Amerika Serikat untuk mengirimkan tambahan pasukan elitnya ke Timur Tengah mencuat di tengah klaim Presiden Donald Trump
03:25yang menyebut Iran dan Amerika Serikat tengah dalam proses negosiasi untuk mengakhiri perang.
03:36Presiden Amerika Serikat Donald Trump diguncang demo nasional di negaranya di tengah rencana serangan darat ke Iran.
03:42Apakah gerakan knocking seolah warga Amerika Serikat akan menghentikan perang?
03:47Kita bahas bersama dosen geostrategi dan geopolitik Universitas Sudayana,
03:52Evata Filomeno Borromeo Duarte, dan juga praktisi serta pengajar hubungan internasional synergy policies,
03:59Dina Prapto Raharjo.
04:01Selamat sore Mbak Dina, Mas Evata, terima kasih sudah menyediakan waktunya di Kompas Petang.
04:05Saya akan langsung ke Mbak Dina.
04:07Mbak Dina, ini kan kalau kita lihat di Amerika Serikat, gerakan warganya bisa dikatakan cukup masif.
04:13Apakah gerakan dari warga AS No Kings ini bisa mengintervensi ataupun setidaknya bisa mengubah keputusan Trump
04:22untuk rencananya melakukan invasi darat ke Iran?
04:26Ya, menurut saya ada pengaruhnya ya bahwa hasil polling yang selama ini masih digambarkan cukup partisan,
04:37pendukung Partai Demokrat lah yang lebih cenderung makin anti terhadap tindakan Trump di Iran
04:44versus Republikan yang masih cenderung mendukung, itu kalau dimunculkan di jalan kan tentu efek psikologisnya akan berbeda ya,
04:52terutama berhadapan dengan Presiden Donald Trump yang fokusnya itu sebenarnya sangat politik dalam negeri ya.
04:58Kalau saya lihat dari narasi-narasinya, cara dia menyampaikan pandangan soal Iran belakangan ini,
05:04itu lebih untuk meng-counter statement-statement dari politisi Partai Demokrat juga di dalam negeri.
05:10Dan dia sudah mulai masuk ke frame Donald Trump ya, soal pemilu sela di 2020 ini.
05:18Jadi kalau memang gerakan ini konsisten dan terus dilakukan dan makin kelihatan masif,
05:25saya kira itu pasti ada dampaknya untuk Donald Trump.
05:29Mas Evata, kalau Anda melihat, ini kan sebenarnya Trump juga menyebutkan bahwa invasi darat ke Iran ini menjadi bagian dari
05:37opsi.
05:38Lalu apa sebenarnya indikatornya ketika invasi darat ini benar-benar akan dilakukan?
05:46Baik, terima kasih.
05:48Tentu kita harus membuka landscape ya secara total untuk melihat fenomena ini.
05:54Dalam beberapa catatan memang yang digembar-gemborkan oleh Amerika adalah rencana untuk melakukan invasi darat.
06:00Tetapi dalam data intelijen ini ternyata berbeda.
06:03Yang direncanakan oleh Amerika Serikat adalah pengiriman pesawat-pesawat bomber ditambah dengan kekuatan dari daya ledak yang jauh lebih besar.
06:12Kalau yang terbang ini kurang lebih menggunakan Spirit B2 bomber, ini berarti kekuatan ledakannya bisa sampai 30 ribu pound.
06:20Nah ini yang ternyata terlacak gitu dalam beberapa data, tetapi seperti yang tadi sudah disampaikan bahwa mereka tetap mempersiapkan opsi.
06:31Nah tekanan ini justru membuat Amerika malah nanti ke depannya ketika mereka mungkin kalau menggunakan opsi darat akan terbatas saja.
06:38Karena apa? Ya karena Trump dianggap tidak peduli dengan masyarakat Amerika sendiri.
06:43Dan tekanan politik ini akhirnya dalam tanda kutip bisa membuat Trump cukup ragu gitu.
06:49Trump akhirnya merasa bahwa ini bisa menjadi salah satu opsi yang kontraproduktif.
06:53Inilah bumerang efek yang bisa sangat membahayakan hari politik Trump juga.
06:58Nah kalau Mbak Dina potensinya akan meluas tidak sih gerakan dari domestik Amerika Serikat ini sendiri?
07:05Gerakan di Amerika Serikat menurut saya meluasnya jika informasi seputar perang Iran ini semakin sering digaupkan.
07:14Dan masyarakat itu cenderung ya di Amerika Serikat itu melihatnya faktor bahwa Iran itu menjadi ancaman buat Amerika Serikat.
07:22Nah kalau hal itu dipatahkan, kalau hal itu ternyata misalnya ya soal krisis energi semakin buruk.
07:29Kemudian kemarin dengan Bahrain diserang juga oleh Yemen ya untuk industri aluminiumnya.
07:40Itu kan berarti supply chain yang ada di dunia ini terkait berbagai macam industri sudah mulai akan terdampak.
07:47Nah efeknya itu yang seperti itu yang kemudian dibicarakan di masyarakat yang akan membuat orang jadi lebih paham bahwa sebenarnya
07:53ada keterkaitannya apa gitu.
07:55Karena kalau untuk orang awam di Amerika Serikat masih abstrak gitu ya di mata mereka yang disebut dengan bahaya dari
08:02Iran itu sebenarnya apa gitu.
08:04Jadi kalau itu bisa dirasakan bentuk konkretnya ke masyarakat bahwa Iran itu sebenarnya bukan menjadi sumber masalah tetapi Trump sendiri
08:14nah itu saya kira akan bisa lebih meluas dampaknya.
08:17Selain itu mungkin terorisme ya saya tuh mulai berpikir kalau memang lebih banyak orang yang benci terhadap Amerika Serikat bukan
08:25mustahil sebenarnya counter intelligence itu juga akan masuk ke dalam Amerika Serikat.
08:30Dan itu yang mungkin akan membahayakan orang-orang di sana lebih lanjut.
08:34Mas Sefata kalau dalam hitung-hitungan Anda dalam kalkulasi Anda sebenarnya invasi darat ini memangkah menjadi bagian dalam strategi perang
08:46Trump atau sebenarnya hanya sekadar ancaman saja atau bagian dari instrumen negosiasi dengan Iran?
08:55Baik, pertama Trump ini butuh satu alasan besar untuk mengatakan pada dunia bahwa kami memang benar-benar menang perang.
09:03Kalau alasan itu tidak diberikan dengan tekanan politik yang makin luar biasa membuat Trump sendiri akhirnya berpikir berkali-kali ya
09:12untuk melihat kembali kalkulasi-kalkulasi yang ada dan dalam catatan juga mereka nanti malam akan mengadakan rapat khusus.
09:20Nah tentu ini semua akan dibahas. Maka sebenarnya kita perlu melihat bahwa invasi darat itu memang sudah terjadi cukup lama.
09:28Di timur tengah pasukan Amerika itu kurang lebih sekitar 50 ribu itu sudah stay di sana.
09:33Nah kalau ditambah dengan Airborne 82 yang merupakan salah satu kekuatan terbesar dari para tupernya mereka ini tentu menambah keseriusan
09:44Amerika Serikat.
09:44Dan Amerika Serikat memang tidak meninggalkan perang nanti ke depannya. Tetapi dia akan mengurangi pembahasan isu ini.
09:51Agar masyarakat teralihkan. Mungkin akan ada kebijakan-kebijakan populis ya.
09:56Dan nanti mungkin akan memimpin operasi ke depan adalah Israel bersama dengan negara-negara Teluk.
10:00Tapi negara Teluk juga mulai merasa bahwa tujuan utama kita seperti apa?
10:04Akan tetapi yang tidak bisa ditinggalkan dalam situasi dan eskalasi hari ini adalah momentum.
10:09Momentum ini yang nanti mau didilai apakah dilanjutkan, apakah dipulangkan sekalian atau tidak dilanjutkan.
10:16Maka saya melihat sebenarnya pemadatan pasukan yang terjadi ini makin lama makin meningkat.
10:22Dan Amerika terlihat makin jodohan.
10:24Ini yang nanti akan dikalkulasi ulang oleh Amerika dan juga mungkin negara-negara yang terkait dengan sekutunya.
10:31Tapi bagaimana menurut Anda terkait dengan keseriusan Amerika Serikat untuk melakukan invasi darat?
10:38Karena kita tahu informasi terbaru adalah USS Massachusetts kapal selam sudah bergabung dengan Navy Amerika Serikat.
10:46Untuk ikut dalam peperangan melawan Iran ini?
10:53Mas Hefata?
10:57Oh ya baik.
10:59Pertama kita melihat bahwa seluruh yang dikelahkan oleh Amerika Serikat ini adalah bagian dari leverage juga.
11:07Jadi Donald Trump ini kan seorang yang cukup transaksional lah.
11:11Kita tidak bisa mengatakan bahwa Donald Trump cukup ideologis.
11:13Meskipun gerakan-gerakan politik dia, make America great again dan lain sebagainya itu kan terlihat sangat ideologis.
11:19Tetapi dia tidak segan-segan untuk mengatakan mundur dalam situasi yang cukup tercekik kali ini.
11:23Nah maka dari itu ketika kita melihat bahwa tekanan-tekanan di dalam dunia politik Amerika ternyata cukup tidak begitu memberikan
11:33represi yang sangat kuat ya.
11:35Maka perang ini dan juga pemadatan pasukan ini menjadi bukti nyata bahwa mereka cukup serius.
11:40Dan inilah yang tadi saya sampaikan bahwa Trump sangat butuh alasan, Trump sangat butuh propaganda untuk dikatakan pada dunia bahwa
11:47kami benar-benar menang.
11:48Meskipun dia menunjukkan satu situasi showmanship ya, jadi good cop, bad cop dia mengatakan begini terus nanti jamnya berbeda.
11:56Tetapi ini adalah bagian dari skenario yang mereka siapkan agar tidak terbaca.
12:00Nah kemungkinan terburuknya kalau ini akhirnya menjadi kenyataan, maka titik cekik terhadap energi dunia akhirnya meledak juga gitu.
12:05Menjadi kerugian terbesar.
12:07Nah dan satu hal yang paling perlu kita hitung adalah demonstrasi di Iran itu sudah mulai terus digalakan oleh Amerika
12:15Serikat dengan intelijen-intelijennya bersama dengan Israel.
12:17Ini kan tanda bahwa mereka memainkan opsi-opsi apapun lah untuk memenangkan perang ini.
12:23Oke, Mbak Dina jika aksi unjuk rasa, aksi demonstrasi di dalam negerinya di Amerika Serikat terhadap penolakan Presiden Trump yang
12:32akan melakukan invasi darat kepada Iran.
12:35Apalagi sebenarnya faktor-faktor lainnya yang setidaknya bisa mempengaruhi pemikiran Trump sendiri?
12:42Satu yang tidak bisa dikendalikan oleh Trump langsung sebenarnya adalah apa yang bergerak di Timur Tengah.
12:50Satu faktor yang kita lihat lagi sudah mendeklarasikan diri masuk membantu Iran itu adalah Irak, kemudian Houthi di Yemen.
13:00Dan kita bisa lihat dengan situasi tersebut, pada dasarnya negara tetangga langsung dari negara-negara yang bergerak itu seperti Saudi
13:09Arabia itu sebenarnya dalam posisi sangat tegang ya.
13:13Sangat berharap bahwa sudah lah Amerika Serikat nggak usah cuma ngomong aja melontarkan bluffing-bluffing.
13:19Kalau mau serang, serang. Dan ini Amerika Serikat kan baru saja kemarin Trump, bulan hari Kamis ya, bilang mundur lagi
13:27nih deadline-nya untuk serangan ke tanggal 6 April.
13:31Durasi waktu mundur itu kan menciptakan ketidakpastian.
13:34Sementara dari pihak Houthi itu justru semakin yakin ya, semakin ingin menghancurkan secepat-cepatnya seluruh jalur-jalur konektiviti untuk perdagangan
13:48Israel.
13:49Jadi saya kira yang akan dilumpuhkan, tapi juga tetap akan punya resiko ya, itu rudal jatuh di tempat yang tidak
13:56seharusnya, itu di Timur Tengah.
13:58Sehingga karena Houthi itu berbatasan langsung juga dengan Saudi, kemudian Houthi juga punya independensi, dia juga bisa bergerak langsung misalnya
14:07menutup selat yang lain di Bab el-Mandeb misalnya,
14:11itu maka risiko ketegangan di sana, kekacauan di Timur Tengah, termasuk juga di Bahrain itu sekarang sudah mulai ada pengajaran
14:19ya terhadap kelompok-kelompok Syiah yang sebenarnya mayoritas di Bahrain,
14:23tapi ditekan oleh kelompok Sunni yang berkuasa. Sehingga kekacauan di tingkat masyarakat di daerah Timur Tengah, itu kan satu faktor
14:31yang nggak dihitung sepenuhnya oleh Trump ya.
14:34Dan itu risikonya bisa muncul menjadi pressure politik juga dari negara-negara yang sebenarnya mungkin diharapkan menjadi pendukung Trump di
14:43Timur Tengah.
14:43Ya, dan memang kalau kita lihat situasinya saat ini warga Amerika Serikat banyak yang bergerak. Lalu apa sebenarnya pertaruhan Trump
14:52dalam perang Iran saat ini?
14:54Kita masih akan membahasnya selepas jeda tetap bersama kami di Kompas Petang.
15:10Terima kasih Anda masih bersama kami di Kompas Petang.
15:13Saudara, sejumlah warga di Amerika Serikat terus melakukan aksi demonstrasi untuk menentang keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump
15:23yang berencana untuk melakukan invasi darat ke Iran maksud kami.
15:27Saya ke Mas Evata. Mas Evata kalau Anda melihat urgensi dari invasi darat ini yang akan dilakukan Presiden Amerika Serikat
15:36Donald Trump
15:37sebenarnya seberapa efektif serangan darat ini bagi Amerika Serikat?
15:44Karena kita tahu saat ini juga kekuatan dari Iran masih terus mengklaim bahwa negaranya masih kuat dan amunisi perangnya juga
15:52diklaim masih kuat.
15:55Ya, baik. Jika ditanya seberapa efektif tentu Amerika Serikat sudah berhitung ya secara maksimal.
16:04Meskipun hitungan ini kan belum terbukti nanti ke depannya apakah efektif atau tidak.
16:08Dan ketakutan dari Amerika Serikat apabila invasi darat ini malah menciptakan kos terhadap perang yang makin tidak bisa terkendali.
16:17Ini menjadi salah satu titik lemah dari Amerika dan dibaca oleh publik internasional sebagai bagian dari yang tidak jelas.
16:24Tujuan perang ini kemana?
16:26Tetapi sebenarnya mendorong ini semua bisa kita katakan ada negara-negara teluk.
16:30Negara-negara teluk itu mempersiapkan armada-armada mereka, kekuatan udara mereka,
16:36dan mereka meyakinkan Amerika untuk melakukan serangan.
16:38Sehingga Amerika ini akhirnya terjebak dan tidak mau keluar.
16:41Ini terbukti dari beberapa catatan-catatan khusus ya.
16:44Mereka mengatakan bahwa serangan ini hanya akan berhenti atau perang ini hanya akan berhenti
16:50apabila Selat Hormuz tidak digunakan sebagai senjata oleh Iran begitu.
16:54Maka ini kan jadi kontradiktif.
16:56Kita melihat bahwa Amerika...
16:57Tapi di satu sisi Selat Hormuz adalah bagian dari kekuatan Iran sendiri untuk tetap bertahan.
17:03Betul.
17:04Maka yang nanti akan dikuasai oleh Amerika Serikat dalam rencananya mereka akan menguasai Pulau Karp.
17:09Ketika Pulau Karp ini nanti dikuasai, bahkan Delta Force dan juga beberapa kekuatan-kekuatan armada
17:17tempur darat mereka ini memang berupaya untuk menguasai wilayah tersebut.
17:21Dan nanti akan ada pembukaan paksa.
17:23Kita melihat Iran luar biasa sekali mereka menekankan lagi bahwa kami masih memiliki Hormuz
17:28dan hari ini ditutupkan.
17:29Nah ini tanda bahwa Iran siap gitu apabila dengan seluruh skenario yang ada.
17:33Nah maka kita nanti akan menunggu apakah ini akan cukup efektif atau tidak.
17:38Tetapi biasanya mereka akan menggunakan serangan udara dulu,
17:40habis itu menggunakan serangan laut, baru nanti serangan darat ketika semua sudah clear.
17:44Dan ini tanda bahwa perang ini bisa saja cukup lama.
17:47Mbak Dina kalau saat ini Amerika Serikat dan Israel menyatakan kedua negara masih sangat konsisten
17:55untuk melakukan penguasaan di Iran itu sendiri.
17:58Tapi di satu sisi Iran juga sudah didukung oleh Houthi dan juga Hezbollah.
18:04Bagaimana kita melihat dari peta kekuatan kedua bagian ini?
18:09Kalau saya melihat Iran itu tidak dalam posisi untuk stop.
18:15Jadi dia akan tetap terus menyerang meskipun proses negosiasi yang diklaim Pakistan juga sedang berjalan.
18:21Dan saya di sisi diplomasi saya yakin sebenarnya memang ada upaya-upaya ya.
18:25Komunikasi itu saya kira ada dan pressure itu dari Pakistan itu ada.
18:30Karena bagaimanapun juga perlu Iran mulai mengurai.
18:34Dan saya lihat Iran itu jauh lebih cerdik ya.
18:36Dia sudah mulai mengurai masalah ini, urusan ekonomi untuk dia itu tetap bisa jalan.
18:42Buktinya dia sudah punya toll booth ya.
18:45Yang boot laut yang kemudian negara-negara harus mempersiapkan.
18:50Itu tadi urusan teknisnya itu harus beres baru bisa kuat ya di Selat Hormuz.
18:54Dan dia sudah bikin jalur baru di Selat Hormuz.
18:57Di mana kapal-kapal diteliti dulu masuk, selesai bayar, baru dia bisa lewat.
19:02Artinya, kalaupun perang masih berlanjut, Iran sudah punya amunisi baru.
19:07Dan dari segi dukungan seperti misalnya dari Rusia,
19:14itu sudah dideklarasikan oleh Menteri Luar Negeri Rusia bahwa informasi-informasi yang dibutuhkan oleh Iran
19:23itu disediakan oleh Rusia.
19:26Artinya, kalau kita bicara soal strategi sementara yang dipakai oleh Iran,
19:30yaitu tit for tat.
19:31Tit for tat itu artinya kalau Amerika menyerang infrastruktur dia,
19:35dia akan serang balik infrastrukturnya.
19:37Itu terbukti efektif dan ampuh untuk membuat Amerika Serikat mundur.
19:42Dan Amerika Serikat saat ini belum mendapatkan dukungan yang konkret ya.
19:46Dari NATO tidak.
19:47Dari negara-negara teluk juga tidak.
19:50Dan kita sudah bisa melihat bahwa aksi atau statement dari Donald Trump
19:54yang mulai mengejek ya negara seperti Inggris kemarin,
19:58terus hari ini untuk Saudi Arabia, pangerannya pun dihina ya.
20:04Itu sudah menunjukkan bahwa dia sebenarnya dalam posisi yang terjepit.
20:08Silahkan menyelesaikan sendiri.
20:09Dan semua orang mendorong bahwa Amerika Serikat harus menunjukkan
20:13dia memang bisa menyelesaikan masalah ini sendiri.
20:15Itu menurut saya satu tekanan yang besar sebenarnya
20:18untuk seorang yang egonya begitu besar seperti Trump.
20:21Tapi Mbak Dina, apakah ini artinya seperti yang Anda sebutkan tadi
20:24bahwa seakan Iran memiliki kekuatan baru lagi?
20:27Dan apakah ini artinya instrumen negosiasi yang berjumlah 15 poin
20:31yang sempat diajukan Amerika Serikat, Donald Trump,
20:36ini memang tidak digubris oleh Iran itu sendiri?
20:40Tidak mungkin digubris.
20:41Karena dia sudah bilang 1, 2, 3 poin utama yang tidak bisa dinegosiasikan
20:45adalah Iran tidak boleh punya program nuklir sama sekali.
20:48Sementara beberapa titik itu tidak mungkin.
20:51Pertama, Iran itu sebenarnya anggota dari NPT.
20:55Dan sekarang sedang dibicarakan NPT itu Non-Proliferation Treaty.
20:58Jadi sebenarnya negara lain yang ada di luar treaty,
21:02Pakistan, India, sama Israel, itu tidak masuk di NPT.
21:06Itu justru sekarang mengembangkan nuklir sampai mereka punya puluhan ya
21:12pembangkit listrik tenaga nuklir dan menggunakan nuklir untuk berbagai senjata,
21:16rudalnya juga banyak ya.
21:18Kudu ledaknya juga banyak di India, Pakistan, dan Israel.
21:22Sementara yang selama ini dipantau,
21:25Iran dan dia masih menjadi anggota,
21:27itu justru ditekan terus.
21:29Jadi kan tidak mungkin dari segi geografis,
21:32sebenarnya kan Iran dalam posisi yang harus menjaga diri juga.
21:35Kalau sekelilingnya punya senjata nuklir,
21:37bagaimana dia menjaga dirinya.
21:39Dan kita lihat di situ,
21:41Parlemen Iran sekarang dalam posisi ingin keluar dari NPT.
21:44Dan ini negara-negara lain sedang berusaha,
21:46jangan sampai ini terjadi.
21:48Karena kita sudah lihat juga Korea Utara,
21:51yang sudah keluar lebih dulu dari NPT,
21:53sekarang sudah mulai tunjuk kekuatan ya.
21:57Dan negara di sekitarnya kemudian menjadi panas nih,
21:59Korea Selatan juga sudah mulai bergerak.
22:02Jadi menurut saya logika untuk menghentikan program nuklir,
22:07tidak bisa dilakukan secara unilateral.
22:09Dulu JCPOA itu dipikir dengan matang,
22:12karena negara yang punya program nuklir,
22:15juga harus terlibat.
22:16Tidak mungkin bisa dijalankan,
22:19dijamin sendirian dengan model transaksional dari Trump,
22:22untuk mencegah Iran tidak punya program nuklir.
22:25Oke, Mas Hefata kalau kita mencoba mengkalkulasi,
22:29menghitung-hitung jika memang invasi darat Amerika Serikat
22:33benar dilakukan.
22:35Ini peta kekuatannya akan seperti apa?
22:38Kalau kita tahu Iran seakan tidak gentar,
22:42justru menerima dan menunggu pasukan Amerika Serikat
22:46untuk melakukan serangan darat.
22:48Sementara Amerika Serikat diketahui sudah menyiapkan
22:51ribuan tentaranya, bahkan 3 ribu di antaranya adalah marinir
22:55untuk melakukan invasi darat ini?
22:58Ya, baik.
23:00Maka yang perlu kita perhatikan adalah
23:03bagaimana Amerika Serikat mencoba semaksimal mungkin
23:07untuk memadakan pasukan,
23:09menambah pasukan terus-menerus.
23:11Mereka menambah pasukan yang sebenarnya
23:12di wilayah Timur Tengah itu sudah cukup banyak.
23:15Dan kita juga bisa melihat bahwa masih dalam konfirmasi
23:18terkait dengan pemimpin dari Parlamen Iran
23:21yang akhirnya dibunuh dalam beberapa laporan.
23:25Dikatakan bahwa Bager, Muhammad Bager itu sudah meninggal.
23:30Nah, dalam beberapa catatan-catatan intelijen,
23:33kita bisa melihat bahwa sebenarnya yang mampu
23:34untuk berbicara secara konkret dengan dunia internasional itu
23:37hanya Menteri Luar Negeri dan juga Parlamen ini.
23:40Ketika keduanya ini menjadi target yang diserang oleh Israel,
23:44maka tidak ada opsi lagi untuk melakukan negosiasi
23:47dan harus ada eskalasi secara total begitu.
23:50Nah, kita bisa melihat bahwa inilah yang dimanfaatkan oleh Amerika Serikat
23:54bersama dengan negara-negara terluk yang kebetulan memiliki
23:57satu semangat ideologis untuk menekan Iran
24:00dan mereka mempersiapkan kekuatan udara,
24:03bahkan juga mereka menambah lagi armada-armada darat.
24:06Kita bisa melihat bahwa Israel sudah mempersiapkan
24:08komponen cadangan mereka, pasukan mereka sekitar 400 ribu.
24:11Meskipun sebenarnya Israel juga sudah mulai kehabisan ya,
24:16stok-stok bom dan lain sebagainya.
24:17Tetapi yang dilakukan Amerika ini masih banyak gitu.
24:20Dia masih memiliki banyak opsi.
24:22Nah, opsi-opsi inilah yang nanti ke depannya akan dilakukan
24:25dalam serangan yang terbatas.
24:27Maksud saya adalah,
24:27mereka tidak akan melakukan invasi secara total ke wilayah-wilayah terdalam ya.
24:31Mereka mungkin hanya menguasai pulau karb ya,
24:34terus mereka tidak akan mungkin,
24:35mereka akan mengebom titik-titik di mana ada torpedo,
24:39di mana ada rudal,
24:40mereka akan melakukan pembersihan di Selat Hormuz ya,
24:42terkait dengan berapa ranjau-ranjau ya,
24:45yang selama ini dipasang,
24:47yang akhirnya menyebabkan kapal-kapal kesulitan.
24:49Nah, itu saja yang akan dilakukan Amerika.
24:50Mereka tidak akan benar-benar secara total.
24:52Tetapi kalau Israel dan negara-negara terluk,
24:54ini akan jauh lebih dalam titiknya gitu.
24:56Sehingga regime change dan lain sebagainya,
24:59ini menjadi salah satu opsi yang nanti akan dilakukan.
25:01Kalau terjadi, baru mereka akan berhenti.
25:03Selama Selat Hormuz itu akhirnya dibuka secara publik
25:06dan sesuai dengan kepentingan mereka sendiri.
25:08Tapi di lain pihak, Mas Hefata,
25:11ini kan banyak pihak yang mengklaim
25:14apa yang diucapkan Donald Trump
25:15seakan-akan tidak bisa dipegang seperti itu.
25:18Ada beberapa hal misalnya,
25:19menunda serangan ketika berencana untuk melakukan
25:25serangan kepada pembangkit listrik di Iran,
25:29kemudian ditunda,
25:30dan saat ini juga kembali menunda serangan.
25:33Apakah ini bisa menjadi pegangan lagi
25:34terkait dengan kekuatan AS?
25:37Ya, ini kan strategi beli waktu ya,
25:39buying time gitu.
25:41USS Tripoli juga tidak bisa langsung tiba-tiba merapat.
25:44Mereka juga pasti akan mengkalkulasi
25:45kapan efektifnya.
25:47Terus ditambah juga bahwa dalam berapa catatan,
25:50sekarang sudah ada berapa bomber-bomber
25:51yang memang sudah disiapkan.
25:53Nah, ini kan memerlukan waktu.
25:54Mengingat bahwa Amerika Serikat ini juga
25:56tidak bisa melakukan satu serangan
25:58yang kontraproduktif dengan mereka.
26:00Donald Trump ini orangnya cukup teliti
26:02dan dia tuh tipenya tidak mau rugi.
26:04Mungkin ini kontradiktif ya
26:05dengan apa yang berkembang.
26:07Seolah-olah kayak dia tuh melakukan
26:08opsi-opsi yang ngaur dan lain sebagainya.
26:10Tetapi ini masih dalam prediksinya begitu.
26:12Maka saya sempat menyampaikan
26:15ini adalah bagian dari strategi
26:17showmanship yang dikeluarkan oleh
26:19Donald Trump.
26:20Dan kita harus hati-hati melihat bahwa
26:21ada rencana besar di belakang itu
26:24yang mau direncanakan oleh Donald Trump.
26:26Tetapi dia menginginkan publik tidak membaca.
26:28Sehingga tekanan-tekanan hinaan-hinaan itu
26:30mungkin ini adalah satu spekulasi liar ya.
26:33Tetapi kita bisa baca.
26:34Kenapa tidak yang dihina itu marah begitu?
26:37Kenapa marah mereka
26:38seolah-olah tunduk patuh dan mau melanjutkan?
26:41Kita lihat, Inggris meskipun tidak setuju
26:43tapi malah mendukung.
26:45Dan negara-negara lain malah mendukung.
26:46Nah, ini ada apa?
26:48Coba, kalau dari Mbak Dina sendiri
26:49Mbak Dina sepakat bahwa ini sebenarnya
26:51bagian dari strategi Trump sendiri?
26:54Saya pikir kita juga punya
26:57harus punya sudut pandang yang berbeda ya.
27:00Karena Donald Trump itu
27:01menginginkan posisi Amerika
27:04isolasyonis.
27:05Dan kali ini saya dia mendapatkan itu.
27:08Karena negara-negara yang lain itu
27:10memilih untuk menunggu justru
27:12dan melihat dan sudah mulai mengecam ya
27:15bahwa sebenarnya dengan strategi Trump
27:16yang maju mundur ini
27:18yang lebih untung itu sebenarnya
27:19justru musuh-musuh sekutunya Amerika Serikat
27:22seperti EU, Uni Eropa.
27:24Rusia itu lebih untung
27:26karena sekarang minyaknya dicari di mana-mana.
27:28Dan bahkan Filipina udah beli dari sana gitu kan.
27:32Kemudian China itu juga dalam posisi
27:35menunggu karena dia tepuk tangan juga.
27:37Dia juga tidak punya rugi sama sekali
27:40dalam hal ini.
27:41Justru dia bisa tetap membantu
27:43menunjukkan setiakawan pada Iran
27:45sebagai anggota Afriks
27:46dan jalan terus.
27:48India dalam posisi
27:50mempersiapkan diri sebagai
27:51major power
27:52karena dia juga punya
27:54nuklir gitu.
27:55Program nuklir
27:56dan itu gak disentuh-sentuh
27:57oleh Amerika Serikat
27:58atau negara yang lain pun.
27:59Jadi
28:00menurut saya sih
28:02justru kita harus
28:03membayangkan juga
28:04bahwa Trump itu miopik.
28:05Dia tidak punya sudut pandang
28:07yang jauh.
28:08Sehingga
28:09kalau menurut saya sih
28:10negara-negara
28:11di seluruh India itu
28:12justru ingin menjurmuskan dia.
28:13Yaudah, kalau memang kau mau jalan sendiri
28:16tidak ada koordinasi
28:17satu-satunya yang saya masih berpikir
28:19ada gak ya dia koordinasi
28:21dengan Saudi Arabia
28:21karena
28:23kalau Saudi itu kan
28:24negara yang paling besar
28:25yang hampir sama
28:26besarnya dengan Iran
28:27ya dari segi teritori
28:28itu
28:29pasti dia ada di perlintasan
28:31yang harus dilalui oleh Amerika Serikat
28:33apakah
28:34mereka akan ikut menerjunkan
28:37ground troops.
28:38Kalau dia menurunkan
28:39ground troops
28:40risiko perluasan perang
28:42dan
28:43dangernya justru lebih besar juga
28:45tapi
28:46minimal paling gak
28:47kelihatan disitu
28:48bahwa Amerika gak sendiri
28:49tapi kalau ternyata
28:50Saudi memilih untuk
28:52silahkan saja
28:52pakai fasilitas saya
28:54tapi saya gak mau ikut-ikut
28:55itu kan berarti
28:56kita akan melihat
28:57bahwa pada satu titik
28:58Amerika pasti exit
29:00tapi dengan
29:02catatan ya
29:03negara-negara lain
29:04kemudian bisa melihat
29:05bahwa Amerika Serikat itu
29:06ternyata
29:06punya attitude
29:07tertentu yang
29:08tidak dianggap
29:10sebagai penyedia
29:11keamanan di kawasan.
29:13Ya baik
29:13terima kasih Mbak Dina Prapto
29:15dan juga
29:15Mas Evata Filomeno
29:17sudah berbagi perspektif
29:18di Kompas Petang
29:19sore hari ini.
29:20Terima kasih
29:20selamat sore
29:21salam sehat selalu
29:22oh sorry
29:23terima kasih
29:24selamat menikmati
Komentar