Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Amerika Serikat mengklaim mengajukan syarat untuk mengakhiri perang dengan Iran, bukan sekadar gencatan senjata, melainkan tuntutan yang menyentuh jantung kekuatan strategis Teheran.

Namun Iran mengklaim, Donald Trump hanya bernegosiasi dengan dirinya sendiri.

Amerika Serikat dilaporkan mengirimkan proposal yang berisi 15 poin kepada Iran sebagai upaya mengakhiri konflik yang tengah berlangsung.

Dua poin di antaranya mencakup pembatasan ketat terhadap program nuklir Iran serta pembukaan kembali Selat Hormuz.

Sebagai imbalannya, Iran akan mendapat penghapusan seluruh sanksi yang selama ini dikenakan.

Rencana kesepakatan dengan Iran yang disampaikan Trump ditepis militer Iran.

Juru bicara markas besar militer Iran, Ibrahim Zulfa-Ghari, mengejek kesepakatan atau negosiasi yang tengah diupayakan Trump sebagai "negosiasi dengan diri mereka sendiri".

Zulfa-Ghari menyebut negara yang mengklaim sebagai kekuatan super global pasti sudah keluar dari kekacauan akibat perang ini jika memang mampu.

Zulfa-Ghari menuding Trump berupaya menyamarkan kekalahan sebagai kesepakatan.

Dengan percaya diri, Trump menyebut kemenangan berada di pihak Amerika Serikat.

Menurut Trump, saat ini Iran tidak lagi memiliki angkatan laut maupun angkatan udara.

Pesawat Amerika disebut bisa terbang bebas di atas Teheran atau wilayah lainnya di Iran.

Trump mengklaim Iran tidak bisa berbuat apa-apa lagi, termasuk jika Amerika akan menghancurkan pembangkit listrik mereka.

Namun klaim Trump berbanding terbalik dengan realita pertempuran di Timur Tengah.

Iran masih terus melakukan perlawanan dengan menembakkan rudal.

Islamic Revolutionary Guard Corps juga merilis video serangan yang diklaim berhasil menembak jatuh jet F-18 milik Amerika Serikat.

Di tengah klaim negosiasi, Amerika Serikat justru menggelar kekuatan militernya.

Amerika Serikat akan mengirim ribuan tentara tambahan dari Divisi Lintas Udara ke-82 elit angkatan darat ke Timur Tengah.

#perang #iran #as #timurtengah

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/659686/as-klaim-ajukan-proposal-akhiri-perang-iran-trump-negosiasi-dengan-dirinya-sendiri-berut
Transkrip
00:00Kita beralih ke topik kedua saudara.
00:03Di tengah barah konflik yang belum padam, Amerika Serikat mengklaim mengajukan syarat untuk mengakhiri perang dengan Iran.
00:10Bukan sekadar gencatan senjata, melainkan tuntutan yang menyentuh jantung kekuatan strategis Teheran.
00:16Namun Iran mengklaim Donald Trump hanya bernegosiasi dengan dirinya sendiri.
00:21Lalu benarkah negosiasi benar-benar terjadi atau ada maksud lain dibalik klaim Donald Trump?
00:31Amerika Serikat dilaporkan mengirimkan proposal yang berisi 15 poin kepada Iran sebagai upaya mengakhiri konflik yang tengah berlangsung.
00:42Dua poin diantaranya mencakup pembatasan ketat terhadap program nuklir Iran serta pembukaan kembali selat hormus.
00:51Sebagai imbalannya, Iran akan mendapat penghapusan seluruh sanksi yang selama ini dikenakan.
01:04Rencana kesepakatan dengan Iran yang disampaikan Trump ditepis militer Iran.
01:10Jurubicara Markas Besar Militer Iran, Let's Call Ibrahim Zulfagari,
01:14mengejek kesepakatan atau negosiasi yang tengah diupayakan Trump sebagai negosiasi dengan diri mereka sendiri.
01:21Zulfagari menyebut negara yang mengklaim sebagai kekuatan super global pasti sudah keluar dari kekacauan akibat perang ini jika memang mampu.
01:31Zulfagari menuding Trump berupaya menyamarkan kekalahan sebagai kesepakatan.
01:43Dengan percaya dirinya, Trump menyebut kemenangan berada di pihak Amerika Serikat.
01:49Menurut Trump, saat ini Iran tidak lagi memiliki angkatan laut maupun angkatan udara.
01:54Pesawat Amerika bisa terbang bebas di atas Teheran atau wilayah di Iran.
02:01Di tengah klaim negosiasi, Amerika Serikat justru menggelar kekuatan militernya.
02:08Amerika Serikat akan mengirim ribuan tentara tambahan dari Divisi Lintas Udara ke-82 Elit Angkatan Darat ke Timur Tegah.
02:16Divisi Lintas Udara ke-82 pernah melakukan pergerakan serupa pada tahun 2020 setelah pembunuhan komandan Iran, Qasim Suleiman.
02:30Memasuki pekan keempat perang Iran, pemerintah Trump diperkirakan akan mengirimkan ribuan tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 Elit Angkatan
02:40Darat ke Timur Tegah.
02:41Namun hingga kini, belum disebutkan kapan dan kemana pasukan militer Amerika Serikat tersebut akan diberangkatkan dan ditempatkan.
02:54Eskalasi konflik di Timur Tegah semakin memanas.
02:58Mulai dari serangan rudal yang dilancarkan hingga manuver diplomatik dari sejumlah negara.
03:03Di tengah membalas serangan Amerika Serikat Israel, Iran mengizinkan kapal yang bukan menjadi sekutu Amerika Serikat melintasi Selat Horbus.
03:11Di sisi lain, Amerika Serikat mengklaim sepihak telah memenangkan pertempuran.
Komentar

Dianjurkan