Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Saat ini Kementerian Luar Negeri bersama Pertamina Internasional Shipping, mulai membahas teknis dua kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz.

Kemlu menyebut pemerintah Iran memberi sinyal positif untuk perlintasan dua kapal Pertamina.

Pemerintah pun memastikan akan menyiapkan kebutuhan teknis agar kapalnya bisa segera melintasi Selat Hormuz.

Melalui keterangan tertulis, juru bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl Mulachela, menyatakan, Kemlu dan KBRI Tehran berkoordinasi dengan pihak Pertamina, bahwa Iran sampaikan pertimbangan positif atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz.

Untuk memperbincangan upaya diplomasi Indonesia, di tengah peran Iran - Amerika Serikat, terutama yang membawa dampak untuk kepentingan nasional, termasuk masih belum diizinkannya kapal-kapal Indonesia untuk melintasi Selat Hormuz oleh Iran, sudah bergabung melalui sambungan virtual, dosen hubungan internasional Universitas Bina Nusantara Tia Mariyatul Qibtiyah.

Baca Juga Kementerian ESDM Perkuat Koordinasi, Pastikan Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz Aman di https://www.kompas.tv/ekonomi/659650/kementerian-esdm-perkuat-koordinasi-pastikan-kapal-tanker-pertamina-di-selat-hormuz-aman

#selathormuz #pertamina #iran

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/659683/full-2-kapal-pertamina-tertahan-di-selat-hormuz-dosen-hi-binus-kritisi-diplomasi-kemenlu
Transkrip
00:00Untuk memperbincangkan upaya diplomasi Indonesia di tengah perang antara Iran, Amerika Serikat terutama yang membawa dampak untuk kepentingan nasional,
00:11termasuk masih belum diizinkannya kapal-kapal Indonesia untuk melintasi Selat Hormuz oleh Iran,
00:16sudah bergabung melalui sambungan virtual dosen hubungan internasional Universitas Bina Nusantara Tia Mariatul Kiptia.
00:23Mbak Tia ada dua kapal tanker Pertamina, ada Pride dan juga Gamsunoro yang sudah tertahan sejak awal Maret 2026 akibat
00:34blokade di Selat Hormuz oleh Iran.
00:37Dan per 28 Maret kemarin, Kementerian Luar Negeri ini juga sudah memberikan pernyataan bahwa sudah mendapatkan respon positif dari Iran.
00:47Menurut Mbak Tia, sejauh mana efektivitas dari diplomasi bilateral kita saat ini?
00:53Mudah-mudahan segera keluar dari Selat Hormuz ya, karena memang energi itu sangat dibutuhkan Mbak Putu, sangat esensial.
00:59Dan saya cukup kecewa untuk Kementerian Luar Negeri pada periode ini,
01:03karena kita mempunyai sejarah yang cukup bagus mengenai Kementerian Luar Negeri kita,
01:07mulai dari masanya Pak Hasan Wirayuda, Pak Marti, Natalegawa, Pak Ali Alatas,
01:13kalau kita tarik lebih jauh lagi, lebih panjang lagi.
01:16Kemudian Ibu Retno yang terakhir, saya pikir ini agak sedikit mengecewakan.
01:22Mbak Putu seharusnya Indonesia tidak mengalami tertahannya kapal tanker Pertamina di Selat Hormuz,
01:29karena berdasarkan sejarah kita mempunyai hubungan diplomatik yang cukup baik dengan Iran.
01:34Dari segi culture, dari segi kerjasama, Indonesia selalu ada di posisi non-block dari periode ke periode,
01:41tidak pernah mengindikasikan bahwa ini akan terjadi.
01:44Namun sayangnya ternyata pada periode ini kapal Pertamina kita di saat orang lain bahkan bisa melintasi,
01:52seperti Thailand, bahkan dalam sejarah ASEAN, itu Thailand cukup menjadi aliansi Amerika Serikat,
01:58tapi ternyata bisa.
02:00India bahkan yang selama ini Modi itu selalu menyatakan diri untuk mensupport Israel,
02:06ternyata juga bisa.
02:08Kemudian Malaysia sudah pasti ya, karena memang Malaysia dari kebijakan luar negerinya sangat anti-Israel,
02:16dan belum lama juga meng-cancel tentang perjanjian tarif,
02:21dan langsung ini kapal Malaysia juga diizinkan.
02:24Yang mengejutkan adalah Thailand dan India.
02:28Ini berarti mereka memiliki kekuatan diplomasi yang luar biasa,
02:31sehingga kapal mereka diizinkan untuk melintas.
02:34Seharusnya itu terjadi pada kapal tanker Pertamina,
02:38pada kapal tanker Indonesia.
02:40Tapi kenapa kita sampai tertahan?
02:43Artinya memang di sini pada periode ini,
02:46suka atau tidak suka, like or dislike,
02:48memang kemampuan diplomasi pada periode ini dipertanyakan Mbak Puto.
02:52Oke, tapi kalau dijabarkan lebih teknis,
02:57ataupun juga lebih rinci begitu,
02:58sebetulnya hambatannya apa?
03:00Karena kalau kita lihat dari segi sejarah,
03:02misalnya tadi seperti yang Mbak Tia sampaikan,
03:04kita punya sejarah diplomatik yang baik,
03:07begitu dengan Iran sudah sering,
03:08apalagi di era Pak Jokowi juga sempat saling berkunjung,
03:11begitu.
03:12Anda melihatnya hambatan teknisnya ini apa yang perlu diperbaiki?
03:18Pada pemenitahan ini ya,
03:19semoga rekomendasi saya atau suggestion saya didengar pihak pemerintah,
03:23sebaiknya memang branding kita sebagai negara non-block itu harus nampak begitu ya.
03:29Jadi memang kita harus betul-betul nampak bahwa kita adalah negara non-block,
03:34dan kalau kita mau sedikit bermain politik,
03:36kita harus berdiri di dua kaki.
03:38Karena berdasarkan sejarah,
03:39semua presiden kita saling mengunjungi ke Iran,
03:43bahkan pada masa Jokowi sempat juga akan membeli minyak mentah dari Iran.
03:47Pada masa SBY, pada masa Khusdur, pada masa presiden-presiden sebelumnya,
03:53apalagi pada masa Soekarno,
03:54itu sangat menjalin hubungan baik dengan Iran.
03:56Saya pikir ini bisa dilanjutkan,
03:58kalaupun memang kita ada sesuatu yang tidak setuju dengan kebijakan Iran,
04:02kita harus bermain cantik, Mbak Putu,
04:04jadi branding kita harus didahulukan sebagai negara non-block,
04:08dan kalau misalnya, sekali lagi,
04:10kalau misalnya mau bermain politik,
04:11kita harus berdiri di dua kaki,
04:14dan saya pikir harus direview kembali kemampuan diplomasi kita,
04:19dan mungkin saya menyarankan sebaiknya ada beberapa kementerian
04:23yang tidak boleh diotak-atik oleh orang partai,
04:26harus dilakukan oleh orang profesional,
04:28dan harus oleh pejabat karir,
04:31salah satunya adalah kementerian luar negeri.
04:33Itu kalau dipegang oleh orang partai,
04:37saya pikir kurang kondusif,
04:39karena memang tidak mudah memahami studi hubungan internasional.
04:43Itu memang harus dilakukan oleh orang profesional, Mbak Putu.
04:47Anda melihat apakah ada persepsi dari Iran
04:51yang kemudian membuat Indonesia tidak lagi berada dua kaki,
04:56atau ini condong ke salah satu sisi?
04:59Ya, tentu saja.
05:00Dari kebijakan-kebijakannya ya,
05:01dari kebijakan-kebijakan luar negeri kita,
05:04bagaimana kita terlihat ada di pihak mana,
05:06dan Iran tentu kecewa dengan beberapa aporan polisi
05:11atau kebijakan luar negeri kita,
05:12di mana Iran dalam kebijakan luar negerinya
05:14sudah pasti dia pro-Palestina,
05:17dia mendukung kemerdekaan Palestina,
05:18dan dalam sejarah Iran dan Indonesia
05:20selalu relate,
05:22atau selalu sama dalam kebijakan luar negerinya
05:24soal Palestina.
05:25Dari periode ke periode begitu ya,
05:27dan nampaknya ketika kita misalnya
05:30salah satunya adalah join dengan BOP,
05:32itu juga merupakan salah satu kekecewaan oleh Iran.
05:36Kemudian dilihat bagaimana kita juga
05:38dalam tarif begitu ya,
05:40kita ada deal-deal,
05:42itu kan tidak dipantau oleh hanya
05:44kita berdua antara Indonesia dan Amerika Serikat,
05:47tapi seluruh negara melihat,
05:48memantau bagaimana kita sign agreement
05:51dalam tarif dagang,
05:52dan bagaimana kita sangat terbuka,
05:54sangat welcome terhadap Amerika Serikat,
05:56dan mereka juga melihat bagaimana
05:58dan siapa kita ada di sisi mana.
06:00Nah, ini yang harus direview kembali.
06:03Bagaimana kita tetap,
06:04apa namanya, silent statement.
06:07Yang pertama, yang kedua,
06:09mungkin direview kembali joinnya kita dalam BOP,
06:11bahwa kita tetap ada di posisi non-block.
06:14Yang ketiga,
06:15memang ketika ada di posisi negara
06:17yang terzalimi,
06:19yang diserang secara sepihak,
06:21dan itu menyalahi keputusan
06:23hukum internasional,
06:25bagaimana kita bersikap?
06:26Minimal kita mengecam.
06:27Karena itu kan memang menyalahi
06:29hukum internasional yang dilakukan
06:31oleh Israel dan Amerika Serikat itu,
06:33kita tidak sama sekali ada di situ.
06:35Sama sekali tidak ada.
06:36Bahkan negara-negara Eropa
06:37yang menjadi aliansi Amerika Serikat
06:38cukup berani
06:39mengecam tindakan Israel saat itu.
06:42Di mana Indonesia?
06:43Ini menjadi catatan buat Iran,
06:45sehingga bisa jadi,
06:46karena catatan-catatan itulah,
06:48kapal tanker Pertamina tertahan.
06:50Tapi mudah-mudahan segera ya.
06:51Karena saya percaya selalu ada
06:53diplomasi yang dari bentuk people to state,
06:56misalnya dari IO kita,
06:57dari PMI,
06:58dari orang-orang Indonesia,
06:59dari publik Indonesia yang mendukung Iran,
07:02bisa jadi itu menjadi pertimbangan Iran
07:04yang kemudian mereview kembali
07:05untuk melepas kapal tanker kita.
07:09Apakah tadi Anda bilang
07:10Indonesia harus berani bermain dua kaki,
07:13bermain cantik,
07:14dengan tetap berada
07:15atau mematuhi dalam tanda kutip BOP,
07:17ini tidak bisa diartikan
07:19bahwa Indonesia sedang dua kaki?
07:22Harusnya direview kembali ya.
07:24Saya tidak terlalu keras
07:26menyebutkan harus keluar atau stay di BOP.
07:29Buat saya,
07:30stay atau keluar di BOP,
07:32itu sama sekali tidak ngaruh sebetulnya.
07:34Tidak membuat juga Palestina merdeka,
07:36dan tidak membuat
07:37kepentingan nasional kita
07:39juga menjadi membaik.
07:40Jadi,
07:42kenapa saya menyatakan
07:43harus mereview kembali?
07:45Karena memang ini efeknya,
07:47ya itu tadi,
07:48salah satunya adalah
07:49kapal tanker kita
07:51ditahan oleh Iran.
07:53Karena dengan join dengan BOP,
07:54Iran melihat,
07:55walaupun kita tidak,
07:56misalnya,
07:57kita tidak pro terhadap Amerika Serikat,
07:59tapi Iran,
07:59dunia internasional,
08:00melihat kita pro.
08:01Kita sudah tidak dianggap non-blok lagi.
08:04Nah,
08:04disitulah,
08:05apa namanya,
08:06Indonesia namanya dipertaruhkan
08:07di dunia internasional.
08:09Selama ini,
08:10kita sangat-sangat konsisten
08:11bagaimana kita pro Palestina,
08:12bagaimana kita
08:13menjadikan isu Palestina itu
08:15sebagai prioritas,
08:16bagaimana kita selalu standing
08:17di samping negara-negara
08:19yang terzalimi,
08:20bagaimana kita pay attention
08:21terhadap
08:21humanity.
08:22ini dilihat oleh dunia internasional
08:25saat ini Indonesia menjadi
08:26ada pergeseran
08:27dalam foreign policy-nya.
08:29Nah,
08:29ini yang harus direview kembali
08:31begitu ya,
08:31Mbak Putu.
08:33Apakah memang kita harus
08:35apa namanya,
08:36keluar
08:37atau kita stay
08:38atau bagaimana.
08:39Jadi,
08:40memang branding kita sebagai
08:41non-blok itu harus dikuatkan.
08:42Di sini,
08:43tidak nampak
08:43Indonesia non-bloknya
08:44tidak nampak.
08:45Jadi,
08:45lebih kepada
08:46sangat Amerika sekali.
08:48Ini harus direview
08:49dan ini menjadi
08:50pemantik
08:51permusuhan
08:52kepada salah satu blok.
08:53East,
08:54misalnya ya.
08:54Kita tidak East harusnya
08:56dan kita tidak West.
08:57Harusnya demikian.
08:58Dan permainan
08:59diplomasi kita harus cantik.
09:01Harusnya.
09:02Ya,
09:02untungnya ya bergerak ya
09:03itu people to state
09:04itu tadi.
09:04Karena diplomasi
09:05people to state
09:06sebetulnya dalam perspektif
09:07hubungan internasional
09:08boleh-boleh saja.
09:09Misalnya,
09:09tiba-tiba Pak JK bergerak
09:10begitu ya.
09:11Tiba-tiba Pak JK bergerak
09:12itu people to state
09:14namanya
09:14dalam ilmu diplomasi,
09:17dalam hubungan
09:17internasional
09:18dan itu sasa-sasa
09:19dilakukan.
09:20Untungnya memang
09:21ada orang-orang
09:22yang bergerak itu tadi.
09:23Sehingga kemungkinan
09:24itulah yang menyebabkan
09:25Iran mempertimbangkan
09:26untuk melepaskan
09:27kapal tanker
09:28Pertamina kita.
09:29Yang masih.
09:30Nah,
09:31di media sosial
09:33terutama
09:33ini ada perbincangan,
09:35ada narasi
09:36bahwa
09:36Iran sakit hati
09:38karena Indonesia
09:38pernah juga menahan
09:39kapal
09:40dari
09:41atau kapal Iran
09:43MT Arman
09:44114.
09:45Nah,
09:45apakah ini juga
09:46menjadi faktor
09:47pertimbangan
09:47Iran
09:48jadi kemudian
09:49menaruh Indonesia
09:51di barisan belakang
09:52untuk bisa lewat
09:53Salat Hormuz?
09:54Ditahan dulu
09:54Mbak Tia,
09:55nanti kita akan
09:56perbincangkan lagi.
09:57Saya Jidah di Breaking News
09:58Kompas TV.
10:07Kementerian Luar Negeri
10:09Republik Indonesia
10:10menyebut
10:11kedutaan besar Iran
10:12telah menyampaikan
10:13pertimbangan positif
10:14pemerintah Iran
10:15atas keamanan
10:16perlintasan
10:17di Salat Hormuz
10:18untuk kapal
10:19milik
10:19Pertamina.
10:20Melalui
10:21keterangan tertulis
10:22kepada
10:22Kompas TV,
10:23jurubicara
10:24Kementerian Luar Negeri
10:25Republik Indonesia
10:27menjelaskan
10:28saat ini
10:29persiapan teknis
10:30tengah dilakukan
10:31Pertamina
10:32termasuk asuransi
10:33dan juga
10:34kesiapan kru kapal
10:35sebelum menindak
10:36lanjuti pertimbangan
10:37positif tersebut.
10:38Kementerian Luar Negeri
10:40dan juga KBRI
10:41akan terus memastikan
10:42keamanan
10:43kapal Pertamina
10:44melintasi
10:45Selat Hormuz
10:46dengan berkoordinasi
10:47dengan semua pihak.
10:57Melalui pesan tertulis
10:59jurubicara
11:00Kementerian Luar Negeri
11:01menyebut
11:01Kemlu
11:02dan KBRI
11:03Teheran
11:04berkoordinasi
11:05dengan pihak
11:06Pertamina
11:06bahwa Iran
11:07menyampaikan
11:08pertimbangan positif
11:09atas keamanan
11:10perlintasan
11:11kapal milik
11:12Pertamina Grup
11:13di Selat Hormuz.
11:20Untuk mengetahui
11:21dan juga berbincang
11:22terkait dengan
11:23proses diplomasi
11:25yang tengah dilakukan
11:26tentang pembebasan
11:29atau keluarnya
11:29dua kapal tanker Indonesia
11:31yang masih terjebak
11:32di Teluk Persia
11:34atau di Selat Hormuz
11:35masih bergabung
11:36bersama
11:36Kompas TV
11:37Tia Mariatul Kiptia
11:40dosen hubungan internasional
11:42dari Universitas
11:43Bina Nusantara
11:44Mbak Tia
11:45tadi pertanyaan
11:46terakhir
11:46sebelum kita jeda
11:47adalah
11:48tentang adanya
11:49narasi
11:50yang menyampaikan
11:51bahwa
11:51Indonesia pernah
11:53menahan
11:53kapal milik Iran
11:55apakah ini memang
11:57salah satu nilai
11:58historis yang berdampak
11:59pada
12:00posisi Indonesia
12:02saat ini
12:02yang juga
12:03belum dapat
12:04lampu hijau
12:05masih lampu kuning
12:06kapal tanker ini
12:07bisa lewat
12:36mohon maaf
12:38untuk menjual
12:39untuk menjual beberapa
12:39produksi minyaknya
12:40jadi biasanya
12:42dia menjual itu
12:43melalui
12:43third country
12:44atau pihak ketiga
12:45demikian juga
12:46dalam proses
12:47ekspor-impor
12:47itu juga melalui
12:49pihak ketiga
12:49jadi memang
12:50paymentnya
12:51antara dua negara
12:52itu
12:52tidak begitu
12:54menguntungkan
12:54karena memang harus
12:55melalui pihak ketiga
12:56nah untuk
12:57menjual minyak-minyak
12:58mentah ini
12:58Iran biasanya
12:59juga melakukan
13:00transfer ilegal
13:02yang memang
13:03karena itu tadi
13:04karena di bawah
13:05sangsi Amerika Serikat
13:06jadi tidak bisa
13:06langsung menjual
13:07ke beberapa negara
13:08yang memang
13:09memesan
13:09minyak mentah
13:10dari Iran
13:11salah satunya
13:12ketika
13:12melewati
13:13perairan kita
13:14jadi memang
13:14secara hukum
13:15internasional
13:16saya dalam hal ini
13:17memang harus
13:18betul-betul netral
13:19saya akademisi
13:20dalam hal ini
13:20memang pemerintah kita
13:21tidak salah
13:22dan Iran juga
13:22memaham itu
13:23jadi memang
13:24dalam posisi
13:25saat itu adalah
13:26kapal Iran
13:28ditahan oleh
13:29pihak kita
13:30itu memang
13:30bukan pemicu
13:31saya pikir
13:32justru pemicu-pemicu
13:33yang menyebabkan
13:34kita
13:36berbeda dengan
13:36Malaysia
13:37dengan Thailand
13:37negara-negara
13:38dari Asia Tenggara
13:40itu ada
13:41kaitannya dengan
13:42kebijakan pemerintah
13:42kita yang terbaru
13:43bukan yang
13:44yang dulu-dulu
13:45yang
13:45apa namanya
13:46menahan
13:47kapal Iran
13:48dan lain sebagainya
13:48atau ada juga
13:49isu yang
13:50Iran mau latihan militer
13:52tapi ternyata
13:52tidak dibolehkan
13:53begitu ya
13:53saya pikir
13:54itu hanya isu
13:55dan kalau
13:56mengenai
13:56kapal Iran
13:57yang ditahan
13:58itu memang
13:58ilegal
13:59transfer itu
14:00memang tidak
14:00dibolehkan
14:01Mbak Putu
14:02begitu
14:03jadi memang
14:03dalam hal ini
14:04pemerintah kita
14:05sudah melakukan
14:06hal yang benar
14:06begitu
14:06hanya saja
14:07saya kaitannya
14:09melihat bagaimana
14:09posisi Indonesia
14:10sangat nampak sekali
14:11terhadap
14:12terhadap
14:13barat
14:13terhadap
14:13Amerika Serikat
14:14dalam hal ini
14:14jadi itu yang
14:15membuat Iran
14:16kecewa
14:16padahal
14:17dari sejak
14:18dulu
14:19dari periode keperiode
14:20pemerintahan kita
14:21tidak pernah terlihat
14:22nampak
14:23pro-barat
14:23pro-barat
14:24atau pro-amerika
14:25begitu
14:25jadi biasanya
14:26main di dua kaki itu
14:27walaupun kita
14:27brandingnya adalah
14:28negara non-block
14:29nah ini harus
14:29dimainkan kembali
14:30harus direview kembali
14:32dan saya pikir
14:34sebaiknya
14:34pemerintah
14:35Pak Presiden
14:36memberikan perhatian
14:37spesial terhadap
14:39kementerian luar negeri kita
14:40untuk diisi oleh
14:40orang-orang profesional
14:41jadi pendekatan yang
14:44cenderung soft power
14:46posisi yang di non-block
14:48Anda tidak melihat itu
14:48sebagai
14:49satu kelemahan
14:50di dunia internasional
14:52yang kemudian
14:52dunia internasional
14:54melihat
14:54Indonesia
14:55tidak punya leverage
14:56untuk kemudian
14:57menengahi konflik
14:58yang terjadi
14:59di antara
15:00Iran
15:00Israel
15:01dan juga Amerika Serikat
15:02justru itu kekuatan
15:04justru itu kekuatan
15:05ketika kita join
15:06di negara non-block
15:07itu kekuatan
15:08tapi ketika kita join
15:09dalam salah satu
15:11aliansi
15:12atau salah satu kekuatan
15:13itu justru kelemahan
15:15di saat kita join
15:16di BOP
15:17misalnya di saat kita
15:18melakukan deal
15:19tarif yang tidak
15:20balance dengan Amerika Serikat
15:22itu dunia internasional
15:22melihat betapa lemahnya kita
15:24maka dalam proses
15:25diplomasi juga
15:26kita tidak begitu
15:27diperhitungkan
15:27pada akhirnya
15:28nah kalau kita justru
15:30membranding negara kita
15:31sebagai negara non-block
15:32dan selalu pay attention
15:33terhadap
15:34isu-isu yang memang
15:36fokus dengan
15:37international law
15:38dengan hukum internasional
15:39kita taat itu
15:40kita tegas dalam
15:41isu-isu humanity
15:43dalam anti-colonialism
15:45kan begitu
15:45poin-poin di non-block
15:46anti-colonialism
15:47anti-imperialism
15:49kemudian
15:49tidak intervensi
15:50terhadap negara manapun
15:51itu harus-harus
15:52dibranding oleh kita
15:53harus dilakukan
15:54walaupun pada kenyataannya
15:55misalnya ya
15:56kalau kita main di politik
15:57kita sebetulnya
15:58berpihak kepada
15:59salah satu pihak
16:00di belakang itu
16:01silahkan bermain
16:03tapi kalau di depan
16:04justru branding
16:05negara non-block
16:05itu harus dikuatkan
16:06bahwa kita anti-colonialism
16:08anti-imperialism
16:09justru kita akan
16:10dihormati dengan
16:11sikap tegas kita
16:12lalu dimana
16:13sekarang sikap tegas itu
16:14tidak ada
16:15itu yang membuat
16:16orang lain tidak respect
16:17dan salah satunya Iran
16:18jadi tidak ada
16:19tidak ada kaitannya
16:20dengan kapal Iran
16:21yang ditahan
16:21memang dia
16:23melakukan transfer ilegal
16:24justru Iran tidak respect
16:26dengan sikap Indonesia
16:26akhir-akhir ini
16:27begitu
16:29Anda tadi melihat bahwa
16:30dalam satu situasi
16:33atau situasi tertentu
16:34ada kemudian pihak-pihak
16:36yang
16:36tadi berterima kasih
16:39begitu ya
16:39masih hadir
16:40untuk mencoba
16:41membangun
16:41diplomasi dengan Iran
16:42salah satunya adalah
16:43Yusuf Kala
16:44lewat
16:45Palang Merah Indonesia
16:46kita tahu
16:47beberapa waktu lalu
16:48juga sempat
16:49ada dialog
16:50begitu antara
16:51Yusuf Kala
16:52dan juga pihak Iran
16:53Anda melihat
16:54apakah dengan
16:54bantuan kesehatan
16:56yang ditawarkan
16:57Palang Merah Indonesia
16:58ini juga bisa menjadi
16:59satu daya
17:01apa namanya
17:02bergen begitu
17:03untuk mengeluarkan
17:04atau mengizinkan
17:05Indonesia bisa
17:06melintasi Selat Hormuz
17:07jadi sebetulnya begini
17:09proses diplomasi
17:10dalam S3HI
17:11itu dibagi beberapa
17:13ada state to state
17:14artinya
17:14betul-betul
17:16representatif
17:17negara kita
17:17berbicara
17:18dengan negara Iran
17:19ada state to people
17:21negara kepada orang
17:22ada people to state
17:23saya melihat
17:24apa yang dilakukan
17:24oleh JK ini
17:25adalah
17:26people to state
17:28ini so power
17:29begitu ya
17:29jadi memang untuk
17:30create a peace
17:32untuk menghindari
17:33konflik
17:34maka
17:35disitulah adanya
17:35so power
17:36dan so power itu
17:37bisa dilakukan
17:38state to state
17:39state to people
17:40atau people to state
17:41dalam hal ini
17:42I.O. atau PMI
17:44itu masuknya kepada I.O.
17:45atau International Organizations
17:47nah ini yang dimainkan oleh JK
17:49saya pikir cukup efektif
17:50bagaimana Iran
17:51akhirnya mau
17:54berdialog
17:54kemudian mau melonggarkan
17:55untuk melepaskan
17:56kapal Pertamina kita
17:57mungkin salah satunya
17:58adalah
17:59apa yang dilakukan oleh
18:00PMI kita
18:01begitu ya
18:02karena itu kan memberikan
18:02bantuan
18:03nah maunya saya
18:04pemerintah sebagai state
18:06bukan non-state
18:07itu harus demikian
18:09begitu ya
18:09jadi kita tetap fokus
18:11kepada persoalan-persoalan
18:12humanity
18:13seperti yang kita lakukan
18:14kepada Palestina
18:15kemudian anti-kolonialism
18:16itu harus
18:17terus digaungkan
18:18justru itulah
18:19power Indonesia
18:20di mata dunia internasional
18:21diplomasi kita akan dihargai
18:23ini kan enggak
18:24saat
18:24ayat telah alihaman
18:26nah itu kan secara
18:26hukum internasional
18:27menyalahi
18:28membunuh pemimpin orang
18:29itu jelas
18:31menyalahi hukum internasional
18:33mengecilkan
18:33superniti orang lain
18:34suara kita enggak ada
18:35minimal kita
18:36mengecam
18:37atau minimal kita
18:38secara resmi
18:39sebagai
18:40sebagai simbol negara
18:41mengucapkan
18:42turut berbelah sungkawa
18:43ini enggak
18:44itu satu catatannya
18:45begitu ya
18:45kemudian yang kedua
18:46nampak polisi kita
18:47sangat terlihat
18:48sekali pro Amerika
18:49sebetulnya bisa
18:51pro Amerika
18:51tapi jangan nampak
18:52kita mainkan
18:54begitu
18:54bahwa branding
18:56non-block itu
18:56sebetulnya bisa digunakan
18:58walaupun sebetulnya
18:59kita bisa saja
19:01berpihak kepada
19:01salah satu
19:02begitu
19:02tapi tetap itu harus digunakan
19:04itulah
19:05fungsinya
19:06kepiawaian
19:07diplomasi
19:08kalau kita tidak bisa
19:09melakukan itu
19:10ya akhirnya begini
19:11yang terjadi
19:12kapal kita dari Asia Tenggara
19:14yang seharusnya Indonesia
19:14yang melindungi dari Thailand
19:16yang boleh melewati
19:17dengan bebas
19:18bagaimana Spain bisa free
19:19negara-negara aliansi Amerika
19:21bisa free dari
19:22dari Uni Eropa
19:23sementara kita yang punya
19:24hubungan bilateral yang bagus
19:25histori yang bagus
19:26similar culture
19:27dan sejarah panjang
19:29Iran dan Indonesia
19:29sangat baik
19:30justru kita ditahan
19:31ini yang membuat
19:33shock juga saya
19:34begitu ya
19:35saya pikir publik Indonesia
19:36juga cukup kaget
19:37begitu
19:37oke
19:38tapi di satu sisi
19:39Presiden juga
19:41lawatan ke Jepang
19:42ke salah satu negara
19:44yang bahkan di negaranya sendiri
19:45Perdana Menterinya
19:46ini sedang ada demo
19:49karena ada kedekatan
19:50dengan Amerika
19:51apakah nanti
19:51walaupun tadi disampaikan
19:52begitu ya oleh
19:53Istana
19:54bahwa keberangkatan
19:55atau lawatannya ke Jepang
19:57kali ini adalah
19:58untuk membicarakan
19:59kerjasama di bidang
20:00pendidikan dan lingkungan
20:02begitu
20:02tapi kalau kita tadi
20:03tarik begitu dengan
20:05siapa berteman
20:06dengan siapa
20:07ini gengnya siapa
20:09Anda melihat
20:10lawatan Presiden ke Jepang
20:11ini apakah memang
20:12tidak akan berdampak
20:14apa-apa
20:14atas atensi dari Iran
20:16atau nanti justru bisa
20:18menimbulkan pandang yang
20:19tertentu
20:20pembisiknya siapa ya
20:21Pak Presiden
20:22saya jadi pengen tahu
20:23begitu ya
20:24di saat semua negara-negara
20:26sekarang
20:26call Iran
20:27call Pejaskian
20:28call langsung Presidennya
20:29bahkan ada yang
20:29call Mujtaba
20:30bahkan dari negara-negara besar
20:31Uni Eropa
20:32bahkan Jerman
20:33mengutuk
20:34berani mengutuk
20:35Jerman loh
20:36ini negara besar
20:37aliansi Amerika Serikat
20:38berani mengutuk
20:39perang ini adalah salah
20:40kita bahkan malah
20:42melakukan foreign policy
20:43yang sebetulnya
20:44itu tidak perlu
20:45dilakukan
20:45persoalan energi
20:47like or dislike
20:48memang kita harus
20:49mengerti tentang
20:49Timur Tengah
20:50jadi Timur Tengah
20:51itu memang satu kawasan
20:52yang tidak bisa diabaikan
20:53tidak bisa
20:54memang harus paham
20:55tentang Timur Tengah
20:56begitu ya
20:57jadi memang
20:58bukan hanya
20:59Selat Hormuz
21:01Timur Tengah
21:01merupakan negara-negara
21:02yang memang
21:03salah satunya adalah
21:04produsen energi
21:05dan kita juga
21:06mau transisi energi
21:08juga kan
21:08belum berhasil
21:09dan memang
21:09budgetnya juga
21:11costnya cukup-cukup
21:12mahal
21:12begitu untuk
21:13transisi energi ini
21:14begitu
21:15beberapa negara maju
21:15sudah berhasil
21:16tapi tetap
21:17mereka juga
21:18menggunakan gas
21:19misalnya di
21:20Uni Eropa
21:21dan perang Ukraina-Rusia
21:23juga cukup-cukup
21:23mempengaruhi
21:24perekonomian mereka
21:24artinya memang
21:25energi fosil ini
21:27masih terus dibutuhkan
21:28dan suka tidak suka
21:30Timur Tengah
21:31itu menjadi magnet
21:32menjadi inti
21:33makanya kenapa
21:34Amerika Serikat
21:34sangat fokus
21:35dengan kawasan ini
21:36jangan sampai
21:37diambil alih
21:38misalnya oleh Rusia
21:38atau Cina
21:39karena memang penting
21:41lalu kenapa
21:42di saat orang lain
21:43melihat kawasan ini
21:44penting
21:44kita tidak
21:45mengapa kita
21:46tidak mencari solusi
21:47mengapa kita
21:48malah
21:48melakukan
21:50manuver-manuver
21:50yang tidak penting
21:51menurut saya
21:52justru harus-harus
21:53melakukan manuver itu
21:54kepada inti persoalan
21:56siapa
21:56dalam hal ini
21:57kita sedang
21:58hot isunya
21:59adalah Iran
22:00bagaimana kita bisa
22:01dipoplasi dengan Iran
22:02dengan baik
22:03misalnya
22:03atau dengan
22:04negara-negara
22:05yang memang mempunyai
22:06jalinan yang cukup
22:08baik dengan Iran
22:08kita lakukan itu
22:10harusnya
22:10begitu kan
22:11jadi jangan-jangan
22:12melakukan manuver-manuver
22:13yang sesungguhnya
22:14itu malah membuat
22:15kita semakin tenggelam
22:16dalam proses diplomasi kita
22:17begitu
22:18artinya
22:19negara sebagai
22:20negara
22:21begitu ya
22:21ini hadir
22:23untuk kemudian
22:23membangun komunikasi
22:24dengan pihak-pihak
22:25yang berkonflik
22:25dan
22:26kalau
22:27beberapa opsi
22:28yang kemudian
22:29juga sempat
22:29dibicarakan
22:30atau disampaikan
22:31oleh pemerintah
22:33adalah
22:34soal krisis energi
22:35begitu ya
22:36tidak perlu takut
22:37karena Selat Hormuz ini
22:38hanya
22:40memfasilitasi
22:40sekitar 20%
22:41dari
22:42kebutuhan
22:43global
22:44atau minyak mentah
22:45dari global
22:46tapi di
22:47satu sisi juga
22:48disampaikan
22:48kita nanti bisa kok
22:49cari dari negara-negara lain
22:51untuk kemudian
22:51dapat
22:52minyak mentah
22:54ataupun juga
22:54pasokan-pasokan energi
22:55Anda melihat
22:56sesignifikan apa
22:57dampaknya
22:58ketika kita
22:59misalnya
23:00tidak mendapatkan
23:00akses di Selat Hormuz
23:02menenangkan publik
23:03boleh saja
23:04itu bagus
23:05saya pikir itu adalah
23:06effort dari pemerintah kita
23:07untuk menenangkan publik
23:08sehingga tidak ada
23:09buying panic
23:10atau
23:11membeli secara
23:12berlebihan
23:13terhadap bahan bakar kita
23:14itu bagus
23:15itu artinya menenangkan
23:16tapi
23:17kita tidak
23:18tidak bisa menafikan juga
23:19bahwa kita harus melakukan
23:21satu kebijakan preventif
23:23atau satu kebijakan
23:24pencegahan
23:25bagaimana kita
23:26tidak kekurangan
23:27sumber energi
23:28jadi kita
23:30tidak terjadi inflasi
23:31begitu
23:31karena berdasarkan data
23:33memang
23:33kita refinery-nya
23:35di Singapura
23:35kita ada import
23:36dari Malaysia
23:37kita ada import
23:38dari Brunei
23:38itu kan refinery
23:39jadi hanya
23:40penggodokan
23:41mereka kan tidak punya
23:42resource
23:42resource itu
23:43tetap dari timur tengah
23:44melewati Selat Hormuz
23:45dan itu
23:46tidak bisa dibohongi
23:47publik
23:47mereka kan baca
23:48hari begini
23:50itu semuanya baca
23:51baca buku
23:52baca informasi
23:53baca artikel jurnal
23:54baca berbagai informasi
23:55mereka tahu
23:56bagaimana pentingnya
23:57kawasan ini
23:58yang
23:58pemerintah kita
24:00tidak memberikan
24:00atensi terhadap
24:01kawasan ini
24:02ya saya tidak
24:03menyebutkan
24:03membohongi publik
24:04tapi saya
24:05apresiasi
24:06bahwa itu adalah
24:07proses
24:07menenangkan publik
24:09supaya tidak ada
24:10panik itu tadi
24:12tapi tetap
24:13kita harus ada
24:13pencegahan
24:14karena kita
24:14tidak mempunyai
24:15storage yang cukup
24:16signifikan
24:17seperti negara lain
24:18bayangkan kita
24:19hanya mampu
24:19bertahan 20 hari
24:20di saat negara lain
24:2160 hari
24:22200 hari
24:23orang lain
24:24200 hari
24:24sudah panik
24:25kita 20 hari
24:27santai
24:27ya bagus
24:28jadi masyarakat kita
24:29juga tidak panik
24:30tapi tetap
24:31kita harus ada
24:32effort yang cukup
24:33keras
24:33mengerti
24:34tentang kawasan ini
24:36mengerti sumber daya
24:37energi kita
24:38untuk
24:39how to build
24:40the economic development
24:41supaya tidak terjadi
24:43inflasi bagaimana
24:43begitu
24:44jadi
24:44bicara jangan ngasal
24:46harus berdasarkan data
24:47karena
24:48rakyat kita sudah
24:49sudah pintar
24:50di era digital ini
24:51Pak Putu
24:52sudah paham
24:52sudah paham
24:53bagaimana
24:53sangat esensi
24:54hormus
24:55timur tengah
24:57energi
24:58berasal dari mana
24:59energi itu
25:00kita sudah paham
25:01semua
25:02jadi itu bukan
25:03bukan solusi
25:04supaya
25:05apa namanya
25:07kondisi
25:08publik tenang
25:09tapi tetap
25:10kita pemerintah itu
25:11harusnya ada
25:11effort yang jelas
25:13dengan data-data yang akurat
25:15baik
25:16dan kalau kita lihat
25:17situasinya sekarang
25:18begitu ya
25:18walaupun katanya
25:19sedang ada negosiasi
25:21begitu antara
25:21Amerika Serikat
25:22dan juga Iran
25:23tapi serangan-serangan
25:25ini masih terus terjadi
25:26entah itu dari Iran
25:27entah itu dari Israel
25:28bahkan ada pemain baru
25:30yang memberikan
25:31atau meluncurkan
25:32serangan pertama
25:33yaitu
25:34Houthi dari
25:34Yemen Utara
25:35dan ini juga
25:37yang dikhawatirkan
25:39adalah nanti
25:39bergeser
25:40bukan hanya
25:40selat hormus
25:41yang ditutup
25:42tapi juga
25:44selat
25:44atau bagian
25:46dari
25:46Bab Al-Mandeb
25:48yang ini kemudian
25:49nyambung begitu ya
25:50sampai keterusan
25:50Suez
25:51Anda melihat
25:52jika ini sampai
25:53meluas
25:54begitu bukan hanya
25:55selat hormus
25:55tapi
25:55Al-Mandeb ini juga
25:57ditutup
25:57dampaknya apa
25:58khususnya pada Indonesia
25:59habis sudah
26:00habis sudah mbak
26:01jadi yang disebut
26:03Sikrod
26:03dalam Timur Tengah
26:04itu ada dua
26:04satu adalah hormus
26:05dua
26:05terusan Suez
26:06yang itu tadi
26:08yang mbak bilang bahwa
26:08terusan Suez itu
26:09adalah muaranya
26:10dari Yemen itu tadi
26:11makanya Yemen kan
26:13memang negara
26:13bukan kaya
26:14dia tidak punya resource
26:15tapi dia punya
26:16Sikrod
26:16atau
26:17jalur sutra
26:18yaitu dari
26:19tanker-tanker
26:20Timur Tengah
26:21menuju ke beberapa
26:22kawasan
26:22ke beberapa
26:23wilayah
26:24kalau itu sampai
26:25ditutup juga
26:26tidak ada
26:27jalan lain
26:27artinya
26:28makin terpuruk
26:29perekonomian global
26:30bukan hanya Indonesia
26:31bukan hanya Asia Tenggara
26:32tapi seluruh dunia
26:33makanya ini jangan sampai terjadi
26:35saya
26:35saya membaca
26:36tadi
26:37Yemen sudah mulai bergerak
26:39waduh
26:39ini ngeri sekali
26:40begitu ya
26:41karena itu kan nanti
26:41nyambungnya ke Suez
26:42jadi sebetulnya
26:43selain melewati
26:45hormus
26:45bisa ke Suez
26:46tapi lewat
26:46Yemen itu tadi
26:48tapi kalau Yemen sudah bergerak
26:49dan menutup
26:50ngeri sekali
26:51makanya saya pikir
26:52Iran ini cukup cerdas
26:53karena dia membangun
26:54proksi-proksi yang memang
26:55sangat esensial
26:56rutenya itu untuk
26:57perdagangan dunia
26:58untuk jalur energi
27:00begitu ya
27:00sehingga ini dijadikan
27:02abogating position
27:02untuk Iran
27:04dalam
27:04politik luar negerinya
27:06begitu
27:06ini mudah-mudahan
27:07tidak terjadi ya
27:08mudah-mudahan tidak terjadi
27:10dan mudah-mudahan juga
27:11pemerintah kita
27:12ke depan
27:13betul-betul
27:14mereview
27:14dan melihat bagaimana
27:16kita piawai dalam
27:17berdiplomasi
27:18karena tetap
27:19energi itu sangat
27:20esensi
27:21dalam pertumbuhan
27:22ekonomi kita
27:24Iran tidak bisa dipandang
27:26sebelah mata
27:26posisinya juga
27:27strategi soal
27:28energi
27:29sebelumnya Anda pernah
27:31menyampaikan juga
27:32bahwa sebetulnya
27:33dalam konflik ini
27:34hanya Amerika Serikat
27:35yang bisa menghentikan
27:36konflik yang terjadi
27:38di Temur Tengah
27:39saya akan minta
27:40penjelasannya lebih
27:41lengkap lagi
27:42tapi nanti
27:43ditahan dulu
27:43setelah jedah
27:50masih terhubung
27:52dengan
27:52Breaking News
27:53Kompas TV
27:54dosen hubungan
27:55internasional
27:56Universitas
27:56Bina Nusantara
27:57Tia Mariatul Kiptia
27:59terakhir tadi
28:00saya ingin
28:01mendengar
28:03lebih lengkap lagi
28:04Anda sebelumnya
28:05menyampaikan bahwa
28:06konflik yang terjadi
28:07di Timur Tengah
28:08antara Iran
28:09Israel
28:09dan juga Amerika Serikat
28:10ini hanya bisa
28:12diselesaikan oleh
28:12Amerika Serikat
28:13mengapa Anda punya
28:14analisa tersebut
28:15ya sama seperti
28:17analisis saya sebelumnya
28:18bahwa konflik ini
28:18hanya diselesaikan oleh
28:19Amerika Serikat
28:20karena siapa yang
28:21menjadi mediator
28:22Kistan
28:22Turki
28:23saya tidak yakin
28:24saya menyebutkan
28:25ada satu
28:26sebetulnya yang bisa
28:27memediasi yang
28:27dihormati oleh
28:28Amerika Serikat
28:29dan dipercaya oleh
28:30Iran
28:30yaitu Cina
28:30tapi masalahnya
28:32sampai hari ini
28:32ZI masih
28:33masih diam
28:33saya lihat
28:34baru mendeklarasikan
28:35bahwa kedua belah
28:36pihak harus
28:37stop perang
28:38kemudian
28:39ZI juga
28:40mengatakan bahwa
28:41tidak akan ada yang menang
28:42dari keduanya
28:43begitu ya
28:44baru sampai
28:44sebatas itu
28:45tapi belum ada
28:46tanda-tanda
28:47bahwa
28:48Presiden
28:49Cina itu bersedia
28:50untuk menjadi mediator
28:51begitu
28:51untuk konflik Iran
28:53dengan Saudi kan dulu
28:54dia menjadi mediator
28:55dan berhasil
28:55akhirnya kedua negara ini
28:57membuka hubungan diplomatik
28:58maka saya menganalisis
28:59untuk konflik kali ini
29:00yang paling mungkin
29:01itu menjadi mediator
29:03adalah Cina
29:03nah sayangnya
29:04Cina masih
29:04masih tetap diam
29:05begitu ya Mbak Putu
29:06kemudian kenapa
29:07saya mengatakan bahwa
29:08Amerika Serikat
29:09yang bisa menghentikan
29:10dia yang memulai
29:11dan ini
29:13betul-betul
29:13lebih kepada
29:14kepentingan
29:15nasionalnya
29:16Israel
29:16jadi jika
29:17Amerika Serikat
29:18sedikit
29:19menyampingkan
29:20kepentingan
29:20nasional Israel
29:21saya pikir
29:22perang ini
29:22akan berhenti
29:23karena dari
29:24tuntutan yang
29:24diberikan Amerika Serikat
29:26dan yang
29:26tuntutan yang diberikan
29:27oleh Iran
29:28itu sebetulnya
29:29saling beririsan
29:30dan itu
29:31akan terjadi
29:32kris ketika
29:33bersinggungan dengan
29:34kepentingan
29:35nasionalnya
29:36Israel
29:36begitu
29:37jadi kalau-kalau
29:38hal yang tidak berkaitan
29:39dengan Israel
29:39saya pikir
29:40dua-duanya bisa kompromi
29:41dan saya percaya
29:42bisa kembali
29:43ke meja perundingan
29:44tapi sayangnya
29:45Donald Trump
29:47dalam hal ini
29:47Amerika Serikat
29:48dipimpin oleh Donald Trump
29:49itu masih terlalu sangat
29:50pro terhadap Israel
29:52itu masalahnya
29:53jadi
29:54satu-satunya
29:55cara adalah
29:56bagaimana menekan Trump
29:57untuk bisa mengakhiri
29:58perang ini
29:59harus ada push
30:00dari publik
30:01Amerika Serikat
30:03agar
30:04pemerintahan Trump ini
30:05menghentikan perang
30:06begitu
30:07jadi kalau tidak ada push
30:08dari publik
30:08dari domestik ya
30:09Mbak Putu
30:10itu cukup-cukup
30:11susah untuk
30:12Trump mengambil
30:13posisi betul-betul
30:14tegas terhadap Israel
30:15karena siapa
30:16yang menghentikan
30:17tidak bisa
30:17Iran
30:18tidak bisa
30:18Iran
30:19bertahan
30:20karena memang
30:20posisinya yang diserang
30:21siapa yang bisa menghentikan
30:22siapa mediator
30:23yang bisa menghentikan
30:24tidak ada
30:24kecuali Amerika Serikat sendiri
30:26menghentikan beberapa poin
30:27yang diinginkan oleh Iran
30:28Iran juga melihat
30:29kembali
30:30mereview kembali
30:30poin yang diinginkan
30:31oleh Amerika Serikat
30:32mengenyampingkan dulu Israel
30:34saya pikir
30:34mereka akan bisa
30:36kembali ke meja perundingan
30:37Mbak Putu
30:37oke
30:38tapi kalau kita
30:39tadi bicara soal
30:40adanya dukungan
30:41publik begitu ya
30:43terhadap
30:44apa
30:44anti perang
30:45begitu ya
30:46di Amerika Serikat sendiri
30:47data yang saya catat
30:49sebetulnya demo
30:49ini juga terjadi
30:50di beberapa wilayah
30:51bahkan di 50 negara bagian
30:53diikuti bahkan
30:54dari 3
30:55ada sekitar ribuan
30:56begitu mencapai
30:573.200
30:58dan ini tersebar
30:59bahkan di
31:00basis-basis dari
31:02Partai Republik
31:02yang merupakan
31:04partai asal
31:05begitu ya
31:05dari Donald Trump
31:06seperti misalnya ada di
31:07Idaho
31:08kemudian di Montana
31:09dan juga di Utah
31:10nah
31:10di satu sisi juga nanti
31:12November akan ada
31:13pemilu
31:14selah
31:15apakah
31:16dorongan-dorongan ini
31:17belum cukup
31:19untuk membuat
31:19Trump setidaknya
31:20fokus ke dalam negeri dulu
31:21dan meninggalkan
31:23konflik di
31:24Timur Tengah
31:25mbak
31:26Kongres Republik
31:27harus menekan
31:27Trump
31:28saya melihat
31:29belum sampai pada
31:30menekan
31:30jadi artinya
31:31dari state-state itu
31:32sistem di Amerika
31:33kan demikian ya
31:34state-state-state
31:35begitu ya
31:35belum maksimal juga
31:36untuk mempush
31:37bagaimana
31:38publik ini
31:40cukup mempengaruhi
31:41kebijakan luar negeri
31:43satu negara
31:43saya menyebutnya
31:44dalam perspektif
31:46hubungan internasional
31:46itu adalah
31:47public opinion
31:48and foreign policy
31:49bagaimana
31:50di era digital sekarang
31:53power people itu
31:54atau people power itu
31:55sangat signifikan
31:56mempengaruhi
31:58satu kebijakan luar negeri
31:59satu negara
31:59begitu
31:59jadi saya berharap
32:01ini terus dipush
32:02publik di Amerika Serikat sendiri
32:04sehingga
32:05memang mempengaruhi
32:06terhadap
32:07Kongres
32:07Republik terutama
32:08jadi kenapa
32:09termasih diam
32:10tidak fokus
32:11ke dalam domestik
32:12politik
32:12Amerika
32:13karena memang
32:14belum ada tekanan
32:15yang cukup signifikan
32:15dari partainya
32:16begitu
32:16jadi kalau misalnya
32:17Republik sudah mulai resah nih
32:19survei misalnya
32:20sudah sampai di titik
32:21rendah
32:22bisa jadi
32:23itu akan terjadi
32:23penekanan dengan Trump
32:24dan Trump akan
32:25segera mengakhiri perang ini
32:26makanya kenapa saya sebut
32:27hanya Amerika yang bisa
32:28menghentikan perang ini
32:29karena itu tadi
32:30kalau Amerika disebutkan
32:31bahwa perang berakhir
32:32kita akan approve
32:33beberapa poin Iran
32:34Iran harus juga
32:35approve beberapa poin
32:37yang diinginkan oleh
32:38Amerika Serikat
32:38kemudian dibincangkan
32:39kembali bagian mana
32:40yang ditelok
32:41saya pikir ini
32:42akan terhenti
32:43jadi bukan dari pihak Iran
32:44pihak Iran hanya bertahan
32:46dia kan yang diserang
32:47dan kalau saya kutip
32:49dari Reuters
32:50begitu ya
32:51ini secara survei
32:53sebetulnya
32:53persetujuan publik
32:54ini juga yang terendah
32:56begitu terhadap
32:57Presiden Trump
32:58mencapai 36%
32:59apakah artinya
33:01Partai Republik
33:03dalam kasus ini
33:04ini sudah
33:05saatnya begitu
33:06berpikir ulang
33:07untuk terus memberikan dukungan
33:08kepada Presiden Trump
33:09harusnya
33:11ini kan sekarang
33:11sudah mulai pecah
33:13tapi baru mulai pecah
33:14begitu ya
33:15jadi belum signifikan
33:16perpecahannya
33:17jadi Partai Republik
33:18masih setuju
33:19perang ini
33:19dilanjutkan
33:20kemarin kan
33:20vote belum lama ya
33:22sebelum kemarin
33:23belum kemarin
33:23saya pikir
33:24beberapa minggu lalu
33:25vote masih selisih sedikit
33:27mbak putuh
33:27tiga atau empat suara
33:28jadi kalau sudah
33:29cukup signifikan
33:31perpecahannya
33:32di Republik
33:33mungkin ini baru
33:34dipikirkan
33:34karena Trump juga
33:35bagian daripada Republik ya
33:36walaupun dia
33:37misalnya mempunyai
33:38apa namanya
33:39ambisi sendiri
33:40berteman baik
33:41dengan Bibi
33:42ataupun dia sembarangan
33:43bicara Hormuz menjadi
33:45apa namanya
33:46selatram
33:46begitu dan lain sebagainya
33:48itu akan
33:49akan
33:50berubah
33:51seiring
33:52tekanan dari partainya
33:53begitu
33:54nah saya melihat
33:55kenapa Trump masih
33:56terus
33:56fokus dengan perang ini
33:58dan belum
33:58pertensi terhadap
33:59kondisi politik domestik
34:00di Amerika
34:01karena belum ada
34:02tekanan dari partainya
34:03jadi memang partainya
34:04dalam hal ini Republik
34:05harus cukup menekan
34:06dan si Republik ini
34:07akan menekan
34:08ketika riak
34:09publik cukup signifikan
34:10kita melihat
34:11di beberapa state
34:12masih belum signifikan
34:13begitu ya
34:14maka ya
34:15saya salah satunya
34:16akademisi harus
34:17terus menggaungkan
34:18supaya stop
34:19this war
34:20perang ini harus
34:21selesai
34:22kemudian mereka
34:23kembali ke meja
34:24perundingan
34:24jalan diplomasi
34:25adalah jalan terbaik
34:26karena efeknya
34:27akan sangat luar biasa
34:28terhadap
34:29perekonomian global
34:30termasuk juga ke kita
34:31begitu
34:31nah untuk sementara
34:33untuk pemerintah kita
34:33sebaiknya jangan
34:34bermanufur apapun
34:36kalau memang
34:37ingin
34:38sayang dengan rakyat
34:39ya harus
34:40mencari solusi
34:41bagaimana
34:42kondisi
34:43BBM kita
34:44tetap aman
34:45begitu ya
34:45jadi jangan memberikan
34:46statement-statement
34:47yang justru makin
34:48mempersulit kita
34:50oke kita harapkan
34:51perang ini
34:52tidak terus
34:53berlarut-larut
34:54begitu ya
34:55meskipun
34:55pembilu selah
34:56begitu salah satu
34:57waktu yang kita
34:58tunggu juga
34:59karena di momen itu
35:00bisa terjadi impeachment
35:01ataupun tidak terhadap
35:02presiden Trump
35:03Anda menyatakan tadi
35:05bahwa sebetulnya
35:05mungkin bukan
35:06Amerika Serikatnya
35:07tapi Trumpnya yang
35:08terlalu pro Israel
35:09begitu
35:09ini masih panjang
35:10harapannya tentu
35:11perang ini tidak perlu
35:12sampai ke November
35:13untuk bisa berakhir
35:14pihak-pihak juga bisa
35:15mendamaikan perang ini
35:16dan tentunya untuk Indonesia
35:18kita harapkan
35:18ketersediaan energi ini
35:20terus bisa
35:21mencukupi kebutuhan
35:23dalam negeri
35:23dan kita jauh dari
35:24krisis energi
35:26terima kasih
35:26sudah berbincang
35:28begitu dengan
35:29Breaking News Kompas TV
35:31dosen hubungan
35:32internasional
35:32Universitas Bina Nusantara
35:34Tia Mariatul Kiptia
35:36terima kasih Mbak
35:38terima kasih Mbak
35:38terima kasih Mbak
Komentar

Dianjurkan