Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Di tengah klaim upaya negosiasi damai dengan Iran, Amerika Serikat kembali menyebut berencana akan mengirim tambahan pasukan ke kawasan Timur Tengah.

Iran pun menjawab ancaman AS dengan menyiapkan sejumlah pasukan untuk hadapi invasi darat Amerika Serikat.

Apakah perang berlanjut menjadi perang darat?

Kita bahas rencana serangan darat Amerika Serikat terhadap Iran bersama Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran, Profesor Muradi.

Baca Juga Kronologi Saling Ancam Iran Vs AS, Siaga Perang Pasukan Darat di https://www.kompas.tv/internasional/659621/kronologi-saling-ancam-iran-vs-as-siaga-perang-pasukan-darat

#iran #amerika #timurtengah

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/659668/full-guru-besar-unpad-soal-potensi-perang-darat-as-vs-iran-bisa-picu-eskalasi-besar
Transkrip
00:00Di tengah klaim upaya negosiasi damai dengan Iran, Amerika Serikat kembali menyebut berencana akan mengirim tambahan pasukan ke kawasan timur
00:10tengah.
00:11Iran pun menjawab ancaman Amerika Serikat dengan menyiapkan sejumlah pasukan untuk hadapi invasi darat Amerika Serikat.
00:19Apakah perang berlanjut menjadi perang darat, Saudara?
00:22Kita akan bahas rencana serangan darat Amerika Serikat terhadap Iran bersama guru besar ilmu politik dan keamanan Universitas Pajajaran Profesor
00:32Muradi.
00:33Profesor selamat siang dengan Tata di studio Prof.
00:37Selamat siang Mbak Tata, apa kabar?
00:38Apa kabar Prof, sehat?
00:40Kabar baik di Bandung, agak mendung.
00:42Baik, Prof kita langsung saja membahas tentang serangan darat yang akan direncanakan oleh Amerika Serikat nih Prof.
00:50Kalau saya tanya dulu, dari kacamata hukum internasional, bagaimana Anda melihat rencana serangan darat ini Prof?
00:59Ya begini, poin pertama sebenarnya kalau bicara soal serangan darat itu indikasinya belum kelihatan ya.
01:08Tadi ada beberapa yang cuplikan tadi sebenarnya menegaskan bahwa Amerika Serikat belum betul-betul ingin melakukan serangan darat, itu poin
01:15pertama.
01:15Yang kedua, proses ketika bicara dengan hukum internasional saya kira menyangkut pada dua hal.
01:21Yang pertama, berkaitan soal invasi negara-negara yang sifatnya berdaulat, ya itu kan juga melanggar aturan internasional, itu bisa menjadi
01:30backfire ke Amerika sendiri.
01:31Yang kedua, ini berkaitan soal keajikan dari proses perang itu sendiri.
01:37Ini agak berbeda, Mbak Tata, dengan misalnya invasi mereka ke Irak, ini berbeda dengan invasi mereka ke Libya.
01:43Irak secara prinsipil di internalnya udah rapuh ya.
01:48Hari ini saya kira makin kuat, apalagi misalnya penundaan pemakaman Al-Hikome ini juga menjadi salah satu indikasi bahwa
01:54itu menjadi titik semangat untuk bisa membangun dan mengundang, katakanlah, tentara di luar, tentara Israel dan Amerika Serikat untuk masuk
02:05ke Iran.
02:06Asumsinya dengan dua hal.
02:07Pertama, misalnya menyangkut soal kesiapan mereka dari satu juta tentara.
02:12Yang kedua juga adalah milisi mereka juga menyiapkan diri.
02:15Artinya memang upaya untuk melakukan mosaic defense yang selama ini kemudian menjadi hal yang kemudian dijadikan titik perang mereka,
02:26maka kemudian menjadi salah satu kekuatan.
02:29Artinya memang buat saya, prinsip utama kalau saya menangkapnya adalah ketika bicara soal perang darat,
02:35saya kira ini masih terlalu dini.
02:37Karena tadi misalnya indikasi pertama, berkaitan soal deploy pasukan,
02:42saya mencatat tidak sampai 75 ribu total pasukan Amerika Serikat yang ada di Timur Tengah.
02:49Itu yang tersebar bukan cuma di titik yang kemudian mereka akan kirim,
02:54tapi juga beberapa titik yang kemudian menjadi pangkalan-pangkalan bis mereka.
02:58Yang kedua, ini akan menjadi Afganistan kedua,
03:03kalau kemudian memang Amerika Serikat melakukan upaya serangan darat.
03:10Karena dia dilengkupi oleh negara-negara yang berbeda ya.
03:14Ini akan saya kira menjadi salah satu perang yang sangat mahal buat Amerika Serikat.
03:18Dan sampai hari ini, misalnya hari ini ada hampir 8 juta pemrotes menolak perang dilanjutkan di Amerika Serikat.
03:25Nah yang tiga, saya kira juga poin penting buat kita pahami adalah
03:28ini masih menunggu sebenarnya apakah proses negosiasi berjalan langsung.
03:33Kalau saya melihat bahwa ini akan tetap dalam posisi misalnya,
03:38saya nyebutnya istilahnya adalah perang kelelahan.
03:42Jadi perang yang kemudian akan terus menerus,
03:44yang kemudian dia tidak dalam posisi perang darat ya,
03:47tapi perang misalnya Ahmad Serikat Israel menyerang dengan rudal,
03:51dengan intelijen target dan sebagainya.
03:56Iran melakukan hal yang sama dengan biaya yang lebih murah dengan melakukan iron down dan sebagainya.
04:01Jadi saya kira untuk dua bulan ke tiga bulan ke depan,
04:04ini tidak akan jauh berbeda dengan kondisi hari ini begitu Mbak Tata.
04:07Oke, Prof.
04:08Tadi ada highlight tiga hal penting terlalu dini,
04:11mungkin ini bisa juga jadi Afganistan kedua dan juga masih proses negosiasi.
04:15Begitu ya Prof yang saya catat.
04:16Tapi yang juga menarik begini Prof,
04:19kalau memang misalnya benar-benar Amerika Serikat memelancarkan serangan darat,
04:23ini kira-kira memulai dari mana Prof?
04:26Apakah Amerika Serikat ini cukup menguasai lanskap Iran kah?
04:30Atau cukup mengerti geografis Iran sehingga mereka bisa memetakan gitu
04:34kalau misalnya memberikan memasukan pasukan itu lewat mana?
04:39Ya kemarin kan ada tiga hal tuh.
04:42Pertama, mereka memodifikasi atau memprovokasi negara-negara di sekeliling Iran.
04:49Maksud misalnya beberapa negara yang berbatas langsung ya,
04:53misalnya di bekas Uni Soviet.
04:55Tapi kan responnya nggak terlalu baik ya.
04:58Yang kedua, ada beberapa yang kemudian upaya untuk mengajak multinasional.
05:06NATO, kemudian negara Eropa, Jepang, Korea juga menolak.
05:10Nah itu yang ketiga, saya kira juga penting, jangan lupa bahwa di Timur Tengah itu
05:15hampir semua negara Timur Tengah itu melakukan deeskalasi.
05:18Apa itu deeskalasi? Langkah untuk kemudian tidak merespon.
05:21Dan Iran selalu mengatakan bahwa yang mereka target itu bukan negara mereka,
05:27tapi military base US, basis militeri Amerika Serikat yang ada di negara tersebut.
05:34Yang kemarin misalnya di Kuwait, kemudian memang pada akhirnya kan dalam posisi tertentu
05:39agak tidak sesuai target itu karena memang dinamikanya tinggi ya, akurasinya sebagainya.
05:45Jadi buat saya, dengan tiga hal itu saya kira kita akan mengatakan bahwa
05:49mereka akan berpikir dua kali untuk melakukan upaya serangan darat.
05:52Yang penting sebenarnya, Mbak, ini penting adalah serangan darat itu,
05:56itu tahapannya kalau mereka benar dua negara itu melakukan serangan darat ya.
05:59Itu minimal saya mengeskalasikan begini, katakanlah misalnya Israel itu punya hampir 400 ribu
06:05pasukan organik dan non-organik ya, artinya ada kompet mereka atau resep mereka.
06:13Amerika Serikat hampir 1.100.000 personil, plus dengan komponen cadangan, dengan resep mereka.
06:20Nah kalau itu digambung saja, maka membandingkan mereka melakukan serangan ke Irak,
06:25waktu itu ya, dengan 350 ribu, itu plus tentara nasional, tentara multinasional,
06:31dengan beberapa berbagai negara, itu terlibat 350 ribu orang.
06:35Artinya kalau itu betul dilakukan, maka kosnya jauh lebih mahal dibanding 1 bilion
06:39yang diestimasikan mereka.
06:41Jadi katakanlah kalau misalnya membiayai, mengacu pada perang Irak kemarin,
06:46invasi mereka ke Irak kemarin, di 2003 ya,
06:50maka saya kira kebutuhannya mungkin lebih dari 4-5 miliar dolar per hari,
06:56kalau itu dilakukan.
06:57Ya itu bukan jumlah yang muda, dan yang menarik sebenarnya,
07:01selain penolakan dari internal masyarakat umum,
07:05ya tadi 8 juta turun ke jalan,
07:07juga Kongres menolak untuk meng-prove pembiayaan militer ke Irak.
07:12Artinya apa, ada konteks-konteks hari ini,
07:15itu menjadi anti-klimaks,
07:19bahwa saya sih selalu berharap bahwa ini akan ada deeskalasi,
07:24kemudian juga akan misalnya perang militer, perang kebuntuan,
07:30jadi yaudah, aksi-reaksi saja,
07:32sampai pada akhirnya mereka didesak oleh dua hal,
07:34pertama internal, masing-masing negara untuk berhenti Israel dan juga Amerika Serikat,
07:40yang kedua adalah desakan internasional.
07:42Hari ini Mbak Tata, saya kira kita masih sedikit aman ya,
07:46tapi coba lihat kita ke Filipina,
07:48kita lihat misalnya ke Vietnam ya,
07:50yang kemudian tidak punya hubungan baik dengan Iran gitu,
07:54itu berat sekali.
07:55Artinya buat kita sekarang kita masih bisa beli BBM gitu,
08:01tempat saya di Australia,
08:03mereka bilang sudah nggak ada banyak,
08:04karena mereka berada di blok Amerika Serikat,
08:07yang memang pada akhirnya menjadi titik puncak publik internasional
08:13untuk kemudian meminta ketiga negara untuk kemudian berhenti.
08:16Berhenti artinya memang melakukan negosiasi dan ada konsesi.
08:19Nah konsesi itu yang kita saya tunggu misalnya,
08:21atau misalnya ada tiga tokohnya itu.
08:23Yang pertama adalah berikatan soal embargo,
08:26itu akan penyambut.
08:27Yang kedua soal nuklir Iran ya.
08:30Yang ketiga yang menarik sebenarnya,
08:32mungkin juga menyangkut Indonesia adalah soal kemerdekaan Palestina.
08:35Nah, ini saya kira akan dikaitkan juga berkaitan dengan itu.
08:38Karena Indonesia ada di BOP,
08:39kemudian juga dua negara yang melakukan serangan ke Iran,
08:43itu adalah satu ketua, satu kemudian anggota BOP, dan seterusnya.
08:46Jadi, tiga ini saya kira kalaupun kemudian nanti turut duduk bareng,
08:49akan menjadi titik isu utama untuk menghentikan perangan
08:55di antara tiga negara tersebut.
08:57Begitu, Mbak Tata.
08:57Oke, balik lagi Prof.
08:59Tadi juga saya mengingat Prof bilang,
09:00kalau misalnya serangan darat itu terlalu dini ya Prof ya, menurut Prof.
09:04Nah, berarti bisa kita bilang juga apakah ini bagian dari hambatan Amerika Serikat
09:09dalam kalau misalnya memang benar-benar mau melancarkan rencana serangan darat ini Prof.
09:15Seperti tadi ada KOS dan juga ada penolakan dari internal dan juga internasional.
09:21Kira-kira apa saja yang bisa menjadi hambatan sehingga apa ya,
09:25membuat Amerika Serikat sepertinya harus pikir ulang nih
09:28kalau misalnya benar-benar mau menggencarkannya Prof.
09:30Ya, yang pertama kalau Mbak Tata dan teman-teman
10:00timur tengah, bukan ada yang benar-benar tiba-tiba ternyata
10:03apa namanya, rudanya Tomahawk, bukan rudanya buatan Iran gitu.
10:07Ternyata di cek ternyata itu adalah permainan intelijen kedua negara tersebut.
10:12Artinya ada deeskalasi.
10:13Mau ada deeskalasi tapi jadi deeskalasi.
10:15Karena negara-negara timur tengah menahan diri.
10:17Yang ketiga yang saya kira juga penting adalah
10:19Amerika mendapatkan tekanan juga gak cuma dari dalam negeri tapi di luar negeri.
10:24Apa tekanan-tekanan misalnya kemudian apa namanya distribusi minyak dunia.
10:28Ini saya kira yang marah bukan cuma satu dua negara.
10:31Hampir seluruh negara.
10:32Bahkan kemudian negara-negara yang kemudian punya percadangan minyak sekalipun
10:35juga berpikir dua kali untuk kemudian mempertimbangkan agar perang ini berhenti.
10:40Karena jangan lupa Iran itu menggunakan economical warfare ya.
10:44Peperangan ekonomi yang akan menutup Selat Hormuz.
10:47Buat saya itu menjadi salah satu poin penting kenapa Iran ada di atas angin.
10:52Walaupun kalau dalam misalnya soal peperangan strategi militer mereka di atas tiga negara tersebut
10:57Iran mungkin tidak akan paling lemah karena menggunakan pendekatan asmetik dan seterusnya begitu.
11:02Tentu Iran memegang peranan penting dalam bidang ekonomi saat ini
11:07terutama karena memegang Selat Hormuz.
11:09Dan kalau misalnya masih terjadi negosiasi tapi nanti serangan darat juga akan berlangsung
11:16nanti seperti apa kita bahas selesai jeda tetap di Breaking News Kompas TV.
11:28Anda masih menyaksikan Breaking News Kompas TV bersama saya Tata Nova Siliano Saudara.
11:33Komandan Angkatan Perang Iran Ali Jahanshani mengancam bahwa perang darat malah akan lebih berbahaya dan mahal bagi Amerika dan Israel.
11:45Perjataan ini Saudara disampaikan Jahansahi saat kunjungan inspeksinya di perbatasan negara setelah Trump mempertimbangkan akan meningkatkan serangan melalui darat ke
11:59Iran.
11:59Jahansahi memastikan setiap inci wilayah di Iran dilindungi pasukan yang waspada.
12:06Dan Iran telah mobilisasi lebih dari 1 juta pasukan sebagai persiapan untuk potensi invasi darat oleh Amerika Serikat.
12:18Dan Saudara kita akan lanjutkan perbincangan dengan Profesor Muradi, Guru Besar Politik dan Keamanan Universitas Pajaran Badung.
12:26Prof kita lanjut lagi Prof, tadi Prof.
12:29Jadi kita tadi bahas kalau misalnya memang Iran memegang peranan penting dalam hal ekonomi terutama karena memang Iran yang memiliki
12:37kuasa atas Selat Hormuz.
12:39Kalau misalnya memang benar-benar terjadi perang darat, apakah makin memperkeruh suasana di Selat Hormuz, Prof?
12:45Ya, kalau pun terjadi perang darat itu mungkin hanya di Pulau Kark gitu ya.
12:50Kemudian jadi target oleh militer Amerika Serikat.
12:55Kalau itu yang diambil saya kira kalau pun terjadi eskalasi perang darat hanya di situ.
12:59Karena untuk nyeberang ke kontinen, ke wilayah yang lebih besar di Iran, saya kira itu tadi butuh waspada yang tidak
13:06sedikit.
13:07Saya mengestimasikan istilah dana Amerika membutuhkan minimal 450-500 ribu pasukan.
13:15Itu pun dengan asumsi tidak ada perlawanan signifikan di darat kontinennya Iran.
13:23Saya bayangin begini ya Mbak, ketika mereka menganexasi Iran itu hampir tidak ada perlawanan.
13:30Mereka masuk itu kemudian satu dua kecil tapi kemudian mereka semua menyerah.
13:35Dan itu kemudian ditandai dengan misalnya kaburnya, apa namanya,
13:41warga besar sadamu, kemudian tidak kabur.
13:45Tapi sebagian besar pemerintah mereka tidak efektif.
13:48Tapi di kondisi hari ini saya kira berbeda.
13:50Jadi pertama, perbeda pertama, ini tidak digugung oleh koalisi multinasional.
13:55Kalau tidak di koalisi multinasional, maka apa namanya, saya nyebutkan apa,
14:01kos untuk perangnya itu ditanggung oleh dua negara, Israel dan Amerika Serikat.
14:07Itu kalau katakan saya bilang, misalnya tadi misalnya,
14:10kalau hari ini saja misalnya hanya setiap hari ya 1 bilion US dolar,
14:16ke 1 miliar US dolar, maka kalau kemudian ada pasukan percerangan tersebut,
14:19maka minimal 4,5 miliar dolar per hari untuk operasi.
14:24Dengan menambahkan 450 ribu tentara yang melakukan itu.
14:29Nah yang kedua, ini bicara soal doktrin ya.
14:31Sampai hari ini, kalau Mbak Tata lihat,
14:34doktrinnya mereka memang bukan doktrin peperangannya sifatnya,
14:38kemudian penyerangan dalam bentuk yang sifatnya adalah invasi darat.
14:41Sampai hari ini mereka akan menekankan pedoal high tech,
14:45mereka menekan soal kemudian perang cepat, kemudian juga presisi intelijen.
14:49Jadi makanya kalau kita lihat berkali-kali misalnya,
14:51mereka bisa membunuh misalnya Ali Kemeni.
14:54Membunuh itu karena presisi intelijen mereka luar biasa.
14:57Jadi itu mereka berharap ketika pembintar meninggal atau tewas,
15:02maka terjadi demoralisasi.
15:03Tapi itu nggak terjadi.
15:05Berbeda misalnya kemudian kasus di Venezuela mereka ngambil itu,
15:09di Venezuela memang secara prinsipnya tidak terjadi ekskalasi yang luar biasa.
15:14Artinya presiden dianggap sebagai bagian yang kemudian problem itu sendiri.
15:17Makanya kemudian tidak ada perlawanan besar misalnya.
15:20Nah apakah nanti yang pasukan Mardin itu melakukan itu,
15:24sama dengan ketika mereka melakukan operasi Osama Bin Laden di 2011,
15:31maka kemudian itu yang kemudian kita lihat.
15:33Karena 2011 itu polanya mirip dengan yang satu minggu ini terakhir.
15:36Ada deploy pasukan marinir untuk bisa kemudian melakukan operasi senyap
15:43untuk menangkap atau menewaskan Osama Bin Laden waktu itu ya.
15:47Jadi pasukan yang sekarang itu sama sekali bukan pasukan yang kemudian diserpa
15:52untuk operasi darat.
15:53Karena operasi darat sekali lagi,
15:54kalau estimasi saya tadi 450 ribu sambil 500 ribu,
15:58pasukan personil yang kemudian harus masuk bersama dalam konteks
16:03untuk menguasai wilayah yang ada di Iran.
16:06Kecuali ada kecuali.
16:08Kecuali modelnya model kayak Ukraina dengan Rusia.
16:12Nah ini agak berbeda.
16:13Ukraina dan Rusia itu kan sebagai wilayahnya adalah wilayah Rusia.
16:16Wilayah dengan berbahasa.
16:17Jadi yang kemudian dibangun adalah membangun sentimen itu yang dilakukan.
16:21Apakah itu dilakukan oleh apa namanya di Iran itu kemudian ada misalnya
16:24sebagai wilayah misalnya contoh ya.
16:26Itu prokosah Iran itu.
16:28Sah Falevi misalnya.
16:29Apa namanya?
16:30Sah Iran sebelumnya begitu.
16:31Kalau itu bisa dilakukan saya kira menarik.
16:34Karena apa?
16:34Karena Kurdistan,
16:36Kurdi yang bermasalah wilayah dengan Iran pun menolak untuk menjadi proksinya
16:42Amerika untuk melakukan upaya gangguan-gangguan yang sifatnya
16:48membiarkan konsentrasi pasokan Iran terkait dengan
16:52apa yang dilakukan oleh Israel dan juga Amerika Serikat.
16:56Mbak Tata.
16:57Oke.
16:57Kalau misalnya Prof, ini kan kita juga tahu
17:00sekarang lagi proses negosiasi lagi berjalan.
17:03Kemudian serangan udara juga masih terjadi ya Prof ya.
17:06Kalau nanti benar-benar terjadi serangan darat ini,
17:11apakah itu akan mempengaruhi negosiasi ini Prof?
17:13Mungkin bisa jadi negosiasinya sama-sama langsung batal sama sekali.
17:17Sementara kita tahu juga dari kedua belah kubu dari Amerika
17:21memberikan beberapa syarat.
17:22Ada 15 syarat.
17:23Kalau saya tidak salah kemudian dari Iran juga memberikan 5 syarat.
17:27Itu bagaimana Prof?
17:28Apakah mempengaruhi negosiasi?
17:30Jadi kalau misalnya kita asumsikan ada 75 ribu pasukan US ya
17:36plus sekatakan-kanakan 100 ribu pasukan Israel gitu.
17:39Ada masih butuh sekitar hampir 300 ribuan lagi
17:41untuk bisa masuk bersamaan.
17:44Kalau normalnya aja, kalau kita invasi mereka di Irak,
17:49mereka butuh hampir kurang lebih hampir 1,5 bulan.
17:52Itu pun dengan asumsi dengan multinasional.
17:55Katakanlah tadi dari Eropa, NATO, segala macam.
17:58Jadi kalau pun kita akan mengasumsikan akan terjadi peperangan darat,
18:02maka saya kira itu baru mungkin terjadi.
18:04Itu bulan Mei atau akhir bulan Mei ya.
18:07Asumsi-asumsi kita normal.
18:09Artinya apa?
18:09Artinya masih ada waktu 2 bulan negosiasi.
18:13Nah negosiasi pun saya kira bentuknya bukan semata-mata sepihak,
18:18tapi akan ada titik temu tadi.
18:195 banding 15.
18:20Nanti akan kelihatan seperti apa.
18:22Saya sih menduga,
18:23apa namanya,
18:25Iran akan menolak melakukan genjata senjata.
18:27Karena mereka mengalami situasi buruk di 2025 kemarin.
18:32Ketika sepihaknya senjata, setahun kemudian mereka diserang.
18:34Jadi hari ini,
18:36now or never,
18:37point of return buat Iran untuk kemudian tetap merespon.
18:43Jadi sekarang itu perangnya Mbak Tata,
18:46itu perangnya aksi-reaksi.
18:47Jadi Israel-US menyerang,
18:50Iran membalik.
18:51Jadi kalaupun misalnya mau berhenti,
18:53berhenti saja misalnya,
18:54katakanlah Iran aswai Israel dengan Amerika tidak menyerang saja.
18:58Mereka tidak akan melakukan yang sama.
19:00Itu yang kemudian dalam posisi yang kemudian kita sebut sebagai
19:06perang asimetris ya.
19:08Perang yang kemudian merespon sesuatu yang
19:09kalau mereka tidak terdesak,
19:11mereka kemudian tidak akan merespon.
19:13Jadi artinya apa?
19:14Artinya ini menyangkut soal sejauh mana
19:19pilihan Israel dan juga US
19:21terkait dengan Iran.
19:22Sampai hari ini kalau misalnya orang,
19:23apakah akan terjadi perang eskalasi perang
19:26berang-barut gitu ya?
19:28Perang panjang.
19:28Nah jawabannya tadi,
19:30kita masih menunggu misalnya katakanlah
19:32dalam hitungan 6 bulan ke depan.
19:34Jadi katakanlah 3 bulan ke depan lagi nih,
19:35apa yang akan terjadi?
19:37Asumsinya adalah,
19:39kalau kemudian
19:40terjadi dengan campur tangan
19:42publik internasional,
19:44saya kira akan berhenti di bulan
19:45Mei-Juni ya.
19:47Katakan seperti itu.
19:47Tapi kalau itu tidak terjadi,
19:48maka eskalasinya adalah
19:50mengarah pada operasi,
19:52apa sorry ya,
19:52kebuntuan militer.
19:53Di mana sudah saja,
19:55saling serang,
19:55tanpa ada upaya untuk melakukan pendudukan.
19:57Dan jangan lupa Mbak Tata,
19:59konsep peperangan dalam konteks
20:01hari ini ya,
20:02itu adalah penguasaan wilayah.
20:04Sampai hari ini,
20:05kedua negara,
20:06ketiga negara,
20:07belum melakukan penguasaan wilayah.
20:08Apalagi misalnya,
20:09ada proksi-proksi tadi yang disebutkan,
20:11ada Dahuti,
20:11ada Hisbullah,
20:12dan sebagainya yang memang
20:13juga melakukan apa namanya,
20:17mendalami perang
20:18untuk misalnya
20:20melancarkan serangan
20:21ke wilayah-wilayah di Israel.
20:23Ini kalau saya
20:24sudah bukan menghitung ya,
20:27Huti dengan Hisbullah,
20:29itu adalah kuncinya
20:30tetap ada di Iran.
20:31Jadi kalau orang bilang,
20:32wah itu mereka sendiri enggak,
20:33itu mereka proksinya
20:35dari Taheran.
20:37Jadi kalau Taheran berhenti,
20:38mereka akan juga berhenti.
20:40Asumsi itu yang kemudian saya kira
20:41penting untuk dipahami oleh kita
20:42bahwa operasi
20:43apa-apa perang
20:45darat ini,
20:46itu kecil kemungkinan
20:47karena masing-masing
20:48merasa
20:49itu menjadi situasi
20:50yang sangat
20:50pilihan terakhir.
20:52Dan pilihan terakhir itu,
20:52ada pilihan di antara itu.
20:54Apakah kemudian
20:55genjata-senjata,
20:56kalau saya kira,
20:57kalau genjata-senjata,
20:58Iran akan
20:59tidak merespon terlalu jauh
21:01karena mereka mengalami
21:02beberapa kali
21:03negosiasi
21:04dan ternyata
21:04genjata-senjata
21:05menjadi beban buat mereka.
21:07Setelah kemudian mereka diserang
21:08seperti yang
21:09terjadi.
21:11Kalau misalnya Prof sendiri
21:12melihat kira-kira apa
21:13Prof yang
21:14negosiasi mungkin
21:16yang akan membuat
21:16Iran akhirnya
21:18menyepakatinya.
21:19Karena kan tadi juga Prof bilang
21:20kayaknya Iran juga
21:21sulit untuk menyepakati
21:23mengingat kalau misalnya
21:24terakhir kali
21:24Iran diserang lagi gitu Prof.
21:27Apa poin yang kira-kira
21:28membuat Iran
21:29berpikir kembali
21:30oke nih kayaknya
21:31bisa nih
21:31untuk disepakatin
21:32karena kita lihat juga
21:33dari lima poin
21:35syarat dari Iran itu
21:36salah satu penghentian
21:37total agresi,
21:38kemudian juga
21:39mekanisme konkret
21:39menjamin serangan
21:41tidak terulang
21:42sementara
21:42kalau dari pihak
21:43Amerika Serikat
21:44untuk membuka
21:45selat hormus
21:46bagaimana Prof?
21:47Ya jadi
21:48kalau saya
21:48dua hal yang penting
21:49buat Iran
21:50yang satu lagi
21:51mungkin lebih kepisah
21:52soal solidaritas ya
21:54yang pertama tadi
21:55pembukaan blokade
21:56embargo
21:59embargo
21:59sudah hampir 25 tahun ya
22:01Iran mengalami
22:03berbeda 25 tahun
22:04jadi memang
22:04artinya apa
22:04artinya
22:05kalau diteruskan
22:06mereka siap
22:07untuk berperang
22:07jadi kalau ini
22:08mereka dilepas
22:10saya kira menarik
22:10kenapa mereka akan
22:11bisa menjadi
22:12negara normal
22:13kan selama ini
22:14sejak
22:15sejak apa namanya
22:16sahiran jatuh
22:17kemudian
22:17sampai hari ini kan
22:18mereka disiakkan
22:19untuk berperang
22:20mereka berkali-kali perang
22:22perang dengan Iran-Iran
22:22kemudian perang dan sebagainya
22:23terus berhenti-henti
22:24hampir tiap
22:25lima tahun mereka
22:26terjadi peperangan
22:27nah yang kedua
22:28apa namanya
22:29mereka kemudian
22:30tidak terlalu ketat
22:31terkait dengan
22:31penghayaan nuklir
22:33saya kira ini juga
22:34isu yang menarik
22:34buat mereka ya
22:35karena ini
22:35ini yang kemudian akan jadi
22:37perdebatan serius
22:38kalau dua ini kemudian
22:39dilepas
22:40saya kira
22:40salat horobus akan
22:41terbuka
22:42nah yang ketiga tadi
22:43yang saya bilang
22:44solitas Islam tadi
22:46isu Palestina
22:47ini kan
22:48ini akan menjadi
22:49titik
22:50titik
22:50titik
22:51titik bersama
22:52dukungan
22:53negara-negara Islam
22:55terutama
22:55ke Iran
22:56terkait dengan isu ini
22:57kalau ini terjadi
22:58makanya
22:59misalnya
22:59two state solution
23:01yang diinginkan oleh
23:03banyak negara
23:03itu bisa dilakukan
23:05kalau itu dilakukan
23:06saya kira
23:06ini berhenti sama sekali
23:07karena
23:08kenapa
23:08karena misalnya
23:09menyerang
23:10pulau
23:11Kars aja
23:12itu tidak menjamin
23:13apa namanya
23:14akan
23:15terbukanya
23:16selat horobus
23:17karena
23:17akan terjadi
23:18peperangan hanya di level itu aja
23:19di pulau
23:20ini kalau
23:21Mbak Tata pernah
23:22misalnya
23:23ingat gak dulu
23:24misalnya ada perang
23:25Malvinas dulu
23:26di antara
23:26Argentinian
23:27dengan
23:27Inggris
23:28itu yang rami
23:29di pulau
23:30Malvinasnya aja
23:31tapi
23:31gak sama
23:32pada aneksasi
23:33masuk wilayah ke
23:34Argentina
23:34kenapa?
23:35karena
23:35poin pentingnya adalah
23:36titik-titik temunya
23:38mereka di situ
23:38nah sebelum
23:39misalnya sana
23:40saya kira
23:40masih ada waktu
23:41satu setengah
23:42sampai dua bulan
23:42untuk melakukan negosiasi
23:43atau
23:44memang pada akhirnya
23:46akan ada perang besar
23:47nah saya sih
23:48berharap
23:48tidak terjadi
23:49karena
23:50kelihatannya
23:52infrastruktur
23:53kebijakan
23:54infrastruktur dan kebijakan
23:55itu
23:55tidak diberhatikan
23:56ke Trump
23:58artinya itu yang
23:58kemudian menjadi
23:59berbeda
24:00ketika
24:00waktu jaman bus
24:01bus kan kemudian
24:02dengan isu
24:03dengan sentimen
24:03dan sebagainya
24:04dia mampu
24:05mengolah
24:06kebijakannya
24:07sentimen negara
24:08juga bagus
24:08kemudian
24:09multinasional mendukung
24:10nah hari ini
24:10saya kira Trump
24:11tidak punya
24:12minimal dua tadi
24:13infrastruktur
24:14dukungan publik
24:15dukungan dari
24:16internal
24:17dukungan dari
24:18negara
24:19negara sekutu
24:20dukungan dari
24:21aliansi
24:21tidak terjadi
24:22bahkan kemudian
24:23yang parah adalah
24:25kemudian tidak
24:25didukung juga oleh
24:26publik secara
24:27masif
24:28sesuatu yang kemudian
24:29saya kira menjadi
24:30bumerang buat
24:31Trump
24:31ketika itu dilakukan
24:33jadi paksakan
24:34artinya apa
24:34pilihannya adalah
24:35duduk di meja perundingan
24:36dan menegosikan tersebut
24:37saya kira masih ada
24:38waktu sekarang
24:39Mbak Tata
24:39jadi seberapa mungkin
24:41Prof ini dibawa ke
24:41meja perundingan Prof
24:42saya sih
24:44masih sekitar
24:46antara 5-6
24:47kalau sekala 10 ya
24:48jadi masih memang
24:49masih dalam posisi
24:50karena begini
24:51jangan salah Mbak Tata
24:53apa namanya
24:54kalau kemudian ini
24:55sampai
24:563 bulan ke depan
24:57yang kalah
24:58bukan cuma Iran
24:59yang kalah
25:00bukan cuma Israel
25:01tapi yang kalah
25:02kita semua
25:03kenapa
25:03karena itu akan menjadi
25:04beban
25:05beban ekonomi baru
25:06bisa jadi misalnya
25:07ada analis mengatakan
25:08bahwa ini adalah
25:09titik krisis
25:10ekonomi dunia
25:11misalnya kalau itu dilakukan
25:12dengan asumsi itu
25:13saya kira
25:14tekanan publik
25:15internasional terkait
25:16dengan peperangan
25:17untuk segera diselesaikan
25:18dalam bentuk
25:19pejab perundingan
25:20menjadi isu yang utama
25:21dan saya kira
25:22Indonesia
25:22kalau kita
25:23masih concern
25:24di sewilai itu
25:24itu bisa mengambil
25:25inisiatif
25:26melakukan
25:27apa namanya
25:29menjadi penengah
25:30terkait dengan itu
25:31karena setidaknya
25:32misalnya gini
25:32kita masih punya
25:33punya muka
25:34masih punya
25:35apa namanya
25:37historis
25:38untuk bisa menjadi
25:39negara dalam posisi
25:40yang sebagai
25:41mediator tadi
25:41begitu
25:42ya oke
25:43Prof dan juga
25:44nanti kita akan
25:45bahas lagi
25:46tapi tahan dulu
25:47selesai jeda
25:48terkait bagaimana
25:49sesiap apa
25:50Iran ini untuk
25:51menghadapi pasukan
25:52darat Israel
25:53tetap di
25:53Breaking News Kompas TV
26:02Saudara kita akan
26:04melanjutkan
26:04perbincangan
26:05bersama
26:06Prof Muradi
26:07Guru Besar
26:08Politik dan
26:09Keamanan
26:10Universitas
26:10Pajajaran Bandung
26:11Prof
26:12kita lanjutkan lagi
26:13perbincangan kita
26:14tadi sebelum jeda
26:15jadi Prof
26:15kalau misalnya kita bilang
26:16serangan
26:17darat yang dilancarkan
26:19Amerika Serikat
26:19seberapa siap
26:20sebenarnya
26:21Iran ini Prof
26:21untuk
26:22menghadapi serangan
26:23tersebut
26:23jadi kalau
26:25kalau kita bicara
26:26bicara
26:27peperangan ya
26:28Iran
26:29lebih siap
26:30dibanding
26:31negara manapun
26:32yang kemudian
26:33diinvasi oleh
26:33Amerika Serikat
26:34dikatakanlah
26:35kalau kita
26:36kita ukur
26:37misalnya
26:38peperangan
26:39apa namanya
26:40panjang itu
26:41maka Iran
26:42masih mungkin
26:43bisa bertahan
26:446 sampai
26:441 tahun ke depan
26:46dengan asumsi
26:47bahwa
26:47mereka akan
26:48melakukan upaya
26:49apa perlawanan
26:50yang signifikan
26:51itu paling pertama
26:52yang kedua
26:53saya kira
26:54yang membedakan
26:55kata-kata
26:56misalnya
26:56invasi darat
26:58invasi darat
26:59di Iran itu
27:00tidak
27:00setelah
27:01akan
27:02menjatuhkan
27:03pemerintahan
27:04target operasi
27:05militer
27:06darat itu
27:07adalah untuk
27:07menjatuhkan
27:07pemerintahan
27:08ini malah justru
27:09menjadi perlawanan
27:10luar biasa
27:10di internal
27:11jadi saya kira
27:11betul-betul
27:13hati-hati
27:14betul
27:14isra
27:15dengan
27:15Amerika Serikat
27:16kalau itu
27:17bisa dilakukan
27:17yang kedua
27:18saya kira penting
27:19bahwa
27:20sekali lagi
27:20dari awal
27:21medan
27:21medan geografis
27:23medan perang
27:24medan geografis
27:24Iran itu
27:25jauh lebih
27:25rumit
27:26dia
27:26pegabungan
27:27antara
27:28saya menurut
27:28misalnya
27:28Afganistan
27:29dengan
27:30timur tengah
27:31jadi ada
27:32gurun
27:32ada
27:32ada
27:33penggunungan
27:34dan sebagainya
27:34itu artinya memang
27:35ini tidak mudah
27:36ini akan menjadi
27:38perangannya
27:39yang berlarut
27:39yang itu
27:40akan merugikan
27:41Amerika Serikat
27:41dalam kos yang
27:42jauh lebih besar
27:43nah artinya apa
27:44sebenarnya kalau
27:45dikatakan
27:45apakah
27:46Iran siap
27:47kalau melihat
27:48dari total
27:49misalnya
27:49pasukan yang mereka punya
27:50yang reguler
27:51itu antara
27:521000 sampai
27:531200an
27:54sorry
27:541 juta sampai
27:55200 ribuan
27:571,2 juta
27:59itu tentara
28:00reguler mereka
28:00itu gabungan dari
28:01artes
28:02artinya tentara
28:02reguler dengan
28:03tentara yang
28:04mereka sebut sebagai
28:05IRGC tadi
28:06tentara yang spesial tadi
28:07artinya memang
28:08ini yang lebih ideologis
28:09itu belum kemudian
28:10mobilisasi
28:11mobilisasi dari
28:13personil
28:13dari
28:14publik
28:15dari masyarakat
28:16jadi kalau itu
28:17dilakukan
28:18saya kira
28:18ini luar biasa
28:19jadi
28:19saya berharap
28:21itu tidak terjadi
28:22karena situasinya
28:23justru akan
28:24tidak menguntungkan
28:24bukan cuma
28:26wilayah yang
28:27akan diinvasi
28:28tapi juga
28:28wilayah-wilayah yang lain
28:29nah yang kedua
28:30apa namanya
28:31proses
28:33mosaic defense
28:34mungkin tadi
28:35kita bahas di awal ya
28:37mosaic defense ini
28:38ini unik
28:39kenapa?
28:39karena mereka
28:40melakukan desentralisasi
28:41komando
28:42sesuatu yang kemudian
28:43mereka persiapkan
28:45mungkin lebih dari 20 tahun
28:46mereka kemudian
28:47sempat kemarin
28:47melakukan itu
28:48di perang
28:492025
28:51tahun lalu ya
28:52tapi kemudian
28:53hari ini
28:53mereka praktekan
28:54dan itu
28:54nantai efektif
28:55jadi
28:56gini
28:56di psikologi
28:58tentara itu
28:59begitu kemudian
29:00tidak ada komando
29:01yang cukup jelas
29:02mereka akan
29:02akan terjadi
29:04demoralisasi
29:05tapi ini kemudian
29:06tidak dilakukan
29:07kenapa?
29:07karena masing-masing
29:09di konsentrasi
29:10komando itu
29:11kemudian dilakukan
29:11ini yang saya kira
29:12unik untuk bisa
29:14bisa dipraktekan
29:15dalam konteks
29:15misalnya peperangan darat
29:16nanti
29:16nah yang terakhir
29:18saya kira
29:18ini bicara soal
29:19sejauh mana kemudian
29:20apa namanya
29:22proksi yang lain
29:23dilakukan
29:23artinya apa?
29:25artinya bisa jadi
29:25Iran akan menggeser
29:26konsentrasi
29:27Israel
29:28terkait dengan
29:29serangan dari
29:30Houthi dan juga
29:30Hezbollah
29:31karena kalau
29:33kalau misalnya
29:34di berita yang lainnya
29:35itu intensivitas
29:37Hezbollah
29:38dengan
29:38Houthi
29:39untuk serangan
29:40ke Israel
29:41itu jauh lebih besar
29:42dibanding serangan
29:43Iran ke Israel
29:44sebenarnya
29:44yang saya kira
29:45perlu dilihat
29:46artinya apa?
29:47mereka siap
29:48siap
29:48paling tidak
29:49misalnya untuk
29:506 bulan
29:51sampai 1 tahun ke depan
29:54Iran sangat siap
29:58tapi di sisi lain
29:59juga Iran kan
29:59terus menyerang
30:00negara-negara sekutu
30:01Amerika Serikat
30:02diteluk
30:03nah sebenarnya
30:04si Iran ini
30:05mau memberikan
30:06sinyal apa sih
30:07Prof?
30:08kalau begini
30:09kalau dalam
30:10bahasa yang simpel
30:11ya menunya kan
30:11bicara
30:13kalau tidak mau
30:14diserang
30:14usir
30:16duta besar mereka
30:17usir
30:18kemudian
30:18pasukan mereka
30:20dari negara mereka sendiri
30:21tapi kan sebenarnya itu
30:21itu bahasa yang
30:22bahasa diplomatik ya
30:24dan sebenarnya
30:25berkali-kali
30:26disampaikan bahwa
30:27serangan Iran itu
30:28ke negara-negara
30:29di Limur Tengah itu
30:30itu bukan serangan
30:32ke negara tersebut
30:32tapi serangan
30:33ke basis militernya US
30:35artinya apa?
30:36artinya
30:36kalau Mbak Tata
30:37mengikuti betul
30:38misalnya bagaimana
30:39respon dari
30:40apa namanya
30:41Uni Emirat Arab
30:42berkata dengan
30:43misalnya serangan
30:44ke beberapa wilayah
30:45mereka ya
30:46itu terjadi
30:47di eskalasi
30:47Qatar misalnya
30:48juga melakukan yang sama
30:49artinya tinggal
30:51kemudian
30:51mereka terprovokasi
30:53tidak dengan pola
30:54dengan apa
30:54dengan upaya
30:55pecah belanya
30:57kata-kata saya nyebutnya
30:58pecah belah-pecah belah
30:59Israel dengan US
31:00terkait dengan negara
31:01di Timur Tengah itu sendiri
31:02mereka akan
31:04bergantung
31:05pada dua hal pertama
31:05kalau kemudian
31:06mereka melakukan upaya
31:08apa namanya
31:09eskalasi ya
31:09dengan melakukan upaya
31:11mendorong
31:11perangan
31:12terbuka dengan
31:13Iran
31:14maka risiko mereka adalah
31:15mereka akan tertutup
31:16akses untuk kemudian
31:18menjual
31:19apa
31:19mengirimkan
31:20minyak
31:21BBM dan seterusnya
31:22bagiannya menjadi bagian
31:23penting buat mereka
31:24nah yang kedua
31:25kalau itu dilakukan
31:26dalam eskalasi
31:27maka peluang untuk
31:29kemudian terjadi
31:29perang darat
31:30yang terbuka
31:31yang panjang
31:32yang sampai di awal
31:32tadi
31:33itu memungkinkan
31:34karena akan ada dukungan
31:35tadi
31:35nah hari ini
31:37sampai hari ini
31:37saya menangkap
31:38ada deeskalasi
31:39sesuatu yang kemudian
31:40agak unik sebenarnya
31:41dalam
31:42dalam perangan
31:43di kawasan ya
31:44harusnya kan
31:45terprovokasi
31:46karena beberapa kali
31:46misalnya
31:47mereka menemukan
31:48kok yang
31:49yang nyerang Irak
31:50kok Iran
31:51tapi ternyata
31:53mortilnya misalnya
31:54buatan US
31:55buatan Israel
31:56begitu
31:56yang buat mereka
31:57ini bagian yang ada pecah belah
31:58itu dirasakan betul
31:59oleh Qatar
32:00oleh Kuwait
32:01oleh kemudian
32:02misalnya
32:03Uni Emirat
32:03dan seterusnya
32:03begitu
32:04Mbak Tata
32:05oke
32:06Prof
32:07yang juga harus kita soroti
32:08adalah peran negara
32:09yang menjadi
32:11jembatan
32:11antara Amerika Serikat
32:12dan juga Iran
32:13itu ada beberapa
32:14negara seperti itu
32:15Turki
32:16kemudian Pakistan
32:17dan juga Oman
32:18begitu Prof
32:19kira-kira apa yang bisa dilakukan
32:20negara-negara yang
32:21menjadi jembatan ini
32:22supaya maksudnya
32:24menghambat eskalasi perang
32:26supaya perang darat ini
32:27mungkin saja
32:27bisa tidak terjadi
32:28kalau respon Trump
32:30per hari ini
32:31saya kira itu
32:32efektif ya
32:33walaupun mereka
32:34Iran
32:34tidak terlalu nyaman
32:35dengan Turki
32:36misalnya
32:36jadi mereka nyaman
32:37dengan Oman
32:38dan juga Pakistan
32:39artinya memang
32:40sebenarnya
32:40komunikasi sudah
32:42berlangsung
32:42artinya ada perubahan
32:43perubahan
32:44sikap Trump itu
32:45sebenarnya menggambarkan
32:46bahwa terjadi eskalasi
32:49mengarah ke sesuatu yang baik
32:50begitu
32:50oke
32:51tapi saya nangkap bahwa
32:53ini masih dalam posisi
32:54misalnya negosiasi tadi
32:55saya kira
32:56yang disampaikan oleh Iran
32:58dengan lima poin tadi
32:59itu jauh lebih
33:00jauh lebih
33:01jauh lebih rasional
33:02dan bisa dipahami oleh publik
33:03apa
33:04internasional
33:05ketimbang
33:0515 poin yang diminginkan oleh
33:07oleh US
33:08artinya apa
33:09karena akan ada penurunan
33:10penurunan
33:11nilai tawar ya
33:12antara kedua negara
33:13kalau itu dilakukan
33:14saya kira
33:15apa namanya
33:16peran Oman
33:16dan Pakistan
33:17terutama
33:18dua negara itu
33:19jauh lebih bisa
33:19kemudian meredahkan itu
33:21dan saya optimis
33:22sebenarnya
33:22karena
33:23Trump itu kan
33:24kadang-kadang
33:25mungkin juga usia juga
33:26jadi dia gak bisa
33:27menyebutkan
33:28kenapa
33:28gaya diplomatiknya dia
33:29jadi begitu dia
33:30wah senang
33:30dia bilang senang
33:31dia gak suka
33:32dia bilang gak suka
33:33buat saya itu menarik
33:33sebenarnya
33:34pola seperti itu
33:35menjadi satu
33:36satu gambaran
33:37buat pengamat
33:38model kayak saya
33:41mengamati
33:41apa
33:42alur
33:42gestur
33:44pemimpin ketika
33:45menerima
33:46tawaran-tawaran
33:47dan hari ini
33:48misalnya
33:49wakil presiden
33:49mengatakan
33:50bahwa tidak ada
33:50upaya untuk
33:52melakukan operasi militer
33:52di Iran
33:53hari ini loh
33:54dan saya kira
33:55menjadi salah satu
33:56bentuk
33:57progresnya baik
34:00jembatan
34:01antara
34:01Iran
34:02dengan
34:02US
34:03terutama ya
34:04perkaitan dengan
34:04upaya untuk
34:05melakukan
34:06apa namanya
34:07saya nyebutnya
34:08bukan
34:08kenyata senjata
34:10penghentian
34:10penghentian
34:11apa namanya
34:12peperangan ini
34:13supaya kemudian
34:14semuanya berjalan langsung
34:15operasi
34:16apa namanya
34:17ekonomika
34:18warfare
34:18dilakukan oleh
34:19Iran itu
34:20pelan-pelan akan
34:20berkurang
34:21karena kalau Mbak Tata
34:22lihat
34:22yang bertambah itu
34:24negara-negara yang kemudian
34:25boleh lewat
34:25buat saya itu
34:27bagian dari
34:27bagian-bagian dari
34:28taktik Iran
34:29untuk kemudian
34:29mengambil
34:30simpati banyak negara
34:31bahkan sekelas
34:32Thailand saja
34:33saya nyebutnya
34:34Thailand itu kan
34:34apa namanya
34:35sekutunya US
34:36di Asia Tenggara
34:37itu diberikan ruang
34:38diberikan ruang
34:40untuk lewat
34:40artinya apa
34:41sebenarnya ini menjadi
34:41salah satu poin
34:42kenapa
34:43Iran butuh simpati
34:45dunia untuk
34:45menekan Amerika Serikat
34:47dan
34:47Israel itu kemudian
34:48berhenti dan
34:49duduk bersama
34:50dan bicara
34:51dalam upaya
34:52perdamaian tadi
34:53begitu Mbak Tata
34:53oke
34:54Prof terakhir
34:55singkat saja
34:56kalau misalnya
34:57memang
34:57perang darat ini
34:59terjadi
35:00kemudian Amerika Serikat
35:01gagal dalam serangan ini
35:02kemungkinan terburuknya
35:04apa Prof?
35:06ya pertama
35:06utama sebenarnya adalah
35:09kalau itu gagal ya
35:10mereka
35:10apa
35:11Amerika Serikat
35:13utama presidennya
35:13akan ada upaya
35:14untuk kemudian
35:15di patchment
35:16dan dianggap itu
35:17menghambur-hamburkan
35:18uang dan
35:18mendukung
35:19peperangan
35:20Israel dengan
35:21Iran
35:22asumsi di internal
35:25US begitu
35:25yang kedua
35:26saya kira penting juga adalah
35:28ya regime
35:29apa namanya
35:30Iran
35:31sorry Israel
35:32di mana
35:32pemerintahan saat ini
35:34juga akan jatuh
35:34artinya apa
35:35artinya akan mungkin
35:36pemerintah apa
35:37warga
35:38di Israel
35:39maupun di
35:40apa namanya
35:41di Amerika
35:41akan membutuhkan
35:42pemimpin yang jauh lebih soft
35:43nah saya kira ini
35:44peluang buat
35:44buat Indonesia
35:45sekali lagi
35:46untuk bisa
35:46mendorong agenda-agenda
35:47terkait dengan
35:48Amerika-Palesina
35:49karena dengan begitu
35:50dua isu itu
35:51menjadi
35:51satu yang tidak terpisahkan
35:53buat Indonesia ya
35:54satu soal ekonomi
35:55tadi soal BBM
35:56yang kedua adalah
35:56bagaimana kemudian kita
35:58tetap
35:58konsen terkait dengan
36:00dukungan kita terkait dengan
36:01kemerintah-palesina
36:02paling tidak misalnya
36:03to state solution
36:04menjadi utama
36:05buat kita
36:05dan diterima oleh
36:07Israel
36:07yang sampai hari ini
36:08itu ditolak oleh
36:09Perdana Menterinya
36:10begitu
36:11Mbak Tata
36:11oke
36:12baik
36:13terima kasih
36:13Prof Muradi
36:14Guru Besar
36:15Politik dan Keamanan
36:16Universitas Panjajaran Bandung
36:18terima kasih
36:18atas ulasannya
36:19Prof
36:19salam sehat selalu
36:20sama-sama
36:21terima kasih
36:24Prof
36:24terima kasih
36:24terima kasih
36:24selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan