Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BANDUNG, KOMPAS.TV - Di tengah ramainya arus mudik, tak semua orang bisa pulang ke kampung halaman.

Sebagian justru harus tetap bekerja melayani para pemudik, meski menahan rindu akan keluarga.

Berikut laporan Jurnalis Kompas TV Meidina Andas dan Juru Kamera Gahniyar Febrian.

Baca Juga Pelni Prediksi Puncak Arus Balik Terjadi 31 Maret, Pemudik Sudah Serbu Pelabuhan Ambon di https://www.kompas.tv/regional/659634/pelni-prediksi-puncak-arus-balik-terjadi-31-maret-pemudik-sudah-serbu-pelabuhan-ambon

#petugasbus #mudik #lebaran

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/659641/cerita-petugas-bus-di-cileunyi-tak-pulang-lebaran-demi-mencari-nafkah-kompas-siang
Transkrip
00:00Di tengah ramainya arus mudik, tak semua orang bisa pulang ke kampung halaman.
00:05Sebagian justru harus tetap bekerja melayani para pemudik meski menahan rindu dengan keluarga.
00:11Berikut laporan jurnalis Kompas TV, Meidina Andas dan juru kamera Ghaniar Febrian untuk Anda.
00:17Momen mudik memang biasanya merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat.
00:22Dikarenakan biasanya di momen ini kita semua berkumpul kembali bersama keluarga setelah melepas rindu
00:28sampai ramainya sudah tidak bertemu dengan keluarga akibat kesibukan masing-masing.
00:32Namun memang nyatanya kesempatan berkumpul bersama keluarga pada saat momen mudik lebaran ini tidak bisa dirasakan oleh semua orang.
00:41Seperti contohnya salah satu sudah bersama saya saat ini, pengurus lalu lintas Cilengi Ujang yang sudah tidak pulang
00:48dikarenakan harus bekerja selamat siang Pak Ujang.
00:52Selamat siang, Neng.
00:54Pak, kenapa nih Pak kok tahun ini Bapak tidak pulang ke kampung, Pak? Bapak kampungnya di mana, Pak?
01:00Saya di Garut. Terus terang, nggak punya duit, Neng.
01:05Iya. Uang segitu kalau dipakai makan juga di sini habis, Neng.
01:11Bapak kerja dari jam berapa sampai jam berapa, Neng, Pak?
01:14Jam 7. Pulang kadang-kadang setengah 6.
01:18Bentuan-bentuan apa aja nih, Pak, yang biasanya Bapak terima?
01:20Kemarin waktu THR saya dikasih uang, dikasih ke THR, sejuta, terus dari ini sejuta 250, langsung dikasih sama istri, Neng.
01:35Alasan Bapak memutuskan untuk tidak pulang tahun ini kenapa nih, Pak?
01:39Iya, iya, itu. Nggak punya duit tau ya. Nggak punya duit, Neng.
01:44Kalau punya duit, saya pulang.
01:47Biar mau minta izin dulu.
01:49Pengen ke makam, belum jarah, Neng, Neng.
01:51Saya nangis, sampai Allah.
01:53Sedih.
01:56Ada saya celaka.
02:00Ada saya meninggal.
02:02Belum jarah.
02:05Sedih, Neng.
02:06Pak Ujang, terima kasih. Sudah bersedia untuk diwawancara kami, keluarga dari Kompas TV, beruka cita atas apa yang terjadi sama
02:13adanya Pak Ujang.
02:14Semoga Pak Ujang bisa pulang secepatnya ke Garut ya, Pak, ya.
02:18Selamat melanjutkan aktivitasnya kembali. Selamat bertugas. Semangat selalu, Pak.
02:22Semangat.
02:23Pada sehat, pada selamat.
02:25Terima kasih ya, Pak Ujang.
02:27Ya, saudara, itu dia tadi salah satu cerita dari petugas selalu lintas di Cilenyi, Ujang, yang dimana memang tahun ini
02:35tidak berkesempatan untuk pulang, merayakan momen lebaran bersama keluarga.
02:40Dan pastinya diharapkan agar kondisi ke depannya untuk Ujang ini akan terus lebih baik dari sebelumnya dan akan dapat merasakan
02:50momen lebaran di tahun-tahun berikutnya agar bisa kembali berkumpul bersama keluarga.
02:55Medina Andas, Ganyar Febrian, Kumpas TV, Cilenyi, Jawa Barat.
Komentar

Dianjurkan