Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Dentuman meriam karbit di tepian Sungai Kapuas memeriahkan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Pontianak.

Tradisi turun-temurun ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol kebersamaan dan identitas budaya masyarakat Pontianak.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, di akhir bulan Ramadan, warga Pontianak antusias menyambut malam takbiran dengan permainan meriam karbit.

#meriamkarbit #pontianak #idulfitri

Baca Juga Petani Karo Sulap Tempurung Kelapa Jadi Arang Briket, Tembus Pasar Restoran dan Hotel di https://www.kompas.tv/regional/658636/petani-karo-sulap-tempurung-kelapa-jadi-arang-briket-tembus-pasar-restoran-dan-hotel



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/658637/tradisi-meriam-karbit-meriahkan-lebaran-di-pontianak-kompas-siang

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Yang informasi kedua saudara, dentuman meriam karbit di tepin sungai Kapuas
00:04memeriahkan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
00:10Pemeriahan ini dilaksanakan turun-temurun dan menjadi identitas budaya bagi masyarakat Pontianak.
00:20Seperti tahun-tahun sebelumnya di akhir bulan Ramadan,
00:23warga Pontianak antusias menyambut malam takbiran dengan permainan meriam karbit.
00:27Tahun ini sebanyak 229 meriam karbit dengan berbagai ukuran berjejer di sepanjang tepian sungai Kapuas.
00:35Wali kota Pontianak, Edi Rusdikam Tono menyebut,
00:38tradisi meriam karbit merupakan bagian dari warisan budaya tak benda yang telah diakui sejak tahun 2016.
00:44Selain menjadi identitas daerah, permainan ini juga menjadi daya tarik wisata yang selalu dinantikan,
00:50baik oleh warga lokal maupun wisatawan luar kalbar hingga mancanegara.
00:54Kedepan, pemerintah kota berencana mengembangkan permainan meriam karbit menjadi festival yang lebih inovatif,
01:01mulai dari penataan dekorasi, tata suara, hingga penambahan hiburan dan kuliner,
01:06agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar sungai Kapuas.
01:10Tentunya ini sudah menjadi branding kota Pontianak dan banyak wisatawan,
01:17terutama yang mudiknya kota Pontianak, bahkan dari luar juga ingin menyaksikan permainan meriam karbit.
01:23Kita akan terus supayakan permainan ini menjadi salah satu permainan yang lebih inovatif dan bisa memberikan pertumbuhan,
01:31terutama bagi warga di sepanjang sungai Kapuas.
01:35Nanti ke depan akan kita festivalkan dan mungkin lebih menarik lagi.
01:40Sementara itu, salah satu wisatawan asal Kepulauan Riau bedah mengaku,
01:44jauh-jauh ke Pontianak hanya untuk menyaksikan tradisi meriam karbit yang dinilai unik dan bersejarah.
01:50Saya asli Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.
01:53Jauh-jauh ke Pontianak ngapain, Kak?
01:55Nak main-main saja saja, nak tengok kan.
01:58Dekat sini kan ada festival meriam karbit, jadi diajak Bu Ratu Tanahnya ke Pontianak sini,
02:04Alhamdulillah lah boleh tengok macam mana meriam itu, bunyi itu.
02:08Berarti pertama kali pula terhadiri seperti ini?
02:11Ya, pertama kali. Hidupkan pun pertama kali juga.
02:13Alhamdulillah seronok.
02:15Pertama-tama memang takut lah, tapi pas dah sampai pun tak seram macam itu.
02:19Tapi seronok, betul-betul seronok.
02:21Jadi kawan-kawan yang dari luar Pontianak, kalau nak tengok meriam karbit ini,
02:26bolehlah setiap mau lebaran datang ke Pontianak.
02:29Kapolresita Pontianak, Kombespol Endang, Tidipurwanto mengaku terkesan
02:33dengan sensasi menyelut meriam karbit untuk pertama kalinya.
02:37Waduh, susah digambarkan dengan kata-kata.
02:40Bisa dikatakan ini luar biasa. Ini pengalaman pertama kali dalam hidup saya.
02:44Di mana saya diminta untuk menyalakan nyulot meriam karbit.
02:51Alhamdulillah rasanya bahagia, senang, dan ini merupakan kita harus wariskan budaya dari Pontianak.
03:00Dentuman meriam karbit tak hanya menjadi hiburan,
03:02namun juga pengingat akan sejarah dan kebersamaan warga Pontianak.
03:06Tradisi ini diharapkan terus lestari dan menjadi daya tarik wisata
03:10yang mengharumkan nama kota Pontianak di masa mendatang.
03:13Sucia Lucinda, Kompas TV, Pontianak, Kalimantan Barat.
03:20Demikian cerita Nusantara dari Pontianak, Kalimantan Barat.
03:23Kita kembali ke studio Lintang.
03:25Baik, Doris Pardede dan judukamera Muhammad Nasruddin di Pontianak, Kalimantan Barat.
03:30Sebelumnya sudah ada Emir Syapurba dan judukamera Roganda Malau
03:33dari Medan Sumatera Utara.
03:35Terima kasih rekan-rekan. Selamat bertugas kembali.
03:39Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan