00:00Informasi kedua saudara seorang pria asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara berhasil meracik limbah tempurung kelapa menjadi arang berikat.
00:10Kini hasil uji cobanya sudah dipasarkan di rumah makan dan juga hotel. Berikut informasi selanjutnya.
00:20Memanfaatkan limbah tempurung kelapa, Pebri Sembiring seorang petani di Kabupaten Karo membuat arang berikat yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi.
00:31Selain itu, arang berikat juga lebih ramah lingkungan karena tidak mengeluarkan asap saat digunakan.
00:38Dalam satu kilogram, arang berikat mampu menyala selama satu hingga dua jam.
00:45Awalnya, Pebri Sembiring mengaku hanya coba-coba mengolah limbah tempurung kelapa menjadi arang berikat setelah mempelajari dari sosial media.
00:55Ke mana arang berikat? Jadi aku pelajari buat sikit dulu, lalu pakai. Ternyata itu bagus, arang berikatnya bagus.
01:07Dulu aku belum tahu ada di Sumatera ini orang buat arang berikat. Setelah aku bikin jadi, setelah aku bikin laku,
01:15ternyata ada pabrik juga di Medan.
01:17Jadi aku ikutin. Jadi aku dalamin, aku posting-posting di handphone.
01:21Salah seorang pembeli mengaku memilih arang berikat karena harganya yang murah dan daya tahan yang dianggap lebih baik dari arang
01:29kayu lainnya.
01:54Dalam sehari, Pebri mampu memproduksi arang berikat 50 hingga 100 kg.
01:59dalam sepekan. Dan arang berikat ini laku di pasaran seperti untuk rumah makan, kafe, hotel, hingga kebutuhan rumah tangga.
Komentar