Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Memasuki pekan ketiga perang di Timur Tengah, Iran tidak sedikit pun mengendorkan serangan. Pengamat terorisme dan intelijen, Ridlwan Habib, menilai Amerika Serikat tengah dalam tekanan.

Memasuki pekan ketiga perang di Timur Tengah, Iran terus melancarkan gelombang serangan rudal dan drone melalui pasukan Garda Revolusi Islam Iran, yang menyasar fasilitas vital Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah dan juga Israel, termasuk stasiun kereta.

Sementara itu, Amerika Serikat kecewa terhadap NATO yang tidak membantu dalam perang melawan Iran. Presiden Donald Trump mengeluhkan bahwa keputusan NATO tersebut berdampak buruk bagi kemitraan.

Sebelumnya, Trump meminta bantuan sekutunya untuk terlibat dalam konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Baca Juga Serpihan Rudal Iran Tewaskan Pekerja Asing di Israel Selatan | SAPA SIANG di https://www.kompas.tv/internasional/657987/serpihan-rudal-iran-tewaskan-pekerja-asing-di-israel-selatan-sapa-siang

#iran #israel #amerika #trump

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/657994/makin-panas-negara-nato-tak-bantu-as-israel-perangi-iran-trump-terdesak
Transkrip
00:00Memasuki pekan ketiga perang di Timur Tengah, Iran tak sedikit pun mengendorkan serangannya.
00:07Pengkaman terorisme dan itulajen Ritwan Habib menilai Amerika Serikat tengah dalam tekanan.
00:21Memasuki pekan ketiga perang di Timur Tengah, Iran tak sedikit pun mengendorkan serangan.
00:25Gelombang serangan rudal dan drone kembali dilancarkan Pasukan Garda Revolusi Islam, Iran menyasar fasilitas vital AS di Timur Tengah dan
00:34juga Israel, termasuk stasiun kereta.
00:37Sementara itu, Amerika Serikat kecewa pada NATO yang tak membantu AS dalam perang melawan Iran.
00:43Presiden Trump mengeluhkan jika keputusan NATO tersebut buruk bagi kemitraan.
00:48Sebelumnya, Trump meminta bantuan sekutunya untuk terlibat atas perang yang terjadi di Timur Tengah.
00:55I'm disappointed in NATO that we spend trillions of dollars on NATO.
01:00Think of it, trillions over the years, many trillions of dollars.
01:04It's one of the reasons we have deficits and we help other countries.
01:09And when they don't help us, I mean, it's certainly something that we should think about.
01:15I don't need Congress for that decision.
01:17As you probably know, I can make that decision myself.
01:19I work with some very smart people and I always deal with Congress anyway, but I don't need Congress for
01:26that decision.
01:26But, you know, when you say rethink, I have nothing currently in mind, but I will say that I'm not
01:35exactly thrilled when we help them with Ukraine.
01:41Pengamat terorisme dan intelijen Ridwan Habib menilai Amerika Serikat tengah dalam tekanan.
01:47Selain penolakan dari NATO, dari internal pemerintahan Trump juga mulai goyah.
01:52Direktur Pusat Kontra Terorisme Nasional AS mundun.
01:58Joe Kemp mengundurkan diri dengan alasan tidak dapat mendukung perang Iran yang dijalankan oleh Presiden Trump.
02:04Ini menunjukkan bahwa di internal mereka sendiri, ini Direktur Kontra Terorisme.
02:09Kalau di Indonesia mungkin setara BNPT lah ya, setara kepala BNPT-nya begitu.
02:14Dia sudah merasa bahwa Amerika akan kalah dalam perang ini.
02:19Artinya ini analisa yang langsung dari pihak yang sudah berperang dengan Iran.
02:25Perang Amerika Serikat Israel dan Iran belum menunjukkan tanda-tanda akan meredah.
02:32Perang yang terus berkecamuk hingga tiga pekan berturut-turut ini akan mengancam perekonomian global.
Komentar

Dianjurkan