Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) mengatakan, upaya pemerintah untuk mengirim pasukan perdamaian sebaiknya dilakukan melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurut Jusuf Kalla, Indonesia sering mengirim pasukan perdamaian melalui naungan PBB.

"Kalau kirim pasukan perdamaian selalu ada payungnya, aturannya. Selama ini kita berada di bawah suatu ketetapan PBB," ujar JK saat ditemui di Markas Pusat Palang Merah Indonesia (PMI), Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Video editor: Novaltri

#jusufkalla #pasukanperdamaian #jk

Baca Juga [FULL] Jusuf Kalla Bertemu Dubes Iran, Bahas Kiriman Bantuan untuk Korban Perang di Teheran di https://www.kompas.tv/nasional/657752/full-jusuf-kalla-bertemu-dubes-iran-bahas-kiriman-bantuan-untuk-korban-perang-di-teheran



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/657936/pemerintah-tunda-kirim-pasukan-perdamaian-ke-gaza-jusuf-kalla-lebih-baik-lewat-pbb
Transkrip
00:00Ya, itu kalau kirim pasukan perdamaian selalu ada payungnya, aturannya.
00:08Selama ini kita berada di bawah suatu ketetapan PBB.
00:15Nah, apakah ini juga bisa seperti itu?
00:20Karena punya konsekuensi hukum dan kemanat, dan kemanat pasukan sendiri.
00:24Jadi, apakah ini di bawah Board of Peace atau bagaimana, tapi kita menurut saya, itu lebih baik kalau berada di
00:37bawah ketetapan PBB.
00:41Ya, seperti itu.
00:42Memang sejak, kita laksanakan sejak 50 tahun lalu itu, selalu di bawah mengirim, Indonesia termasuk negara yang paling sering mengirim
00:53pasukan,
00:54tapi di bawah ke atas nama PBB.
00:58Karena itu, pada biru kan, atau ketopi biru, bukan seperti ini.
01:08Ini tidak jelas urusannya.
01:11Dan juga, ya biaya itu besar.
01:13Kalau dulu dibiaya oleh PBB.
01:15Ya, itu.
01:16Soal-soal dengan Pak Ijin, ini kan sekarang masih ada, karena kan terluka rumus kan lagi ada permasalahan yang terluka
01:23rumus itu soal suplai minyak segala macam.
01:25Menurut Pak Pak, melihat kondisi terang sekarang yang berkepanjangan, mungkin ada masih penggiat-kita penasihatnya dari Pak JK untuk pemerintah
01:32penghematan nanti ke depannya seperti apa?
01:34Apanya?
01:35Penghematan untuk pemerintah, Pak, misalkan, pengurang-pengurang seperti apa?
01:39Memang, ya, Pak pemerintah mengalami dilema-dilema yang seperti saya lihat.
01:48Kalau biayanya, ya.
01:51Karena cuma dua yang bisa menyesuaikan ini.
01:54Mengurangi pelanja atau berusaha menaikkan penerimaan.
02:00Ini penerimaan dalam keadaan ekonomi begini, sulit karena pajak menurun.
02:06Ekonomi menurun berarti pajak menurun.
02:07Jadi, satunya cara, ialah cuma dua kemungkinan.
02:12Itu menurunkan belanja atau terpaksa menaikkan defisit.
02:20Nah, pemerintah tinggal memilih salah satunya, menaikkan defisit utang atau menurunkan biaya.
02:27Kediatannya Pak Prabowo milik untuk menurunkan belanja supaya defisit itu tidak sebesar nanti.
02:35Itu tetap 3%.
02:37Konsekuensinya tentu belanja apa yang dikurangi.
02:41Kalau hanya empat belanja yang bisa mungkin dikurangi.
02:45Belanja ke daerah, belanja pendidikan, belanja kesehatan, dan belanja infrastruktur.
02:51Karena itu yang bisa, yang lebih besar.
02:56Dan tentunya belanja pertahanan.
03:00Itu limet.
03:00Yang mana diturunkan, ya kita tidak tahu.
03:02Bagaimana pemerintah?
03:04Kalau belanja diturunkan belanja daerah, kasihan itu daerah tinggal 17%.
03:09Itu seluruh penduduk di Indonesia ini akan kesulitan jalan, kesulitan pembangunan daerah, rakyat daerah.
03:17Kalau pendidikan menemukan itu, pendidikan kita akan turun.
03:21Kalau kesehatan, pasitas kesehatan akan turun.
03:25Jadi tentu pemerintah persidirlah tentu yang evaluasi efeknya dua hal ini.
03:32Cuma dua pilihan, tidak ada pilihan lain.
03:34You tambah utang, atau terus ini belanja, karena ini menurun, penerimaan.
03:41Jadi kalau menurun, karena begini.
03:43Ini belanja, ini penerimaan.
03:45Kalau ini menurun, ditutupi dengan utang.
03:50Atau ini diturunkan.
03:53Itu saja tiga pilihan pemerintah.
04:18Saudara kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
04:23Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
04:27Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
04:33Selamat menikmati.
04:33Selamat menikmati.

Dianjurkan