00:00Lalu bagaimana dengan kekuatan Iran pasca pejabat kunci militer mereka tewas dalam serangan yang digempurkan Israel?
00:08Untuk membahasnya kita akan berbincang dengan Yon Mahmoudi, pengamat Timur Tengah Universitas Indonesia.
00:15Selamat petang Pak Yon.
00:17Selamat petang, ya terima kasih.
00:20Ya, dengan Friska di sini.
00:21Mas Yon, kita tahu bahwa Alila Rijani ini tokoh yang luar biasa untuk Iran
00:26karena dalam struktur pemerintahan sudah hampir semua posisi ditempati.
00:32Dengan meninggalnya, gugurnya Alila Rijani, akan seperti apa dampaknya untuk Iran?
00:39Ya, Alila Rijani kan tentu memiliki posisi yang sangat penting ya sebagai Sekretaris Dewan Keamanan
00:45dan juga track record-nya yang cukup besar dalam dinamika politik maupun juga keamanan di Iran.
00:54Jadi, bagian dari top leader ya yang ada di Iran.
00:58Nah, ini ada sebuah strategi yang hanya dilakukan oleh Israel ya di dalam hal memerangi musuh-musuhnya.
01:06Israel itu kan yang pertama menyasar ya, bom menyasar infrastruktur sipil
01:11untuk menciptakan rasa ketakutan ya kepada rakyat yang menjadi musuhnya.
01:15Kemudian yang kedua adalah membunuh ya pemimpin-pemimpin negara termasuk juga top leader-nya.
01:22Dan ini sudah dipastikan bahwa operasi model seperti ini adalah operasi yang diinisiasi oleh Israel ya.
01:30Sementara Amerika sendiri tidak memiliki model strategi untuk menghabisi, membunuh top leader ya secara khusus ya.
01:38yang itu sangat berbeda dengan model operasi yang dilakukan oleh Israel.
01:44Nah, tentu terbunuhnya top leader ini menunjukkan bahwa ada aspek keamanan ya di Iran sendiri yang agak rapuh
01:55karena biar bagaimanapun informasi keberadaan top leader pasti juga ada sumber yang menyampaikan
02:03sehingga target sasaran udar itu bisa tepat.
02:06Dan tentu Iran juga sudah mempersiapkan sedemikian rupa ya pengganti-pengganti setelahnya di masa perang ini
02:15dan tidak mempengaruhi semangat mereka untuk melawan Amerika dan juga Israel.
02:23Artinya kan mereka sudah terbiasa ya dengan mati satu kemudian tumbuh seribu
02:29untuk bisa mempersiapkan perlawanan dan setiap pemimpin yang ditunjuk
02:34nampaknya juga sadar betul ya bahwa mereka juga akan menjadi target
02:39pembunuhan ya setiap saat sehingga persiapan apa perubahan kepemimpinan itu bisa segera dilakukan.
02:47Hanya saja ini walaupun top leadernya sudah menjadi target tidak akan menyurutkan ya semangat Iran
02:55untuk terus melakukan perlawanan balik bahkan semakin kuat ya kepada Israel dan juga Amerika.
03:04Ini juga ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Arakshi saat mengonfirmasi Ali Al-Rizani meninggal dunia
03:14ditegaskan bahwa Iran tidak akan terpengaruh, akan tetap kuat
03:18karena Iran tidak bergantung pada satu tokoh tertentu.
03:21Nah sementara Israel tampaknya jumawa dengan meninggalnya Ali Al-Rizani.
03:26Sebenarnya kalau kita baca secara clear peta politik di Iran
03:29apa yang akan terjadi pasca ini dan siapa sosok yang bisa menggantikan Ali Al-Rizani
03:33yang merupakan politisi senior di sana?
03:36Nah tentu dengan kondisi yang seperti ini setiap perubahan tidak segera disampaikan kepada publik ya.
03:44Karena biar bagaimanapun Israel dan Amerika berusaha mengincar ya
03:49tokoh-tokoh penting yang akan digantikan, yang akan menggantikan ya
03:55tokoh-tokoh yang sudah menjadi target mereka.
03:58Nah ini akan menjadi strategi yang tentu untuk menghindari andanya kemungkinan
04:04terbunuhnya kembali tokoh-tokoh yang sudah terpilih ya menggantikan posisi Ali Al-Rizani
04:12ini bisa saja untuk beberapa saat tidak disampaikan ke publik tetapi koordinasi
04:20dan juga tongkat kepemimpinan bisa dilakukan secara efektif.
04:24Karena resiko-resiko yang dihadapi oleh Iran ya setiap pemimpin itu akan pasti menjadi target
04:32ya sasaran dari Israel.
04:35Tokoh-tokoh saya kira dibalik Dewan Keamanan saya kira juga sudah ada ya
04:41nama yang kemudian akan dimunculkan tetapi dalam waktu dekat nampaknya juga
04:47tidak segera dipublikasikan karena mengingat masalah keselamatan
04:52dan juga untuk menghindari adanya serangan yang dilakukan oleh Israel
04:57yang memang menyasar tokoh-tokoh atau top leader ya dari Iran itu.
05:03Artinya kan ini yang harus dipahami kita mengerti bahwa tidak mungkin namanya
05:08akan diumumkan segera karena ada faktor keselamatan yang pasti akan diincar
05:12oleh Amerika Serikat yang bahkan mengeluarkan sayembara tokoh-tokoh kunci Iran.
05:17Nah tapi dalam kondisi seperti ini apakah bisa kita lihat konsolidasi di internal Iran
05:22masih berjalan cukup baik misalnya kalau kita lihat ada rudal yang rudal klaster bahkan
05:28yang dikirimkan sesaat setelah diumumkan meninggalnya Alila Rijani
05:31apakah ini sebagai tanda bahwa siapapun yang ada saat ini di pemerintahan Iran
05:36Iran di internal masih tetap kokoh begitu?
05:40Ya itu kan artinya ada leher-leher kepemimpinan ya kalau Amerika Donald Trump
05:46mengatakan bahwa leher satu sampai dua sudah bisa dihancurkan
05:50kemudian menunggu leher tiga tetapi kan sebenarnya juga tidak semua
05:55leher-leher satu dua itu sudah habis karena itu pasti berkaitan dengan
06:00bagaimana serangan balik itu dengan cepat dilakukan ya
06:03jadi kalau leher kepemimpinannya telah dihancurkan semua
06:06asumsinya proses untuk melakukan serangan balik akan memakan waktu
06:11tetapi ini serangan retaliasi dalam kapasitas yang lebih besar
06:16masih tetap konsisten ya dilakukan
06:19nah dari situ bisa kita pahami bahwa kepemimpinan itu dilakukan secara berlapis-lapis ya
06:26jadi ketika lapisan tertentu itu terbunuh dan mereka juga sudah menyadari
06:31akan ancaman dari musuh maka lapisan berikutnya segera menggantikan
06:35sehingga instruksi komando untuk meminta melakukan serangan
06:40itu tetap bisa dilakukan yang menandakan bahwa sebenarnya
06:45di dalam kepemimpinan di Iran itu tidak tergoyakan ya
06:51dengan terbunuhnya ya beberapa pemimpin-pemimpin mereka
06:56ini juga menarik karena dengan kalau dibandingkan dengan negara kawasan lainnya
07:01saat pemimpin tertingginya terbunuh otomatis akan goyang pemerintahan
07:06tapi tampaknya kewalahan AS dan Israel melawan Iran
07:09nah tapi sebaliknya seberapa besar efek dari serangan yang dilancarkan Iran
07:14terhadap Amerika Serikat maupun Israel terhadap kekuatan mereka saat ini
07:18Mas Yon
07:19ya ini kan yang tidak diantisipasi oleh Amerika dan juga Israel
07:24yang merasa yakin ya bahwa dengan dieliminasi top leadernya
07:30kemudian fasilitas-fasilitas militernya ya juga dihancurkan
07:34maka Iran akan segera menyerah secara total ya
07:39dan kemudian rakyatnya akan mengambil alih mengganti rezim yang ada
07:43justru sebaliknya kemudian perlawanan menjadi semakin kuat
07:48strateginya mulai berubah yang awalnya hanya fokus dari dengan militer
07:53ya kemudian mulai beralih kepada menyerang fasilitas strategis ekonomi
07:58ya termasuk dengan menutup selat hormus ya
08:01ini kan sebuah strategi yang agak sulit ya
08:05dan tidak diantisipasi oleh Amerika ya
08:09pada satu sisi mereka gagal untuk mengeliminasi dan memberhentikannya ya
08:14struktur kepemimpinan dengan cara membunuh pemimpin-pemimpin mereka
08:18dalam satu sisi justru sebaliknya mereka semakin kuat dengan strategi-strategi baru
08:24yang itu menjadi semacam apa kejutan-kejutan yang mengkhawatirkan
08:30bahkan mencemaskan Israel dan Amerika
08:33Amerika sendiri kan merasa semakin terjepit sebenarnya
08:39kekuatan untuk melakukan penyerangan dan pengaboman
08:43dan semakin kendur sebenarnya
08:45karena meminta dukungan dari negara-negara NATO
08:50kemudian sekutu-sekutu lama
08:52tetapi nampaknya tidak mendapatkan respon yang positif
08:56dan sementara di dalam negeri sendiri juga Amerika
08:59mendapatkan apa penentangan ya
09:03tentang rencana apa perang ini
09:05nah pada satu sisi sebenarnya
09:08legitimasi ya perang yang Amerika yang disebut dengan illegal war ya
09:13perang yang tidak legal itu
09:15mendapatkan penentangan pada satu sisi
09:18mereka tidak bisa membuktikan bahwa Iran
09:21benar-benar telah dilumpuhkan dan dihancurkan
09:24tapi sebaliknya masih terus melakukan serangan-serangan
09:28baik kepada pangkal militer Amerika
09:31maupun juga ke wilayah Israel
09:33nah dengan juga kalau kita lihat dinamikanya
09:36tidak hanya pemimpin top leaders-nya Iran yang meninggal dunia
09:42melihat pemimpin tertinggi
09:43Ayatullah Ali Khameni
09:44lalu juga Ali Larijani
09:48bagaimana juga membaca pemimpin
09:51penjabat AS lah yang mundur dengan
09:53dengan adanya perang ini
09:56penjabat keamanan AS
09:57ya ini penjabat keamanan AS mundur
09:59seberapa memukulnya ini untuk Amerika Serikat
10:02nah ini kan justru
10:05apa fenomena yang terbalik ya
10:07ketika
10:08musuh dari Amerika
10:10itu Iran yang pemimpinnya bisa di eliminasi
10:14tetapi justru memperkuat ya
10:17lapisan-lapisan berikutnya
10:18yang setiap saat bisa menggantikan
10:21dan tidak tergoyakan
10:22tetapi sebaliknya di Amerika
10:24ketika
10:25Donald Trump merasa yakin
10:27bahwa telah mampu menghancurkan ya
10:30dan mengeliminasi pemimpin-pemimpin Iran
10:32malah kemudian
10:34pemimpin strategis ya
10:36di bidang militer
10:38bahkan juga di bidang politik ya
10:39yang sebelumnya
10:40itu kan juga mengundurkan diri
10:42dan yang terakhir
10:43salah satu kepala ya
10:46Dewan Kontraterorisme
10:47yang memang punya
10:48apa semangat
10:50dalam membela dan menjaga Amerika
10:53punya pengalaman sangat kuat
10:54di dalam perang di Timur Tengah
10:56justru mengundurkan diri
10:58dan melihat bahwa
11:00anak-anak muda dari
11:02orang-orang Amerika
11:04rakyat Amerika itu
11:05tidak boleh kemudian dikirimkan
11:08untuk berperang atas nama
11:10yang dilakukan oleh Trump
11:12dan juga Israel
11:13ini kan saya kira
11:14pukulan telah juga ya
11:16terhadap Amerika
11:17yang dipimpin oleh
11:19Donald Trump
11:20ketika beberapa
11:22figur-figur penting
11:23justru mengundur diri
11:24dan menolak perang
11:26Singkat saja terakhir
11:27saya mengutip apa yang disampaikan
11:30mantan Direktur Kontraterorisme
11:31Amerika Serikat
11:32Joe Kent
11:33yang mundur ke
11:34New York Times
11:35bahwa Iran tidak menimbulkan
11:36ancaman langsung
11:37bagi negara kita
11:39Amerika Serikat
11:40dalam hal ini
11:40dan jelas bahwa kita
11:41memulai perang ini
11:41karena tekanan dari Israel
11:42dan lobby Amerika yang kuat
11:44apa dampaknya ini
11:46terhadap
11:46perang yang sedang berlangsung
11:48apakah akan mengarah ke
11:49eskalasi
11:50atau justru
11:51malah de-eskalasi
11:51nah ini artinya
11:53bahwa mulai timbul
11:54kesadaran
11:55di kalangan elit
11:56di Amerika
11:57bahwa perang ini
11:58adalah bukan
11:59untuk Amerika
12:00tetapi lebih
12:01di
12:02apa dominasi
12:03kepentingan
12:04oleh Israel
12:05dan Israel
12:06memanfaatkan
12:07Donald Trump
12:09nah
12:09strategi-strategi
12:11yang dilakukan oleh Israel
12:13saya kira akan
12:13mendominasi ya
12:14perang ini
12:15dan itu bukan
12:17berasal dari
12:18kebiasaan
12:19Amerika di dalam perang
12:21termasuk
12:21membunuh pemimpin negara
12:23kemudian
12:23mengeliminasi
12:24pemimpin-pemimpin
12:26yang terlibat dalam
12:27negosiasi dan inspeknya
12:28saya kira
12:29kondisi Amerika
12:30di dalam semakin rapuh
12:31karena pendukungnya
12:33semakin berkurang
12:34termasuk juga
12:35beberapa
12:36pemimpin utamanya
12:37juga
12:38tidak mendukung
12:39perang yang
12:40perang yang dianggap
12:41ilegal ini
12:42dan apakah tensinya
12:43akan semakin memanas
12:44pasnya ini
12:45akan kita
12:46lihat
12:46perkembangannya
12:47detik demi detik
12:48yang
12:49tidak bisa ditebak juga
12:50kalau kita melihat
12:51dari mulai 28 Februari
12:53hingga hari ini
12:53terima kasih
12:54banyak mas Yud
12:55atas ulasannya
12:55di Sapa Indonesia
12:56Sama-sama
12:57Assalamualaikum
12:58Waalaikumsalam
13:00Waalaikumsalam
13:00Waalaikumsalam
Komentar