00:00Memasuki pekan ketiga konflik Amerika Serikat Israel dengan Iran, Donald Trump harus berhadapan dengan persoalan baru.
00:08Direktur Kontra Terorisme Nasional Amerika Serikat, Joe Kent, tiba-tiba mundur.
00:15Pada selasa 17 Maret, Kent dikabarkan menyampaikan langsung surat pengunduran dirinya ke Donald Trump di Washington DC
00:22dan mengumumkan keputusannya itu di media sosial miliknya.
00:26Pengunduran diri Joe Kent tentu mengejutkan karena selama ini Kent dikenal sebagai pendukung setia Donald Trump.
00:33Sepak terjangnya sebagai veteran tebur juga menambah tanda tanya besar soal alasan kemundurannya.
00:44Melalui akun X-nya, Joe Kent menjelaskan, ia tak setuju dengan perang yang dimulai Amerika Serikat bersama Israel ke Iran.
00:53Menurut Kent, posisi Iran tidak memberi ancaman langsung ke Amerika Serikat.
00:58Kent menuding perang ini ulah provokasi PM Israel Benjamin Netanyahu ke Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
01:16Tidak hanya ditinggal pengikut setianya, Trump juga harus menelan pil pahit dipunggungi oleh sekutu-sekutunya.
01:24Sejumlah negara menolak permintaan Trump untuk memblokade selat hormus oleh Iran.
01:30Inggris, Jepang, dan Jerman misalnya sudah memberi pernyataan tegas tak akan mengirimkan kapal perang mereka ke selat hormus.
01:40Pemerintah Spanyol juga menyampaikan hal senada.
01:43Tidak akan ikut serta dalam operasi militer di selat hormus karena menilai perang Amerika Serikat Israel melawan Iran sebagai tindakan
01:51ilegal.
02:04Tak hanya mengajak sekutunya, Trump bahkan merayu Tiongkok agar mengirimkan bantuan militer untuk membuka blokade di selat hormus.
02:13Alasan Trump ikut menyentil Xi Jinping karena menilai Tiongkok jadi salah satu negara yang paling diuntungkan dari stabilitas jalur selat
02:21hormus.
02:22Sehingga sudah sepatutnya Tiongkok ikut serta dalam operasi pengamanan di selat hormus.
02:27Tapi dengan tegas, Tiongkok bilang tak akan membantu Amerika Serikat.
02:49Tiongkok bilang tak akan membantu Amerika Serikat.
03:14Tiongkok bilang tak akan membantu Amerika Serikat.
Komentar