Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel memasuki pekan ketiga dan belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Iran hingga saat ini mampu mengimbangi, bahkan membuat Amerika dan Israel kewalahan hingga berupaya menggalang kekuatan untuk membuka paksa Selat Hormuz.

Kemampuan Iran dalam membalas dan merespons serangan mengejutkan Amerika dan Israel, lantaran misi menyingkirkan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, ternyata tidak membuat Iran runtuh.

Struktur kepemimpinan Iran yang terorganisasi, dimulai dari ulama, kemudian didukung kekuatan militer yang bertumpu pada solidnya Korps Garda Revolusi Islam, hingga pengaruh Iran di kawasan dengan menguasai jalur perdagangan minyak dunia, dinilai menjadi kunci bertahannya Iran dalam menghadapi Amerika Serikat dan Israel.

Di tengah gempuran AS-Israel, Iran justru memamerkan rudal Sejjil atau "dancing missile".

Rudal yang mampu bermanuver di udara tersebut digunakan untuk pertama kalinya setelah dikembangkan sejak tahun 1990-an.

Rudal Sejjil disebut mampu menjangkau jarak hingga 1.900 kilometer. Kemampuan manuver tinggi rudal ini diklaim sulit terdeteksi sistem pertahanan rudal seperti Iron Dome milik Israel.

Banyak negara, termasuk Indonesia, berharap perang segera berakhir agar terhindar dari lonjakan harga energi. Namun Iran, Amerika Serikat, dan Israel tampaknya belum memilih jalur perundingan untuk menghentikan konflik.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Operasi ASIsrael Masuk Pekan Ketiga, USS Abraham Lincoln Luncurkan Jet Tempur Serang Iran di https://www.kompas.tv/internasional/657571/operasi-as-israel-masuk-pekan-ketiga-uss-abraham-lincoln-luncurkan-jet-tempur-serang-iran

#iran #israel #as #rudal #timurtengah

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/657577/iran-bertahan-dan-melawan-analis-as-sejak-awal-salah-strategi-perang
Transkrip
00:09Terima kasih telah menonton
00:39Perang Iran melawan Amerika Serikat Israel memasuki pekan ketiga
00:44dan belum menunjukkan tanda-tanda akan meredak
00:47Iran hingga saat ini mampu menimbangi bahkan membuat Amerika dan Israel kelimpungan
00:53hingga berupaya menggalang kekuatan untuk membuka paksa Selat Hormuz
00:59Kemampuan Iran membalas dan merespon serangan mengejutkan Amerika dan Israel
01:04lantaran misi menyingkirkan pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei ternyata tidak membuat Iran runtuh
01:11Struktur pemimpinan Iran yang terstruktur yang dimulai dari ulama
01:17lalu kekuatan militer yang bertumpu pada solidnya garda revolusi
01:20hingga pengaruh Iran di kawasan dengan menguasai jalur perdagangan minyak dunia
01:25dinilai jadi kunci bertahannya Iran dalam menghadapi Amerika Serikat dan Israel
01:54Di tengah gempuran A.S. Israel, Iran justru pamer rudal sejil atau
02:00dan siang-siangnya
02:01rudal yang bisa meliuk-liuk di udara itu digunakan pertama kali setelah dikembangkan
02:06Iran sejak tahun 90-an
02:08Rudal sejil disebut dapat menjangkau jarak hingga 1.900 km
02:13Kemampuan manuver sejil yang tinggi diklaim tak terdeteksi sistem pertahanan rudal
02:19seperti Iron Dome milik Israel
02:24Di satu sisi, Amerika Serikat juga dinilai analis Timur Tengah
02:28sedang kebingungan lantaran salah strategi sejak awal dalam menghadapi Iran
02:33Saya melihatnya betul-betul Amerika itu dari awal pun sudah salah strategi ya
02:39dari ketika Israel mengizinkan Israel untuk menyerang Iran
02:44itu saja sudah salah begitu strateginya
02:46Jadi sekarang posisinya Amerika betul-betul dilematis antara
02:50menghentikan perang tapi tidak mesti malu bagaimana caranya
02:54atau melanjutkan perang tapi resiko banyak hal itu bisa dia dapatkan
02:59dari mulai budget kemudian domestik politik Amerika sendiri
03:02bagaimana dia juga sekarang sudah mulai terkucil dan lain sebagainya
03:06dan bagaimana pandangan internasional publik juga jelek terhadap Amerika Serikat dan Israel
03:11Banyak negara-negara termasuk Indonesia berharap perang segera berhenti
03:15agar bisa terhindar dari lonjakan harga energi
03:19Namun Iran, Amerika Serikat dan Israel
03:22tampaknya belum mau memilih meja perundingan untuk menghentikan perang
Komentar

Dianjurkan