Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pengungkapan kasus penyiraman terhadap aktivis Andrie Yunus bergulir.

Polisi menduga ada empat pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, berdasarkan hasil analisis dari 86 rekaman CCTV di sejumlah titik di wilayah Jakarta.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, mengungkap para terduga pelaku telah memantau dan membuntuti korban sejak sebelum peristiwa penyiraman air keras di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada 12 Maret, Kamis malam.

Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Muhammad Isnur, menilai polisi dapat segera mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis, berbekal rekaman CCTV.

Isnur menyebut polisi telah mengantongi wajah dan sidik jari pelaku, bahkan membidik jaringan para pelaku, sehingga tidak sulit untuk mengungkap kasus tersebut.

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyebut penyiraman air keras terhadap aktivis merupakan bentuk perlawanan terhadap komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam melindungi hak asasi manusia.

Senada dengan Tim Advokasi untuk Demokrasi, Habiburokhman meminta polisi mengungkap aktor intelektual dalam kasus ini.

Presiden Prabowo Subianto, melalui Mensesneg Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinannya atas kasus yang menimpa Andrie Yunus. Presiden juga memerintahkan Kapolri untuk mengusut kasus ini secara objektif, terbuka, dan cepat.

Sebelumnya, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus, disiram air keras oleh orang tak dikenal saat perjalanan pulang usai perekaman siniar bertajuk "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia" di kantor YLBHI, pada 12 Maret lalu.

Akibat penyiraman tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 24 persen di tubuhnya serta luka serius pada bagian mata kanan.

#aktivis #kontras #penyiramanairkeras #andrieyunus

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/657600/pelaku-penyiraman-air-keras-aktivis-andrie-yunus-buntuti-korban-sebelum-beraksi-kompas-malam
Transkrip
00:00Informasi berikutnya, Saudara, dari analisa rekaman CCTV,
00:03polisi menduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis kontras berjumlah 4 orang.
00:08Presiden Prabowo minta kasus itu diusuk tuntas.
00:14Pengungkapan kasus penyiraman aktivis kontras, Andri Yunus bergulir.
00:18Polisi menduga ada 4 pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis kontras
00:22berdasarkan hasil analisa dari 86 rekaman CCTV di sejumlah titik di wilayah Jakarta.
00:28Di Reskrimum, Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanudin mengungkap,
00:33para terduga pelaku sudah memantau dan membuntuti korban
00:36sejak sebelum peristiwa penyiraman air keras di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, 12 Maret Kamis malam.
00:41Berdasarkan hasil analisa rekaman CCTV dari sejumlah titik di wilayah Jakarta,
00:47para terduga pelaku diduga telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian.
00:55Pergerakan para terduga pelaku terdeteksi melalui beberapa titik kamera pengawas
01:04dengan jalur dimulai dari pergerakan para pelaku ini dari wilayah Jakarta Selatan
01:13menuju titik kumpul awal di Jalan Merdeka Timur atau sekitar depan stasiun Gambir.
01:24Diduga empat orang, terduga pelaku yang menggunakan dua sepeda motor
01:31menunggu korban di depan KFC Cikini.
01:35Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Muhammad Isnur,
01:39menilai polisi bisa cepat mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis
01:44berbekal rekaman CCTV.
01:45Isnur menyebut polisi sudah mengantongi wajah dan sidik jari pelaku,
01:49bahkan membidik jaringan para pelaku sehingga tak sulit untuk mengungkap kasus.
02:17Ketua Komisi 3 DPR RI Habibu Rohman menyebut penyiraman air keras ke aktivis
02:22bentuk perlawanan terhadap komitmen pemerintahan Presiden Prabowo melindungi hak asasi manusia.
02:27Senada dengan tim advokasi untuk demokrasi, Habibu Rohman meminta polisi
02:31mengungkap aktor intelektual dalam kasus ini.
02:34Komisi 3 DPR RI meminta kepada Polri untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras
02:40kepada saudara Andri Yunus secara cepat, transparan, dan profesional,
02:45serta segera mengungkap dan menangkap para pelakunya.
02:52Baik yang merencanakan, memerintahkan, melaksanakan, maupun melakukan perbantuan
02:58sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
03:01Presiden Prabowo Subianto melalui Mensesnek Pras Tiohadi
03:05menyampaikan keprihatinannya dengan kasus yang menimpa Andri Yunus.
03:08Presiden perintahkan Kapolri mengusut kasus secara objektif, terbuka, dan cepat.
03:14Sangat prihatin dengan kejadian itu dan sebagaimana sudah disampaikan Bapak Kapolri,
03:19Bapak Presiden memerintahkan untuk diusut secara objektif, terbuka, dan secepat-cepatnya.
03:28Sebelumnya, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang, Andri Yunus,
03:32disiram air keras oleh orang tak dikenal saat perjalanan pulang usai perekaman siniar,
03:37bertajuk Remiliterisme dan Judisial Review di Indonesia di kantor YLBHI 12 Maret lalu.
03:43Akibat siraman air keras, Andri Yunus mengalami luka bakar 24% di tubuhnya
03:49dan mengalami luka serius di bagian mata kanan.
03:52Tim Liputan, Kompas TV
Komentar

Dianjurkan