- 2 jam yang lalu
- #iran
- #selathormuz
- #trump
KOMPAS.TV - Langkah Iran menutup Selat Hormuz, urat nadi penyaluran energi dan logistik global, membuat Amerika Serikat mulai mengumpulkan bala bantuan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak negara-negara anggota Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO, ikut mengirimkan kapal dan pasukan untuk bantu membuka blokade Selat Hormuz.
Tapi, Trump kecewa, negara-negara sekutu menolak membantu Amerika Serikat.
NATO menegaskan hanya akan menempuh solusi politik melalui diplomasi dan negosiasi terhadap langkah Iran menutup Selat Hormuz.
Salah satu anggota NATO, Jerman melalui kanselirnya, Friedrich Merz menekankan NATO adalah aliansi pertahanan bukan aliansi intervensi.
Belakangan, Trump juga mendesak Inggris untuk mengirimkan kapal dan pasukan militer ke Selat Hormuz.
Namun, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer menyinggung legalitas AS dan Israel menyerang Iran.
Starmer memastikan tak akan mengirim warga negaranya ke medan perang tanpa rencana perlindungan yang jelas.
Trump tak senang dengan keputusan Inggris tersebut.
Sebelumnya, Trump mengklaim Inggris sempat menghubunginya dua minggu lalu, menawarkan mengirim sejumlah kapal membantu AS di Selat Hormuz.
Sejak Iran menutup Selat Hormuz, harga minyak dunia melambung hingga 105 dolar AS per barel, atau meningkat sekitar 40 persen.
Kondisi ini semakin meningkatkan risiko krisis energi global yang pada akhirnya juga akan berpotensi terdampak pada Indonesia.
Kita bahas lebih dalam sikap sejumlah negara Eropa menolak ajakan Trump membuka blokade Selat Hormuz bersama Peneliti Senior Indo Pacific Strategic Intelligence, Aisha Kusumasumantri.
Baca Juga 7 Negara Tolak Kawal Selat Hormuz, Trump Ditinggalkan? Ini Analisis Synergy Policies dan Pengamat di https://www.kompas.tv/internasional/657607/7-negara-tolak-kawal-selat-hormuz-trump-ditinggalkan-ini-analisis-synergy-policies-dan-pengamat
#iran #selathormuz #trump
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/657608/analisis-peneliti-senior-isi-soal-eropa-tolak-ajakan-trump-buka-selat-hormuz-iran-diuntungkan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak negara-negara anggota Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO, ikut mengirimkan kapal dan pasukan untuk bantu membuka blokade Selat Hormuz.
Tapi, Trump kecewa, negara-negara sekutu menolak membantu Amerika Serikat.
NATO menegaskan hanya akan menempuh solusi politik melalui diplomasi dan negosiasi terhadap langkah Iran menutup Selat Hormuz.
Salah satu anggota NATO, Jerman melalui kanselirnya, Friedrich Merz menekankan NATO adalah aliansi pertahanan bukan aliansi intervensi.
Belakangan, Trump juga mendesak Inggris untuk mengirimkan kapal dan pasukan militer ke Selat Hormuz.
Namun, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer menyinggung legalitas AS dan Israel menyerang Iran.
Starmer memastikan tak akan mengirim warga negaranya ke medan perang tanpa rencana perlindungan yang jelas.
Trump tak senang dengan keputusan Inggris tersebut.
Sebelumnya, Trump mengklaim Inggris sempat menghubunginya dua minggu lalu, menawarkan mengirim sejumlah kapal membantu AS di Selat Hormuz.
Sejak Iran menutup Selat Hormuz, harga minyak dunia melambung hingga 105 dolar AS per barel, atau meningkat sekitar 40 persen.
Kondisi ini semakin meningkatkan risiko krisis energi global yang pada akhirnya juga akan berpotensi terdampak pada Indonesia.
Kita bahas lebih dalam sikap sejumlah negara Eropa menolak ajakan Trump membuka blokade Selat Hormuz bersama Peneliti Senior Indo Pacific Strategic Intelligence, Aisha Kusumasumantri.
Baca Juga 7 Negara Tolak Kawal Selat Hormuz, Trump Ditinggalkan? Ini Analisis Synergy Policies dan Pengamat di https://www.kompas.tv/internasional/657607/7-negara-tolak-kawal-selat-hormuz-trump-ditinggalkan-ini-analisis-synergy-policies-dan-pengamat
#iran #selathormuz #trump
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/657608/analisis-peneliti-senior-isi-soal-eropa-tolak-ajakan-trump-buka-selat-hormuz-iran-diuntungkan
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:03Saudara langkah Iran menutup selat hormus, mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta bantuan negara-negara sekutu.
00:11Namun, sejumlah negara tersebut menolak terlibat dalam perang yang dimulai bukan oleh negara mereka.
00:31Langkah Iran menutup selat hormus, urat nadi penyaluran energi dan logistik global, membuat Amerika Serikat mulai mengumpulkan bala bantuan.
00:40Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak negara-negara anggota organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO,
00:46ikut mengirimkan kapal dan pasukan untuk bantu membuka blokade selat hormus.
00:51Tapi Trump kecewa, negara-negara sekutu menolak membantu Amerika Serikat.
01:13NATO menegaskan hanya akan menumpuh solusi politik melalui diplomasi dan negosiasi terhadap langkah Iran menutup selat hormus.
01:21Salah satu anggota NATO, Jerman melalui kanselirnya Friedrich Merz, menekankan NATO adalah aliansi pertahanan, bukan aliansi intervensi.
01:30Apa yang WE maksudku?
01:31NATO adalah melalui kontaklet negara untuk satu penyakit.
01:36Sehingga saya berkses dengan kesimpimpannya dengan partai dipercayang.
01:43Kita akan mengembang selatkan untuk bersama terhadap saya.
01:45Saya mencapai dari pertama hari yang berasumringan kemampuan dipercayang kemampuan dari kemampuan.
01:52Dan ini kemampuan dari kemampuan dari kemampuan, dan kemampuan kemampuan dari kemampuan dari kemampuan.
01:53Dan saya mencari kemampuan kemampuan dari kemampuan dari kemampuan yang dipercayang kemampuan.
02:01Belakangan, Trump juga mendesak Inggris untuk mengirimkan kapal dan pasukan militer ke Selat Hormuz
02:07Namun Perdana Menteri Inggris, Keith Starmer, menyinggung legalitas AS dan Israel menyerang Iran
02:13Starmer memastikan tak akan mengirimkan warga negaranya ke medan perang tanpa rencana perlindungan yang jelas
02:20And that if we are to send our servicemen and women into harm's way, the very least they deserve is
02:30to know that they do so on a legal basis and with a proper thought-through plan
02:38Now there are others who would have made a different decision two weeks ago
02:42They would have rushed the UK headlong into this war without the full picture of what they're sending our forces
02:49into
02:49And without a plan to get us out
02:54Trump tak senang dengan keputusan Inggris tersebut
02:56Sebelumnya, Trump mengklaim Inggris sempat menghubunginya dua minggu lalu
03:00Menawarkan mengirim sejumlah kapal membantu AS di Selat Hormuz
03:05I was not happy with the UK
03:08I think they'll be involved, yeah, maybe
03:11But they should be involved enthusiastically
03:13We've been protecting these countries for years with NATO
03:16Because NATO is us
03:19Sejak Iran menutup Selat Hormuz, harga minyak dunia melambung hingga 105 dolar AS per barel
03:24Atau meningkat sekitar 40%
03:27Kondisi ini semakin meningkatkan risiko krisis energi global
03:31Yang pada akhirnya juga akan berpotensi terdampak pada Indonesia
03:40Kita bahas lebih dalam sikap sejumlah negara Eropa yang menolak ajakan Trump untuk membuka blokade Selat Hormuz ini bersama
03:47Peneliti senior dari Indo-Pacific Strategic Intelligence Aisyah Kusumasuman Terimba
03:52Aisyah dengan Tifal disini selamat malam
03:56Tampaknya belum dibuka audionya Mbak Aisyah
03:58Boleh dibuka dulu audionya biar bisa saya dengar suaranya
04:01Ya mohon maaf, selamat malam Mbak Stifal
04:03Oke terima kasih sudah bergabung bersama kami Mbak Aisyah
04:05Soal dorongan Trump ini agar negara-negara sekutu ikut terlibat untuk membuka Selat Hormuz ini
04:11Ini bagian dari strategi perang biasa atau menurut Anda ini menggambarkan posisi Amerika di tengah konflik ini?
04:18Ya, jadi Selat Hormuz ini memang memiliki kepentingan ya
04:22Jadi dari segi ekonomi memang Selat Hormuz ini merupakan salah satu aset perekonomian yang penting
04:29Karena 1 per 5 minyak dunia itu melewati Selat Hormuz
04:32Tetapi bisa kita lihat disini pada beberapa hari yang lalu
04:38Iran memutuskan untuk menutup Selat Hormuz
04:43Nah dampak yang kemudian dihasilkan dari sini
04:46Kita bisa lihat bahwa terganggunya perekonomian dunia
04:49Ada kekhawatiran adanya resesi akibat kenaikan minyak global
04:53Nah tetapi kemudian melihat adanya pedang bermata dua dari strategi yang kemudian dilakukan oleh Iran ini
05:00Yang kemudian terjadi adalah sebagai berikut
05:02Nah pertama Iran berharap bahwa penutupan Selat Hormuz ini bisa menjadi salah satu agenda
05:10Untuk dapat menekan negara-negara di timur tengah
05:14Sehingga kemudian negara-negara timur tengah dan kemudian negara-negara di level internasional
05:19Itu bisa bersatu untuk kemudian melawan Amerika Serikat
05:22Dalam artian melawan ini bukan secara langsung ya
05:25Bukan dalam artian militer
05:26Tetapi kemudian memberikan tekanan diplomatik kepada Amerika Serikat dan Israel
05:31Untuk menghentikan tekanannya
05:32Pertama itu
05:33Yang kedua memang posisi standing positionnya sudah cukup jelas
05:36Yaitu adalah posisi untuk kemudian bisa
05:40Membuat negara-negara ini denouncing allegiance mereka
05:43Terhadap Amerika Serikat dan Israel
05:45Nah disini kita lihat bahwa
05:47Ketika kemudian Amerika Serikat berusaha untuk kemudian melakukan tindakan-tindakan koersif
05:52Untuk bisa membuka Selat Hormuz
05:54Terutama mengajak negara-negara sekutunya
05:58Negara temannya
05:59Bahkan bukan cuma sekutu
06:00Tapi seperti negara China itu juga diajak ya
06:02Yang terjadi adalah kemudian
06:04Iran berusaha untuk kemudian melakukan
06:06Apa namanya
06:07Logical step
06:09The next logical step
06:10Yaitu dia merasa bahwa ketika kemudian ini ada
06:13Strategi
06:14Dimana Iran meminta untuk negara-negara lain menutup
06:17Sorry
06:18Meminta negara lain untuk mengecam Amerika Serikat
06:20Nah tetapi kemudian
06:22Ternyata ini malah
06:23Ada juga sentimen negatif terhadap Iran
06:26Karena kemudian yang kita lihat disini
06:28Ada kemudian beberapa
06:30Statement-statement yang nyatakan bahwa
06:32Negara-negara ini khawatir ya
06:33Dan takutnya ini malah berbalik
06:36Narasinya menyerang Iran
06:37Nah ketika Amerika Serikat mungkin
06:39Dia akan berusaha untuk kemudian mengambil alih
06:42Selat Hormuz ini secara paksa
06:43Dengan kemudian mengirimkan Marines
06:45Ya 2500 orang ke sana
06:47Lalu kemudian dengan juga
06:48Apa namanya
06:49Berusaha untuk kemudian mengajak kapal-kapal perang lainnya
06:53Iran akhirnya berusaha untuk yang pertama
06:55Dia menutup exit ramp
06:57Yang kemudian bisa dijadikan alternatif untuk Selat Hormuz
07:00Oke
07:00Lalu yang kedua
07:01Ya Iran juga kemudian berusaha untuk
07:03Apa namanya
07:06Mempertahankan wilayah tersebut
07:07Dengan tadi ya
07:08Menanam ranjau-ranjau
07:10Yang kita ketahui ada sekitar
07:116.000 sampai 8.000 ranjau yang ada di sana
07:13Jadi Amerika Serikat memang sekarang
07:15Berusaha untuk membuka itu
07:17Sebagai cara untuk kemudian
07:19Regaining control kembali
07:20Atas akses ekonomi dunia
07:21Karena dia tahu bahwa
07:23Memang
07:23Banyak sekali
07:25Masyarakat
07:25Dan kemudian
07:26Negara-negara di dunia ini
07:28Yang sentimennya jadi berbalik
07:29Melawan Amerika Serikat
07:31Nah kalau kemudian
07:32Sorry saya potong Pak
07:33Kalau melihat respons dari negara-negara Eropa
07:35Terutama dari Uni Eropa yang bilang
07:37Tidak ada yang ingin terlibat aktif dalam perang ini
07:39Itu disampaikan oleh
07:40Kepala Kebijakan Luar Negeri dari Uni Eropa
07:42Maka sesungguhnya upaya untuk
07:44Menjadi pengendali di tengah konflik ini
07:46AS lagi melemah posisinya
07:49Ya pertama kita lihat seperti ini
07:50AS ini secara sejarah
07:53Itu selalu kemudian mengedepankan
07:55Transatlantic Alliance
07:57Via NATO ya
07:59Dan selalu ada hubungan
08:01Yang sifatnya adalah
08:04Creative defense
08:06Di antara negara-negara Eropa NATO
08:08Dan kemudian Amerika Serikat
08:09Tetapi kemudian
08:10Ketika era Presiden Donald Trump
08:11Ada beberapa behavior
08:13Yang membuat hal ini
08:14Menjadi agak sulit untuk dipertahankan
08:15Yang pertama
08:16Trump ini kemudian mempertunjukkan
08:18Ada behavior anti-alise
08:19Dalam artian dia
08:21Kemudian melihat hubungan ini
08:22Sebagai sebuah untung rugi ya
08:24Jadi dia menganggapnya sebagai
08:25Sebuah zero sum
08:27Atau kemudian sesuatu seperti
08:28Perdagangan antara
08:29Kamu rugi atau kamu untung
08:30Yang pertama itu
08:31Yang kedua kita bisa melihat
08:32Bahwa Trump ini kemudian
08:33Melakukan tindakan-tindakan
08:34Yang sifatnya vigilante
08:35Jadi dalam artian
08:36Trump ini mengabaikan
08:37Hukum internasional
08:38Mengabaikan norma-norma
08:39Internasional
08:40Yang ketiga kita lihat
08:42Sebenarnya ada permintaan Trump
08:43Untuk kemudian negara-negara Eropa ini
08:45Tidak bergantung kepada
08:46Amerika Serikat
08:47Dan melakukan offshore balancing
08:49Dengan cara
08:50Meminta negara-negara ini
08:51Menaikkan anggaran pertahanannya
08:52Menjadi 5%
08:53Ya itu angka yang sangat besar
08:55Nah dari situ kita bisa lihat
08:57Bahwa
08:58Pertama kalinya di dalam sejarah
09:00Negara-negara Eropa ini
09:01Mempertanyakan
09:02Secara terbuka ya
09:03Apakah kemudian
09:05Amerika Serikat
09:05Ini masih bisa
09:06Dianggap sebagai
09:08Aliansi yang terpercaya
09:09Apabila jika
09:10Sewaktu-waktu
09:11Misalnya ancaman terdekat mereka
09:12Yaitu adalah Rusia
09:13Itu melakukan strategi
09:15Ekspansionis
09:15Di wilayah Eropa
09:17Nah ketika
09:18Sudah terjadi
09:19Nah kita bisa melihat
09:20Bahwa ada
09:21Pergeseran mas
09:22Bentuk dari
09:23Struktur internasional
09:25Yang selama ini
09:25Kita kenal
09:26Bahwa
09:27Tadi ya
09:28Aliansi
09:28Pasca perang dunia kedua
09:30Yang terbentuk
09:30Dan pasca perang dingin
09:32Yang terbentuk ya
09:32Ini mulai
09:33Pecah di aliansinya
09:34Gitu
09:35Jadi dari dalam
09:36Eropa sendiri
09:36Saya rasa
09:37Kemarin memang
09:38Ada beberapa negara
09:39Yang memutuskan
09:40Untuk mengirimkan bantuan ya
09:41Di antaranya adalah UK
09:42Tetapi kemudian
09:43Di-retrack
09:43Ketika
09:44Selat-selat
09:45Kondisinya semakin memanas
09:46Kanada juga berubah
09:48Posisinya sekarang
09:48Menjadi kemudian
09:49Secara gamblang
09:51Menyatakan
09:51Tidak akan ikut berperang
09:53Perancis
09:54Sekarang masih di tengah-tengah
09:55Masih ada perdebatan
09:56Dalam parlamennya
09:57Spanyol secara tegas
09:58Menyatakan bahwa
09:58Dia tidak akan ikut
09:59Dan ini yang perlihatkan
10:00Bahwa
10:01Ada sentimen-sentimen
10:02Yang pada awalnya
10:04Ini sangat positif
10:04Kemudian bergeser
10:05Menjadi kemudian
10:06Sentimen apatis
10:07Terhadap Amerika Serikat
10:08Terutama
10:09Salah satu hal
10:09Yang perlu kita perhatikan
10:10Adalah
10:11Kemudian pergeseran
10:12Apa namanya
10:13Persepsi politik
10:14Dalam negeri dari Eropa
10:15Nah sentimen negatif ini mbak
10:17Disampaikan
10:18Saya kutip dari Financial Time
10:19Trump bahkan
10:20Sampai mengancam NATO
10:22Menyebut bahwa
10:22Akan mengancam
10:23Tentang masa depan
10:24Yang sangat buruk
10:25Jika tidak membantu
10:26Untuk membuka
10:27Selat Hormuz ini
10:27Ini ancaman yang serius
10:28Tidak menurut anda
10:30Exactly
10:30Nah permasalahannya gini
10:31Saya rasa sebenarnya
10:33Pertanyaannya adalah
10:34Sejauh apa
10:35Amerika Serikat
10:36Mau
10:36Pushing
10:37Through
10:38This international system
10:39Karena ada beberapa
10:41Pengamat juga
10:41Yang mengatakan bahwa
10:42Oh
10:43Trump is trying to
10:44Push
10:45American
10:46To be an
10:46Isolationist country
10:48Mencoba untuk
10:49Membuat Amerika
10:49Menjadi sendirian
10:50Menjadi negara yang
10:51Sangat isolationist
10:53Dan itu merupakan
10:54Sesuatu yang sebenarnya
10:54Baru
10:55Yang dialami oleh Amerika
10:56Karena sebenarnya
10:57Selama ini
10:58One of American
10:59Superpower
11:00Salah satu kekuatan besarnya
11:01Itu adalah
11:01Memiliki aliansi
11:03Karena aliansi ini
11:04Merupakan salah satu
11:05Penyokong
11:05Yang pada akhirnya
11:07Membentuk struktur
11:08Dan sistem internasional
11:09Yang kita kenal
11:10Selama ini
11:10Semua organisasi
11:12Semua kemudian
11:13Kayak
11:13Public goods
11:14Yang kemudian kita kenal
11:16Di dunia internasional
11:16Ini rata-rata kemudian
11:18Tidak hanya didirikan
11:19Unilaterali
11:19Oleh Amerika Serikat
11:21Tetapi juga kemudian
11:22Apa namanya
11:23Disokong oleh
11:24Negara-negara
11:24Aliansinya
11:25Ketika Donald Trump
11:26Mengatakan hal seperti itu
11:27Itu kan menegaskan
11:29Bahwa kemudian
11:30Donald Trump ini
11:31Memperlakukan
11:32Bahkan
11:32Aliansinya
11:33Ini lebih buruk
11:34Dibandingkan dengan
11:35Negara-negara
11:36Yang harusnya menjadi
11:37Adversaris
11:37Atau musuhnya
11:38Amerika Serikat
11:39Begitu ya
11:39Karena Donald Trump
11:40Tahu bahwa
11:41Negara-negara sekutu ini
11:42Membutuhkan Amerika Serikat
11:43Untuk bisa menegakkan
11:45Keamanannya
11:45Di kawasan Eropa
11:47Sehingga kalau menurut Anda
11:48NATO akan menanggapi serius
11:50Tidak
11:50Ancaman yang disebut
11:51Akan menjadi masa depan
11:52Yang buruk buat NATO ini
11:54Saya rasa untuk sejauh ini
11:55Sebenarnya
11:56Tanggapan itu
11:57Itu belum
11:58Kemudian sampai
11:59Pada tahapan action
12:00Sehingga
12:01Belum dapat ditanggapi
12:02Secara serius
12:03Tetapi yang kita lihat disini
12:04Memang sudah ada
12:05Beberapa respons
12:06Yang kemudian muncul
12:07Dari NATO
12:07For example kemarin
12:08Ketika Donald Trump
12:09Mengancam
12:10Spanyol ya
12:11Terkait
12:12Apa namanya
12:13Retaliasi
12:14Yang akan dilakukan
12:15Karena
12:15Apa namanya
12:16Dari Spanyol ini
12:18Sentimennya sangat keras ya
12:19Terkait penolakan
12:20Untuk bergabung
12:20Kedalam perang Iran ini
12:22Yang kemudian terjadi disini
12:23Adalah negara-negara lain
12:24Dari EU
12:25Mengeluarkan pernyataan
12:26Bahwa katanya
12:27Jika Amerika Serikat
12:28Apa namanya
12:29Menyentuh NATO
12:30Maka kemudian
12:30Amerika Serikat
12:31As a collective defense
12:32Kemudian itu
12:33Akan melindungi
12:34Spanyol gitu
12:36Dan itu kan memperlihatkan ya
12:37Bahwa ada kemudian
12:39Narasi-narasi
12:40Us versus them
12:41Dimana Amerika Serikat
12:42Itu tidak lagi
12:43Kemudian menjadi bagian
12:44Dari NATO
12:45Ketika narasi itu muncul
12:46Dan yang kita lihat sekarang
12:48Adalah bagaimana kemudian
12:50Amerika ini juga
12:51Mulai
12:51Sepertinya menunjukkan
12:53Tadi ya
12:54Behavior-behavior
12:55Dimana Amerika Serikat
12:56Memperlihatkan
12:57Tadi
12:58Bahwa NATO ini
12:59Bukan sesuatu
12:59Yang kemudian
13:00Perlu dipertahankan
13:01Secara jangka panjang
13:02Dan ini makin menegaskan
13:03Bahwa adanya
13:04Pergeseran global order
13:05Yang tadinya
13:06Amerika Serikat
13:07Sebagai negara hegemon
13:08Ini menjaga kemudian
13:09Aliansinya
13:11Sebagai penopang
13:11Struktur internasional
13:12Sekarang Amerika Serikat
13:14Ini mulai bertindak
13:14Secara unilaterali
13:15Sementara
13:17Ekonominya pun
13:18Stagnan ya
13:19Di samping itu
13:20Ternyata kita lihat juga
13:21Ada negara-negara lain
13:22Yang berusaha
13:23Untuk mendirikan
13:24Sistem internasional
13:25Tandingan gitu ya
13:27Karena kemudian
13:29Tidak puas
13:29Dengan apa yang
13:30Kemudian terjadi
13:31Sehingga
13:32Serta-merta
13:32Kondisi seperti ini
13:34Karena Trump
13:35Mendesak
13:35Negara-negara
13:37Sekutu
13:37Untuk ikut bergabung
13:38Tapi ternyata
13:38Sentimennya
13:39Diberikan kebalikannya
13:40Apakah serta-merta Iran
13:41Diuntungkan dengan
13:42Kondisi ini
13:43Yang membuat potensi
13:44Untuk perang ini
13:45Bisa lebih singkat
13:45Selesainya
13:46Itu bisa tercapai
13:47Atau
13:48Ya ini masih
13:48Jauh panggang dari api
13:49Mbak
13:51Ya
13:51Saya rasa ini
13:52Menunjukkan bahwa
13:53Sebenarnya
13:53Ini menguntungkan jelas
13:54Bagi Iran
13:55Karena tadi ya
13:56Salah satu
13:56Superpowernya
13:57Amerika Serikat
13:58Itu adalah
13:58Tadi
13:58Kekuatan
13:59Yang
14:00Di-backup oleh
14:01Negara-negara
14:02Alliance-nya
14:03Di NATO
14:04Nah tetapi
14:04Kalau kita lihat disini
14:06Apakah
14:07Kalau pertanyaannya
14:07Apakah kemudian
14:08Perang ini akan
14:09Berlangsung lebih singkat
14:10Karena ini
14:11Saya rasa sebenarnya
14:12Ini kembali lagi
14:12Ke Amerika Serikat
14:13Dan Israel
14:14Khususnya Israel
14:15Sebenarnya
14:15Apakah kemudian
14:16Mereka bisa
14:18Kemudian menanggung
14:19Beban perang
14:19Yang ditawarkan
14:21Oleh Iran
14:22Di dalam
14:22Pembentukan
14:24Landscape peperangan ini
14:25Karena pada dasar
14:25Kita harus memahami dulu
14:26Doktrin dan logika
14:28Dari pertempuran Iran
14:30Dari pertahanan Iran
14:31Bahwa Iran ini
14:32Sebenarnya
14:32Tidak mengincar
14:33Dominasi
14:34Secara asimetrik
14:35Secara simetrik war
14:36Tapi dia mulai membentuk
14:38Doktrin pertahanannya
14:39Around the idea
14:41Of bagaimana kemudian
14:43Iran ini bisa bertahan
14:45Dalam serangan
14:46Yang sifatnya adalah
14:47Serangan besar-besaran
14:48Itu ya
14:49Menarik konfliknya
14:51Ke arah asimetris
14:52Berusaha untuk bisa
14:54Menahan kemudian
14:55Beban perang
14:56Yang sebesar mungkin
14:57Sambil mempertahankan
14:58Dominasi
14:59Pemerintah
15:00Dan legitimesi
15:00Pemerintah
15:01Di tingkat domestik
15:02Itu yang sebenarnya
15:03Yang dilakukan Iran
15:04Nah melihat apa yang kemudian
15:05Pernyataan Iran ya
15:06Terkait bagaimana
15:07Kemudian Iran
15:08Inviting
15:09Amerika Serikat
15:10Untuk kemudian bisa
15:11Apa namanya
15:12Melakukan
15:13Groundroof
15:14Selalu kemudian
15:15Bagaimana kemudian
15:16Kita melihat
15:17Iran
15:17Waging war
15:19Against global economy
15:20Atau berusaha
15:21Untuk membuat
15:21Perekonomiannya
15:22Carut-marut
15:23Saya rasa ini sebenarnya
15:24Salah satu cara Iran
15:25Untuk membuatnya
15:26Membuat perang ini
15:27Menjadi sesuatu yang
15:28Jangka panjang
15:29Periodenya
15:29Jadi bukan
15:30Sesuatu yang bisa didapatkan
15:32Melalui
15:32Absolute victory
15:33Melalui penghancuran
15:35Apa namanya
15:35Kekuatan musuh
15:36Tetapi melalui
15:37Kemudian
15:38Endurance
15:39Pertahanan
15:40Endurance-nya Iran
15:42Mengamini
15:42Apa pernyataan Iran
15:44Bahwa mereka yang jadi
15:44Pengendali di tengah konflik ini
15:45Begitu Mbak
15:47Ya
15:48Mohon maaf
15:48Ini sekaligus
15:49Mengamini sikap Iran
15:50Yang menegaskan
15:51Posisi mereka
15:52Jadi pengendali
15:53Di tengah konflik ini
15:54Betul
15:55Karena Iran
15:56Is setting the landscape
15:56Jadi
15:57Amerika Serikat sekarang
15:58Yang dilakukan
15:58Itu adalah
15:59Tipical siege warfare
16:00Sebenarnya
16:01Menggempur dengan
16:01Kekuatan tradisional
16:02Ya
16:03Kekuatan dengan
16:04Targetnya adalah
16:05Menghancurkan tadi
16:06Fasilitas-fasilitas militer
16:07Lalu kemudian
16:08Melemahkan kapasitas lawan
16:10Tetapi kemudian
16:11Yang kita lihat
16:12Iran ini
16:12Berusaha untuk menarik
16:14Landscapenya
16:15Ke tipikal perang
16:16Yang amat berbeda
16:17Dengan apa yang kemudian
16:18Digagas oleh Amerika Serikat
16:19Gitu
16:20Kalau misalnya
16:21Amerika Serikat maunya
16:22Ini perang antara
16:23Negara lawan negara
16:24Yang sudah pasti
16:24Iran ini akan kalah
16:26Karena secara
16:26Kekuatan militer
16:27Iran jauh berada
16:28Di bawah Amerika Serikat
16:29Dan Israel
16:29Iran ini kemudian
16:31Berusaha untuk menarik
16:32Beban perangnya
16:33Menjadi lebih besar
16:34Dan merubah
16:35Landscape perangnya
16:36Menjadi sesuatu
16:37Yang dikuasai oleh Iran
16:38Oke
16:39Mbak Aisyah
16:40Terima kasih banyak
16:40Sudah mau berdiskusi
16:41Dan berbagi pandangan
16:42Bersama kami kali ini
16:43Selamat malam
16:44Terima kasih telah menonton
16:44Terima kasih telah menonton
Komentar