Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Polisi terus mengusut kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada 12 Maret lalu.

Menurut polisi, terdapat empat orang terduga pelaku. Informasi ini diperoleh dari hasil analisis rekaman CCTV di sejumlah titik di wilayah Jakarta, termasuk di lokasi kejadian.

Polisi menyebut para pelaku menunggu korban di sekitar SPBU Cikini Raya.

Selanjutnya, keempat pelaku menggunakan dua sepeda motor untuk mengikuti korban ke arah Jalan Salemba.

#cctv #polisi #jakarta

Baca Juga Ribuan Jemaah Padati Masjid Sheikh Zayed Abu Dhabi di 10 Malam Terakhir Ramadan | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/internasional/657537/ribuan-jemaah-padati-masjid-sheikh-zayed-abu-dhabi-di-10-malam-terakhir-ramadan-kompas-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/657540/fakta-baru-polisi-usut-kasus-penyiraman-air-keras-ke-aktivis-kontras-di-salemba-kompas-siang
Transkrip
00:03Polisi mengungkap ada 4 orang terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis kontras Andri Yunus.
00:10Polisi juga mengajak masyarakat untuk sama-sama memburu pelaku dengan membuka posko pengaduan dan nomor telepon hotline.
00:20Polisi terus mengusut kasus penyiraman air keras terhadap aktivis kontras Andri Yunus di kawasan Salengba, Jakarta Pusat 12 Maret lalu.
00:30Menurut polisi ada 4 orang terduga pelaku.
00:33Hasil ini diperoleh dari analisa rekaman CCTV di sejumlah titik di wilayah Jakarta dan lokasi kejadian.
00:40Polisi bilang mereka menunggu Andri ketika berada di sekitar SPBU Cikini Raya.
00:45Kemudian 4 orang tersebut menggunakan 2 sepeda motor mengikuti korban ke arah Jalan Salengba.
00:51Sekitar pukul 23.32 atau 23.35 para terduga pelaku terlihat berada di SPBU Cikini Raya.
01:08Selanjutnya diduga 4 orang terduga pelaku yang menggunakan 2 sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini.
01:19Kemudian mengikuti korban yang bergerak menuju Jalan Diponogoro dan selanjutnya ke arah Jalan Salengba 1.
01:27Nah saat kejadian pada pukul 23.37 hari Kamis tanggal 12 Maret 2026 di Jalan Salengba 1 Persimpangan Jalan Talang
01:40wilayah Jakarta Pusat.
01:43Di sana tempat kejadian perkara.
01:50Desakan pengusutan tuntas pelaku penyiraman air keras datang dari berbagai pihak.
01:56Salah satunya dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia YLBHI.
02:00Ketua YLBHI Muhammad Isnur bilang polisi bisa cepat mengungkap pelaku berbekal CCTV.
02:07Apalagi menurutnya polisi sudah mengantongi wajah dan sidik jari pelaku termasuk jaringan para pelaku.
02:14Sekarang bagi saya adalah sudah jelas wajahnya bahkan polisi bilang sudah mendapatkan sidik jari dan DNA-nya.
02:22Berarti kan sudah jelas namanya siapa.
02:25Nah itu yang kedua. Yang kedua kalau ketika dia bicara jaringan berarti kemampuan jaringan ini bisa punya kemampuan menghilangkan bukti.
02:33Kecepatan gerak dari kepolisian ini diperlukan.
02:37Sementara itu Kapolri Jenderal Listio Sigit mengaku mendapat perintah langsung dari Presiden Prabowo untuk menuntaskan kasus penyiraman air keras ke
02:46tipis kontras Andri Yunus.
02:49Presiden minta kasus diselesaikan secara profesional dan transparan.
02:53Saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan.
03:09Kami juga akan membuat posko pengaduan sehingga masyarakat yang mungkin mengetahui dan kemudian ingin menginformasikan maka bisa memberikan laporan langsung
03:26ke posko pengaduan.
03:28Sebagai bukti keseriusan, polisi juga membuka posko, call center, serta hotline yang bisa dihubungi masyarakat jika memiliki informasi terkait kasus
03:38tersebut.
03:38Dengan begitu, pengejaran terhadap pelaku lebih bisa diintensifkan.
03:43Posko pengaduan ada di lobi gedung di Treskrim, Mumpol, dan Metro Jaya Jakarta.
03:48Atau Anda bisa menghubungi nomor call center 110 atau nomor hotline di 0812-8559-9191.
03:59Tim Liputan, Kompas TV.
04:06Direktur LBH Jakarta sekaligus tim advokasi untuk demokrasi, Fadil Al-Fatan, mendesak polisi tak hanya menangkap eksekutor penyerang air keras
04:16terhadap aktivis kontras Andri Yunus,
04:18namun juga menangkap aktor intelektualnya.
04:21Tim advokasi juga mendorong Komisi 3 DPR segera bentuk tim investigasi independen.
04:26Sementara anggota Komisi 3 DPR RI fraksi PDI Perjuangan, Safaruddin, minta polisi untuk tak ragu menangkap pelaku dan aktor intelektual
04:35serangan teror ke aktivis Andri Yunus.
04:39Dan diakui juga oleh pihak penyidik bahwa pelaku itu terlatih.
04:44Pelaku terbiasa dalam disiplin organisasi dan disiplin tugas.
04:49Menurut kami, kemungkinan-kemungkinan yang merupakan faktor non-juridis yang mengganggu proses penyidikan atau bahkan merintangi proses penyidikan,
04:58itu sangat tentan terjadi.
05:00Botol yang menjadi wadah air keras yang digunakan untuk menyiram.
05:03Karena kami melihat dan kami juga menganalisa bahwa pelaku sepertinya mengalami atau terkena cipratan dari air keras tersebut.
05:13Jadi bisa jadi itu tidak sengaja terbuang.
05:16Tapi bukti ini menurut kami sangat signifikan.
05:19Kami sangat memahami bahwa ada proses yang harus ditempu.
05:21Misalnya analisa forensik secara digital dan lain sebagainya gitu ya.
05:26Analisa-analisa yang dikatakan Kapolri sebagai scientific crime investigation.
05:30Kami merasa DPR RI seharusnya bisa berbuat lebih.
05:33Misalnya mendorong agar ada atau dibentuk tim independen investigasi yang dapat melapisi proses penyidikan.
05:43Yang mana hambatan-hambatan teknis tadi atau bahkan hambatan politis dapat juga ditempu.
05:49Sikap ini kan sikap yang sama yang dilakukan oleh DPR RI ketika kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Talib.
05:55DPR RI seharusnya pas itu oke penyidikan ada tapi harus ada juga tim pencari fakta.
06:01Komisi 3 sangat mendukung.
06:04Polri jangan ragu-ragu di dalam melakukan langkah-langkah penyidikan.
06:08Dari ILBH juga mungkin nanti bisa kita berdialog.
06:13Bagaimana kita mendorong Polri supaya betul-betul secara cepat mengungkap ini transparan, profesional, dan akuntabel.
06:26Betul-betul harus diungkap siapa sih pelakunya itu.
06:31Kemudian siapa yang membantu dan siapa aktor intelektual.
06:35Saya kira kita bersinergi dari DPR Komisi 3 dari Direktur ILBH itu kita akan sama-sama mendorong Polri.
06:47Dan mungkin setelah lebaran ini kita akan RDP dengan Kapolri untuk mendorong jangan ragu-ragu di dalam bertindak supaya segera
06:58diungkap.
06:58Karena ini adalah masalah martabat negara kita.
07:03Ini merusak sendi-sendi demokrasi kita, melanggar hak asasi manusia, dan di...
Komentar

Dianjurkan