00:01Inilah kue ladu, jajanan tradisional yang berasal dari desa Gunung Sari, Kota Batu.
00:07Kue ladu terbuat dari tepung beras ketan yang dimasak dan ditumbuk serta dicampur dengan gula.
00:13Cara pembuatan ladu ini juga masih tradisional, adonan ladu yang sudah halus dijemur lalu di oven hingga mengembang seperti kerupuk.
00:21Salah satu pembuat kue ladu, Sri Rahayu bilang, ladu sendiri memiliki makna langgeng seduluran atau persaudaraan yang abadi.
00:30Ladu kerap dijadikan hantaran atau disuguhkan saat momen lebaran.
00:35Sri menjelaskan dirinya adalah generasi ketiga pembuat kue ladu.
00:40Mendekati lebaran seperti saat ini dirinya cukup kewalahan menyelesaikan pesanan ladu dari para pelangganya.
00:46Maraknya media sosial juga membuat eksistensi kue ladu menyebar hingga luar kota.
00:51Maka tak heran jika pesanan kue ladu ini banyak berdatangan dari luar kota.
00:57Peningkatannya hari biasa sampai 10 kg, lebaran 25 kg kurang.
01:04Untuk proses produksinya mulai awal Ramadan atau sebelum Ramadan?
01:08Sebelum Ramadan.
01:10Kalau Ramadan ya nggak mencukupi toh.
01:13Uangan permintaan konsumen itu dari hari-hari, ha, mau menjelang idul fitriku.
01:19Ini kate pesat, banyak.
01:22Jika di hari biasa, Sri memasak 8 kg bahan baku untuk ladu.
01:26Namun di bulan Ramadan hingga mendekati hari raya idul fitri,
01:28ia bisa memasak hingga 25 kg bahan baku ladu.
01:32Dini putaran Kompas TV Malang, Jawa Timur.
01:37Sampai jumpa di hari-hari.
01:40Sampai jumpa di hari-hari.
01:41Sampai jumpa di hari-hari.
Komentar