Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 9 jam yang lalu
MALANG, KOMPAS - Ladu adalah jajanan tradisional yang berasal dari Desa Gunungsari, Kota Batu. Kue ladu terbuat dari tepung beras ketan yang dimasak dan ditumbuk serta dicampur dengan gula. Cara pembuatan ladu ini juga masih tradisional. Adonan ladu yang sudah halus dijemur lalu dioven hingga mengembang seperti kerupuk.

Sri Rahayu, salah satu pembuat kue ladu, bilang ladu sendiri memiliki makna langgeng seduluran atau persaudaraan yang abadi. Ladu kerap dijadikan hantaran atau disuguhkan saat momen Lebaran. Sri menjelaskan dirinya adalah generasi ketiga pembuat ladu.

Mendekati Lebaran seperti saat ini, dirinya cukup kewalahan menyelesaikan pesanan ladu dari para pelanggannya. Maraknya media sosial juga membuat eksistensi kue ladu menyebar hingga luar kota. Maka tak heran jika pesanan kue ladu ini banyak berdatangan dari luar kota.

'Nyatanya kalo hari biasa cuma 10 kh, namun kalo lebaran bisa sampai 25 kg, produksinya sebelum Famadan, kalo.Ramadan tidak mencukupi." Kata Sri.

Jika di hari biasa, Sri memasak 8 kilogram bahan baku untuk ladu, namun di bulan Ramadan hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri, Sri bisa memasak hingga 25 kilogram bahan baku ladu.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/657511/mengenal-ladu-jajanan-tradisional-khas-hari-raya-dari-kota-batu-yang-miliki-makna-mendalam
Transkrip
00:01Inilah kue ladu, jajanan tradisional yang berasal dari desa Gunung Sari, Kota Batu.
00:07Kue ladu terbuat dari tepung beras ketan yang dimasak dan ditumbuk serta dicampur dengan gula.
00:13Cara pembuatan ladu ini juga masih tradisional, adonan ladu yang sudah halus dijemur lalu di oven hingga mengembang seperti kerupuk.
00:21Salah satu pembuat kue ladu, Sri Rahayu bilang, ladu sendiri memiliki makna langgeng seduluran atau persaudaraan yang abadi.
00:30Ladu kerap dijadikan hantaran atau disuguhkan saat momen lebaran.
00:35Sri menjelaskan dirinya adalah generasi ketiga pembuat kue ladu.
00:40Mendekati lebaran seperti saat ini dirinya cukup kewalahan menyelesaikan pesanan ladu dari para pelangganya.
00:46Maraknya media sosial juga membuat eksistensi kue ladu menyebar hingga luar kota.
00:51Maka tak heran jika pesanan kue ladu ini banyak berdatangan dari luar kota.
00:57Peningkatannya hari biasa sampai 10 kg, lebaran 25 kg kurang.
01:04Untuk proses produksinya mulai awal Ramadan atau sebelum Ramadan?
01:08Sebelum Ramadan.
01:10Kalau Ramadan ya nggak mencukupi toh.
01:13Uangan permintaan konsumen itu dari hari-hari, ha, mau menjelang idul fitriku.
01:19Ini kate pesat, banyak.
01:22Jika di hari biasa, Sri memasak 8 kg bahan baku untuk ladu.
01:26Namun di bulan Ramadan hingga mendekati hari raya idul fitri,
01:28ia bisa memasak hingga 25 kg bahan baku ladu.
01:32Dini putaran Kompas TV Malang, Jawa Timur.
01:37Sampai jumpa di hari-hari.
01:40Sampai jumpa di hari-hari.
01:41Sampai jumpa di hari-hari.
Komentar

Dianjurkan