00:00Kita bergeser ke kasus lainnya nih Pak, soal penyiraman air keras ke wakil koordinator kontras Andri Yunus.
00:08Ramai banget kan Pak di media sosial.
00:10Bagaimana Bapak melihat kasus ini sebagai mantan Wakabori?
00:14Saya melihat peristiwa-peristiwa yang sekarang ini, kalau tidak diatensi oleh baik anggota DPR RI,
00:24kemudian oleh pemerintah, presiden di sini, kemudian oleh pimpinan lembaga-lembaga negara.
00:32Baik itu BIN atau BAES, ada kepolisian, ada kejaksaan, ada intel dan sebagainya.
00:40Saya melihat dengan kasus yang pertama, yang diplomat yang meninggal itu, yang bukus plastik are daru.
00:47Kemudian penyiraman air gas, Nobel Baswedan yang di KPK itu.
00:55Kemudian ada lagi yang dugaan kuat sekali pembunuhan.
01:02Hermanto ya, Osmani ya, yang jadi whistleblower.
01:07Terus baru ini lagi terjadi yang tongkoh kontras ya, disiram juga air keras.
01:13Mas Andri Yunus.
01:16Ini kan keprihatinan, apakah negara kita akan menjadi negara mafia seperti ini?
01:21Zaman-zaman order baru, tidak ada penggunaan yang keras.
01:25Tapi apakah, ya saya katakan, apakah penyidik Polri mampu mengungkap kasus ini?
01:32Mungkin dibuat semacam arahan, guidance gitu.
01:36Bagaimana mencegah jangan sampai terjadi penyiraman air keras?
01:40Yang pertama.
01:41Yang kedua, kalau terjadi kasus ini harus diungkap oleh tuntas.
01:45Jangan ragu-ragu.
01:46Dan hukumannya hukuman mati.
01:48Orang disiram air keras itu kan menderita.
01:50Kita perhatikan seperti ini.
01:51Jadi, saya ngatakan, panggil Pak Kapolri kira-kira sanggup mengungkap kasus ini, enggak.
01:58Tapi kalau kasus ini berkaitan dengan, ya itu tadi yang ada Mr. Broder, Pak R. Mantos dibunuh di rumahnya dan
02:05sebagainya.
02:06Itu bukan perampokan biasa itu.
02:09Nah, saya punya pemikiran, pemikiran yang di luar.
02:11Di luar, saya juga sudah merasa, gimana ya ini?
02:15Kapan ini bisa Indonesia ini jalan kaki malam hari aman, naik motor pulang pergi juga aman.
02:24Masyarakat sadar di Indonesia harus aman.
02:29Apakah badan intelijen negara BIN itu perlu ditingkatkan kemampuannya menjadi badan investigasi negara?
02:39Jadi, kalau kasus berkaitan dengan ijazah palsu, misalnya Pak Jokowi juga sama.
02:44Biar tangani badan investigasi negara seperti itu.
02:48Di situ nanti bisa diisi oleh anggota Polri yang penyidik-penyidik yang handal ya.
02:53Bukan asal penyidik.
02:55Bukan penyidik yang bisa dikendalikan oleh politik.
02:59Semacam FBI.
03:02Federal Bureau Investigasi.
03:04Seperti itu.
03:06Tidak perlu ketuanya nanti harus melalui fit and proper ditunjuk oleh Presiden.
03:13Dicalonkan aja.
03:15Siapa calonnya diumumkan.
03:18Seperti penunjangan komisi-komisi tadi.
03:21Nanti bentuk pancer aja seperti dulu.
03:24Panita seleksi.
03:25Panita seleksi harus benar-benar yang terbaik memilihnya.
03:31Nah, usia-usia aparat yang tugas di badan investigasi negara ini bisa mencapai 80.
03:40Jadi benar-benar ada garda nasional yang bisa menjaga warga negara ini benar-benar bebas menyampaikan pendapat.
03:50Kemudian kekayaan negara juga siapa yang menangani.
03:55Jangan ada yang parsial gitu.
04:02Harus benar-benar imparsial gitu.
04:04Netral.
04:06Kasus Pertamina misalnya kita lihat.
04:09Saya lihat itu saya ikuti Bu Karen.
04:11Mantan diurut Pertamina.
04:12Salahnya apa dia pengadakan perjanjian.
04:16Tentang perusahaan gas yang di Amerika dia beli sahamnya.
04:19Sekarang udah untung.
04:20Di mana kerugian negara?
04:23Usia sudah cukup tua dihukum berapa puluh tahun.
04:26Nah, ini kalau hal-hal yang berkaitan kekayaan negara ini,
04:29kaitan tambang korupsi kalau perlu,
04:32ya badan investigasi negara.
04:34Terorisme.
04:37Narkotika.
04:40Narkotika, ya apa yang terjadi?
04:42Banyak penyalahgunaan.
04:43Barang bukti disipan dan sebagainya.
04:45Nah, saatnya negara ada satu badan negara,
04:47ya katakan negara nasional.
04:49Saya misalnya pernah menyedik beberapa kasus yang saya pimpin di.
04:54Saya bisa menjadi agota di situ.
04:56Saya nggak perlu jabatan kepalanya, nggak perlu.
04:58Tapi otak kita, kemampuan kita, ilmu kita bisa kita sumbangkan.
05:04Nah, hal-hal seperti ini mungkin ada perubahan sehingga
05:07tidak ada kekhawatiran lagi orang-orang menggunakan air keras.
05:10Kalau itu nanti badan investigasi negara ini bisa turun.
05:14Intennya saya rasa lebih qualified.
05:16Masa nggak bisa dengar kira-kira siapa ini yang melakukan ini?
05:21FBI kan bisa meriksa Presiden Donald Trump waktu itu.
05:25Bisa nangkep.
05:26Nggak ada masalah.
05:28Mantan Presiden Amerika.
05:29Dan setelah tidak terbukti bisa jadi Presiden lagi.
05:32Dugaan-dugaan itu kan,
05:33ya jangan ditangkap kemudian digebuki, nggak perlu.
05:37Bukti-bukti dikumpulkan dulu, kemudian berarti itu aktus terbukti,
05:45baru bagaimana mensrianya di situ.
05:47Terbukti nggak?
05:48Sanksi cukup?
05:49Ya dihajukan.
05:50Kalau nggak, ya sudah selesai.
05:51Jadi sekali lagi,
05:54ya ini perlu ada suatu badan yang bisa menangani masalah-masalah
05:59yang berkaitan dengan keselamatan, keamanan nyawa manusia di Indonesia ini.
06:04Benar-benar ini sudah mengkhawatirkan kondisi seperti ini penyiraman air gas dua kali.
06:08Dan kasus Nobel Presiden itu nggak tuntas menurut saya.
06:11Apakah hanya seorang anggota polisi benci sama seorang Nobel Presiden,
06:17kemudian nyiram air keras?
06:19Nggak usahnya nyiram air keras, datangnya aja Pak Nobel.
06:24Kenapa sih kok, Bapak kok selalu melakukan penangkapan terhadap anggota polisi?
06:32Kan bisa diomongi.
06:34Menggunakan air keras itu.
06:36Bagi seorang emosi,
06:38kalau ketemu pelakunya jangan dihukum setahun-dua tahun,
06:40hukuman mati dulu.
06:42Ya nanti dia selama berapa?
06:4420-10 tahun nanti dinilai.
06:46Baik nggak di situ? Merubah nggak?
06:48Biar hidupnya habis di penjara,
06:49jangan sampai keluar lagi main air keras lagi seperti itu.
06:53Seperti di Brunei misalnya.
06:55Brunei itu nyimpan satu peluru saja,
06:58hukumannya berat.
07:01Nah kita apakah mau diterapkan seperti ini?
07:03Sehingga di Brunei orang takut menyimpan satu peluru saja.
07:06Nah kalau air keras itu,
07:10pasti air kerasnya kan nggak dibuat sendiri nih.
07:12Pasti ada yang informasi dari toko kimia tadi.
07:15Oh ya ada yang jual ini Pak, ada yang beli ini Pak.
07:18Sampaikan.
07:19Saya rasa intel-intel Indonesia,
07:20baik intel Polri, intel TNI, intel Kejaksaan.
07:23Banyak yang qualified lah.
07:25Mengungkap kasus ini masa air keras ini nggak bisa ya?
07:29Sayang uang negara untuk membiayai mereka seperti itu,
07:31kalau kemampuan itu nggak bisa.
07:33Nggak ada yang nggak bisa dilakukan kepada apartenggara
07:35terhadap kejahatan-kejahatan yang serius.
07:37Seperti contohnya penyireman air keras dan pembunuhan
07:40orang yang menjadi whistleblower dalam mereka melaporkan
07:44dugaan tidak pidana korupsi seperti itu.
07:46Sebagai mantan Wakapolri nih Pak Uru,
07:48bagaimana seharusnya negara menjamin keamanan rakyat
07:52dalam berpendapat dan justru jangan takut?
07:55Karena sekarang tuh lagi viral nih Pak,
07:58hashtag kami bersama Andri Yunus,
08:00aktivis kontras ini.
08:02Ya sekarang zaman media online semuanya bisa.
08:08Kurang komunikasi antara baik aparat pemerintah,
08:14legislatif, pemerintah dan yudikatif juga ada.
08:18Bikin aja media, misalnya live TikTok dan sebagainya,
08:23apa yang mau disampaikan kepada masyarakat.
08:24Kan nggak rugi.
08:26Komunikasi nggak ada, tertutup.
08:28Ya saya katakan kita di polisi itu bukan karyawan polisi.
08:32Kita ini abdi utama dari Nusa dan bangsa.
08:35Jadi bener-bener harus mengabdi kepada Nusa dan bangsa.
08:39Gitu loh.
08:40Hal seperti ini bener-bener bisa didengar semuanya
08:43sehingga ya ada perubahan paradigma baru
08:47bagaimana polisi hubungan dengan masyarakat.
08:50Saya prihatin kalau sampai kantor polisi itu diserang.
08:56Kenapa kalau sampai ada komunikasi terputus?
09:00Dulu pengalaman saya waktu pertama ke Polda Sumut
09:03ada unjuk rasa beberapa warga di depan kantor Polda.
09:08Saya panggil Binma sama Humas.
09:11Coba panggil ke dalam karena ada ruang rapat.
09:14Kumpulkan di situ dulu.
09:15Iya, gimana ya Pak?
09:17Berikan minum, kasih makan dulu, snack gitu.
09:20Habis itu kita ajak komunikasi masalahnya apa?
09:23Kalau sudah merasa dihormati sebagai tamu kan
09:25nggak mungkin marah-marah, nggak teriak-teriak.
09:28Mana ada teriak di ruangan?
09:31Kenapa saya lakukan itu?
09:33Itu karena sekali lagi bangun komunikasi yang baik,
09:37yang lancar dengan masyarakat.
09:38Kalau sudah ketemu,
09:40nggak akan ada lah orang sampai marah-marah teriak-teriak itu lagi
09:44menurut saya ya karena buntunya komunikasi seperti itu.
Komentar