Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Belum redanya perang Iran versus Amerika Serikat dan Israel tak hanya berimbas pada ekonomi global, tapi juga merembet ke dunia olahraga.

Hanya tiga bulan menuju Piala Dunia FIFA 2026, timnas sepak bola Iran memutuskan mundur dari ajang tersebut.

Bagaimana pengaruh mundurnya Iran dari Piala Dunia FIFA 2026, dan sikap apa yang harus ditunjukkan FIFA terkait pengunduran diri Iran?

Kita akan bahas bersama analis sepak bola Anton Sanjoyo.

#pialadunia #as-israel #iran

Baca Juga Polisi Janji Usut Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/656741/polisi-janji-usut-kasus-penyiraman-air-keras-aktivis-kontras-sapa-malam



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/656746/analis-sepak-bola-soroti-soal-iran-mundur-piala-dunia-apa-dampaknya
Transkrip
00:00Bagaimana pengaruh mundurnya Iran dari Piala Dunia 2026 dan sikap apa yang harus ditunjukkan FIFA terkait pengunduran diri Iran?
00:07Kita akan bahas bersama analis sepak bola Anton Sanjoyo.
00:11Bungjoy, selamat malam.
00:13Selamat malam, Rizka.
00:14Kalau sekarang kan Iran sudah pasti mundur.
00:18Nah, pertanyaan berikutnya tentu siapa gantinya?
00:21Ini ada di tangannya FIFA.
00:22Kalau dari negara-negara yang kemungkinan bisa menggantikan apakah memang Irak dan Uni Emirat Arab atau ada kemungkinan lainnya, Bungjoy?
00:31Keputusan mengganti Iran dengan negara lain atau tidak diganti sama sekali karena turnamen sebetulnya bisa direkayasa seperti itu sangat tergantung
00:42kepada pandangan FIFA pada saat ini.
00:45Jadi tidak ada presidennya sebetulnya di sepak bola modern bahwa ada negara mengundurkan diri lalu diganti gitu ya.
00:53Tapi apapun itu ujungnya adalah keputusan dari FIFA.
00:58Tapi kalau kita berandai-andai itu karena semua keputusan FIFA, saya baca-baca memang tidak ada patokannya.
01:07Bisa saja negara dari Eropa atau negara, karena kan yang namanya piala dunia itu faktor bisnisnya kuat sekali.
01:16Jadi kemungkinan ya tidak harus dari konfederasi Asia, karena tidak ada presidennya, tidak ada rulesnya.
01:24Itu bisa dibikin sewaktu-waktu tergantung dari kebutuhan turnamen.
01:28Dan ada yang bilang Irak paling pantas ya bisa saja, tapi semua tergantung kepada sikap dari FIFA sejauh ini gitu
01:36loh.
01:36Dan kalau hitungannya bisnis, enggak mungkin ambil dari Asia, pasti dari Eropa atau dari Amerika Latin.
01:42Jadi ada juga rumor, wah Indonesia bisa gantikan gitu, usah lah jangan mimpi, enggak akan gitu ya.
01:49Nah tapi semuanya urusannya adalah FIFA.
01:51Dan bagi turnamen sendiri memang mungkin secara turnamen tidak terlalu pengaruh, Iran tidak ikut.
01:57Tetapi secara gaung global, saya kira keputusan Iran ini sangat baik ya.
02:01Dalam arti memang politik tidak boleh mencampuri urusan olahraga atau saling mencampuri.
02:07Tapi urusan perang kalau saya setuju.
02:10Jadi kalau Iran mengundurkan diri itu langkah yang sangat terhormat.
02:13Mungkin tidak berpengaruh pada turnamen, tapi gaung internasionalnya ini sangat mencolok mata, mencolok FIFA.
02:22Menembus semua batas-batas, bahkan Amerika Serikat harusnya dipermalukan.
02:26Tapi mereka kan enggak pernah malu gitu loh.
02:28Jadi ya, ya sudah lah.
02:29Ini gaungnya untuk orang-orang yang masih merasa bahwa perang itu tidak boleh terjadi.
02:34Dan harga nyawa manusia lebih berharga daripada apapun termasuk sepak bola.
02:39Ya, apalagi kalau bicara ini bukan sekadar politik.
02:43Tapi Bung Joy tadi sudah bilang juga ini masalah kemanusiaan, masalah nyawa manusia, perang itu hal yang krusial sekali.
02:49Nah, sikap FIFA semestinya seperti apa?
02:52Banyak yang a priori.
02:53Karena dalam hal ini Rusia di-ban.
02:55Tapi di sisi lain Amerika Serikat dan Israel tidak di-ban oleh FIFA.
03:00Ya, soal Rusia itu memang panjang ya.
03:03Bukan soal mereka menyerang Ukraina.
03:05Tapi jauh sebelum mereka menyerang Ukraina, mereka sudah mendapatkan ban internasional juga dari IOC.
03:11Karena skandal doping yang disponsori negara.
03:16Dan kalau Rusia di-ban karena mereka menyerang Ukraina, kenapa Amerika Serikat tidak di-ban?
03:22Kenapa tidak di-ban?
03:24Kan itu sebetulnya nilai keadilannya di mana?
03:26Sekarang orang seperti Trump yang dia merasa sangat berkuasa di dunia, ini bisa semena-mena.
03:31Dia bisa mengatakan Iran boleh silahkan masuk, tapi dalam tanda kutip dia tidak jamin keamanannya.
03:37Kan menurut saya itu hal yang sangat tidak pantas.
03:42Dan dunia harus menilai orang-orang seperti ini tidak layak lagi.
03:46Sebetulnya menjadi ikon global, tidak layak lagi.
03:50Dan ini kita, ya sikap kita sebetulnya kalau Indonesia secara umum,
03:55ya harusnya mengecam dalam arti kalau Rusia di-ban, kenapa Amerika Serikat tidak di-ban?
04:02Iran harus kita dukung dalam konteks bahwa mereka diserang, mereka mengundurkan diri, harus kita hormati,
04:10dan kita harus merasa sebagai bangsa juga ikut prihatin.
04:14Dalam arti kita punya empati kepada rakyat Iran.
04:16Banyak juga kan informasi, dugaan, kemungkinan negara-negara Eropa bisa jadi juga tidak bertanding
04:23dengan adanya perang Amerika Serikat Israel dengan Iran ini.
04:27Nah bagaimana dampaknya kepada marwah piala dunia yang selama ini kita tahu jadi gelaran yang ditunggu-tunggu,
04:32tapi dengan kondisi perang nampaknya suasana kebatinannya jadi berbeda, Bung Joy?
04:37Betul, dan kemarin saya baca ada, saya nggak tahu ya beritanya resmi dari pemerintah Spanyol atau tidak,
04:43mereka juga katanya ingin mengundurkan diri dari piala dunia.
04:47Semakin banyak yang mengundurkan diri karena alasan Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran,
04:54saya kira sangat bagus ya, supaya mereka punya wacana baru dalam menentukan bahwa turnamen ini layak atau tidak digelar
05:02pada satu negara yang melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan.
05:06Dan kan ini menurut saya kalau Spanyol dan negara Eropa ikut, itu turnamen kelar, habis.
05:12Tidak ada lagi marwahnya.
05:13Jadi saya kira kalau Iran, ya mungkin kalau Iran saja yang mengundurkan diri tidak terlalu terpengaruh.
05:19Tapi kalau Spanyol, Inggris, dan negara-negara kuat di Eropa juga mengundurkan diri,
05:23saya kira nggak ada marwahnya lagi, selesai lagi piala dunia.
05:27Apalagi tuan rumahnya juga Amerika Serikat, Bung Joy.
05:30Tapi sejauh ini, sejauh mana memang bisa didorong untuk ajang olahraga ini bebas dari negara-negara yang melanggar prinsip-prinsip
05:40kemanusiaan.
05:41Karena pada praktiknya kan di berbagai pertandingan, bahkan olimpiade sekalipun, banyak negara-negara Israel misalnya masih tetap bertanding.
05:50Ya, inilah yang orang banyak mengatakan ada standar ganda ya.
05:55Tapi kalau saya, kalau saya pribadi bersikap begini, seperti kasus Rusia dan Amerika Serikat sekarang,
06:02yang nyata-nyata jelas perang, ada agresi militer, itu saja gitu.
06:06Karena kalau kita bicara dalam konteks politik secara umum, kan sulit.
06:10Misalnya pada tahun 80-an Amerika Serikat memboykot olimpiade di Rusia.
06:15Rusia pun membalas, memboykot juga karena urusan politik yang bukan urusan perang sebetulnya, urusan ideologi.
06:22Kalau itu tidak boleh gitu loh.
06:24Tapi kalau kita mau batasi, yang harus kita dorong adalah hanya yang berkaitan dengan urusan kemanusiaan dan agresi militer.
06:32Karena itu menurut saya sangat jelas, tidak perlu dibuktikan lagi.
06:36Kalau urusan politik kan susah.
06:38Kalau saya negara komunis, saya nggak mau datang ke negara-negara yang kapitalis, kan susah juga kalau begitu.
06:43Jadi harus dibatasi pada frame tertentu.
06:46Kalau saya framingnya udah, kalau perang, agresi, satu negara terbukti menyerang dengan kekuatan militer,
06:53mengorbankan begitu banyak nyawa, saya rasa mereka harus di-ban dari semua kegiatan olahraga termasuk IOC.
06:59IOC pun harus bertindak sesuai dengan piagam olimpiade.
07:04Piagam olimpiade kan perdamaian pada intinya.
07:06Jadi kalau tidak perdamaian satu negara, ya dia harus di-ban dari IOC.
07:11Seperti Rusia sekarang kan sebetulnya.
07:13Mereka di-ban, atletnya masih boleh, tapi mereka pakai nama yang lain, bukan nama Rusia.
07:19Itu saya kira cukup fair lah.
07:21Karena atlet pun sebetulnya akan butuh arena bertanding, tapi negaranya tidak diakui.
07:26Saya rasa itu cukup fair.
07:27Dan semoga ini negara-negara yang ikut serta di PLA dunia bisa mendesak ini ya.
07:33Karena kalau kita lihat sekarang kan belum ada gerakan yang betul-betul bersatu begitu.
07:38Untuk memprotes apa yang jadi agresi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat maupun Israel.
07:43Ya karena sikap dari negara, katakanlah negara-negara Eropa Barat yang selama ini dalam tanda kutip menjadi sekutu Amerika Serikat,
07:50kan masih juga belum jelas gitu loh.
07:52Inggris kan kemarin juga tidak mau membantu, tapi belakangan di parlemen mereka mendesak juga pemerintahnya
07:59supaya membantu Donald Trump dalam perang.
08:01Kan mereka sendiri belum punya sikap yang bulat.
08:05Apalagi negara-negara yang bukan dalam tanda kutip sekutu lama dari Amerika Serikat kan gak ada kabarnya gitu loh.
08:12Gak ada sikapnya juga.
08:14Karena mereka mungkin masih cek ombak ya, masih melihat kondisi.
08:17Karena bagaimanapun kalau soal Piala Dunia kan memang itu adalah panggung tertinggi dari satu negara ya.
08:26Selain di Olimpiade barangkali sepak bola atau Piala Dunia itu panggung mereka tertinggi
08:31untuk menunjukkan citra mereka di dunia global.
08:36Jadi pasti akan ada pertimbangan yang sangat banyak tidak melulu hanya urusan perang.
08:40Dan ini yang saya kira juga harus kita pahami dalam konteks politik global.
08:45Karena kan bagaimanapun Amerika Serikat masih dalam tanda kutip mengendalikan negara-negara di Eropa Barat itu.
08:53Terutama negara-negara sekutu lama mereka, Inggris, Perancis, dan lain-lain.
08:57Bukan hanya nilai-nilai sportifitas, tapi nilai-nilai kemanusiaan ini tidak boleh dilampaui dan harus tegas juga.
09:03Kita tunggu sikapnya FIFA, terutama jelang Piala Dunia yang semestinya jadi pesta olahraga dunia,
09:10pesta sepak bola dunia, jangan sampai dinodai dengan pelanggaran kemanusiaan terutama.
09:15Terima kasih Bung Joy, Anton Sanjoyo, Analis Sepak Bola, sudah bergabung di Sampai Indonesia malam.
09:20Sama-sama, terima kasih.
Komentar

Dianjurkan