Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAYAPURA, KOMPAS.TV - Seorang mahasiswa Universitas Cendrawasih meninggal dunia karena diduga terlambat mendapat penanganan medis di RSUD Yowari, Jayapura, Papua.

Mahasiswa ini diduga tiga kali ditolak oleh rumah sakit karena BPJS Kesehatan berbeda domisili.

Keluarga dari Martina Biri, mahasiswa Universitas Cendrawasih, protes pada Rumah Sakit Yowari. Mereka kecewa dengan pelayanan rumah sakit.

Menurut pihak keluarga, Martina pada Februari berobat ke RSUD Yuwari karena sakit lambung.

Namun pihak rumah sakit menolak karena BPJS Kesehatan Martina terdaftar di Wamena.

Beberapa minggu kemudian keluarga kembali membawa Martina, namun lagi lagi pasien ditolak dengan alasan yang sama.

Kondisi Martina semakin memburuk membuat keluarga kembali membawa Martina ke RSUD Yuwari dalam keadaan darurat.

Namun karena tak segera mendapat penanganan Martina pun meninggal dunia.

Wakil Bupati Jayapura akan memanggil Direktur RSUD Yowari dan meminta penjelasan terkait kematian pasien Martina Biri.

Atas insiden ini, keluarga Martina Biri meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan di RSUD Yowari.

Mereka menilai kasus penolakan pasien bukan pertama kali terjadi di rumah sakit tersebut.

Baca Juga Urus Pemindahan Data Desil BPJS PBI, Oknum ASN Dinsos Lebak Lakukan Pungli ke Warga di https://www.kompas.tv/regional/655861/urus-pemindahan-data-desil-bpjs-pbi-oknum-asn-dinsos-lebak-lakukan-pungli-ke-warga

#bpjs #mahasiswameninggal #jayapura

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/656294/diduga-3-kali-ditolak-rs-karena-bpjs-beda-domisili-mahasiswi-uncen-meninggal-dunia-berut
Transkrip
00:00Seorang mahasiswa Universitas Cendrawasi meninggal dunia
00:03karena diduga terlambat mendapat penanganan medis di RSUD Yowari, Jayapura, Papua.
00:09Mahasiswa ini diduga tiga kali ditolak oleh rumah sakit karena BPJS kesehatan berbeda domisili.
00:22Keluarga dari Martina Biri, mahasiswa Universitas Cendrawasi,
00:27protes pada rumah sakit Yowari.
00:29Mereka kecewa dengan pelayanan rumah sakit.
00:32Menurut pihak keluarga, Martina pada Februari lalu berobat ke RSUD Yowari karena sakit lambung.
00:38Namun, pihak rumah sakit menolak karena alasan BPJS kesehatan Martina terdaftar di Wamena.
00:45Beberapa minggu kemudian, keluarga kembali membawa Martina.
00:48Namun, lagi-lagi pasien ditolak dengan alasan yang sama.
00:52Kondisi Martina semakin memburuk, membuat keluarga kembali membawa Martina ke RSUD Yowari dalam keadaan darurat.
01:00Namun, karena tak segera mendapat penanganan, Martina pun meninggal dunia.
01:08Tanggal 8 kemarin, setelah bawa ke sana,
01:13menurut penjaga di UGD, mereka bilang menunggu di luar.
01:18Setelah tunggu di luar, sementara posisi pasien ini dalam keadaan darurat.
01:23Yang bertugas, bertugas UGD tidak ada di tempat.
01:27Tidak ada di tempat.
01:28Sehingga beberapa waktu berjalan, itu pengantannya itu masih menunggu.
01:33Karena bertugasnya tinggalkan tempat.
01:35Sementara dalam beberapa waktu yang menunggu, pasien sudah tidak bisa tertahan.
01:39Akhirnya, belum sampai dalam ruangan, pasien sudah meninggal di pintu rumah sakit.
01:44Wakil Bupati Jayapura akan memanggil Direktur RSUD Yowari
01:48dan meminta penjelasan terkait kematian pasien Martina Biri.
01:53Kami akan selidiki dengan sekrama bagaimana prosesnya sehingga terjadi kesalahan.
01:58Tapi kalau itu memang murni kematian, kita juga tidak bisa menyalahkan pihak rumah sakit.
02:04Saya akan coba bicara dengan Bupati, kami akan panggil Direktur orang-orang terkait
02:08untuk kita selesaikan persoalan ini supaya ke depan mungkin matalah administrasi bisa belakang dulu.
02:14Nyawa manusia itu yang paling penting.
02:17Atas insiden ini, keluarga Martina Biri meminta adanya evaluasi menyeluruh
02:21terhadap sistem pelayanan di RSUD Yowari.
02:24Mereka menilai kasus penolakan pasien bukan pertama kali terjadi di rumah sakit ini.
Komentar

Dianjurkan