00:07Pemberian makan bergizi gratis atau MBG di Kabupaten Pemekasan Jawa Timur menjadi sorotan lantaran adanya penolakan dari sekolah.
00:15Pihak sekolah mempersoalkan lauk yang ada di dalam kotak MBG masih dalam kondisi mentah.
00:22Penolakan hari ini hari Senin tanggal 9 Maret 2020.
00:27Penanggung jawab program MBG di SMA N2 Pemekasan menolak kotak makanan yang baru saja diturunkan dari mobil distribusi.
00:34Pihak sekolah menolak antara lauk berupa ikan lele serta tahu dan tempe masih dalam kondisi mentah.
00:44Lauk yang belum dimasak dengan sempurna itu pun dinilai belum layak untuk dibagikan kepada siswa.
00:50Pihak sekolah membenarkan adanya penolakan MBG yang terjadi pada Senin lalu.
00:54Kepala sekolah pun menyayangkan kejadian ini.
00:57Jangan standar gizi lah.
01:03Jangan asal-asal.
01:07Asal malah ini bagus itu.
01:09Malahnya apa?
01:10Awal-awalnya.
01:13Kita nggak pernah pindah dapur dari asal malah itu dari awal.
01:18Tapi ke akhir-akhir ini.
01:22Sudah kalau dihitung sudah berapa kali Pak kira-kira?
01:25Anggaplah yang maksudnya teguran secara persuasif dulu gitu Pak.
01:29Kalau saya lihat ada tiga kali.
01:34Atas pemberian MBG tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana memberikan tanggapannya.
01:40Dadan bilang, tindak lanjut sesuai petunjuk teknis dan surat edaran yang telah dikeluarkan
01:45dan dalam proses evaluasi untuk dihentikan sementara.
01:49Di SMA N2 Pamekasan sendiri terdapat setidaknya 1.134 siswa penerima program makan bergizi gratis.
01:56Nur Halis, Kompas TV, Pamekasan, Jawa Timur.
02:02Untuk informasi lebih lengkap, saudara, terkait penolakan sekolah terhadap menu MBG yang belum dimasak.
02:07Kita akan berbincang dengan Kepala SMA Negeri 2 Pamekasan.
02:10Ada Pak Arifin. Selamat siang Pak Arifin.
02:13Terima kasih sudah bergabung bersama Kompas TV.
02:14Bapak bisa dicerita kembali Pak Arifin terkait dengan penolakan yang dilakukan pihak sekolah terhadap menu MBG yang di dalam kotak
02:21itu
02:22ternyata isinya mentah atau masih dimarinasi seperti lele, tahu tempe.
02:25Seperti apa awal mulanya Pak?
02:28Terima kasih Mas. Ini saya di sekolah ini lagi siang ini.
02:34Jadi kejadiannya itu terjadi pada tanggal 9 hari Senin yang lalu
02:41bahwa SMA Negeri 2 Pamekasan ini memang menolak MBG yang diberikan oleh salah satu dapur yang ada di Pamekasan ini
02:52dengan pertimbangan untuk menjaga keselamatan anak-anak kita, kesehatan anak-anak kita.
03:00Karena kita melihat bahwa lauk yang diberikan oleh pihak dapur ke sekolah kami ini kurang layak lah.
03:11Artinya secara kesehatan karena lautnya yang akan diberikan pada waktu itu ada tiga macam
03:21yaitu tempe, dua potong, kemudian tahu, dua potong, dan lele yang semuanya dalam keadaan mentah.
03:33Nah kemudian kami memperkirakan karena pembagian itu pendistribusan sekitar jam 9,
03:41kalau sudah sampai jam 12, 3 jam berikutnya, apalagi lebih dari itu terjadi pembusukan
03:47karena sudah air di dalam wadah satu itu sudah baunya amis sekali.
03:54Saya saja karena bulan puasa kemarin itu ditunjukkan sudah hampir muntah.
04:00Akhirnya kami memutuskan bahwa untuk jatah sekolah yang tiga hari dari mulai hari Senin,
04:10tanggal 9, dan Selasa sampai Rabu itu untuk dikembalikan ke pihak dapur.
04:20Oke, Pak Arifin, jadi jatah makan MBG Senin, Selasa, Rabu itu dikembalikan ke pihak SPPG?
04:26Begitu ya Pak. Lalu saat dikembalikan respon mereka seperti apa Pak terhadap pihak sekolah?
04:31Nah begini, setelah terjadi pengembalian dari pihak sekolah dengan alasan yang seperti yang sudah viral
04:39disampaikan melalui video yang viral di media itu, pihak dapur itu mendatangi sekolah
04:51untuk mengklarifikasi mengapa itu sampai terjadi pengiriman bahan lauk yang masih mentah.
05:02Dan disitu apa? Saya katakan fungsinya dapur kalau seperti itu gitu lah.
05:09Anak-anak kok masih suruh menggoreng lagi ya dalam kondisi bulan puasa
05:15dan juga dalam kondisi yang saya disayangkan itu dicampurnya bahan antara tahu, tempe, dan lele itu.
05:25ya di dalamnya. Sehingga dari pihak kepala dapurnya itu mohon maaf atas kelalaian daripada pihak dapur
05:40yang sudah mendistribusikan bahan mentah yang disampaikan kepada sekolah.
05:50Oke, artinya ada permintaan maaf dari pihak dapur seperti tadi Pak Rifin sampaikan kepada pihak sekolah
05:55atas menu MBG yang dihadirkan dalam kondisi mentah.
05:58Lalu untuk hari ini seperti apa Pak? Apakah memang akhirnya dengan persetujuan pihak sekolah
06:03dibuat matang untuk para siswa walaupun dalam kondisi puasa atau seperti apa Pak Rifin?
06:09Ya karena jatah yang kami tolak itu tiga hari kan sampai sekarang ini kan masih hari Rabu.
06:15Jadi belum dikirim lagi. Kita di sini selama bulan puasa kan jatah tiga hari itu diantar satu kali Mas.
06:25Di awal, di hari Senin itu. Sehingga sampai hari Rabu ini kami memang tidak mendapatkan jatah lagi selama tiga hari.
06:32Oke, jadi artinya dirapel begitu ya Pak?
06:35Dirapel, dirapel sudah. Iya.
06:38Oke, nah untuk besok berarti akan tiga hari lagi dirapel.
06:42Kedepannya apa yang memang diharapkan dari pihak sekolah Pak?
06:45Terhadap dapur agar masalah ini tidak viral lagi dan ini bisa menjadi contoh yang baik untuk pihak sekolah dan pihak
06:51sekolah lain?
06:52Iya, kami berharap dari pihak sekolah bahwa MBG ini
06:58Menurut program dari pembel yang sangat baik, lawah sampai ke penerima manfaat, mohon ini yang harus dijadikan.
07:15Tujuannya adalah untuk meningkatkan gizi anak kita supaya menjadi anak yang sehat, yang berdampak pada peningkatan kualitas prestasi anak didik
07:25kita.
07:26Justru kalau ini tidak seperti yang kemarin kita tolak itu diberikan kepada anak, kami khawatir itu justru menimbulkan penyakit.
07:35Ini yang saya dampak daripada mengapa kami menolak yang kemarin itu.
07:42Dan ini istilahnya hal yang kami lakukan ini adalah untuk penyelamatan anak didik kita.
07:52Terima kasih.
07:54Semoga harapan ini bisa didengar pihak dapur sehingga makanan yang akan disampai ke sekolah terutama di SMA N2 Pemekasan ini
08:01dalam kondisi matang dan bergizi ya Pak
08:02untuk meningkatkan gizi anak-anak di sekolah SMA N2 Pemekasan.
08:07Terima kasih sekali lagi Pak Muhammad Tarifin atas waktunya bersama Sampai Indonesia Siang Kompas TV.
08:11Terima kasih.
Komentar