00:00Adu kekuatan udara AS-Israel dengan Iran tak hanya diisi jet tempur,
00:05melainkan juga kekuatan drone dan rudal setelah hampir dua minggu berlangsung.
00:10Bagaimana kekuatan udara Iran dalam mengimbangi AS dan Israel?
00:19Gelombang serangan rudal dan drone Iran dalam operasi True Promise 4
00:23terus berjalan dengan target Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika di Timur Tengah.
00:28Salah satunya adalah gelombang serangan rudal ke-29
00:31yang dilakukan tak lama setelah majelis pakar memilih Mojtra Bakhameni
00:36sebagai pemimpin tertinggi yang baru.
00:38Jurubicara Garda Revolusi Iran, Mohamed Naini menyebut
00:41mereka siap untuk berperang skala besar dan penuh selama enam bulan.
00:46Pasukan elit Iran telah menargetkan lebih dari 200 lokasi
00:49yang terkait dengan pakalan dan fasilitas Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah.
01:13Tidak hanya rudal, persenjaraan Iran juga mengandalkan serangan drone.
01:17Drone andalan Iran yang paling ikonik saat ini adalah Syahid 136.
01:22Drone ini dideside untuk serangan satu arah.
01:24Drone juga sulit dideteksi radar karena ukurannya
01:28dan mampu terbang ratusan kilometer
01:30menghantam target dengan hulu ledak sekitar 40 hingga 50 kilogram.
01:35Drone sering dijuluki sebagai AK-47 udara
01:38karena biaya produksinya yang murah
01:40namun sangat efektif dalam perang asimetris.
01:43Begit efektif hingga Amerika Serikat dilaporkan mengembangkan tiruannya.
01:48Jenis drone lain yang juga jadi andalan Iran adalah Muhajir 10.
01:52Jangkauan drone ini hingga 2.000 kilometer
01:54memungkinkan serangan ke target strategis yang sangat jauh.
01:58Drone juga mampu bertahan di udara hingga 24 jam
02:01dan dapat mengangkut bahan peledak hingga 300 kilogram
02:05dengan 2 kali lipat kapasitas pendahulunya Muhajir 6.
02:10Drone juga digunakan dalam operasi militer Amerika Serikat ke Iran
02:13Operation Epic Fury.
02:15Salah satunya adalah Lukas Low-Cost Unnamed Combat Attack System.
02:19Ini adalah senjata terbaru AS dalam serangan ke Iran.
02:23Drone kamikaze sekali pakai yang dirancang dengan teknik reverse engineering
02:27yang ditiru dari drone Shahid 136 milik Iran.
02:30Drone digunakan untuk serangan presisi berbiaya rendah
02:34terhadap infrastruktur militer, situs rudal, dan pangkalan Angkatan Laut Iran.
02:40Dosen ilmu politik Universitas Udayana menilai
02:42Iran sudah mempersiapkan diri dengan rudal dan dronnya
02:45untuk perang dalam jangka waktu lama.
02:47Sementara Amerika cenderung mengandalkan serangan besar-besaran
02:50sehingga perang tak berlangsung lama.
02:52Sebenarnya sudah mempersiapkan ini cukup lama.
02:55Ketika perang 12 hari ini mereka sudah mempelajari
02:58strategi yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan juga Israel.
03:01Dan hari ini kesiapan itu tentu dari logistik yang mereka miliki
03:05dengan konsepsi swarming yang sangat presisi
03:09dan juga serangan rudal yang sangat tepat.
03:12Amerika tentu tidak bisa.
03:13Amerika hanya maksimal, ya mungkin hanya dua minggu dari sekarang.
03:16Maka serangan yang besar-besaran dengan kekuatan dan teknologi yang baru
03:20bisa saja akan keluar.
03:21Mungkin opsi bom yang jauh lebih mengerikan belum kita bayangkan
03:25bisa saja dipakai untuk langsung melemahkan pusat pertahanan dari Iran sendiri.
03:31Konfrontasi drone antara Iran dan Amerika Serikat bukan lagi sekedar simulasi
03:35melainkan babak baru dalam sejarah peperangan modern.
03:39Di balik adu canggih teknologi perang,
03:41stabilitas kawasan Timur Tengah tetap menjadi taruhan utamanya.
Komentar