Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Adu kekuatan udara antara AS dan Israel melawan Iran tak hanya diisi jet tempur, melainkan juga kekuatan drone dan rudal.

Setelah hampir dua minggu berlangsung, kekuatan udara Iran terus diuji untuk mengimbangi Amerika Serikat dan Israel.

Tidak hanya rudal, persenjataan Iran juga mengandalkan serangan drone. Drone andalan Iran yang paling ikonik saat ini adalah Shahed-136.

Drone ini dirancang untuk serangan satu arah. Ukurannya yang relatif kecil membuatnya sulit dideteksi radar. Drone ini mampu terbang ratusan kilometer untuk menghantam target dengan hulu ledak sekitar 40 hingga 50 kg.

Drone tersebut sering dijuluki sebagai "AK-47 udara" karena biaya produksinya yang murah, namun sangat efektif dalam perang asimetris. Efektivitasnya bahkan membuat Amerika Serikat dilaporkan mengembangkan tiruannya.

Jenis drone lain yang juga menjadi andalan Iran adalah Mohajer-10. Drone ini memiliki jangkauan hingga 2.000 km, memungkinkan serangan ke target strategis yang sangat jauh. Drone ini mampu bertahan di udara hingga 24 jam dan dapat mengangkut bahan peledak hingga 300 kg, dua kali lipat kapasitas pendahulunya, yaitu Mohajer-6.

Di sisi lain, drone juga digunakan dalam operasi militer AS terhadap Iran dalam Operation Epic Fury.

Salah satunya adalah LUCAS Drone, yang merupakan senjata terbaru AS dalam serangan ke Iran. Drone "kamikaze" sekali pakai ini dirancang melalui teknik reverse engineering yang meniru desain drone Shahed-136 milik Iran.

Drone tersebut digunakan untuk serangan presisi berbiaya rendah terhadap infrastruktur militer, situs rudal, serta pangkalan angkatan laut Iran.

Konfrontasi drone antara Iran dan Amerika Serikat kini bukan lagi sekadar simulasi, melainkan menjadi babak baru dalam sejarah peperangan modern. Di balik adu canggih teknologi militer ini, stabilitas kawasan Timur Tengah tetap menjadi taruhan utama.

Baca Juga Menteri ESDM Bahlil Imbau Warga Tak Panic Buying, Stok BBM Nasional Aman | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/656247/menteri-esdm-bahlil-imbau-warga-tak-panic-buying-stok-bbm-nasional-aman-sapa-malam

#rudal #iran #droneiran #as

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/656249/adu-kekuatan-drone-dan-rudal-iran-vs-as-israel-drone-shahed-136-jadi-sorotan-sapa-malam
Transkrip
00:00Adu kekuatan udara AS-Israel dengan Iran tak hanya diisi jet tempur,
00:05melainkan juga kekuatan drone dan rudal setelah hampir dua minggu berlangsung.
00:10Bagaimana kekuatan udara Iran dalam mengimbangi AS dan Israel?
00:19Gelombang serangan rudal dan drone Iran dalam operasi True Promise 4
00:23terus berjalan dengan target Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika di Timur Tengah.
00:28Salah satunya adalah gelombang serangan rudal ke-29
00:31yang dilakukan tak lama setelah majelis pakar memilih Mojtra Bakhameni
00:36sebagai pemimpin tertinggi yang baru.
00:38Jurubicara Garda Revolusi Iran, Mohamed Naini menyebut
00:41mereka siap untuk berperang skala besar dan penuh selama enam bulan.
00:46Pasukan elit Iran telah menargetkan lebih dari 200 lokasi
00:49yang terkait dengan pakalan dan fasilitas Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah.
01:13Tidak hanya rudal, persenjaraan Iran juga mengandalkan serangan drone.
01:17Drone andalan Iran yang paling ikonik saat ini adalah Syahid 136.
01:22Drone ini dideside untuk serangan satu arah.
01:24Drone juga sulit dideteksi radar karena ukurannya
01:28dan mampu terbang ratusan kilometer
01:30menghantam target dengan hulu ledak sekitar 40 hingga 50 kilogram.
01:35Drone sering dijuluki sebagai AK-47 udara
01:38karena biaya produksinya yang murah
01:40namun sangat efektif dalam perang asimetris.
01:43Begit efektif hingga Amerika Serikat dilaporkan mengembangkan tiruannya.
01:48Jenis drone lain yang juga jadi andalan Iran adalah Muhajir 10.
01:52Jangkauan drone ini hingga 2.000 kilometer
01:54memungkinkan serangan ke target strategis yang sangat jauh.
01:58Drone juga mampu bertahan di udara hingga 24 jam
02:01dan dapat mengangkut bahan peledak hingga 300 kilogram
02:05dengan 2 kali lipat kapasitas pendahulunya Muhajir 6.
02:10Drone juga digunakan dalam operasi militer Amerika Serikat ke Iran
02:13Operation Epic Fury.
02:15Salah satunya adalah Lukas Low-Cost Unnamed Combat Attack System.
02:19Ini adalah senjata terbaru AS dalam serangan ke Iran.
02:23Drone kamikaze sekali pakai yang dirancang dengan teknik reverse engineering
02:27yang ditiru dari drone Shahid 136 milik Iran.
02:30Drone digunakan untuk serangan presisi berbiaya rendah
02:34terhadap infrastruktur militer, situs rudal, dan pangkalan Angkatan Laut Iran.
02:40Dosen ilmu politik Universitas Udayana menilai
02:42Iran sudah mempersiapkan diri dengan rudal dan dronnya
02:45untuk perang dalam jangka waktu lama.
02:47Sementara Amerika cenderung mengandalkan serangan besar-besaran
02:50sehingga perang tak berlangsung lama.
02:52Sebenarnya sudah mempersiapkan ini cukup lama.
02:55Ketika perang 12 hari ini mereka sudah mempelajari
02:58strategi yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan juga Israel.
03:01Dan hari ini kesiapan itu tentu dari logistik yang mereka miliki
03:05dengan konsepsi swarming yang sangat presisi
03:09dan juga serangan rudal yang sangat tepat.
03:12Amerika tentu tidak bisa.
03:13Amerika hanya maksimal, ya mungkin hanya dua minggu dari sekarang.
03:16Maka serangan yang besar-besaran dengan kekuatan dan teknologi yang baru
03:20bisa saja akan keluar.
03:21Mungkin opsi bom yang jauh lebih mengerikan belum kita bayangkan
03:25bisa saja dipakai untuk langsung melemahkan pusat pertahanan dari Iran sendiri.
03:31Konfrontasi drone antara Iran dan Amerika Serikat bukan lagi sekedar simulasi
03:35melainkan babak baru dalam sejarah peperangan modern.
03:39Di balik adu canggih teknologi perang,
03:41stabilitas kawasan Timur Tengah tetap menjadi taruhan utamanya.
Komentar

Dianjurkan