Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOTA GORONTALO, KOMPAS.TV - Sejumlah anak-anak tunarungu tampak antusias mengikuti pembelajaran alquran isyarat. Mereka belajar mengenal huruf hijaiyah serta membaca alquran mulai dari iqro hingga tahap membaca alquran dengan menggunakan bahasa isyarat.

Kegiatan yang bertajuk sekolah ramadan inklusif ini digagas oleh Komunitas Rangkul Asa, bekerja sama dengan TPQ Tuli Adzan As-Sami serta Gerkatin, yang bertempat di masjid Al-Muqarrabin, kelurahan Liluwo Kota Gorontalo.

Program ini dikhususkan bagi peserta tuli yang berasal dari sekitar Kota Gorontalo,baik dari kalangan anak-anak maupun orang dewasa.

Kegiatan ini diselenggarakan karena masih minimnya program keagamaan yang ramah bagi penyandang disabilitas tuli, terutama dalam memahami ajaran islam.

Dalam program ini terdapat dua kelas utama, yaitu kelas tuli dewasa dan kelas tuli anak-anak, dengan materi pembelajaran yang disesuaikan.

Pada kelas tuli dewasa,peserta difokuskan untuk mempelajari pemahaman dasar Agama Islam, seperti alquran isyarat, fikih dasar, serta tata cara beribadah seperti wudhu dan salat yang benar.

Baca Juga [FULL] Konflik Timur Tengah Berpotensi Guncang Ekonomi Dunia: Apa Antisipasi Pemerintah Indonesia? di https://www.kompas.tv/nasional/655547/full-konflik-timur-tengah-berpotensi-guncang-ekonomi-dunia-apa-antisipasi-pemerintah-indonesia

Sementara untuk kelas tuli anak-anak, pembelajaran dikemas lebih sederhana, dengan mengenalkan alquran isyarat, rukun islam, serta nilai-nilai dasar keislaman, seperti mengenal Allah,Nabi Muhammad, dan adab dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui program ini diharapkan, penyandang disabilitas tuli dapat memperoleh akses pembelajaran agama yang lebih inklusif, serta memudahkan mereka dalam memahami Ajaran Islam.



#sekolahinklusif

#ramadan

#alquran

#tunarungu

#kotagorontalo

#gorontalo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/655586/sekolah-ramadan-inklusif-ajarkan-al-quran-isyarat-bagi-tunarungu-di-gorontalo
Transkrip
00:00Saudara sejumlah anak-anak tunarungu di kota Gorontalo mengikuti pembelajaran Al-Quran dengan metode bahasa isyarat.
00:07Melalui program sekolah Ramadan Inklusif ini, peserta diajarkan mengenal huruf hijaya hingga membaca Al-Quran menggunakan isyarat.
00:17Sejumlah anak-anak tunarungu tampak antusias mengikuti pembelajaran Al-Quran isyarat.
00:22Mereka belajar mengenai huruf hijaya, serta membaca Al-Quran mulai dari ikro hingga tahap membaca Al-Quran dengan menggunakan bahasa
00:31isyarat.
00:32Kegiatan yang bertajuk sekolah Ramadan Inklusif ini digagas oleh komunitas Rangkul Asa, bekerjasama dengan TPK, Tuli Adzan As-Zami serta
00:41Gertatin.
00:43Kegiatan ini dipusatkan di Masjid Al-Mukarabin, Kelurahan Uluwo, kota Gorontalo.
00:48Program ini dikhususkan bagi peserta Tuli yang berasal dari sekitar kota Gorontalo, baik dari kalangan anak-anak maupun orang dewasa.
00:57Dalam program ini terdapat dua kelas utama, yaitu kelas Tuli Dewasa dan kelas Tuli Anak-anak, dengan materi pembelajaran yang
01:04disesuaikan.
01:05Kegiatan sekolah Ramadan Inklusif itu program yang kami buat khusus di bulan Ramadan dan dikhususkan pesertanya adalah teman-teman disabilitas
01:14Tuli atau yang dikenal dengan tunarungu.
01:18Pesertanya tadi, sebagaimana yang saya bilang, itu khusus untuk Tuli yang ada di sekitar kota Gorontalo, baik Tuli Dewasa ataupun
01:25Tuli Anak-anak.
01:26Jadi kami berusaha untuk menggambit dua target belajar, yaitu pertama Tuli Dewasa, yang kedua adalah Tuli Anak-anak.
01:35Tapi memang target belajarnya beda.
01:37Kalau misalkan Tuli Dewasa, itu kami fokuskan lagi kepada pemahaman agama Islam.
01:42Karena awal mula rencana kegiatan ini itu, kami melihat bahwa di bulan Ramadan itu orang-orang pada semangat membuat program
01:48-program keagamaan Islam.
01:50Tapi sedikit sekali yang membuat program khusus teman-teman Tuli.
01:53Padahal pada dasarnya kalau kita lihat, pemahaman mereka terhadap Islam itu minim sekali.
01:58Makanya kami berinisiatif untuk melaksanakan ini demi membantu peningkatan pemahaman teman-teman Tuli.
02:05Makanya teman-teman Tuli yang dewasa itu, belajarnya fokus kepada peningkatan pemahaman Islam,
02:10sedangkan yang untuk anak-anak lebih kepada Al-Quran Isyarat dan juga Rukun Islam.
02:16Jadi pembelajarannya lebih sederhana.
02:18Melalui program ini diharapkan penyandang disabilitas Tuli dapat memperoleh akses pembelajaran agama yang lebih inklusif
02:25serta memudahkan mereka dalam memahami ajaran Islam.
Komentar

Dianjurkan