Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Perang Amerika SerikatIsrael dengan Iran semakin sengit. Amerika Serikat dan Israel kembali menyerang sejumlah wilayah Iran. Kali ini giliran kilang minyak di Teheran yang menjadi sasaran.

Israel mengklaim telah menyerang beberapa kompleks penyimpanan bahan bakar yang digunakan angkatan bersenjata Iran di Teheran.

Rekaman amatir menunjukkan kobaran api besar yang membakar depot bahan bakar Aqdasieh di ibu kota Iran.

Bahkan media Iran mengutip sebuah sumber dari Kementerian Perminyakan yang mengatakan tiga depot minyak di daerah Kohak, Shahran, dan Karaj diserang pesawat tempur Israel.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuka kemungkinan pengiriman pasukan darat ke Iran.

Soal opsi Trump melakukan serangan darat, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan negaranya siap mempertahankan kedaulatannya.

Menlu Iran menolak kemungkinan negosiasi dengan Amerika Serikat dan menegaskan Iran tidak pernah meminta gencatan senjata.

#teheran #iran #as-israel

Baca Juga Urus Pemindahan Data Desil BPJS PBI, Oknum ASN Dinsos Lebak Lakukan Pungli ke Warga di https://www.kompas.tv/regional/655861/urus-pemindahan-data-desil-bpjs-pbi-oknum-asn-dinsos-lebak-lakukan-pungli-ke-warga



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/655864/penampakan-langit-teheran-membara-israel-serang-kilang-minyak
Transkrip
00:00Perang Amerika Serikat Israel dengan Iran semakin sengit, Amerika Serikat Israel kembali menyerang sejumlah wilayah Iran
00:07dan kali ini giliran kilang minyak di Teheran yang menjadi sasaran.
00:16Israel mengklaim telah menyerang beberapa kompleks penyimpanan bahan bakar yang digunakan Angkatan Bersenjata Iran di Teheran.
00:23Rekaman amatir menunjukkan kobaran api besar yang membakar depot bahan bakar Agdasyeh di ibu kota Iran.
00:31Bahkan media Iran mengutip sebuah sumber dari Kementerian Perminyakan yang mengatakan tiga depot minyak di daerah Kohak, Syahran, dan Karaj
00:40diserang pesawat tempur Israel.
00:45Sementara itu Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka kemungkinan pengiriman pasukan darat ke Iran.
00:53What are the circumstances where you'd send in ground troops? How are you thinking about that?
00:57I don't even want to talk about it now. I mean, it's, uh, I don't think it's an appropriate question.
01:03You know, I'm not going to answer it. Could there be? Possibly, for very good reason.
01:07It would have to be very good reason. And I would say if we ever did that, they would be
01:12so decimated that they wouldn't be able to fight at the ground level.
01:16Do you need ground troops to secure the enriched uranium at the nucleosites?
01:21We can find out about that. We haven't talked about it. But it was a total obliteration.
01:28They haven't been able to get to it. And at some point maybe we will. You know, that would be
01:33a great thing.
01:34But right now we're, uh, we just decimating them.
01:40Soal opsi Trump, lakukan serangan darat, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqqi, menegaskan negaranya siap mempertahankan kedaulatannya.
01:50Menlu Iran tolak kemungkinan negosiasi dengan Amerika Serikat dan menegaskan Iran tidak pernah meminta genjatan senjata.
02:13Sebelumnya Amerika Serikat dilaporkan sedang bernegosiasi dengan pasukan oposisi Kurdi dalam upaya mempersenjatai mereka dan memicu pemberontakan di Iran.
02:24Tujuannya menggunakan Kurdi untuk melebahkan pasukan Iran dan memungkinkan protes rakyat.
Komentar

Dianjurkan