Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Seorang warga asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Sabtu (7/3/2026) sore dilaporkan hilang saat menjalani pelayaran internasional di kawasan Selat Hormuz, Timur Tengah.

Korban diketahui bernama Kapten Miswar Maturusi yang memimpin kapal tugboat Muffasah Dua. Hingga kini keluarga masih menunggu kabar mengenai keberadaan korban.

Kapten Miswar Maturusi, warga Desa Pattedong, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, bekerja sebagai kapten kapal tugboat Muffasah Dua milik perusahaan pelayaran yang beroperasi di Abu Dhabi.

Menurut pihak keluarga, Miswar telah bekerja di dunia pelayaran selama lebih dari dua puluh tahun dan menjadi tulang punggung bagi keluarganya.

Keluarga menyebut komunikasi terakhir dengan korban terjadi pada Rabu lalu. Saat itu Miswar sempat berbicara dengan istrinya dan menyampaikan rencana pelayaran yang akan dilakukannya.

Sehari setelahnya, korban masih sempat membuka pesan dari anaknya, namun tidak sempat membalas sebelum akhirnya hilang kontak.

#luwu #wni #selathormuz #perangiran

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/655568/komunikasi-terakhir-kapten-kapal-sebelum-hilang-di-selat-hormuz-sempat-hubungi-istri-anak

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Seorang warga negara Indonesia asal Kabupaten Luwus, Sulawesi Selatan, Sabtu sore dilaporkan hilang saat menjalani pelayaran internasional di kawasan Selat
00:09Hormus, Timur Tengah.
00:10Korban diketahui bernama Kapten Mizwar Maturusi yang memimpin kapal tugboat Mustafa II.
00:17Hingga kini keluarga masih menunggu kabar mengenai keberadaan korban.
00:22Kapten Mizwar Maturusi, warga desa Patedong, Kecamatan Pondrang Selatan Kabupaten Luwus, Sulawesi Selatan,
00:31bekerja sebagai kapten kapal tugboat Mustafa II milik perusahaan pelayaran yang beroperasi di Abu Dhabi.
00:36Menurut pihak keluarga, Mizwar telah bekerja di dunia pelayaran selama lebih dari 20 tahun dan menjadi tulang punggung keluarga.
00:45Keluarga menyebut komunikasi terakhir dengan korban terjadi pada Rabu lalu.
00:48Saat itu, Mizwar sempat berbicara dengan istrinya dan menyampaikan rencana pelayaran yang akan ia lakukan.
00:55Sehari setelahnya, korban masih sempat membuka pesan dari anaknya, namun tidak sempat membalas sebelum akhirnya hilang kontak.
01:08Pertama kali itu, Pak, sehari Jumat sekitar jam 10 pagi.
01:13Iya, jam 10 pagi ditelepon dari temannya, disampaikan bahwa kapal yang dinakut dari Bapak itu kena ini, kena ranjau darat,
01:27kena ranjau laut.
01:30Dari siapa keluarga mendapat informasi terkait?
01:33Dari temannya, temannya Bapak Niswar, semakin intes diberikan informasi mengenai ini.
01:39Terus yang kedua, menunggu dahan segera dipercepat pencariannya.
01:46Sementara itu, Saudara, Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Yudha Nugraha, membenarkan dedakan kapal tugboat di Selat Hormuz.
01:54Kapal Musafa II, yaitu kapal tugboat ini, Saudara, berisikan 7 ABK.
02:01Empat diantaranya warga negara Indonesia, di mana tiga WNI masih dinyatakan hilang.
02:06Berdasarkan informasi saksi mata, yang juga seorang WNI, bahwa kapal Musafa II, Takbud, berangkat dari Ras Al-Qaimah di wilayah
02:20Uni Emirat Arab untuk melakukan towing terhadap sebuah kapal kontainer yang mengalami kerusakan.
02:27Lalu, kapal Musafa II ini tiba di lokasi di dekat kapal kontainer tersebut pada tanggal 6 Maret pukul 2 dini
02:38hari.
02:38Ketika melakukan persiapan, towing, kemudian terjadi ledakan di kapal takbud Musafa II tersebut.
02:48Bahwa kapal Musafa II berawakan 7 ABK, berasal dari Indonesia, India, dan Filipina.
02:57Yang Indonesia ada 4 ABK, dalam informasi yang kami terima, 3 masih hilang, dan 1 dalam keadaan senangat.
03:09Sudah, kami sudah melakukan komunikasi dengan pemilik kapal, namun terkait dengan penyebab ledakan tersebut, kita menunggu.
03:17Hasil penyelidikan dari autoritas setempat, kita tidak ingin berspekulasi apa penyebab ledakan tersebut.
Komentar

Dianjurkan