00:00Perkembangan perang Amerika Serikat, Israel, dan juga Iran serta isyarat dari Donald Trump untuk mempertimbangkan mengakhiri operasi militer terhadap Iran
00:09tetapi menolak kencatan senjata, kita akan bahas bersama dengan dosen hubungan internasional Presiden University, Toku Rizas.
00:16Selamat pagi Pak Toku.
00:19Pagi Indonesia.
00:21Baik. Pak Toku, ini pernyataan yang disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memberikan sinyal soal berakhirnya pertempuran di
00:30sana
00:30namun menolak untuk kencatan senjata. Anda membaca ini memang betulkah tujuan-tujuan selama ini yang diinginkan Amerika Serikat sudah hampir
00:39tercapai seperti Trump bilang?
00:42Saya justru punya pemikiran yang sebaliknya ya.
00:46Pertama, tujuan dari perang itu sendiri sudah tidak tercapai.
00:51Mulai dari target yang 4 hari malah berujung ke 3 minggu.
00:55Dengan Iran yang menolak berunding karena Iran adalah negara yang diserang dan karena itu wajib mempertahankan dirinya secara hukum internasional.
01:04Kedua, jika perang ini berlangsung lama, maka semakin besar pula lah peluang Presiden Donald Trump ini dijatuhkan atau impeachment.
01:11Karena perang ini sudah jelas-jelas melanggar hukum nasional Amerika Serikat dan hukum internasional.
01:17Dan ketiga, perang ini yang semakin luas ini berpotensi menjatuhkan kredibilitas Partai Republik dalam pemilihan umum selah bulan November tahun
01:26ini.
01:27Bahkan lebih jauh lagi memudarkan reputasi Partai Republik untuk jangka panjang.
01:31Jadi, statement Trump itu dimensinya luas sekali.
01:35Keempat, walaupun AS akan menurunkan 2.500 prajurit ke Timur Tengah, maka ini berpotensi menambah kematian tentara Amerika Serikat yang
01:45hingga saat ini jumlahnya masih dirahasiakan.
01:47Karena patut diakui, Iran belum menurunkan semua peluru kendalinya yang paling mutakhir.
01:52Dan seperti kita ketua bersama, Iran ini siap untuk perang jangka panjang.
01:56Kelima, terus berlanjutnya perang ini semakin memalukan Amerika Serikat karena tidak ada sekutu global yang mendukungnya kecuali Israel.
02:04Maka keadaan ini semakin membuka mata dunia jika AS dan Israel adalah sumber malapetaka di muka bumi ini.
02:12Kenam, terus berlangsungnya perang ini berpotensi mempersatukan negara-negara di Timur Tengah yang menolak kepemimpinan Amerika Serikat yang terus memperandakan
02:22perdamaian di muka bumi.
02:24Sehingga melahirkan kepaduan dalam masyarakat Islam yang semakin kuat dan bersatu.
02:29Ketujuh, terus berjalannya perang ini berpotensi menjatuhkan kepemimpinan global Amerika Serikat atau Paks Americana dan mengunggulkan kepemimpinan dunia yang baru
02:39dipimpin oleh China atau Paks Sinika.
02:41Jadi ini adalah tujuh interpretasi saya dari penjelasan Donald Trump yang terbaru tersebut.
02:46Baik, jadi mungkin kalau kita baca dari satu sisi gitu Pak Toko, ini memang tekanannya lebih ke arah tekanan diplomatik
02:53dan juga kemudian militer dan juga politik Amerika Serikat?
02:57Tepat sekali.
02:58Karena Trump ini melihat dalam permainan catur tiga dimensi, dia mulai kalah begitu.
03:04Pertama, permainan catur political and strategic chessboard, dia kalah.
03:10Kemudian dalam permainan yang kedua, geoeconomic chessboard, dia mulai kalah.
03:16Dan yang ketiga dalam geosocio-cultural chessboard, dia mulai kalah.
03:21Maka dia malah melihat potensi Paks Americana Serikat itu jatuh dan Paks Sinika itu naik.
03:26Ini adalah kekhawatiran yang sudah sebenarnya yang dinyatakan oleh tokoh dunia namanya Samuel Huntington dalam naskahnya yang berjudul The Class
03:35of Civilization tahun 1986 silam.
03:39Baik, nah ini berarti kalau Anda baca gitu Pak Toko, apakah ini tanda-tanda memang Amerika Serikat sudah capek, sudah
03:46lelah, sudah kemudian kehabisan dalam tanda kutip dayanya untuk bisa terus meneruskan perang ini?
03:52Tentunya tadi dengan konsekuensi yang luar biasa di bidang politik dan juga diplomatik.
03:58Tepat sekali. Jadi Trump ini sekarang sedang memikirkan sebuah exit strategy ya.
04:04Karena operasi yang dinamakannya Operation Epic Fury ini sudah nggak bisa lanjut lagi.
04:09Dia sudah kalah.
04:11Maka untuk itu Trump sedang memikirkan suatu cara untuk menang tapi tidak memalukan, untuk menang tapi tidak, gimana ya, agak
04:25sulit.
04:25Dia bermain di tengah-tengah, terkesan dia menang tapi sebenarnya dia kalah.
04:30Dan yang saya, dalam benak saya sekarang, yang ada ini adalah kemungkinan besar Amerika Serikat sedang merancang suatu negosiasi rahasia
04:38dengan Iran.
04:39Ini sudah ada contohnya.
04:41Tahun 1986 lalu, itu adalah ada sebuah contoh namanya Iran Contra Affair,
04:47di mana dilakukan oleh seorang tokoh Amerika Serikat yang bernama saat itu adalah Lieutenant Colonel Oliver North.
04:55Dan dunia sebenarnya tidak tahu ada perjanjian ini, tapi akhirnya ketahuan karena terbongkar oleh media masa Amerika Serikat ini.
05:02Maka lewat perjanjian rahasia yang baru ini, yang 40 tahun kemudian, maka saya perkirakan negosiasi rahasia ini akan menyelamatkan nama
05:12baik Donald Trump,
05:13tapi mengkambing hitamkan tokoh-tokoh lainnya yang ada di gedung putih.
05:18Dan untuk itu perjanjian rahasia ini kemungkinan besar, nanti ujungnya adalah Amerika Serikat akan menyatakan dirinya sebagai pemenang perang,
05:25namun mengizinkan Iran melanjutkan perjanjian Joint Comprehensive Plan of Action yang dibatalkan oleh Presiden Donald Trump tahun 2018 silam.
05:35Di mana dalam JCPOA yang baru ini, maka peranan China dan Rusia dengan sepengetahuan Amerika Serikat akan memungkinkan Iran
05:44dan membuktikan tekadnya untuk memiliki nuklir untuk tujuan damai.
05:48Dan pada saat yang sama nanti klausulnya akan mengatakan Iran yang memiliki energi nuklir untuk tujuan damai itu
05:54akan bekerja sama sepenuhnya dengan International Atomic Energy Agency dan terbuka untuk inspeksi mendadak setiap saat.
06:02Dan ini saya pikir adalah butir-butir yang dapat disepakati oleh Iran dan Amerika Serikat.
06:07Jadi dibalik ini semua sebenarnya, kalau memang tadi perjanjian dibalik layar ini kemudian benar-benar terjadi,
06:15ya sebenarnya yang menang Iran dong ya, karena akhirnya mereka tidak diganggu lagi mungkin soal nuklirnya.
06:21Tepat sekali. Bagaimanapun juga Iran ini sudah siap untuk perang jangka panjang ya.
06:26Stok peluru kendali dia, stok balistik misal dia itu tergunakan setiap hari tapi juga diproduksi setiap hari.
06:33Bahkan Iran sudah siap dengan perang darat dan juga Iran sudah siap dengan bombardment besar-besaran untuk Selat Hormuz.
06:41Karena sudah terbaca sekali pola-pola komunikasinya di Selat itu lewat bantuan intelijen dari Rusia dan juga dari China.
06:50Dan memang kemungkinan besar Iran akan mendapatkan banyak konsesi.
06:55Karena walaupun konsesi itu akan Iran peroleh, tapi diplomasi publik global pimpinan Amerika Serikat akan menyatakan bahwa mereka adalah yang
07:05menang perang tersebut.
07:06Dan mereka akan mengendalikan proyek dari Joint Comprehensive Plan of Action tersebut secara sangat konsisten dan di bawah restu genung
07:15putih.
07:15Biasa Amerika Serikat akan berperilaku seperti itu.
07:18Tapi yang kemudian kita cermati juga Pak Tuku selain pernyataan Donald Trump untuk tadi mempertimbangkan untuk menghentikan operasi militer.
07:25Tapi juga di sisi lain masih ada pengiriman pasukan dan juga masih ada serangan terakhir di beberapa waktu lalu.
07:31Nah apakah ini kemudian memang ketidak konsistenan Amerika Serikat atau mereka lagi bingung aja sebenarnya bagaimana exit strateginya.
07:37Kita akan bahas Pak Tuku usai jadah berikut tetap bersama kami.
07:39Terima kasih telah menonton!
Komentar