Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri operasi militer terhadap Iran, tetapi menolak gencatan senjata.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social, sekaligus menjadi sinyal kuat terkait kemungkinan berakhirnya perang Iran. Trump mengisyaratkan pemerintahannya tengah mengevaluasi langkah untuk menyudahi keterlibatan bersenjata di wilayah tersebut.

Perkembangan perang Amerika Serikat, Israel, dan Iran, serta isyarat dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dibahas bersama dosen hubungan internasional President University, Teuku Rezasyah.

Baca Juga Fantastis! AS Ajukan Tambahan Dana USD 200 Miliar untuk Perang Iran di https://www.kompas.tv/internasional/658485/fantastis-as-ajukan-tambahan-dana-usd-200-miliar-untuk-perang-iran

#donaldtrump #iran #amerika #perang

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/658486/terbaru-pakar-hi-bongkar-sinyal-trump-akhiri-perang-as-vs-iran-perdamaian-atau-strategi-baru
Transkrip
00:00Perkembangan perang Amerika Serikat, Israel, dan juga Iran serta isyarat dari Donald Trump untuk mempertimbangkan mengakhiri operasi militer terhadap Iran
00:09tetapi menolak kencatan senjata, kita akan bahas bersama dengan dosen hubungan internasional Presiden University, Toku Rizas.
00:16Selamat pagi Pak Toku.
00:19Pagi Indonesia.
00:21Baik. Pak Toku, ini pernyataan yang disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memberikan sinyal soal berakhirnya pertempuran di
00:30sana
00:30namun menolak untuk kencatan senjata. Anda membaca ini memang betulkah tujuan-tujuan selama ini yang diinginkan Amerika Serikat sudah hampir
00:39tercapai seperti Trump bilang?
00:42Saya justru punya pemikiran yang sebaliknya ya.
00:46Pertama, tujuan dari perang itu sendiri sudah tidak tercapai.
00:51Mulai dari target yang 4 hari malah berujung ke 3 minggu.
00:55Dengan Iran yang menolak berunding karena Iran adalah negara yang diserang dan karena itu wajib mempertahankan dirinya secara hukum internasional.
01:04Kedua, jika perang ini berlangsung lama, maka semakin besar pula lah peluang Presiden Donald Trump ini dijatuhkan atau impeachment.
01:11Karena perang ini sudah jelas-jelas melanggar hukum nasional Amerika Serikat dan hukum internasional.
01:17Dan ketiga, perang ini yang semakin luas ini berpotensi menjatuhkan kredibilitas Partai Republik dalam pemilihan umum selah bulan November tahun
01:26ini.
01:27Bahkan lebih jauh lagi memudarkan reputasi Partai Republik untuk jangka panjang.
01:31Jadi, statement Trump itu dimensinya luas sekali.
01:35Keempat, walaupun AS akan menurunkan 2.500 prajurit ke Timur Tengah, maka ini berpotensi menambah kematian tentara Amerika Serikat yang
01:45hingga saat ini jumlahnya masih dirahasiakan.
01:47Karena patut diakui, Iran belum menurunkan semua peluru kendalinya yang paling mutakhir.
01:52Dan seperti kita ketua bersama, Iran ini siap untuk perang jangka panjang.
01:56Kelima, terus berlanjutnya perang ini semakin memalukan Amerika Serikat karena tidak ada sekutu global yang mendukungnya kecuali Israel.
02:04Maka keadaan ini semakin membuka mata dunia jika AS dan Israel adalah sumber malapetaka di muka bumi ini.
02:12Kenam, terus berlangsungnya perang ini berpotensi mempersatukan negara-negara di Timur Tengah yang menolak kepemimpinan Amerika Serikat yang terus memperandakan
02:22perdamaian di muka bumi.
02:24Sehingga melahirkan kepaduan dalam masyarakat Islam yang semakin kuat dan bersatu.
02:29Ketujuh, terus berjalannya perang ini berpotensi menjatuhkan kepemimpinan global Amerika Serikat atau Paks Americana dan mengunggulkan kepemimpinan dunia yang baru
02:39dipimpin oleh China atau Paks Sinika.
02:41Jadi ini adalah tujuh interpretasi saya dari penjelasan Donald Trump yang terbaru tersebut.
02:46Baik, jadi mungkin kalau kita baca dari satu sisi gitu Pak Toko, ini memang tekanannya lebih ke arah tekanan diplomatik
02:53dan juga kemudian militer dan juga politik Amerika Serikat?
02:57Tepat sekali.
02:58Karena Trump ini melihat dalam permainan catur tiga dimensi, dia mulai kalah begitu.
03:04Pertama, permainan catur political and strategic chessboard, dia kalah.
03:10Kemudian dalam permainan yang kedua, geoeconomic chessboard, dia mulai kalah.
03:16Dan yang ketiga dalam geosocio-cultural chessboard, dia mulai kalah.
03:21Maka dia malah melihat potensi Paks Americana Serikat itu jatuh dan Paks Sinika itu naik.
03:26Ini adalah kekhawatiran yang sudah sebenarnya yang dinyatakan oleh tokoh dunia namanya Samuel Huntington dalam naskahnya yang berjudul The Class
03:35of Civilization tahun 1986 silam.
03:39Baik, nah ini berarti kalau Anda baca gitu Pak Toko, apakah ini tanda-tanda memang Amerika Serikat sudah capek, sudah
03:46lelah, sudah kemudian kehabisan dalam tanda kutip dayanya untuk bisa terus meneruskan perang ini?
03:52Tentunya tadi dengan konsekuensi yang luar biasa di bidang politik dan juga diplomatik.
03:58Tepat sekali. Jadi Trump ini sekarang sedang memikirkan sebuah exit strategy ya.
04:04Karena operasi yang dinamakannya Operation Epic Fury ini sudah nggak bisa lanjut lagi.
04:09Dia sudah kalah.
04:11Maka untuk itu Trump sedang memikirkan suatu cara untuk menang tapi tidak memalukan, untuk menang tapi tidak, gimana ya, agak
04:25sulit.
04:25Dia bermain di tengah-tengah, terkesan dia menang tapi sebenarnya dia kalah.
04:30Dan yang saya, dalam benak saya sekarang, yang ada ini adalah kemungkinan besar Amerika Serikat sedang merancang suatu negosiasi rahasia
04:38dengan Iran.
04:39Ini sudah ada contohnya.
04:41Tahun 1986 lalu, itu adalah ada sebuah contoh namanya Iran Contra Affair,
04:47di mana dilakukan oleh seorang tokoh Amerika Serikat yang bernama saat itu adalah Lieutenant Colonel Oliver North.
04:55Dan dunia sebenarnya tidak tahu ada perjanjian ini, tapi akhirnya ketahuan karena terbongkar oleh media masa Amerika Serikat ini.
05:02Maka lewat perjanjian rahasia yang baru ini, yang 40 tahun kemudian, maka saya perkirakan negosiasi rahasia ini akan menyelamatkan nama
05:12baik Donald Trump,
05:13tapi mengkambing hitamkan tokoh-tokoh lainnya yang ada di gedung putih.
05:18Dan untuk itu perjanjian rahasia ini kemungkinan besar, nanti ujungnya adalah Amerika Serikat akan menyatakan dirinya sebagai pemenang perang,
05:25namun mengizinkan Iran melanjutkan perjanjian Joint Comprehensive Plan of Action yang dibatalkan oleh Presiden Donald Trump tahun 2018 silam.
05:35Di mana dalam JCPOA yang baru ini, maka peranan China dan Rusia dengan sepengetahuan Amerika Serikat akan memungkinkan Iran
05:44dan membuktikan tekadnya untuk memiliki nuklir untuk tujuan damai.
05:48Dan pada saat yang sama nanti klausulnya akan mengatakan Iran yang memiliki energi nuklir untuk tujuan damai itu
05:54akan bekerja sama sepenuhnya dengan International Atomic Energy Agency dan terbuka untuk inspeksi mendadak setiap saat.
06:02Dan ini saya pikir adalah butir-butir yang dapat disepakati oleh Iran dan Amerika Serikat.
06:07Jadi dibalik ini semua sebenarnya, kalau memang tadi perjanjian dibalik layar ini kemudian benar-benar terjadi,
06:15ya sebenarnya yang menang Iran dong ya, karena akhirnya mereka tidak diganggu lagi mungkin soal nuklirnya.
06:21Tepat sekali. Bagaimanapun juga Iran ini sudah siap untuk perang jangka panjang ya.
06:26Stok peluru kendali dia, stok balistik misal dia itu tergunakan setiap hari tapi juga diproduksi setiap hari.
06:33Bahkan Iran sudah siap dengan perang darat dan juga Iran sudah siap dengan bombardment besar-besaran untuk Selat Hormuz.
06:41Karena sudah terbaca sekali pola-pola komunikasinya di Selat itu lewat bantuan intelijen dari Rusia dan juga dari China.
06:50Dan memang kemungkinan besar Iran akan mendapatkan banyak konsesi.
06:55Karena walaupun konsesi itu akan Iran peroleh, tapi diplomasi publik global pimpinan Amerika Serikat akan menyatakan bahwa mereka adalah yang
07:05menang perang tersebut.
07:06Dan mereka akan mengendalikan proyek dari Joint Comprehensive Plan of Action tersebut secara sangat konsisten dan di bawah restu genung
07:15putih.
07:15Biasa Amerika Serikat akan berperilaku seperti itu.
07:18Tapi yang kemudian kita cermati juga Pak Tuku selain pernyataan Donald Trump untuk tadi mempertimbangkan untuk menghentikan operasi militer.
07:25Tapi juga di sisi lain masih ada pengiriman pasukan dan juga masih ada serangan terakhir di beberapa waktu lalu.
07:31Nah apakah ini kemudian memang ketidak konsistenan Amerika Serikat atau mereka lagi bingung aja sebenarnya bagaimana exit strateginya.
07:37Kita akan bahas Pak Tuku usai jadah berikut tetap bersama kami.
07:39Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan