Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Pemerhati Politik Luar Negeri Pitan Daslani menilai gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk menawarkan Indonesia sebagai mediator dalam konflik global merupakan ide yang baik.

Namun menurutnya, waktu pelaksanaan gagasan tersebut belum tepat karena situasi konflik masih memanas.

"Idenya bagus, tetapi timing-nya bukan sekarang. Ketika perang masih berlangsung dan peluru kendali masih saling diluncurkan, siapa yang mau mendengar tawaran mediasi?" ujar Pitan dalam Zoomcast KompasTV Digital, Kamis (5/3/2026).

Dalam situasi global ia juga menilai pendekatan politik luar negeri Indonesia perlu diperbarui.

Konsep "bebas aktif" yang selama ini menjadi dasar diplomasi Indonesia dinilai perlu dilengkapi dengan sikap yang lebih asertif dan proaktif.

"Kita harus menunjukkan kemampuan kita sehingga negara lain membutuhkan kita. Selain itu, kita juga harus proaktif membaca potensi konflik dan berupaya meredakannya sebelum meledak," kata Pitan.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Lintang

#iran #konflikglobal #Indonesia

Baca Juga Bintang Persib Prihatin atas Cedera Febri Hariyadi, Soroti Kondisi Psikologisnya di https://www.kompas.tv/olahraga/655510/bintang-persib-prihatin-atas-cedera-febri-hariyadi-soroti-kondisi-psikologisnya



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/655525/saran-pengamat-ke-prabowo-di-tengah-perang-as-israel-vs-iran-indonesia-harus-asertif-dan-proaktif
Transkrip
00:00Itu tadi juga Presiden Prabowo
00:02Sempat menawarkan diri gitu Pak
00:03Menjadi mediator
00:04Itu Bapak lihatnya kayak gimana Pak?
00:07Begini
00:08Itu ide yang bagus
00:10Tapi timingnya bukan sekarang
00:13Ketika orang lagi prank
00:14Kita bilang mediator
00:15Siapa yang mau dengar gitu
00:17Kalau perangnya meredah
00:19Baru kita bisa
00:22Mempertemukan dua belah pihak ini
00:24Untuk perundingan
00:25Ini orang lagi
00:27Kendali lagi berdesing
00:29Sangiling balas-balasan
00:30Mana bisa kita pergi ke situ
00:32Itu yang pertama
00:33Yang kedua kemarin
00:35Saya baca di mana itu katanya
00:37Menteri luar negeri
00:40Menghimbau kepada
00:42Mendu Iran
00:43Untuk kembali ke meja perundingan
00:45Loh
00:48Bukan mendu Iran itu
00:50Kan harus
00:51Meja perundingan
00:54Membahas nuklir itu kan
00:56Mencakup lima negara
00:58Anggota tetap PBB
00:59Tambah Jerman dan Uni Eropa
01:00Jadi kalau mau kembali ke meja perundingan
01:03Semuanya harus diajak
01:04Bukan hanya
01:05Mendu Iran
01:05Gitu
01:06Semua
01:07Lima negara anggota tetap PBB
01:09Plus Jerman dan Uni Eropa
01:10Kembali berkumpul lagi
01:11Dan begitu
01:12Nah ini kan tidak
01:13Karena perjanjian
01:1514 Juli
01:162015
01:17JCPOA itu
01:18Itu kan efektif
01:19Sudah tidak berlaku
01:20Jadi harus membuat
01:22Perjanjian yang baru
01:23Artinya melibatkan semua
01:25Stakeholder itu
01:27Bukan hanya
01:27Mendu Iran
01:28Begitu harusnya
01:30Oke
01:30Nah kemudian
01:32Kalau Presiden Prabowo
01:33Benar nih Pak
01:33Ada
01:34Bahwa dunia ini
01:35Memang berada di titik rawan
01:37Sebenarnya apa
01:37Langkah konkret
01:38Yang seharusnya diprioritaskan Indonesia
01:40Mungkin singkat saja Pak
01:41Begini
01:42Singkatnya begini
01:43Kita tidak tahu
01:45Kedepannya seperti apa
01:46Tapi prediksi saya
01:48Jadi ada
01:50Tiga skenario
01:51Pertama itu
01:53Skenario
01:53Peaceful coexistence
01:54Itu sudah gugur
01:56Tidak terjadi lagi
01:57Sekarang ini
01:58Yang kedua adalah
01:59Skenario yang
02:00Disebut dengan
02:02Bifurcated
02:03Global Order
02:03Yaitu
02:04Kembali dunia yang terpengar
02:06Menjadi dua blok besar
02:07Sama seperti di perang
02:08Dingin dulu
02:09Jadi Amerika Serikat
02:12Kemudian
02:12Kanada
02:13Kemudian Eropa
02:15Dan Jepang
02:15Akan menyatu
02:16Lalu sisanya
02:17Termasuk Rusia
02:18China, Iran
02:19Pakistan
02:20Dan segala itu
02:20Akan pergi ke satu blok yang lain
02:22Nah
02:23Tetapi kan kita sudah ada BRICS
02:25Jadi BRICS ini adalah
02:26Negara-negara middle power
02:27Yang tentu bisa menjadi penyeimbang
02:29Sehingga skenario kedua itu
02:31Sangat sulit
02:32Mungkin yang terjadi adalah
02:33Akan terjadi pengelompokan regional
02:35Semacam BRICS ini akan terjadi
02:37Gitu
02:38Skenario ketiga itu berbahaya
02:40Itu disebut
02:43Catastrophic
02:43World
02:44Global Order
02:45Order
02:45Dunia tanpa aturan
02:46Nah saya khawatir
02:48Kita sedang menuju ke situ
02:49Katastrophic
02:50Kenapa?
02:50Karena kan
02:52Hukum internasional
02:53Sudah tidak
02:53Dianggap
02:54Hukum internasional
02:55Sudah berlaku seperti
02:56Hukum rimba
02:57Seperti begitu kan
02:57Jadi kita menuju
02:59Katastrophic
03:00Global Order
03:01Dan dalam katastrophic
03:02Global Order
03:03Apa yang harus
03:04Dilakukan
03:05Mau tidak
03:06Mau
03:06Setiap negara harus
03:07Kembali
03:09Memperhatikan dalam negerinya
03:11Memperkuat
03:12Perekonomiannya sendiri
03:13Supaya semakin
03:14Kecil
03:15Ketergantungan
03:16Terhadap dunia luar
03:18Itu semakin baik
03:18Bagi negara yang akan
03:19Lebih bisa
03:19Lebih bertahan
03:21Semakin besar
03:22Ketergantungan kita
03:23Secara ekonomi
03:23Pada dunia luar
03:24Akan membuat kita
03:26Sangat fragile
03:26Dan gampang tumbang
03:27Ketika katastrophic
03:28Global Order
03:29Terjadi
03:30Jadi
03:31Tidak mungkin
03:32Dunia ini akan
03:33Menjadi baik lagi
03:34Seperti sebelumnya
03:35Dengan kejadian perang ini
03:37Banyak kepentingan terlibat
03:39Maka ke depan dunia
03:40Akan menjadi
03:41Semakin kacau
03:42Semakin
03:42Katastrophic
03:44Sehingga
03:45Saya pikir benar
03:46Yang Presiden katakan
03:47Kita
03:48Bukan saja khawatir
03:49Tentang apa yang akan terjadi
03:50Tapi
03:50Bagaimana menyiap
03:51Pendiri menghadapi itu
03:53Harusnya posisi
03:54Harusnya posisi Indonesia
03:55Kayak gimana Pak Pitan
03:57Posisi Indonesia
03:58Sekarang ini sudah
03:59Menurut saya
04:00Sudah sangat terlambat ya
04:01Jadi politik luar negeri Indonesia itu
04:04Kenapa bebas aktif
04:06Sejarahnya itu
04:07Karena pada tanggal 2 September
04:091948
04:10Wakil Presiden Muhammad Tata
04:12Pidato di Yogyakarta
04:13Waktu itu
04:14Berjudul
04:15Mendayung antara dua karang
04:16Waktu itu dua karang itu adalah
04:18Blok Timur dan Blok Barat
04:19Sehingga kita harus jalan di tengah-tengah
04:21Tidak menyentuh karang-karang itu
04:23Itu yang disebut
04:24Politik
04:24Bebas aktif
04:25Tapi bebas aktif itu kan
04:27Konsep politik
04:28Tahun 1948
04:29Tidak cocok untuk zaman sekarang
04:32Sekarang kita
04:32Tidak bisa hanya bebas aktif
04:33Kenapa?
04:34Karena karangnya bukan dua
04:35Blok Timur
04:36Sekarang kan
04:37Multipolar dunia ini
04:39Terjadi pengelompokan regional
04:41Di mana-mana
04:41Terlalu banyak karang
04:42Jadi
04:43Kalau hanya dengan bebas aktif
04:44Tidak bisa kita ketinggalan
04:46Kita perlu merevisi
04:48Posisi politik luar negeri kita itu
04:49Bebas aktif
04:51Ditambah dengan
04:52Asertif dan proaktif
04:54Asertif artinya apa?
04:55Tunjukkan di mana kita bisa
04:57Di mana kemampuan kita
04:58Supaya negara-negara lain datang
05:00Membuat negara-negara lain
05:01Datang membutuhkan kita
05:02Kan begitu
05:03Jangan kita yang pergi
05:05Mengekor kepada negara-negara lain
05:06Yang kedua adalah
05:07Proaktif
05:08Proaktif itu
05:09Jangan tunggu sampai
05:10Selama ini kan kita reaksi
05:12Reaksi
05:12Reaksi
05:13Setelah terjadi peristiwa
05:14Kita reaksi
05:15Jadi mengekor
05:16Gak bisa begitu
05:17Zaman sekarang ini
05:18Kita harus proaktif
05:20Melihat di mana
05:20Peluang ekonomi kita ambil
05:22Melihat di mana
05:23Potensi konflik kita redakan
05:24Sebelum meledak
05:25Kan harusnya begitu
05:26Jadi politik luar negeri Indonesia
05:28Tidak
05:28Bebas aktif itu konsep
05:291948
05:30Tidak bisa di dalam dunia yang sekarang
05:32Kita perlu bebas aktif
05:33Tetap sebagai dasar
05:35Tapi kita perlu
05:35Asertif
05:36Kita perlu
05:37Proaktif
05:38Jadi proaktif itu
05:39Bukan saja secara ekonomi
05:41Tapi secara
05:41Pertahanan juga
05:42Kita membaca
05:43Pertahun dunia
05:44Dan lihat
05:44Ini bakal terjadi
05:45Potensi konflik
05:46Masuk ke sana
05:47Dan meredam itu
05:48Sebelum terjadi
05:48Potensi konflik
05:50Seperti itu
05:50Nah itu
05:51Kedepan harus seperti itu
05:52Jalannya politik luar negeri kita
05:54Seperti itu
05:56Oke
05:56Baik Pak Mitan
05:57Terima kasih banyak
05:58Untuk waktunya
05:59Kita tadi dapat
06:00Insight yang luar biasa
06:01Banget ya
06:02Maksudnya
06:02Mulai dari sejarahnya
06:03Seperti apa
06:04Kemudian
06:05Yang paling penting juga
06:06Bagaimana sih
06:06Seharusnya sikap negara kita
06:08Indonesia gitu
06:09Menghadapi perang
06:10Yang saat ini
06:11Tengah terjadi
06:12Tidak hanya bebas aktif
06:14Harus asertif
06:15Dan proaktif
06:16Proaktif
06:16Secara ekonomi
06:17Tetapi juga pertahanan ya Pak
06:18Ini juga menjadi
06:19Mungkin PR tersendiri
06:20Untuk pemerintahan di Indonesia
06:21Terima kasih telah menonton
Komentar

Dianjurkan