00:00Kalau begitu pertanyaan Pak, seberapa besar negara-negara teluk juga akan melakukan retaliation atau pembalasan atas serangan ini?
00:09Meskipun alasannya adalah self-defense atas apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat?
00:14Saya lihat potensi Saudi, karena dari berbagai kalkulasi kekuatan, Saudi punya potensi untuk membalas.
00:21Dan juga harga dirinya sebagai tokoh di negara-negara wilayah itu yang selama ini dianggap potensi yang mampu bersaing dengan
00:30Iran.
00:31Tapi kita juga tahu Saudi tidak punya pengalaman atau tradisi berperang.
00:37Di Yemen bagian utara ada klub etnik namanya suku Houthi yang Syiah.
00:43Sehingga melancarkan perang sepanjang perbatasan terhadap Saudi, bahkan meluncurkan roket ke arah Riyadh dan sebagainya,
00:54Saudi juga tidak berhasil omerangi mereka.
00:58Bahkan kita saksikan sekarang suku Houthi yang berkuasa di Yemen.
01:03Jadi sementara ini Iran ini bangsa petarung.
01:07Sejak zaman Persia dulu Iran itu memang unggul dalam berperang.
01:13Jadi kita tidak bisa abaikan tradisi ini juga.
01:17Jadi Pak Hasan melihat bahwa dalam sejarahnya meskipun bisa dikatakan ada ketidaknyamanan dari pemimpin-pemimpin negara teluk,
01:27kenapa mereka jadi kena getahnya.
01:29Tetapi untuk melakukan retaliation secara langsung berperang ke Iran rasanya itu peluang yang sangat-sangat kecil.
01:39Menurut saya begitu.
01:42Jadi belum lagi kalau kita lihat di negara-negara Arab sendiri kan terpecah.
01:48Misalnya ketika negara-negara anggota Gulf Council memberikan sanksi kepada Qatar,
01:58karena Qatar dianggap dekat dengan Iran.
02:00Jadi tidak semua dari negara itu satu paham dalam menghadapi Iran.
02:06Dan bahkan ada komunikasi terakhir kan antara menurut Iran dengan Qatar.
02:12Jadi kontak dengan Qatar memang dibuka.
02:15Karena memang mereka selama ini juga lebih terbuka, saling terbuka dibandingkan Saudi Arabia.
02:20Jadi kalau melihat mereka yang berkonflik itu, apakah tetap hanya Amerika-Israel melawan Iran?
02:26Atau kita juga akan melihat adanya dukungan untuk Iran?
02:32Mau berperang bersama Iran dari negara-negara yang selama ini berhadapan-hadapan dengan Amerika?
02:36Misalnya Rusia atau China yang selama ini juga memiliki hubungan dengan Iran?
02:41Pertama, kewajiban untuk ikut membantu Iran dalam perang itu kan harus didasarkan pada satu.
02:51Bukannya tradisi hubungan baik.
02:53Tapi ikatan dari kacamata baik China wapun Rusia, Iran sebagai treaty allies.
03:05Jadi berdasarkan adanya persekutuan lebih dulu.
03:09Jadi bahwa Rusia simpati pada Iran karena memang dalam perang Ukraina juga Iran men-supply drones yang besar jumlahnya.
03:20Demikian juga China yang menjadi pemasuk senjata.
03:23Tapi untuk ikut serta perang fisik membantu Iran mungkin jauh dari kemungkinan.
03:32Jadi Pak Hassan ketika ada yang mencemaskan apakah ini bisa menjadi prakondisi untuk perang dunia ketiga.
03:41Pak Hassan kalau tadi melihat yang diserang negara-negara teluk oleh Iran ke negara-negara teluk saja kecil kemungkinannya untuk
03:50membalas balik.
03:52Sehingga konflik itu tidak jadi meluas atau tidak mendalam.
03:56Mereka yang ingin membantu atau bersimpati dengan Iran seperti Rusia dan China saja juga tidak ingin terlalu frontal untuk ikut
04:03berperang membantu Iran.
04:05Artinya kondisi ini membuat apakah bisa saya simpulkan tidak menjadi satu prakondisi terjadinya perang dunia ketiga.
04:16Pertama, Iran tidak memiliki senjata nuklir.
04:21Bahkan antara pemilik senjata nuklir sendiri, mereka takut berperang menggunakan senjata nuklir yang menjurus pada perang dunia ketiga.
04:29Karena level teknologi senjata nuklir itu sudah pada derajat mutually assured destruction.
04:39Siapapun yang mulai melontarkan senjata nuklir dia juga akan musnah.
04:44Jadi sementara ini kan perang yang Israel punya nuklir.
04:48Iran tidak, tapi Israel juga tidak mudah menggunakan senjata nuklir untuk melawan Iran.
04:55Sama seperti Rusia memiliki 6.000 senjata nuklir melawan Rusia, melawan Ukraina.
05:02Betapun tidak mudahnya perang tapi dia juga tidak mudah menggunakan senjata nuklir terhadap Ukraina.
05:08Karena itu saya tidak berpikir dari perang ini akan menuju pada perang dunia ketiga.
05:16Terima kasih.
05:17Terima kasih.
05:18Terima kasih.
05:20Terima kasih.
05:20Terima kasih.
Komentar