00:00Banyak latar belakang dari proses itu yang cukup mencerahkan semua yang hadir dalam pertemuan.
00:07Kita memahami lebih baik karena itu saya melihat kalau itu dijelaskan kepada publik lainnya lebih baik.
00:13Susahnya memang sebagian itu kan tidak mudah juga untuk dijelaskan.
00:18Karena dalam diplomasi ada banyak hal yang bersifat rahasia yang tidak mudah gelar secara terbuka.
00:27Tapi esensinya kan bisa dijelaskan.
00:29Itu yang disadari oleh pemerintah.
00:31Dan dalam board of peace misalnya saya mengatakan mengapa dari awal kita tidak cukup menjelaskan.
00:41Setelah pertemuan di New York pada tanggal 23 September setelah beliau berbicara di majelis umum.
00:50Kan ada pertemuan bersama dengan 8 negara-negara berpenduduk mayoritas Islam atau negara Islam.
01:01Dan disitu dibangun kesepakatan untuk 8 itu akan ikut serta dalam board of peace.
01:08Yang kedua sebelum penandatanganan dokumen board of peace di Davos pada bulan Januari kan juga didahului pertemuan di antara negara
01:228 negara Islam atau berpenduduk mayoritas Islam.
01:27Yang kita bagian dari kesepakatan itu untuk ikut serta dalam board of peace.
01:34Saya melihat dari segi kalkulasi kekuatan 8 negara itu bisa menjadi penyeimbang.
01:41Dari katakanlah kedudukan Trump yang sebagai ketua sangat dominan dan bukan tanpa kekuatan sebab Trump pasti menghitung bahwa 8 negara
01:58ini juga punya peran atau kontribusi yang tidak bisa diabaikan.
02:04Khususnya adalah kontribusi pendanaan dari kegiatan yang dirancang untuk memulihkan Gaza.
02:10Itu satu. Jadi satu yang kita lihat sebagai satu elemen positif kenapa kita masih ikut.
02:20Yang lain adalah bahwa sebelum gagasan tentang board of peace kita akan menyaksikan selama 2 tahun lebih sejak selama 2
02:30tahun lebih Israel sangat leluasa.
02:33Setiap hari menyerbu Gaza kita saksikan penduduk sipil wanita anak-anak yang menjadi korban 71 ribu menjadi korban meninggal.
02:46Belum jumlah besar kerusakan yang terjadi.
02:50Tapi lebih dari itu juga tidak ada tanda-tanda ke arah memulihkan situasi perang menjadi satu kencatan senjata.
03:03Sekat atau tidak kita kepada Presiden Trump adalah Presiden Trump yang memang punya kemampuan untuk menekan Israel menyepakati kencatan senjata.
03:15Dan dari situlah kita saksikan penderitaan rakyat Palestina belum sebetulnya berakhir tapi mulai ada tanda-tanda ke arah perbaikan.
03:25Misalnya dengan penyaluran bantuan kemanusiaan.
03:27Jadi dari penjelasan Presiden yang langsung kepada para mantan menlu, tokoh-tokoh pada waktu itu Pak Hasan melihat bahwa ini
03:37make sense pada waktu itu mengapa setuju untuk masuk BOP.
03:41Pak saya mau masuk nanti saya akan tanya juga soal BOP setelah ada serangan Amerika dan Israel ini.
03:48Sebagai seorang mantan menteri luar negeri, seorang diplomat senior, saya ingin dengar apa tanggapan Bapak soal apa yang terjadi?
04:00Mengapa Amerika menyerang Iran bersama Israel?
04:05Sebenarnya ini perangnya siapa?
04:07Perangnya Israel yang dibantu oleh Amerika atau perangnya Amerika yang dibantu oleh Israel?
04:14Yang kedua, yang pertama, perangnya Israel dibantu Amerika.
04:18Karena memang netannya sudah cukup lama berpikiran tentang bagaimana mengubah kawasan itu di mana Israel menjadi pemegang peranan sebagai hegemon.
04:30Karena setiap kekuatan yang muncul yang dianggap menjadi tandingan saingan Israel pasti dia akan lemahkan.
04:37Kita lihat saja mulai dari Irak, Saddam Hussein, kemudian Syria ketidak masa Assad, dan Iran di masa kepemimpinan spiritual yang
04:53Ali Khomeini yang kemarin korban dari pemboman.
04:58Ini sesuatu yang juga sangat mengejutkan dan menjadi pembicaraan bahwa dalam serangan tanggal 28 Februari lalu,
05:08pemimpin Ali Khamani itu berhasil digugur atau dikena rudal, gugur, dan juga perangkat-perangkat pemimpin lainnya.
05:22Dalam tempo kurang dari 24 jam. Apakah pada waktu itu, itu bisa diklaim sebagai kemenangan serangan Amerika dan Israel?
05:32Atau gugurnya Khomeini itu tidak bisa serta-merta dianggap sebagai klaim kemenangan serangan Amerika-Israel, Pak Hassan?
05:41Dari perspektif Amerika dan mungkin juga Israel, bahwa kematian Sheikh Ali Khamenei dianggap sebagai berakhirnya atau tumbangnya rezim,
05:55suara Trump sebelum atau segera setelah berita kematian itu juga cenderung ke arah rezim berakhir.
06:03Yang dilupakan adalah bahwa dan faktanya sekarang kita saksikan bahwa ada berlapis calon-calon pemimpin pengganti Ayatullah Ali Khamenei
06:18yang mungkin menggunakan pepatah kita hilang satu tumbuh seribu dan memang Iran punya kemampuan itu.
06:26Jadi dengan gugurnya Khamenei itu tidak dianggap sebagai sebuah mission accomplished?
06:35Kenyataannya paling tidak seserlah ditunjuknya penguasa sementara.
06:41Jelas tidak mission yang accomplished.
06:44Karena itu masih diperluas.
06:48Dengan termasuk berita hari ini, CIA mensponsori suku Kurdis Syiah di Iran untuk menggunakan kekuatan senjata melawan rezim di Teheran.
07:02Jadi dan kita juga tahu dalam pengalaman sejarah di kawasan itu,
07:08mensponsori satu kelompok belum tentu bisa berhasil.
07:11Tapi yang jelas bisa akan memperluas perang.
07:14Ketika objek dari agresi itu adalah pergantian rezim,
07:19apakah menurut Pak Hassan ini adalah sebuah alasan yang dibuat-buat?
07:24Atau sesungguhnya memang ada target operasi untuk pergantian rezim yang masih belum bisa dilakukan oleh Amerika?
07:33Sebetulnya kalau menurut saya yang menjadi target Amerika,
07:39lebih lagi Israel adalah pengembangan senjata nukuler oleh Iran.
07:44Itu isu yang sudah sejak saya awal menteri pun sudah diisu ya.
07:49Tetapi kalau kita lihat terakhir, dalam perang 12 hari,
07:55Trump kan sangat bangga mengatakan bahwa
08:01research nukuler Iran sudah obliterated, sudah musnah.
08:06Tapi sekarang ketika dia gunakan argumen bahwa
08:10Iran merupakan ancaman besar terhadap Amerika Serikat
08:17antara lain karena kemampuan mengembangkan senjata nukuler
08:22yang pada tahun lalu dikatakan sudah musnah.
08:25Jadi memang tidak ada konsistensinya karena di domestic politics Amerika juga
08:30mempertanyakan motif perang ini apa sebetulnya.
08:36Tapi buat Israel jelas dan itu bagian dari seragi besar untuk tidak ada saingan Israel
08:43apalagi Iran yang punya tidak hanya kemampuan untuk mengembangkan senjata nuklir pada waktunya
08:49tapi juga kemampuan mengembangkan misil.
08:53Punya nuklir is one thing, tapi kalau tidak punya misil untuk mendelivery
08:58ya tidak banyak manfaatnya.
09:00Tapi Iran menunjukkan luar biasa kemampuan mengembangkan misil yang
09:04dengan hypersonic tapi juga drones yang jumlahnya puluhan ribu
09:13yang mematahkan mitos bahwa Israel tidak mungkin terjangkau
09:20dengan dome sistem pelindungan melalui misil Patriots dan Tad.
09:28Nyatanya Iran dapat melakukan itu.
09:31Bahkan Tel Afib dan Yerusalem kena serangan terakhir.
Komentar