Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan mendesak pemerintah Indonesia keluar dari Dewan Perdamaian (Board of Peace) usai konflik di Timur Tengah memanas pascaserangan Amerika Serikat-Israel ke Iran.

Menurut Anies, keluar dari BoP bukan merupakan tindakan antiperdamaian.

Anies mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara yang lahir dari penolakan terhadap penjajahan.

"Board of Peace memang tertulis menjanjikan perdamaian, namun ketuanya yaitu Presiden Trump justru baru saja memerintahkan serangan militer ke Iran bersama Israel. Tanpa mandat PBB, tanpa ancaman nyata, dan di tengah negosiasi yang justru menunjukkan kemajuan. Dan dengan level korban sampai ke kepala negara," kata Anies di Instagram, Jumat (6/3/2026).

Video editor: Galih

#anies #boardofpeace #trump

Baca Juga Jusuf Kalla Desak Indonesia Tagih Perdamaian Iran-Israel ke Board of Peace di https://www.kompas.tv/nasional/655345/jusuf-kalla-desak-indonesia-tagih-perdamaian-iran-israel-ke-board-of-peace




Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/655393/anies-baswedan-keluar-dari-board-of-peace-bukan-tindakan-antiperdamaian
Transkrip
00:00Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:01Kali ini saya ingin urun pendapat tentang sikap kita di panggung global
00:06Indonesia adalah negara yang lahir dari penolakan terhadap penjajahan
00:11Di pembukaan UD45 kita berjanji untuk menciptakan ketertiban dunia
00:17berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial
00:22Sebagai pelopor konferensi Asia Afrika dan gerakan non-blok
00:26Kita mewarisi reputasi sebagai suara dunia ketiga
00:31yang berani mengingatkan negara-negara besar agar tunduk pada hukum internasional
00:37Karena itu keikut sertaan Indonesia dalam Board of Peace
00:42yang dibentuk dan dipimpin seumur hidup oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump
00:48menimbulkan satu pertanyaan yang mengganggu
00:51Apakah ini benar-benar jalan untuk perdamaian yang adil
00:56atau kita sedang ikut melegitimasi ketidakadilan yang selama ini kita kecam
01:03Board of Peace memang tertulis menjanjikan perdamaian
01:07Namun ketuanya yaitu Presiden Trump
01:11justru baru saja memerintahkan serangan militer ke Iran bersama Israel
01:16Tanpa mandat PBB, tanpa ancaman nyata, dan di tengah negosiasi
01:21yang justru menunjukkan kemajuan
01:24Dan dengan level korban sampai ke kepala negara
01:28Bagaimana mungkin Dewan Perdamaian itu bisa tetap berjalan
01:33seolah tak terjadi apa-apa ketika pelopornya sendiri
01:38melanggar hukum internasional di depan mata dunia
01:41Bebas aktif bukan berarti asal ikut di semua meja
01:47Bebas aktif adalah kewajiban memilih
01:50meja yang selaras dengan prinsip kita
01:54yaitu membela kedaulatan, menegakkan hukum internasional, dan membela korban penjajahan
02:00bukan malah memberi karpet merah pada pelakunya
02:04Maka kita bisa gunakan momentum serangan ke Iran ini untuk keluar dari Board of Peace
02:10dan menyatakan dengan tegas
02:12Maaf, Indonesia tidak bisa berada dalam forum perdamaian
02:17yang menutup mata pada pelanggaran hukum internasional oleh pendirinya sendiri
02:22Dan keluar dari Board of Peace bukan tindakan anti-perdamaian
02:27Itu adalah cara kita menunjukkan bebas aktif
02:31bukan soal mendekat ke pusat-pusat kekuasaan
02:35tapi soal kesetiaan pada nurani bangsa
02:38Apakah kita rela menukar warisan the spirit of Bandung
02:44dengan simbol keikut sertaan di sebuah dewan perdamaian
02:48yang bahkan tak sanggup menyandang namanya sendiri
02:53Kita perlu pikirkan secara serius
02:56Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
03:28Terima kasih telah menonton!
03:40Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami
03:44Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya
03:48Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda
Komentar

Dianjurkan