Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Perang Amerika Serikat bersama Israel melawan Iran sudah lebih dari sepekan.

Apa yang akan jadi solusi kunci meredakan perang ini? Kita akan bahas lebih dalam bersama pakar hubungan internasional Universitas Katolik Parahyangan, Yulius Purwadi Hermawan.

#AS-ISRAEL #IRAN #konflik

-

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga [FULL] Dubes RI untuk Azerbaijan Bicara soal Kondisi WNI Usai Drone Hantam Bandara Azerbaijan ? di https://www.kompas.tv/internasional/655423/full-dubes-ri-untuk-azerbaijan-bicara-soal-kondisi-wni-usai-drone-hantam-bandara-azerbaijan



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/655424/full-pakar-hi-soal-konflik-as-israel-vs-iran-siapa-yang-bakal-jadi-juru-damai-sapa-malam
Transkrip
00:00Bertemu kembali saudara, pemerintah Iran membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump
00:05yang bilang Iran ingin berbicara dengan Amerika.
00:08Iran menyatakan Donald Trump tidak bisa dipercaya.
00:12Pemerintah Iran melalui Duta Besar Iran untuk Mesir, Mujabah Ferdusipur,
00:16memastikan dialog dengan AS mustahil setelah dua fase negosiasi nuklir sebelumnya gagal yang berujung perang.
00:24Ia menyatakan serangan AS dan Israel sebagai kejahatan sekaligus pengkhianatan
00:28atas perundingan dan solusi diplomatik untuk masalah nuklir Iran.
00:32Ferdusipur menegaskan aset militer AS dan Israel akan terus jadi target serangan Iran.
00:51Terima kasih Allah.
00:53terima kasih
01:26Pekar hubungan International Synergy Policies Dina Praktora Harja menilai Iran tetap percaya diri untuk terus melawan Amerika Serikat dan Israel.
01:34Serangan terhadap aset AS dan Israel ke negara-negara kawasan Teluk jadi strategi kunci respons Iran.
01:40Di sisi lain, negara-negara tempat pangkalan militer AS seperti Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain hingga saat ini belum membalas
01:47serangan Iran.
01:50Saya kira Iran sudah mempertimbangkan segala hal kalau dilihat dari kampanye mereka baik di level pemerintahan maupun di masyarakat.
01:59Mereka sangat percaya diri bahwa mereka bisa menghadapi Israel maupun Amerika Serikat.
02:04Dan di sini kuncinya justru mereka menghantam negara-negara di sekitarnya atau si Israel.
02:12Dan yang menarik kita saksikan adalah justru negara-negara Teluk ini tidak berani langsung menyerang balik ke Iran karena mereka
02:19juga menjaga stabilitas.
02:21Jadi inilah titik lemah yang sepertinya juga dibaca oleh Iran sehingga mereka masih percaya diri.
02:28Presiden Iran Masyud Pesekian meminta maaf kepada negara-negara tetangga di kawasan Teluk setelah serangan Teheran meluas ke sejumlah wilayah
02:35di Timur Tengah,
02:36di tengah perang dengan Israel dan Amerika Serikat.
02:39Ia menegaskan Iran tidak akan lagi menargetkan negara-negara tetangga dalam serangan berikutnya.
02:44Namun ia juga menyampaikan peringatan kepada negara-negara tetangga yang mempertimbangkan untuk bergabung dalam konflik
02:50dengan mengatakan bahwa mereka tidak boleh menjadi mainan di tangan imperialisme.
03:26Rekaman kamera pemantau menunjukkan momen sebuah rudal menghantam di sebelah sekolah putra di Khazfin, Iran yang menyebabkan kepanikan antara siswa
03:35dan staf.
03:36Peristiwa muncul di tengah rangkaian serangan udara yang menargetkan berbagai lokasi di Iran.
03:40Beberapa serangan lain juga dilaporkan mengenai infrastruktur sipil termasuk sekolah dan kawasan permukiman,
03:45sehingga memicu kecaman internasional dan seruan investigasi dari PBB serta Organisasi Hak Asasi Manusia.
03:53Perang AS bersama Israel melawan Iran sudah lebih dari sepekan.
03:57Apa yang akan jadi solusi kunci meredakan perang ini?
04:01Saya diskusikan ini bersama pakar hubungan internasional dari Universitas Katolik Parahyangan Jawa Barat,
04:06Julius Purwadi Hermawan.
04:07Pak Julius, dengan Tifal di sini, selamat malam Pak.
04:10Selamat malam, Mas Tifal.
04:11Dua-dua pihak, AS lalu Amerika Serikat, dan Iran ini sama-sama bersih keras untuk melanjutkan perang ini tetap dengan
04:21pendiriannya masing-masing.
04:22Sehingga kayaknya akan sulit untuk mencapai titik damai.
04:25Tapi rasanya yang akan mengubah itu semua, game changernya kalau apa?
04:30Nah, pertanyaan sulit sekarang ya.
04:32Pertanyaan sulit.
04:33Kalau di sisi Amerika Serikat, game changernya adalah kalau Iran menyerah dan menyerah tanpa kondisional.
04:40Itu kan sulit pagi ini ya, pagi-pagi tadi di Amerika Serikat, Donald Trump menyampaikan itu.
04:47Dan saya kira ini sudah mulai pelang narasi.
04:50Presiden Iran, sebelumnya Menteri Luarge Iran, itu tidak mungkin terjadi.
04:54Menyerah tanpa saat itu tidak mungkin terjadi.
04:57Jadi game changer seperti apa?
05:00Barangkali itu dua-tiga minggu lagi ya.
05:03Ketika kita melihat seberapa jauh perang ini sudah berdampak, berdampak sangat luas, termasuk Amerika Serikat.
05:10Tapi saya mungkin bisa melihat juga ya, ada sesuatu yang harus dibangun mulai hari ini ya, Mas Tipal.
05:16Kalau aku boleh nambahin ya gitu.
05:18Sepisal pabrik opini di Amerika Serikat.
05:20Sekarang menarik ya kalau kita cermati.
05:22Ada satu media yang menyebut bahwa hanya satu dari tiga warga Amerika Serikat mendukung serangan ini.
05:29Itu satu gitu.
05:30Ada media lain menyebut bahwa ini 51 persen yang mendukung.
05:3449 menolak gitu.
05:36Nah mungkin munculnya di Amerika Serikat, pemikiran-pemikiran menentang presidennya gitu.
05:41Itu akan menjadi salah satu game changer yang sangat penting.
05:45Mas Tipal.
05:46Oke.
05:46Sehingga menurut Anda kalau kemudian ini masih dikatakan sulit di pekan pertama ini.
05:51Kalau kemudian dibawa ke meja perundingan, negosiasi, mediasi, masih akan sulit atau masih ada celah untuk berharap di situ?
06:00Tidak ada celah ya.
06:01Kalau pandangan saya tidak ada celah gitu.
06:03Celah itu kemarin sudah dibuka ya.
06:05Sebelum hari Jumat, sebelum serangan dari Sabtu.
06:08Itu sebetulnya sudah dibuka gitu.
06:10Dan itu ditutup serta-merta oleh Amerika Serikat.
06:13Saya kira ini menjadi pembelajaran untuk Iran gitu.
06:15Tidak akan pernah percaya pada Amerika Serikat untuk melakukan perundingan.
06:18Apapun motivasinya.
06:19Dan mereka akan belajar dari serangan hari Sabtu.
06:23Yang itu betul-betul tidak menghormati perundingan yang sudah berjalan di Genewa.
06:29Pada hari Jumat sebelumnya.
06:32So, karena gini Pak.
06:34Memikirkan bahwa efek ekonominya akan sangat besar nantinya.
06:38Ini sudah banyak prediksi dan banyak hal yang terasa di level akar rumput.
06:42Terutama di negara kita begitu.
06:45Organisasi dunia bisa berbuat apa kalau begitu?
06:48Lumpuh ya.
06:49Seperti PBB ya.
06:51Misalnya sekjen PBB kelihatannya memang tidak punya tempat untuk menyuarakan pandangannya lagi.
06:56Ya, hewan kaman PBB gitu ya.
06:59Per bulan ini dan satu bulan ke depan akan diketuai oleh Amerika Serikat sebagai presiden.
07:04Dan sebagai presiden, Amerika Serikat berhak untuk menentukan agendanya apa saja.
07:09Termasuk resolusi apa saja yang akan dibahas di bawah presidensinya Amerika Serikat.
07:15Nah, ini sayang sekali.
07:16Saya tidak mau menambahin situasi menjadi buruk.
07:19Dan menyatakan ini gitu ya.
07:21Tapi bahwa dampak itu harus diantisipasi.
07:25Dan termasuk semua negara sekarang melakukan antisipasi itu.
07:28Itu wajib ya.
07:30Wajib dalam 2-3 minggu ke depan.
07:32Mas Tifal.
07:32Oke.
07:33Kalau melihat peran dari, oke lah.
07:35Karena ada banyak analisis, ada banyak informasi intelijen.
07:38Tadi sempat saya diskusikan juga di segmen sebelumnya masalah informasi intelijen yang menyebut bahwa Rusia ada di belakang Iran.
07:44Kemudian masalah peran dari Tiongkok di tengah konflik ini.
07:48Menurut Anda 2 negara ini juga bisa punya peran untuk menengahi ini atau malah kebalikannya?
07:55Rusia sudah menawarkan ya.
07:56Yang saya dengar ya gitu.
07:57Kecuali berita ini didesain ya.
07:59Karena banyak juga disinformasi ya.
08:01Berita diciptakan oleh AI ya.
08:03Kalau Putin menawarkan diri gitu.
08:05Nah, ini agak lucu ya gitu ya.
08:06Kemarin Amerika Serikat sebagai mediator untuk Rusia dan Ukraina gitu ya.
08:12Menarik saya kira melihat itu gitu.
08:14Kemudian Cina sebetulnya pernah menawarkan diri juga gitu ya.
08:17Terkait dengan Iran dan Amerika Serikat yang tahun lalu kurang lebih ya.
08:21Dan punya potensi kalau Cina ya gitu.
08:23Itu yang saya lihat gitu.
08:24Tetapi lagi ya gitu ya.
08:26Lagi gitu.
08:27Apakah kedua pihak, ketiga pihak ya.
08:30Dua versus satu ini, dua versus satu ini gitu.
08:33Siap untuk melakukan perlindungan.
08:35Termasuk siap untuk menerima apakah Rusia maupun Cina gitu.
08:39Sebagai mediator.
08:40Masifal.
08:42Apakah perlu menunggu negara-negara teluk?
08:44Ini bersikap bersama-sama kemudian jadi mediator di tengah-tengah itu?
08:49Mungkinkah itu?
08:50Nah, Iran sekarang bermain cantik ya.
08:54Apa, Iran kan menggempur pusat-pusat militer, basis militer Amerika Serikat di negara-negara Arab ya gitu.
09:02Dan kemarin-kemarin kan sudah dikilpun tuh oleh Pak Menteri Luar Negeri.
09:06Saya kira cukup cantik dan menjelaskan bahwa tidak ada maksud dengan permusuhan gitu ya.
09:11Tidak ada maksud menyerang.
09:12Tetapi betul tujuan serangannya adalah ke pusat-pusat yang dikontrol oleh Amerika Serikat.
09:18Jadi bukan dikontrol oleh negara-negara Arab.
09:20Itu saya kira menurut saya bermain cantik.
09:22Dan hari ini kalau tidak keliru, Presiden Iran juga menyampaikan hal yang sama.
09:26Tidak akan melakukan serangan lagi gitu.
09:27Nah, ini sebagian-bagian yang cukup penting ya.
09:30Pendekatan yang cukup penting meyakinkan bahwa negara-negara Arab tidak akan menyerang balik.
09:35Tidak ada apa-apa yang dilakukan oleh Iran gitu.
09:38Nah, memang problemnya adalah Iran harus benar-benar melakukan serangan secara presisi ya.
09:43Jangan sampai meluas, berdampak kolateral.
09:45Ini kan kemarin juga Menteri Luar Negeri menyampaikan itu gitu.
09:48Kalau terjadi apa, ada dampak serangan ke hotel misalnya, ke bandara, itu kolateral namanya.
09:53Dia nyebut dengan, mohon maaf ya, kalau ada kolateral damage tentang itu gitu.
09:58Nah, terhadap pertanyaan apakah negara-negara Arab bisa bersikap sama gitu ya,
10:03itu juga mungkin barangkali menjadi game changer gitu.
10:05Nah, sekarang problemnya adalah negara-negara Arab kan sedang sibuk dengan bagaimana caranya ini
10:11mengantisipasi satu gitu ya, serangan ludal-ludal yang masuk ke negara mereka gitu ya.
10:16Bahrain minta bantuan Inggris gitu ya, lalu negara-negara minta bantuan Perancis misalnya ya.
10:21Itu saya kira yang mereka sibuk lakukan gitu, daripada mereka kemudian bersuara yang sama gitu.
10:26Lalu kemudian Qatar, Arab Saudi juga mengumumkan mungkin akan men-stop produk minyaknya gitu ya.
10:31Ini kan masih individual ya, masih satu-satu mereka merespon terhadap serangan Iran.
10:37Kita belum bisa mengharapkan ada satu suara dari negara-negara Arab, Mas Tifal.
10:41Oke, kalau begitu saya coba tanyakan begini, menurut Anda ada nggak negara yang bakal menjadi penengah di sini,
10:48jadi mediator?
10:49Karena kalau mengungkit dari obrolan saya kira-kira dua hari yang lalu di program Kompas Petang,
10:53Pak Agung Sasong Khojati sempat menilai secara kultura dan posisi politik,
10:57India tampaknya yang bisa punya peran jadi mediator, Anda merasa itu juga masuk akal atau ada negara lain yang potensial?
11:03Dan kalaupun ada, apa hal yang mungkin akan dipertaruhkan di tengah jadi mediator itu, jadi penengah itu?
11:09Ya, India mungkin ya, bahwa posisi dari Amerika Serikat yang kadang-kadang sangat dekat gitu ya,
11:16tapi pada waktu yang lain juga sangat longgar gitu, bisa berseberangan.
11:20Termasuk contoh misalnya dia mengimpor minyak dari Rusia gitu ya,
11:24sekalipun Amerika Serikat tahun 22 saya kira mengumumkan, apa, bank pelarangan mengimpor dari Rusia,
11:32dia melakukan itu, dan itu berbeda ya gitu.
11:35Tapi akhirnya kan India, apa namanya, mencoba mendekatkan hubungan baik dengan Amerika Serikat lagi
11:40dengan mengurang impornya gitu, dari Rusia gitu.
11:43Lalu kemudian sekarang dia mengantisipasi apa, apa, shortage, apa, BPM dari Timur Pengah,
11:51salah satunya dengan mengalihkan ke Rusia.
11:54Dan saya mendengar, saya mendengar bahwa Amerika Serikat tidak keberatan gitu, untuk satu hal itu.
12:00Tampaknya mungkin ada sisi yang memungkinkan loh gitu.
12:04Tapi jangan lupa dengan Iran sekarang persoalannya gitu.
12:07Kedekatannya dengan Netanyahu, beberapa waktu lalu media menyorot itu gitu.
12:11Lalu kemudian Iran juga mengingat bagaimana posisi dia terhadap IAEA gitu ya,
12:16India yang berseberangan dengan Iran gitu, jangan lupa itu.
12:20Lalu kemudian juga gitu dengan Kashmir.
12:23Itu satu hal ya gitu, satu, dua, tiga hal menurut saya yang barangkali membuat India sulit.
12:28Sekalipun barangkali secara kultur gitu, dia memungkinkan.
12:32Tetapi dalam sejarah negosiasi dan mediasi memang siapapun gitu,
12:36pasti punya cacat, punya kelemang.
12:38Nah, sekarang tinggal kecerdasan, kemahiran diplomasia saja gitu ya,
12:43yang bisa meyakinkan masing-masing pihak untuk menerima gitu.
12:47Dan termasuk menerima proses perlindungan bisa dimulai.
12:50Masih, itu pandangan saya.
12:51Oke, Pak Julius, terima kasih banyak sudah berdiskusi dan berbagi pandangan bersama kami kali ini.
12:55Selamat malam ya, Pak. Selamat malam.
Komentar

Dianjurkan