00:00Bertemu kembali saudara, pemerintah Iran membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump
00:05yang bilang Iran ingin berbicara dengan Amerika.
00:08Iran menyatakan Donald Trump tidak bisa dipercaya.
00:12Pemerintah Iran melalui Duta Besar Iran untuk Mesir, Mujabah Ferdusipur,
00:16memastikan dialog dengan AS mustahil setelah dua fase negosiasi nuklir sebelumnya gagal yang berujung perang.
00:24Ia menyatakan serangan AS dan Israel sebagai kejahatan sekaligus pengkhianatan
00:28atas perundingan dan solusi diplomatik untuk masalah nuklir Iran.
00:32Ferdusipur menegaskan aset militer AS dan Israel akan terus jadi target serangan Iran.
00:51Terima kasih Allah.
00:53terima kasih
01:26Pekar hubungan International Synergy Policies Dina Praktora Harja menilai Iran tetap percaya diri untuk terus melawan Amerika Serikat dan Israel.
01:34Serangan terhadap aset AS dan Israel ke negara-negara kawasan Teluk jadi strategi kunci respons Iran.
01:40Di sisi lain, negara-negara tempat pangkalan militer AS seperti Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain hingga saat ini belum membalas
01:47serangan Iran.
01:50Saya kira Iran sudah mempertimbangkan segala hal kalau dilihat dari kampanye mereka baik di level pemerintahan maupun di masyarakat.
01:59Mereka sangat percaya diri bahwa mereka bisa menghadapi Israel maupun Amerika Serikat.
02:04Dan di sini kuncinya justru mereka menghantam negara-negara di sekitarnya atau si Israel.
02:12Dan yang menarik kita saksikan adalah justru negara-negara Teluk ini tidak berani langsung menyerang balik ke Iran karena mereka
02:19juga menjaga stabilitas.
02:21Jadi inilah titik lemah yang sepertinya juga dibaca oleh Iran sehingga mereka masih percaya diri.
02:28Presiden Iran Masyud Pesekian meminta maaf kepada negara-negara tetangga di kawasan Teluk setelah serangan Teheran meluas ke sejumlah wilayah
02:35di Timur Tengah,
02:36di tengah perang dengan Israel dan Amerika Serikat.
02:39Ia menegaskan Iran tidak akan lagi menargetkan negara-negara tetangga dalam serangan berikutnya.
02:44Namun ia juga menyampaikan peringatan kepada negara-negara tetangga yang mempertimbangkan untuk bergabung dalam konflik
02:50dengan mengatakan bahwa mereka tidak boleh menjadi mainan di tangan imperialisme.
03:26Rekaman kamera pemantau menunjukkan momen sebuah rudal menghantam di sebelah sekolah putra di Khazfin, Iran yang menyebabkan kepanikan antara siswa
03:35dan staf.
03:36Peristiwa muncul di tengah rangkaian serangan udara yang menargetkan berbagai lokasi di Iran.
03:40Beberapa serangan lain juga dilaporkan mengenai infrastruktur sipil termasuk sekolah dan kawasan permukiman,
03:45sehingga memicu kecaman internasional dan seruan investigasi dari PBB serta Organisasi Hak Asasi Manusia.
03:53Perang AS bersama Israel melawan Iran sudah lebih dari sepekan.
03:57Apa yang akan jadi solusi kunci meredakan perang ini?
04:01Saya diskusikan ini bersama pakar hubungan internasional dari Universitas Katolik Parahyangan Jawa Barat,
04:06Julius Purwadi Hermawan.
04:07Pak Julius, dengan Tifal di sini, selamat malam Pak.
04:10Selamat malam, Mas Tifal.
04:11Dua-dua pihak, AS lalu Amerika Serikat, dan Iran ini sama-sama bersih keras untuk melanjutkan perang ini tetap dengan
04:21pendiriannya masing-masing.
04:22Sehingga kayaknya akan sulit untuk mencapai titik damai.
04:25Tapi rasanya yang akan mengubah itu semua, game changernya kalau apa?
04:30Nah, pertanyaan sulit sekarang ya.
04:32Pertanyaan sulit.
04:33Kalau di sisi Amerika Serikat, game changernya adalah kalau Iran menyerah dan menyerah tanpa kondisional.
04:40Itu kan sulit pagi ini ya, pagi-pagi tadi di Amerika Serikat, Donald Trump menyampaikan itu.
04:47Dan saya kira ini sudah mulai pelang narasi.
04:50Presiden Iran, sebelumnya Menteri Luarge Iran, itu tidak mungkin terjadi.
04:54Menyerah tanpa saat itu tidak mungkin terjadi.
04:57Jadi game changer seperti apa?
05:00Barangkali itu dua-tiga minggu lagi ya.
05:03Ketika kita melihat seberapa jauh perang ini sudah berdampak, berdampak sangat luas, termasuk Amerika Serikat.
05:10Tapi saya mungkin bisa melihat juga ya, ada sesuatu yang harus dibangun mulai hari ini ya, Mas Tipal.
05:16Kalau aku boleh nambahin ya gitu.
05:18Sepisal pabrik opini di Amerika Serikat.
05:20Sekarang menarik ya kalau kita cermati.
05:22Ada satu media yang menyebut bahwa hanya satu dari tiga warga Amerika Serikat mendukung serangan ini.
05:29Itu satu gitu.
05:30Ada media lain menyebut bahwa ini 51 persen yang mendukung.
05:3449 menolak gitu.
05:36Nah mungkin munculnya di Amerika Serikat, pemikiran-pemikiran menentang presidennya gitu.
05:41Itu akan menjadi salah satu game changer yang sangat penting.
05:45Mas Tipal.
05:46Oke.
05:46Sehingga menurut Anda kalau kemudian ini masih dikatakan sulit di pekan pertama ini.
05:51Kalau kemudian dibawa ke meja perundingan, negosiasi, mediasi, masih akan sulit atau masih ada celah untuk berharap di situ?
06:00Tidak ada celah ya.
06:01Kalau pandangan saya tidak ada celah gitu.
06:03Celah itu kemarin sudah dibuka ya.
06:05Sebelum hari Jumat, sebelum serangan dari Sabtu.
06:08Itu sebetulnya sudah dibuka gitu.
06:10Dan itu ditutup serta-merta oleh Amerika Serikat.
06:13Saya kira ini menjadi pembelajaran untuk Iran gitu.
06:15Tidak akan pernah percaya pada Amerika Serikat untuk melakukan perundingan.
06:18Apapun motivasinya.
06:19Dan mereka akan belajar dari serangan hari Sabtu.
06:23Yang itu betul-betul tidak menghormati perundingan yang sudah berjalan di Genewa.
06:29Pada hari Jumat sebelumnya.
06:32So, karena gini Pak.
06:34Memikirkan bahwa efek ekonominya akan sangat besar nantinya.
06:38Ini sudah banyak prediksi dan banyak hal yang terasa di level akar rumput.
06:42Terutama di negara kita begitu.
06:45Organisasi dunia bisa berbuat apa kalau begitu?
06:48Lumpuh ya.
06:49Seperti PBB ya.
06:51Misalnya sekjen PBB kelihatannya memang tidak punya tempat untuk menyuarakan pandangannya lagi.
06:56Ya, hewan kaman PBB gitu ya.
06:59Per bulan ini dan satu bulan ke depan akan diketuai oleh Amerika Serikat sebagai presiden.
07:04Dan sebagai presiden, Amerika Serikat berhak untuk menentukan agendanya apa saja.
07:09Termasuk resolusi apa saja yang akan dibahas di bawah presidensinya Amerika Serikat.
07:15Nah, ini sayang sekali.
07:16Saya tidak mau menambahin situasi menjadi buruk.
07:19Dan menyatakan ini gitu ya.
07:21Tapi bahwa dampak itu harus diantisipasi.
07:25Dan termasuk semua negara sekarang melakukan antisipasi itu.
07:28Itu wajib ya.
07:30Wajib dalam 2-3 minggu ke depan.
07:32Mas Tifal.
07:32Oke.
07:33Kalau melihat peran dari, oke lah.
07:35Karena ada banyak analisis, ada banyak informasi intelijen.
07:38Tadi sempat saya diskusikan juga di segmen sebelumnya masalah informasi intelijen yang menyebut bahwa Rusia ada di belakang Iran.
07:44Kemudian masalah peran dari Tiongkok di tengah konflik ini.
07:48Menurut Anda 2 negara ini juga bisa punya peran untuk menengahi ini atau malah kebalikannya?
07:55Rusia sudah menawarkan ya.
07:56Yang saya dengar ya gitu.
07:57Kecuali berita ini didesain ya.
07:59Karena banyak juga disinformasi ya.
08:01Berita diciptakan oleh AI ya.
08:03Kalau Putin menawarkan diri gitu.
08:05Nah, ini agak lucu ya gitu ya.
08:06Kemarin Amerika Serikat sebagai mediator untuk Rusia dan Ukraina gitu ya.
08:12Menarik saya kira melihat itu gitu.
08:14Kemudian Cina sebetulnya pernah menawarkan diri juga gitu ya.
08:17Terkait dengan Iran dan Amerika Serikat yang tahun lalu kurang lebih ya.
08:21Dan punya potensi kalau Cina ya gitu.
08:23Itu yang saya lihat gitu.
08:24Tetapi lagi ya gitu ya.
08:26Lagi gitu.
08:27Apakah kedua pihak, ketiga pihak ya.
08:30Dua versus satu ini, dua versus satu ini gitu.
08:33Siap untuk melakukan perlindungan.
08:35Termasuk siap untuk menerima apakah Rusia maupun Cina gitu.
08:39Sebagai mediator.
08:40Masifal.
08:42Apakah perlu menunggu negara-negara teluk?
08:44Ini bersikap bersama-sama kemudian jadi mediator di tengah-tengah itu?
08:49Mungkinkah itu?
08:50Nah, Iran sekarang bermain cantik ya.
08:54Apa, Iran kan menggempur pusat-pusat militer, basis militer Amerika Serikat di negara-negara Arab ya gitu.
09:02Dan kemarin-kemarin kan sudah dikilpun tuh oleh Pak Menteri Luar Negeri.
09:06Saya kira cukup cantik dan menjelaskan bahwa tidak ada maksud dengan permusuhan gitu ya.
09:11Tidak ada maksud menyerang.
09:12Tetapi betul tujuan serangannya adalah ke pusat-pusat yang dikontrol oleh Amerika Serikat.
09:18Jadi bukan dikontrol oleh negara-negara Arab.
09:20Itu saya kira menurut saya bermain cantik.
09:22Dan hari ini kalau tidak keliru, Presiden Iran juga menyampaikan hal yang sama.
09:26Tidak akan melakukan serangan lagi gitu.
09:27Nah, ini sebagian-bagian yang cukup penting ya.
09:30Pendekatan yang cukup penting meyakinkan bahwa negara-negara Arab tidak akan menyerang balik.
09:35Tidak ada apa-apa yang dilakukan oleh Iran gitu.
09:38Nah, memang problemnya adalah Iran harus benar-benar melakukan serangan secara presisi ya.
09:43Jangan sampai meluas, berdampak kolateral.
09:45Ini kan kemarin juga Menteri Luar Negeri menyampaikan itu gitu.
09:48Kalau terjadi apa, ada dampak serangan ke hotel misalnya, ke bandara, itu kolateral namanya.
09:53Dia nyebut dengan, mohon maaf ya, kalau ada kolateral damage tentang itu gitu.
09:58Nah, terhadap pertanyaan apakah negara-negara Arab bisa bersikap sama gitu ya,
10:03itu juga mungkin barangkali menjadi game changer gitu.
10:05Nah, sekarang problemnya adalah negara-negara Arab kan sedang sibuk dengan bagaimana caranya ini
10:11mengantisipasi satu gitu ya, serangan ludal-ludal yang masuk ke negara mereka gitu ya.
10:16Bahrain minta bantuan Inggris gitu ya, lalu negara-negara minta bantuan Perancis misalnya ya.
10:21Itu saya kira yang mereka sibuk lakukan gitu, daripada mereka kemudian bersuara yang sama gitu.
10:26Lalu kemudian Qatar, Arab Saudi juga mengumumkan mungkin akan men-stop produk minyaknya gitu ya.
10:31Ini kan masih individual ya, masih satu-satu mereka merespon terhadap serangan Iran.
10:37Kita belum bisa mengharapkan ada satu suara dari negara-negara Arab, Mas Tifal.
10:41Oke, kalau begitu saya coba tanyakan begini, menurut Anda ada nggak negara yang bakal menjadi penengah di sini,
10:48jadi mediator?
10:49Karena kalau mengungkit dari obrolan saya kira-kira dua hari yang lalu di program Kompas Petang,
10:53Pak Agung Sasong Khojati sempat menilai secara kultura dan posisi politik,
10:57India tampaknya yang bisa punya peran jadi mediator, Anda merasa itu juga masuk akal atau ada negara lain yang potensial?
11:03Dan kalaupun ada, apa hal yang mungkin akan dipertaruhkan di tengah jadi mediator itu, jadi penengah itu?
11:09Ya, India mungkin ya, bahwa posisi dari Amerika Serikat yang kadang-kadang sangat dekat gitu ya,
11:16tapi pada waktu yang lain juga sangat longgar gitu, bisa berseberangan.
11:20Termasuk contoh misalnya dia mengimpor minyak dari Rusia gitu ya,
11:24sekalipun Amerika Serikat tahun 22 saya kira mengumumkan, apa, bank pelarangan mengimpor dari Rusia,
11:32dia melakukan itu, dan itu berbeda ya gitu.
11:35Tapi akhirnya kan India, apa namanya, mencoba mendekatkan hubungan baik dengan Amerika Serikat lagi
11:40dengan mengurang impornya gitu, dari Rusia gitu.
11:43Lalu kemudian sekarang dia mengantisipasi apa, apa, shortage, apa, BPM dari Timur Pengah,
11:51salah satunya dengan mengalihkan ke Rusia.
11:54Dan saya mendengar, saya mendengar bahwa Amerika Serikat tidak keberatan gitu, untuk satu hal itu.
12:00Tampaknya mungkin ada sisi yang memungkinkan loh gitu.
12:04Tapi jangan lupa dengan Iran sekarang persoalannya gitu.
12:07Kedekatannya dengan Netanyahu, beberapa waktu lalu media menyorot itu gitu.
12:11Lalu kemudian Iran juga mengingat bagaimana posisi dia terhadap IAEA gitu ya,
12:16India yang berseberangan dengan Iran gitu, jangan lupa itu.
12:20Lalu kemudian juga gitu dengan Kashmir.
12:23Itu satu hal ya gitu, satu, dua, tiga hal menurut saya yang barangkali membuat India sulit.
12:28Sekalipun barangkali secara kultur gitu, dia memungkinkan.
12:32Tetapi dalam sejarah negosiasi dan mediasi memang siapapun gitu,
12:36pasti punya cacat, punya kelemang.
12:38Nah, sekarang tinggal kecerdasan, kemahiran diplomasia saja gitu ya,
12:43yang bisa meyakinkan masing-masing pihak untuk menerima gitu.
12:47Dan termasuk menerima proses perlindungan bisa dimulai.
12:50Masih, itu pandangan saya.
12:51Oke, Pak Julius, terima kasih banyak sudah berdiskusi dan berbagi pandangan bersama kami kali ini.
12:55Selamat malam ya, Pak. Selamat malam.
Komentar