Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BEKASI, KOMPAS.TV - Polisi masih menyelidiki dugaan pembunuhan dalam kasus perampokan pasangan suami istri di Bekasi yang menewaskan 1 orang.

Polisi masih mengumpulkan dan mengidentifikasi sejumlah barang bukti dari rumah korban di Bekasi, Jawa Barat untuk mencari pelaku perampokan dengan penganiayaan yang menewaskan Ermanto Usman dan melukai istrinya.

Sementara terkait dugaan pembunuhan dan bukan perampokan yang diyakini keluarga korban, polisi juga masih mencari bukti.

Polisi terbuka terhadap informasi dari masyarakat. Sementara keluarga melihat ada kejanggalan dalam kasus perampokan yang menewaskan Ermanto Usman di rumahnya.

Keluarga mengenang Ermanto Usman sebagai pegiat anti korupsi yang berani mengungkap kasus korupsi.

Namun keluarga menyerahkan semua proses penyelidikan kepada polisi.

Keluarga Ermanto Usman meyakini kasus perampokan pasutri di Bekasi adalah pembunuhan.

Lantas bagaimana polisi mencari barang bukti yang menguatkan apakah kasus ini perampokan dengan penganiayaan atau pembunuhan.

Kita bahas bersama mantan Kabareskrim Polri, Susno Duadji.

Baca Juga Tak Ada CCTV, Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Pensiunan JICT | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/654694/tak-ada-cctv-polisi-dalami-dugaan-pembunuhan-pensiunan-jict-sapa-malam

#pembunuhan #perampokan #bekasi

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/654713/analisis-susno-duadji-soal-teka-teki-perampokan-sadis-tewaskan-1-orang-di-bekasi
Transkrip
00:00Intro
00:06Bertemu kembali, polisi masih menyelidiki dugaan pembunuhan dalam kasus perampokan pasangan suami istri di Bekasi, Jawa Barat yang menewaskan satu
00:15orang.
00:15Polisi masih mengumpulkan sekaligus mengidentifikasi sejumlah bukti dari rumah korban untuk mencari pelaku perampokan dengan penganiayaan yang menewaskan Ermanto Usman
00:24dan melukai istrinya.
00:26Sementara terkait dugaan pembunuhan dan bukan perampokan yang diakini keluarga korban, polisi juga masih mencari bukti.
00:33Polisi terbuka terhadap informasi dari masyarakat.
00:56Pak, ini ada dugaan pembunuhan ini menyambung sama kegiatan Bapak ini di aktivismenya nggak sih? Yang suka bikin podcast dan
01:06juga di seringkat?
01:06Semua masih dalam penyelidikan ya. Mohon waktu ya. Mohon dukungannya.
01:12Kalau ada saksi-saksi yang bisa memberikan keterangan dan lainnya informasi-informasi, kami dengan senang hati bisa untuk menampung.
01:23Di lain pihak, keluarga korban melihat kejanggalan dalam kasus perampokan yang menewaskan Ermanto Usman di kediamannya.
01:31Keluarga mengenang Ermanto sebagai pegiat anti korupsi yang berani mengungkap kasus korupsi.
01:37Namun keluarga menyerahkan semua proses penyelidikan kepada polisi.
01:45Peminta kepada tentunya media ya, media untuk mengawal kasus ini.
01:53Karena semagaimana diketahui, korban al-mahkum ini adalah pegiat anti korupsi.
02:00Ini adalah pegiat anti korupsi.
02:02Namun sepenuhnya tentunya keluarga kami tidak dalam kapasitas untuk menyampaikan, menyatakan apakah ini perampokan, memang apakah penggunaan berancang.
02:12Ini domainnya polisi, ya kami silakan nanti saya tanyakan ke tiap penyelidikan ya.
02:18Terima kasih telah otopsinya, kami juga akan dapat itu semuanya menjadi dikerenangan daripada komunitasnya.
02:28Polisi mengumpulkan sejumlah bukti dugaan perampokan yang menewaskan Ermanto Usman, pensiunan PT Jakarta International Container Terminal.
02:36Ermanto Usman ditemukan tewas di atas kasurnya, sementara sang istri kritis karena luka berat akibat penganiayaan.
02:44Polisi mencari jejak pelaku dengan memeriksa sidik jari pada seprep korban yang bersimbah darah, jendela kaca yang pecah, hingga jejak
02:53kaki yang berat.
02:58Keluarga meyakini peristiwa ini bukan perampokan murni, melainkan pembunuhan karena tidak banyak barang korban yang hilang.
03:07Anak korban tahu, Ermanto Usman sosok yang kritis dalam pekerjaannya karena ia kerap berusaha membela pekerja yang mendapat ketidakadilan.
03:22Perampokan harusnya banyak beberapa barang-barang saya yang hilang, benar-benar barang-barang penting di dokumen, di rumah saya yang
03:30hilang.
03:30Pastinya itu pasti, pasti kalau untuk kasus perampokan.
03:32Tapi saya melihat di sini lebih kepada kasus pembunuhan ya.
03:38Jadi saya tidak melihat adanya unsur perampokan di sini adalah satu hal yang kami tahu bersama.
03:46Seperti apa resikonya.
03:48Karena saya coba untuk membuka kebenaran.
03:51Dan mengembangkan semua orang-orang di lapangan yang susah.
04:02Polisi menyebut tidak ada CCTV yang merekam saat peristiwa terjadi.
04:06Sehingga polisi harus mengumpulkan jejak DNA hingga sidik jari pelaku dari tempat olah kejadian perkara.
04:14Di CCTV sendiri kami baru temukan itu yang terpasang di tetangga korban pas di sebelahnya.
04:22Sudah kami sudah lakukan pengecekan, CCTV hanya menghadap ke jalan depan rumah tetangga korban.
04:27Tidak terekspos di halaman rumah korban persis.
04:31Dan sudah kami cek itu tidak ada yang melintas di jam 12 sampai jam 3, jam 4 gitu.
04:41Semasa hidup Ermanto Usman dikenal sebagai sosok yang aktif di kalangan buruk pelabuhan.
04:47Setelah pensiun, almarhum pun aktif berbicara di sejumlah podcast soal sejumlah isu lingkungan di pelabuhan.
04:53Tim Liputan, Kompas TV
05:03Keluarga Ermanto Usman meyakini kasus perampokan Pak Sutri di Bekasi adalah pembunuhan.
05:09Lantas bagaimana polisi mencari barang bukti yang menguatkan apakah kasus ini perampokan dengan penganiayaan atau pembunuhan.
05:16Kita bahas bersama mantan kabar reskrim Polri, Susno Duwaji.
05:20Selamat petang Pak Susno, terima kasih sudah menyediakan waktunya untuk Kompas Petang.
05:25Pak Susno, kalau kita berangkat dari kecurigaan keluarga dari anak korban terkait dengan ini bukan sekedar perampokan tapi ini justru
05:34adalah pembunuhan.
05:35Apa sebenarnya yang bisa dilakukan oleh penyidik untuk melakukan ataupun menemukan langkah-langkah krusial mengungkap kasus ini?
05:43Baik, pertama kita mengucapkan turut Bala Sungkawa ya atas meninggalnya almarhum.
05:50Yang kedua terkait dengan peristiwa ini, apakah ini murni perampokan sehingga menghilangkan jiwa orang untuk mengambil harta bendahnya?
06:03Atau ini justru murni pembunuhan tapi berkedok perampokan?
06:09Nah itu yang harus dibedakan.
06:11Yang paling gampang adalah untuk mengungkap kasus ini tentunya dengan pertama memintai keterangan saksi orang-orang terdekat tentang aktivitas daripada
06:24korban.
06:25Itu satu.
06:26Yang kedua, karena tidak ada CCTV di TKP, maka kita lihat di TKP juga banyak informasi yang bisa diungkap.
06:36Antara lain, pertama masih ada korban yang hidup, yaitu istri.
06:44Yang kedua, pada istri dari korban, adakah benda-benda berharga yang tidak diambil oleh perampok?
06:52Misalnya berupa emas, berupa perhiasan.
06:56Yang ketiga, adakah di TKP benda-benda yang diambil oleh perampok?
07:03Nah, saya dengar ada kunci mobil, tapi mobilnya tidak hidup.
07:07Maksud saja kunci mobil itu bukan untuk curi mobil.
07:11Oke.
07:11Tapi untuk agar orang tidak bisa mengejar dia dengan kendaraan.
07:15Oke, Pak Susno, tapi gini, kalau yang dicuri oleh pelaku saat ini adalah kunci mobil tanpa mobilnya, apakah itu bisa
07:23dijadikan indikator bahwa ini bukan sekadar perampokan?
07:26Dan apakah yang seperti Anda sebutkan tadi, background dari kegiatan korban ini bisa dijadikan salah satu bagian dari pemeriksaan ataupun
07:35penelusuran?
07:36Iya. Pertama, kunci mobil diambil, mobilnya tidak hilang.
07:41Itu bisa dijadikan kalau mengklasnya supaya dia tidak dikejar dengan pakai kendaraan.
07:48Atau bisa untuk menghilangkan jejak bahwa, oh ini seolah-olah betul pencuri.
07:53Yang ketiga, saya katakan tadi bahwa harus dilihat background aktivitas daripada korban pada akhir-akhir ini.
08:01Nah, tadi juga mengatakan dia adalah penggiat daripada kasus korupsi, untuk anti-korupsi.
08:09Nah, sekarang maka dia berbicara terakhir untuk kasus korupsi yang mana?
08:15Nah, kasus korupsi yang mana, kemudian siapa yang terkena di situ?
08:19Nah, dari yang terkena dan kasus korupsi yang mana, itu juga menggiring daripada berarti paling tidak
08:27yang jadi korban untuk tanpa perdanaan A, yang daripada pendicaraan korban atau apa yang diungkap oleh korban,
08:35itu minimal walaupun dia tidak melakukan, itu bisa jadi otak daripada perbuatan ini.
08:41Seandainya kita mengatakan kasus ini kepada pembunuhan murni.
08:47Nah, kalau kita mengatakan pencurian, maka kita harus berat pada sampai membunuh begitu,
08:54itu berarti perampokan besar-besaran, tapi ternyata tidak.
08:59Oke, Pak Susno, lalu metode apa yang paling tepat bisa dilakukan penyidik untuk benar-benar mengungkap dan memastikan kasus ini?
09:06Dan apa biasanya kesalahan-kesalahan fatal yang menyulitkan penyidik untuk mengungkap kasus ini?
09:13Baik, pertama kita berbicara untuk mengungkap ini, tentunya kita harus cari alat bukti saintifik.
09:19Alat bukti saintifik itu apa?
09:21Pertama, sidik jari di sekitar situ.
09:25Kalau tidak ada sidik jari di sekitar situ, mungkin barang bukti yang digunakan oleh pelaku ya,
09:32bisa berupa pisau, benda tajam, atau benda tumpul, di sekitar sana ada atau tidak.
09:38Ketiga, sisa-sisa yang ditinggalkan oleh korban di sekitar PKP.
09:43Mungkin yang sangat halus atau yang sangat kecil gitu, tidak ada, itu bisa juga dicari dari DNA ya, dianggil di
09:52sekitar sana.
09:54Nanti kalau ada orang yang dicurigai sebagai tersangka, maka DNA-nya dicocokkan dengan yang tinggal di PKP gitu.
10:03Nah, ini harus dilakukan.
10:05Ketiga, ya, di situ memang tidak ada CCTV di rumah korban.
10:10Di sekitar rumah korban, bukan hanya satu, mungkin ada yang lain.
10:15Karena perjalanan dari pelaku pasti mengitari road area di situ.
10:20Nah, itu cocokkan juga CCTV yang lain, jadi tadi Polisi sudah mengatakan akan menerima informasi dari siapapun terhadap kasus ini.
10:31Termasuk rumah-rumah duduk yang punya CCTV di situ, berbicara bahwa kami punya CCTV, silakan untuk dibuka.
10:39Oke, baik. Terima kasih Pak Susno Duwaji, mantan Kabar Eskrim Polri, sudah berbagi perspektif di Kompas Petang.
10:46Selamat sore, Pak Susno.
10:48Selamat sore, Pak Susno.
Komentar

Dianjurkan