00:00Intro
00:06Bertemu kembali, polisi masih menyelidiki dugaan pembunuhan dalam kasus perampokan pasangan suami istri di Bekasi, Jawa Barat yang menewaskan satu
00:15orang.
00:15Polisi masih mengumpulkan sekaligus mengidentifikasi sejumlah bukti dari rumah korban untuk mencari pelaku perampokan dengan penganiayaan yang menewaskan Ermanto Usman
00:24dan melukai istrinya.
00:26Sementara terkait dugaan pembunuhan dan bukan perampokan yang diakini keluarga korban, polisi juga masih mencari bukti.
00:33Polisi terbuka terhadap informasi dari masyarakat.
00:56Pak, ini ada dugaan pembunuhan ini menyambung sama kegiatan Bapak ini di aktivismenya nggak sih? Yang suka bikin podcast dan
01:06juga di seringkat?
01:06Semua masih dalam penyelidikan ya. Mohon waktu ya. Mohon dukungannya.
01:12Kalau ada saksi-saksi yang bisa memberikan keterangan dan lainnya informasi-informasi, kami dengan senang hati bisa untuk menampung.
01:23Di lain pihak, keluarga korban melihat kejanggalan dalam kasus perampokan yang menewaskan Ermanto Usman di kediamannya.
01:31Keluarga mengenang Ermanto sebagai pegiat anti korupsi yang berani mengungkap kasus korupsi.
01:37Namun keluarga menyerahkan semua proses penyelidikan kepada polisi.
01:45Peminta kepada tentunya media ya, media untuk mengawal kasus ini.
01:53Karena semagaimana diketahui, korban al-mahkum ini adalah pegiat anti korupsi.
02:00Ini adalah pegiat anti korupsi.
02:02Namun sepenuhnya tentunya keluarga kami tidak dalam kapasitas untuk menyampaikan, menyatakan apakah ini perampokan, memang apakah penggunaan berancang.
02:12Ini domainnya polisi, ya kami silakan nanti saya tanyakan ke tiap penyelidikan ya.
02:18Terima kasih telah otopsinya, kami juga akan dapat itu semuanya menjadi dikerenangan daripada komunitasnya.
02:28Polisi mengumpulkan sejumlah bukti dugaan perampokan yang menewaskan Ermanto Usman, pensiunan PT Jakarta International Container Terminal.
02:36Ermanto Usman ditemukan tewas di atas kasurnya, sementara sang istri kritis karena luka berat akibat penganiayaan.
02:44Polisi mencari jejak pelaku dengan memeriksa sidik jari pada seprep korban yang bersimbah darah, jendela kaca yang pecah, hingga jejak
02:53kaki yang berat.
02:58Keluarga meyakini peristiwa ini bukan perampokan murni, melainkan pembunuhan karena tidak banyak barang korban yang hilang.
03:07Anak korban tahu, Ermanto Usman sosok yang kritis dalam pekerjaannya karena ia kerap berusaha membela pekerja yang mendapat ketidakadilan.
03:22Perampokan harusnya banyak beberapa barang-barang saya yang hilang, benar-benar barang-barang penting di dokumen, di rumah saya yang
03:30hilang.
03:30Pastinya itu pasti, pasti kalau untuk kasus perampokan.
03:32Tapi saya melihat di sini lebih kepada kasus pembunuhan ya.
03:38Jadi saya tidak melihat adanya unsur perampokan di sini adalah satu hal yang kami tahu bersama.
03:46Seperti apa resikonya.
03:48Karena saya coba untuk membuka kebenaran.
03:51Dan mengembangkan semua orang-orang di lapangan yang susah.
04:02Polisi menyebut tidak ada CCTV yang merekam saat peristiwa terjadi.
04:06Sehingga polisi harus mengumpulkan jejak DNA hingga sidik jari pelaku dari tempat olah kejadian perkara.
04:14Di CCTV sendiri kami baru temukan itu yang terpasang di tetangga korban pas di sebelahnya.
04:22Sudah kami sudah lakukan pengecekan, CCTV hanya menghadap ke jalan depan rumah tetangga korban.
04:27Tidak terekspos di halaman rumah korban persis.
04:31Dan sudah kami cek itu tidak ada yang melintas di jam 12 sampai jam 3, jam 4 gitu.
04:41Semasa hidup Ermanto Usman dikenal sebagai sosok yang aktif di kalangan buruk pelabuhan.
04:47Setelah pensiun, almarhum pun aktif berbicara di sejumlah podcast soal sejumlah isu lingkungan di pelabuhan.
04:53Tim Liputan, Kompas TV
05:03Keluarga Ermanto Usman meyakini kasus perampokan Pak Sutri di Bekasi adalah pembunuhan.
05:09Lantas bagaimana polisi mencari barang bukti yang menguatkan apakah kasus ini perampokan dengan penganiayaan atau pembunuhan.
05:16Kita bahas bersama mantan kabar reskrim Polri, Susno Duwaji.
05:20Selamat petang Pak Susno, terima kasih sudah menyediakan waktunya untuk Kompas Petang.
05:25Pak Susno, kalau kita berangkat dari kecurigaan keluarga dari anak korban terkait dengan ini bukan sekedar perampokan tapi ini justru
05:34adalah pembunuhan.
05:35Apa sebenarnya yang bisa dilakukan oleh penyidik untuk melakukan ataupun menemukan langkah-langkah krusial mengungkap kasus ini?
05:43Baik, pertama kita mengucapkan turut Bala Sungkawa ya atas meninggalnya almarhum.
05:50Yang kedua terkait dengan peristiwa ini, apakah ini murni perampokan sehingga menghilangkan jiwa orang untuk mengambil harta bendahnya?
06:03Atau ini justru murni pembunuhan tapi berkedok perampokan?
06:09Nah itu yang harus dibedakan.
06:11Yang paling gampang adalah untuk mengungkap kasus ini tentunya dengan pertama memintai keterangan saksi orang-orang terdekat tentang aktivitas daripada
06:24korban.
06:25Itu satu.
06:26Yang kedua, karena tidak ada CCTV di TKP, maka kita lihat di TKP juga banyak informasi yang bisa diungkap.
06:36Antara lain, pertama masih ada korban yang hidup, yaitu istri.
06:44Yang kedua, pada istri dari korban, adakah benda-benda berharga yang tidak diambil oleh perampok?
06:52Misalnya berupa emas, berupa perhiasan.
06:56Yang ketiga, adakah di TKP benda-benda yang diambil oleh perampok?
07:03Nah, saya dengar ada kunci mobil, tapi mobilnya tidak hidup.
07:07Maksud saja kunci mobil itu bukan untuk curi mobil.
07:11Oke.
07:11Tapi untuk agar orang tidak bisa mengejar dia dengan kendaraan.
07:15Oke, Pak Susno, tapi gini, kalau yang dicuri oleh pelaku saat ini adalah kunci mobil tanpa mobilnya, apakah itu bisa
07:23dijadikan indikator bahwa ini bukan sekadar perampokan?
07:26Dan apakah yang seperti Anda sebutkan tadi, background dari kegiatan korban ini bisa dijadikan salah satu bagian dari pemeriksaan ataupun
07:35penelusuran?
07:36Iya. Pertama, kunci mobil diambil, mobilnya tidak hilang.
07:41Itu bisa dijadikan kalau mengklasnya supaya dia tidak dikejar dengan pakai kendaraan.
07:48Atau bisa untuk menghilangkan jejak bahwa, oh ini seolah-olah betul pencuri.
07:53Yang ketiga, saya katakan tadi bahwa harus dilihat background aktivitas daripada korban pada akhir-akhir ini.
08:01Nah, tadi juga mengatakan dia adalah penggiat daripada kasus korupsi, untuk anti-korupsi.
08:09Nah, sekarang maka dia berbicara terakhir untuk kasus korupsi yang mana?
08:15Nah, kasus korupsi yang mana, kemudian siapa yang terkena di situ?
08:19Nah, dari yang terkena dan kasus korupsi yang mana, itu juga menggiring daripada berarti paling tidak
08:27yang jadi korban untuk tanpa perdanaan A, yang daripada pendicaraan korban atau apa yang diungkap oleh korban,
08:35itu minimal walaupun dia tidak melakukan, itu bisa jadi otak daripada perbuatan ini.
08:41Seandainya kita mengatakan kasus ini kepada pembunuhan murni.
08:47Nah, kalau kita mengatakan pencurian, maka kita harus berat pada sampai membunuh begitu,
08:54itu berarti perampokan besar-besaran, tapi ternyata tidak.
08:59Oke, Pak Susno, lalu metode apa yang paling tepat bisa dilakukan penyidik untuk benar-benar mengungkap dan memastikan kasus ini?
09:06Dan apa biasanya kesalahan-kesalahan fatal yang menyulitkan penyidik untuk mengungkap kasus ini?
09:13Baik, pertama kita berbicara untuk mengungkap ini, tentunya kita harus cari alat bukti saintifik.
09:19Alat bukti saintifik itu apa?
09:21Pertama, sidik jari di sekitar situ.
09:25Kalau tidak ada sidik jari di sekitar situ, mungkin barang bukti yang digunakan oleh pelaku ya,
09:32bisa berupa pisau, benda tajam, atau benda tumpul, di sekitar sana ada atau tidak.
09:38Ketiga, sisa-sisa yang ditinggalkan oleh korban di sekitar PKP.
09:43Mungkin yang sangat halus atau yang sangat kecil gitu, tidak ada, itu bisa juga dicari dari DNA ya, dianggil di
09:52sekitar sana.
09:54Nanti kalau ada orang yang dicurigai sebagai tersangka, maka DNA-nya dicocokkan dengan yang tinggal di PKP gitu.
10:03Nah, ini harus dilakukan.
10:05Ketiga, ya, di situ memang tidak ada CCTV di rumah korban.
10:10Di sekitar rumah korban, bukan hanya satu, mungkin ada yang lain.
10:15Karena perjalanan dari pelaku pasti mengitari road area di situ.
10:20Nah, itu cocokkan juga CCTV yang lain, jadi tadi Polisi sudah mengatakan akan menerima informasi dari siapapun terhadap kasus ini.
10:31Termasuk rumah-rumah duduk yang punya CCTV di situ, berbicara bahwa kami punya CCTV, silakan untuk dibuka.
10:39Oke, baik. Terima kasih Pak Susno Duwaji, mantan Kabar Eskrim Polri, sudah berbagi perspektif di Kompas Petang.
10:46Selamat sore, Pak Susno.
10:48Selamat sore, Pak Susno.
Komentar