Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 14 jam yang lalu
Merasa teritori negaranya diserang Iran, Uni Emirat Arab menegaskan tidak akan berkompromi untuk melawan. Berdasarkan laporan Al Jazeera, hingga 3 Maret 2026...
Transkrip
00:02Asap mengepul di zona industri Fujairah Uni Emirat Arab
00:06menyusul kebakaran yang disebabkan oleh puing-puing pesawat tanpa awak dari Iran
00:11yang berhasil dicegat sistem pertahanan udara Uni Emirat Arab
00:14Fujairah memiliki kepentingan strategis sebagai rute ekspor alternatif
00:19dan pelabuhan pengisian bahan bakar di luar Selat Hormuz
00:23Konsulat Amerika Serikat di Dubai juga diserang oleh drone Iran
00:26Serangan ini memicu kebakaran video memperlihatkan ledakan di sekitar gedung konsulat
00:31disertai kepulan asap hitam sementara warga terlihat berlarian menjauh dari lokasi kejadian
00:37Menteri Negara Kerjasama Internasional Uni Emirat Arab, Rehm Al-Hashimi mengutuk serangan rudal dan drone
00:44yang dianggap sebagai serangan Iran terhadap kedaulatan negaranya
00:47Al-Hashimi menambahkan setiap pelanggaran kedaulatan Uni Emirat Arab atau negara teluk manapun
00:53tidak akan dibiarkan begitu saja
00:55Ia menekankan negaranya tidak akan berkompromi dalam melindungi kedaulatannya
01:14Hubus Iran untuk Indonesia, Muhammad Burujerdi menyayangkan sikap sejumlah negara Arab
01:19yang menyudutkan Teheran menyusul serangan balasan terhadap pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan teluk
01:25Menurutnya, langkah militer yang ditempuh Teheran merupakan bentuk perlawanan
01:30atas serangan yang lebih dahulu dilancarkan AS bersama Israel dari pangkalan-pangkalan militer negara tetangga
01:43Secang perlawanan terhadap pangkalan militer
02:07Perang terbuka antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat pecah sejak Sabtu pekan lalu.
02:12Serangan awal dilakukan dengan pemboman ke ibu kota Teheran yang berujung pada tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khomeini, beserta
02:20sejumlah jenderal dan pejabat lainnya.
02:22Iran membalasnya dengan melancarkan serangan ke Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di Uni Emirat Arab, Qatar,
02:30Kuwait, serta Arab Saudi.
02:37Merasa teritori negaranya diserang Iran, Uni Emirat Arab menekankan tidak akan kompromi untuk melawan.
02:44Berdasarkan laporan Al-Jazeera sampai 3 Maret 2026, perang AS-Israel versus Iran telah berdampak ke wilayah 12 negara di
02:53Timur Tengah.
02:53Mampukah Iran menghadapi AS-Israel yang didukung sekutunya di Eropa dan Timur Tengah?
02:58Kita akan diskusikan ini bersama dengan para narasumber.
03:01Di studio sudah bergabung Pakal Strategi Alumni US Air World College Masma Punawirawan Agung Sasongko Jati.
03:07Pak Agung, selamat sore apa kabar Pak?
03:08Selamat sore.
03:08Terima kasih sudah datang bersama kami. Kemudian lewat sambungan dalam jaringan juga bergabung dosen ilmu politik Universitas Udayana, Evata Filomeno
03:16Boromew.
03:17Pak Evata, dengan Tifa di sini selamat sore.
03:20Selamat sore Mas Tifa, selamat sore Pak Agung.
03:23Terima kasih sudah bergabung bersama kami.
03:24Sampai sudah ada penekanan dari Uni Emirat Arab tidak akan kompromi untuk melawan.
03:29Menurut Anda ini eskalasinya bakal lebih luas. Pak Agung, Timur Tengah akan melawan langkah Iran yang menyerang beberapa titik di
03:34wilayah Timur Tengah dalam beberapa waktu kebelakang ini?
03:36Ini pernyataan mengatakan bahwa sangat menyesalkan serangan oleh Menteri dari Uni Emirat itu adalah normatif ya.
03:44Saya lihat bahasanya normatif.
03:46Tapi sungguhnya yang mereka inginkan adalah perselisihan ini atau pukul konflik ini selesai sedemikian rupa.
03:52Perlu kita ketahui bahwa Iran telah menyerang hampir 27 sasaran yaitu pangkalan udara dan pelabuhan di seluruh teluk.
04:00Bahkan siapa yang menyerang ke Turki juga pangkalan ikrilik semuanya itu ada yang dihancurkan, ada yang separuh dilumpuhkan, ada yang
04:06tidak bisa digunakan.
04:08Namun yang pasti untuk armada Amerika, armada laut Amerika sudah tidak bisa lagi mengisi logistik senjata bahan bakar di teluk.
04:16Dia harus ke Itali dan itu bukan pilihan atau pergi ke India.
04:20Karena di daerah Turki, di pelabuhan di sana sudah tidak aman juga.
04:25Paling ke Siprus, tapi Siprus dalam jangkauan.
04:28Mungkin ke India.
04:28Jadi masalah terbesar adalah Amerika sekarang harus merestrukturisasi bagaimana Amerika beroperasi.
04:34Karena hampir seluruh pelabuhan dan pangkalannya diserang oleh Iran.
04:40Dan ini menimbulkan pelanggaran kedaulatan.
04:42Tapi sesungguhnya menurut logika, pada saat suatu negara bersedia menampung pangkalan udara negara lain, dan pada saat negara lain menggunakan
04:50pangkalan untuk menyerang, maka kedaulatannya itu sudah tercemar ya, sudah tidak bisa disamakan.
04:56Karena pangkalan itu digunakan untuk rencana, untuk penyerangan, untuk pengisian logistik, untuk mensuplai peperangan.
05:01Dan itu adalah sasaran yang sah menurut hukum perang.
05:06Tapi kalau kemudian akan membalas serangan itu, itu tidak akan mungkin menurut Anda?
05:09Tidak ada untungnya. Apa untungnya?
05:11Apa mau ikut terlibat?
05:13Karena sesungguhnya kan mereka bersampingan ya, bersebelahan.
05:16Lebih bagus ini selesai, nanti urusan mungkin diganti rugi atau apa.
05:20Tapi sungguhnya kalau sampai ikut berperang, dan mereka simpati rakyatnya gimana?
05:25Kalau mereka berada di pihak Israel, itu kan menjadi masalah lain.
05:28Oke. Pak Evata, kalau Anda membacanya ini eskalasinya dengan makin kesini makin intens,
05:34Iran masih punya kekuatan nggak?
05:36Kalau kemudian mereka mengambil langkah selat hormus ditutup, mainannya sekarang ke level ekonomika atau ada strategi lain yang Anda baca
05:42di sini?
05:44Baik. Terima kasih Mas Ifal.
05:46Tentu saya melihat bahwa Iran sedang memainkan strategi cumi-cumi ya.
05:50Jadi kita bisa melihat ketika tubuh besarnya yang sulit bergerak karena dihajar,
05:55cumi-cumi itu biasanya mengeluarkan tinta pekat ya ke segala arah dan juga akhirnya membingungkan musuh yang ada.
06:00Nah maka dalam konteks kali ini kita bisa melihat bahwa perang ini naskahnya dan endingnya itu memang belum terlihat.
06:07Nah maka dari itu langkah yang bisa dilakukan oleh Iran hari ini adalah mencoba untuk menutup selat hormus.
06:13Tetapi selat hormus adalah salah satu nadi perekonomian utama dari Iran.
06:16Maka ini tidak akan pernah ditutup dengan saat lama.
06:19Dan kalau terkait dengan proksi ekonomi dan lain sebagainya, saya kira saya belum melihat Iran memiliki kemampuan demikian.
06:25Tetapi tentunya perang ini akan sangat mahal dan perang ini akan membuat Amerika menarik diri
06:32karena kita bisa melihat bahwa kalkulasi yang dilakukan ini bisa kita katakan mother of miscalculation.
06:37Jadi ada kalkulasi besar ketika menyerang Iran itu sendiri dengan perang yang cukup lama dan mampu mereka hadapi.
06:43Oke, sehingga kalau Anda baca ada kemungkinan tidak Rusia dan juga Tiongkok akan mengambil peran juga nantinya secara real begitu?
06:53Ya, kita bisa melihat peranan Tiongkok dan juga peranan Rusia di sini tentu sangat aktif ya untuk menyuarakan nilai-nilai
07:02kemanusiaan.
07:03Tetapi kedua belah pihak sebenarnya sudah bekerjasama dalam nilai-nilai ekonomi.
07:07Ketika minyak Iran itu ditahan kurang lebih sekitar 80 persen, justru minyak yang dijual oleh Rusia dibeli enak sekali oleh
07:15China.
07:15Nah, maka mereka tentu menyuruhkan kedamaian, kebaikan agar kedua belah pihak bisa saling memahami bahwa ini adalah satu kontestasi yang
07:25akhirnya merugikan dunia secara utuh.
07:26Sekarang 12 negara, nanti kedepannya bisa tambah banyak.
07:29Kita bisa melihat juga Pakistan mulai menunjukkan nilai-nilai bahwa mereka simpati dan juga ada beberapa negara-negara yang akhirnya
07:36mulai merasa bahwa
07:37ini ada satu permainan yang akhirnya menyebabkan semua pihak merasakan kerugian yang sangat signifikan, baik dari ekonomi dan juga baik
07:43secara fisik.
07:44Oke, Pak Agung, kalau kemudian mengutip pernyataan dari Trump bahwa perang ini bakal berlangsung dalam kurun 4-5 minggu, siapa
07:51yang diuntungkan, siapa yang dirugikan menurut Anda?
07:52Itu pernyataan dari orang yang tidak mengikuti nasihat daripada Kepala Staff Angkatan Perangnya.
07:58Kepala Staff Angkatan Perang Amerika menyebutkan bahwa ini jangan dilanjutkan karena kita objektif tidak jelas dan kita sudah pas-pasan
08:07ini persenjataan kita, khususnya rudal yang digunakan untuk ini.
08:11Namun pada saat peserangan ini sungguhnya yang mulai itu Israel.
08:15Marco Rubio, itu Menteri Luar Negeri, itu menyatakan sebetulnya yang mulai Israel, habis itu kita mengambil keputusan untuk ikut.
08:22Nah, itu masalahnya berarti keputusan itu adalah keputusan bukan perhitungan militer, itu perhitungan politik atau perhitungan lainnya yang tahu hanya
08:34Trump dan geng di dalamnya.
08:36Dan itu justru benar seperti dikatakan oleh beliau, bahwa ini perang yang tidak akan dimenangkan dengan takluk seperti biasa.
08:47Perang ini akan berakhir dengan ada pihak yang akan mundur sendiri, kenapa? Karena tidak sanggup meneruskan.
08:52Jerman Perang Dunia Kedua, sorry, Jerman Perang Dunia Pertama, itu mundur bukan karena kalah di pertempuran, tidak pernah dia kalah
08:58di pertempuran,
08:59karena apa logistik? Begitu Amerika masuk ke dalam perang, maka dia kalah secara logistik.
09:05Sesungguhnya dalam bahwa taktik itu, sekarang levelnya taktik, yang menyerang, mengebuah, membunuh itu taktikal.
09:11Level taktik itu bisa memenangkan pertempuran, tapi strategi mementukan kemenangan perang.
09:16Serta merta Iran diuntungkan di sini atau ada strategi lain yang rasanya perlu dikirimkan?
09:20Ya, ini duel strategi, jelas Amerika tidak ada strateginya.
09:23Dari pernyataan yang disebutkan oleh Trump dan menteri-menterinya,
09:28waktu ada pertanyaan ini, habis ini bagaimana?
09:30Oh, nanti bagaimana? Yang jelas, kita sudah menihilkan kemampuan Iran untuk melakukan serangan,
09:37menihilkan kemampuannya mendukung terorisme, setelah strategi apa? Malah marah itu.
09:41Menteri Perang itu, si Hexed itu malah marah.
09:44Artinya orang Amerika bilang dia tidak punya strategi.
09:46Nah, kalau tidak punya strategi, betul jago. Tentara Amerika itu jago.
09:50Saya sekolah di sana, dua kali sekolah di sana, itu jago, pintar, alatnya hebat.
09:54Nah, tapi masalahnya sebelum ini mereka terlibat menyuplai ke Ukraina.
09:58Mungkin separuh senjataan dikirim ke Ukraina.
10:01Sekarang, Tomahawk-nya, rudal Tomahawk sudah hampir habis yang digunakan untuk menyerang.
10:05Kemudian, segala bom pintar, segala itu sudah depleted.
10:09Tapi yang paling penting sekarang rudal Hanud.
10:10Kalau mereka bisa menyerang Iran, pertanyaan berapa lama mereka bisa bertahan?
10:15Mampu menyerang selama dua minggu, tiga minggu.
10:17Tapi, mampukah dia bertahan lewat dari minggu ini?
10:20Apakah cukup rudalnya?
10:21Sekarang negara teluk sudah menjerit pada Amerika, tolong berikan kami rudal tambahan untuk Hanud.
10:27Amerika jawabannya, mohon maaf, saya tidak bisa berikan.
10:29Saya akan berikan ke Israel.
10:31Sakit hati nggak itu?
10:33Apa, negara-negara teluk yang mempercayakan keselamatannya pada Amerika.
10:39Oke, Pak Efata, nyampe nggak nih?
10:40Empat sampai lima minggu seperti yang dinyatakan Trump itu, perang bakal terjadi?
10:44Ya, faktor utamanya memang Amerika ini paling jago untuk melakukan strategi gunting dan juga lem ya.
10:52Mereka merasa bahwa dengan cara memotong kepala ular, maka selesai sudah.
10:56Negosiasi akan berjalan dengan damai, aman, sesuai dengan kendak Amerika.
11:00Dengan konsep made-made teorinya mereka.
11:02Tetapi pada kenyataannya, ketika banyak negara yang mulai menunjukkan simpati, ketika akhirnya banyak pihak yang merasa bahwa perang ini adalah
11:09salah satu bagian yang paling eksistensial ya dalam kehidupan manusia,
11:14dan kita tahu bahwa perang yang cukup panjang nanti akan menyebabkan krisis energi di seluruh dunia,
11:19maka tentu hal ini tidak akan begitu sangat lama harusnya dilakukan.
11:23Dan sanksi-sanksi yang diberikan oleh dunia kita bisa melihat.
11:26Meskipun Perancis mengirimkan kapal perang mereka, tetapi fungsinya masih netral aktif, belum melakukan serangan secara utama.
11:32Atau misalkan kita lihat Inggris boleh menggunakan berapa pangkalan-pangkalan udara mereka.
11:37Ya, tentu ini tanda bahwa memang ada aliansi yang cukup strategis dilakukan kedua-dua negara.
11:42Jerman juga sama, ada berapa negara yang ikut.
11:44Tetapi, kalau kita lihat ternyata ke depannya ada banyak negara yang bersimpati juga dengan Israel dan Amerika,
11:51tentu Amerika dengan Israel tidak akan takut.
11:54Mereka akan merasa bahwa, dan seperti yang disampaikan oleh salah satu jenderal di Amerika,
11:58perang ini hanya bisa dimenangkan apabila aliansi NATO bersatu dan menyerang Iran secara bersamaan.
12:04Itu yang bisa saya lihat.
12:05Kalau kemudian konteks imbas eskalasinya, sorry saya potong mas.
12:09Kalau kemudian kita lihat eskalasinya sudah sejauh ini dan efeknya global,
12:13adakah sesungguhnya mas negara yang setara dengan AS dan Israel untuk bisa jadi penengah di tengah konflik ini, Pak Efatah?
12:20Ya, untuk menjadi penengah kita mungkin menggunakan pendekatan historis.
12:24Kita bisa melihat Yaman dalam diplomasi tidak langsung yang sudah terjadi berkali-kali.
12:28Dan netralitas mereka yang sangat teruji.
12:30Kita juga bisa melihat ada beberapa negara yang berpotensi besar seperti Qatar juga.
12:35Dan kita juga bisa melihat bahwa posisi Indonesia yang menyampaikan bahwa mereka mampu melakukan koordinasi
12:41dan memanfaatkan momen dari kedua belah pihak untuk menghentikan perang.
12:45Tetapi kalau secara militer yang bisa mengetikan perang dan mengintervensi yaitu Rusia, Cina, dan mungkin Korea Utara
12:51nanti yang sebagai kartu liar yang tiba-tiba saja ikut dalam diplomasi ataupun situasi konflik yang terjadi di Jiran.
13:00Demikian.
13:00Oke, kalau KANS Indonesia, karena Pak Prabowo juga sudah menyatakan, pemerintah sudah menyatakan siap untuk jadi mediator.
13:05Kalau kemudian itu dibutuhkan.
13:06KANS-nya gimana menurut Anda kalau jadi mediator?
13:08KANS-nya ya lumayan lah, cuman masalahnya kan kita bukan pemain, kita bukan pemain di konflik besar ya.
13:15Terus masuk ke dalam ini tentu kita harus mempunyai pengalaman dan saya tidak menganggap remeh kita bisa ya.
13:22Namun sesungguhnya menurut saya yang paling berpotensi untuk ini, karena sesungguhnya kan ini sebetulnya adalah proxy war nih.
13:29Pihak Amerika langsung terjun berhadapan dengan Iran dan Iran merupakan proxy-nya Cina dan Rusia sebetulnya.
13:36Rusia memberikan teknologi dan ini kemudian, khususnya untuk rudal hipersonik yang hebat sekali nih, yang top ini sama lain.
13:44Dan kemudian Cina untuk sebut spread point.
13:46Cuman yang paling tepat itu adalah India.
13:48India kemarin datang ke Israel menyatakan saya di belakang Israel.
13:53Tapi sesungguhnya India itu apa?
13:55India itu adalah partner daripada ini, Iran.
14:01Mereka itu satu budaya, mereka sama-sama basics daripadanya Sanskrit.
14:04Mereka di sepanjang itu bagian, India adalah bagian daripada kekaisaran ini, apa namanya Persia sebetulnya.
14:13Jadi hubungan deket itu sebetulnya deket sekali.
14:15Dari segi kulturnya udah apa?
14:16Dari segi kultur, budaya deket.
14:18Jadi yang paling cocok itu India.
14:19Kalau Cina-Rusia jelas mereka pemain, mereka di belakang lainnya Iran dan sebagainya.
14:23Sama seperti Rusia berhadapan sama Ukraine, di belakangnya itu NATO dan Amerika.
14:28Sekarang posisinya seperti itu.
14:29Cuman India adalah yang paling memenuhi syarat saat ini.
14:32Oke, Pak Agung Sasoko Jati, terima kasih sudah datang di studio.
14:35Pak Efata, terima kasih juga sudah bergabung lewat sambungan dalam jaringan bersama kami kali ini.
Komentar

Dianjurkan