00:00Saudara PT. Pertamina menyebut ada 4 kapal minyak milik perusahaan yang berada di Timur Tengah.
00:06Dua di antaranya masih terjebak di Selat Hormuz yang telah ditutup oleh Iran.
00:12Pihak Pertamina memastikan kondisi ABK dan aset kapal dalam kondisi aman.
00:17Saat ini pemerintah juga terus berkoordinasi agar dua kapal tersebut bisa keluar dari Selat Hormuz.
00:26Selat Hormuz memang benar ada dua kapal Pertamina yang masih berada di sana.
00:33Sebenarnya ada empat tapi yang dua berada di luar Selat Hormuz.
00:37Jadi saat ini kami terus memantau dan memastikan yang pertama adalah keselamatan dari para awak kapal.
00:46Kemudian juga terkait dengan aset kapal yang berada di sana.
00:49Sampai dengan saat ini kondisi masih aman.
00:55Menteri Keuangan Purbaya Yudhisa Dewa memastikan anggaran untuk impor minyak maupun subsidi masih bisa dikendalikan
01:02dan memastikan kesiapan pemerintah dalam mengantisimpasi dampak konflik Iran terhadap pasokan sekaligus harga bahan bakar minyak.
01:10Purbaya juga bilang pemerintah memastikan kesiapan anggaran di tengah naiknya harga minyak dunia imbas perang Amerika Serikat dan Israel melawan
01:17Iran.
01:20Kan channelnya pasti melalui eksplor ataupun melalui harga minyak.
01:24Harga minyak sudah naik mereka di 80 ya.
01:27Kita sudah hitung sampai 92 pun kita masih bisa kendali dengan anggaranya jadi tidak ada masalah.
01:32Berarti tidak ada kekhawatiran dari Anda Pak?
01:34Tidak, kita bisa adjust, kita bisa atur.
01:3620 hari itu kalau tidak ada supply yang sama sekali baru berantakan.
01:40Tapi biasanya tidak seperti itu.
01:42Kita pasti bisa dapat supply tapi harganya lebih tinggi.
01:45Tapi pasti terkendali gitu ya Pak?
01:46Kita bisa lihat, saya bisa hitung dengan as subjek tadi.
01:50Kita masih bisa mengandalkan depisi kita.
01:52Kita masih bisa maju, tidak ada masalah.
Komentar