Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - United States Central Command merilis rekaman pada Selasa yang memperlihatkan kapal perusak berpeluru kendali Angkatan Laut Amerika Serikat menembakkan rentetan rudal ke sejumlah target di Iran.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat menyebut kapal-kapal perang tersebut mengirimkan tembakan rudal tanpa henti dari perairan kawasan sejak siang hingga malam hari.

Rekaman menunjukkan peluncuran rudal dari laut sebagai bagian dari operasi militer yang sedang berlangsung.

Komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Brad Cooper, mengklaim pasukan Amerika telah melenyapkan hampir 2.000 target di Iran dan melumpuhkan serangan Teheran di udara maupun laut.

Amerika Serikat juga mencatat Iran telah meluncurkan hingga 2.500 amunisi sebagai balasan. Washington menuduh Teheran menargetkan warga sipil tanpa pandang bulu dan mengklaim kemampuan militer Iran telah menurun.

Komando Pusat Amerika Serikat, atau CENTCOM, juga merilis rekaman visual satelit yang menunjukkan rudal menghantam basis drone Iran pada Selasa lalu.

Melalui media sosial X, CENTCOM menyatakan drone Iran telah menjadi ancaman di Timur Tengah selama bertahun-tahun dan tidak bisa lagi ditoleransi.

Meski demikian, Komando Pusat Amerika Serikat tidak mengungkap tanggal dan lokasi pasti dari rekaman visual satelit tersebut.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Jusuf Kalla Terima Dubes Iran Untuk Indonesia, Bahas Situasi Terkini Dan Peluang Mediasi Indonesia di https://www.kompas.tv/regional/654631/jusuf-kalla-terima-dubes-iran-untuk-indonesia-bahas-situasi-terkini-dan-peluang-mediasi-indonesia

#iran #as #kapalperang #rudal #israel

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/654639/militer-as-rilis-video-kapal-perang-luncurkan-rentetan-rudal-ke-iran-sapa-malam
Transkrip
00:00Dan saudara militer Israel merilis video yang diklaim sebagai serangan ke sistem pertahanan udara Iran.
00:13Saudara Israel mengklaim telah menghancurkan sekitar 300 peluncuran atau peluncur rudal Iran.
00:20Israel meningkatkan serangan udara terhadap peluncur rudal Iran selasa waktu setempat.
00:24Iran membalas terhadap Israel dan sejumlah negara di wilayah Teluk.
00:28Iran juga telah menembakkan puluhan rudal balistik ke Israel yang menicu sirine serangan udara di seluruh negara itu.
00:48Komando Pusat Militer Amerika Serikat merilis rekaman pada selasa yang memperlihatkan kapal perusak berpeluru kendali angkatan laut.
00:56Amerika Serikat menembakkan rentetan rudal ke sejumlah target di Iran.
01:00Komando Pusat Militer Amerika Serikat bilang kapal-kapal perang itu mengirimkan tembakan rudal tanpa henti dari perairan kawasan pada siang
01:09hingga malam.
01:10Rekaman menunjukkan peluncuran rudal dari laut sebagai bagian dari operasi militer yang sedang berlangsung.
01:27Komandan Komando Pusat Amerika Serikat Sancom Laksamana Brad Cooper mengklaim pasukan Amerika Serikat telah melenyapkan hampir 2.000 target di
01:38Iran dan melumpuhkan serangan Teheran di udara dan laut.
01:41Amerika juga mencatat Iran telah meluncurkan hingga 2.500 amunisi sebagai balasan dan menuduh Teheran menargetkan warga sipil tanpa pandang
01:50bulu serta mengklaim kemampuan Iran telah menurun.
01:58Now, we're less than 100 hours into this operation, and we've already struck nearly 2,000 targets with more than
02:032,000 munitions.
02:05We have severely degraded Iran's air defenses and destroyed hundreds of Iran's ballistic missiles, launchers, and drones.
02:12Now, in retaliation, the Iranian regime has launched over 500 ballistic missiles and over 2,000 drones.
02:18To be clear, Iran is indiscriminately targeting civilians.
02:26Komando Pusat Amerika Serikat atau CENCOM merilis rekaman visual satelit menunjukkan rudal menghantam basis drone Iran selasa lalu.
02:36Melalui media sosial X, CENCOM menyatakan drone Iran telah menjadi ancaman di Timur Tengah selama bertahun-tahun dan tidak bisa
02:43lagi ditoleransi.
02:44Meski demikian, Komando Pusat Amerika Serikat tidak mengungkap tanggal dan lokasi pasti rekaman visual satelit tersebut.
Komentar

Dianjurkan